Bagaimana rasanya terbangun di pagi hari dan mendapati dirimu memiliki dua kehidupan yang sepenuhnya berbeda?
Selama ini, hidup 'Bara' adalah sebuah komedi pahit. Bertubuh gemuk, pendek, dan selalu dilingkupi rasa tidak percaya diri, ia menjadi sosok tak kasat mata yang selalu diremehkan di lingkungan sosialnya. "Aku ini siapa?" menjadi pertanyaan retoris yang terus menghantui hari-harinya di kamar yang berantakan.
Namun, takdir memainkan lelucon yang teramat gila.
Tanpa ada penjelasan ilmiah maupun magis, Bara mendadak terbangun dengan dua tubuh yang terhubung pada satu jiwa yang sama.
Saat tubuh aslinya tertidur, kesadarannya berpindah ke tubuh seorang pria lain: sosok yang sempurna, tinggi, tampan, atletis, dan berbalut setelan jas mewah dengan latar belakang gemerlap kota metropolitan. Di satu sisi, ia adalah pria malang yang terpinggirkan; di sisi lain, ia adalah pangeran sempurna yang dipuja semua orang.
"ketika takdir memberikan mu dua tubuh, mana yg akan kamu pilih?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bara Vs Zian Again!
Pertandingan demi pertandingan pun telah di lalui tim perhotelan berhasil memenangkan 4 dari 6 lomba yang diselenggarakan. Menjadikan mereka sebagai juara umum pada pekan olahraga kali ini.
"baiklah kita sudah sampai di penghujung acara pekak olahraga kali ini. Dan saya sebagai MC akan mengumumkan daftar pemenang lomba di pekan olahraga ini" suara MC memenuhi lapangan
"untuk lomba lari jarak pendek dimenangkan oleh bara dari kelas perhotelan, kemudian lomba tarik tambang di menangkan kelas perhotelan, lalu untuk lomba basket di menangkan oleh kelas musik"
"nahh selanjutnya untuk lomba bulu tangkis tunggal di menangkan oleh Zian dari kelas perhotelan, kemudian lomba volly di menangkan lagi oleh kelas perhotelan, dan yang terakhir untuk lomba futsal di menangkan oleh kelas tehnik"
"nah itulah para pemenang kita pada pekan olahraga kali ini, dan untuk kelas perhotelan kalian dinobatkan sebagai juara umum karna berhasil memenangkan 4 lomba dan 6 lomba yang di selenggarakan"
"bagi ketua kelas perhotelan silahkan maju kedepan untuk menerima hadiah yang akan di berikan langsung oleh bapak kepala sekolah kita yaitu pak Yudha. Waktu dan tempat saya persilahkan"
Toni berjalan maju ke depan menuju panggung. Kepala sekolah menyerahkan hadiah dan piagam untuk kelas perhotelan dan tak lupa pak Budi sebagai wali kelas ikut di panggil untuk mendampingi Toni menerima hadiah.
selesai penyerahan hadiah acara pekan olahraga pun di tutup. Para siswa mulai membubarkan diri menuju kelas masing-masing.
Dalam perjalanan menuju kelas bara di cegat oleh Zian mereka akan melakukan taruhan yang sudah di sepakati sejak kemarin.
"bara" panggil Zian
"ada apa?, Lo mau kita mulai sekarang?"ucap Bara
"gausa banyak bacot deh, langsung aja"
"gue mau kita berdua tanding fisik, 200 kali push up, 200 kali sit up, 100 kali pull up, berani ga Lo" tantang Zian pada Bara
"hmm menarik, oke kalo itu mau Lo"
Mereka pun bersiap memulai. Sebelum memulai Zian memanggil Arif untuk menjadi wasit pertandingan antara mereka berdua
"Riff sini dulu" panggil Zian
Arif yang mendengar suara Zian berjalan mendekat ke arah Zian dan Bara.
"ada apa zi?, gue mau balik ke kelas nih gerah tau disini terus" keluh Arif
"Lo disini dulu, gue mau Lo jadi wasit" ucap Zian
"ha?! Wasit?, maksudnya apaan dah zi"
"udah Lo nurut aja sama gue ntar Lo yang itungin kita berdua push up, sit up, pull up, masing-masing 200 kali dan untuk pull up itung 100 kali" jawab Zian
"ini taruhan gue sama bara, kalo gue menang dia gabole deket-deket sama Melani" ucap Zian sambil menunjuk bara
"kalo gue kalah, gue gaboleh ganggu dia lagi" sambung Zian
"mukee gilee Lo zi, gue suruh ngitung segitu banyak nya"
"gausa banyak bacot ntar gue traktir lo makan bakso di kantin"
"wahh kalo gitu ayoo deh mau 1000 kali pun gas gue" ucap Arif senang mendengar perkataan Zian
Bara dan Zian memulai pemanasan beberapa menit dan kemudian mereka bersiap untuk memulai pertandingan. Bara yang sudah siap dengan posisi push up begitu juga dengan Zian.
"oke gue mulai itu nih yaa, kalo gue bilang tiga kalian berdua mulai yaa" perintah Arif
"1.."
"2.."
"3.."
"mulaii!!"
Bara dan juga Zian mulai melakukan push up secara bersamaan dengan Arif yang teliti menghitung jumlah push up mereka berdua.
Dari kejauhan ada salah satu siswi dari kelas kecantikan yang akan menuju perpustakaan sekolah melihat Bara dan Zian sedang push up di tengah lapangan seketika dia memberitahu teman sebelahnya.
"ehh bil, liat deh itu mereka bertiga ngapain dah push up di tengah lapangan" ucap vannesa pada teman nya bernama bila
"apaan si nes, ehh iya ngapain ya mereka?" jawab bila
"samperin yok bil, kayak nya seru deh, itukan Bara anak kelas perhotelan yang ganteng itu" ajak vannesa
"kita kan mau ke perpus nes kagak usah deh mending ke perpus ngadem" jawab bila yang menolak ajakan vannesa
"udah ikut aja". Seketika vannesa menarik tangan bila
"ehh ehh ness tunggu gue bisa jatoh anjirr"
Vannesa dan bila melangkah menghampiri Arif, Bara, dan Zian.
"kalian ngapain push up begini? Lagi latihan kah?" tanya vannesa penasaran
"iya bukannya tadi dah olahraga yaa, apa kureng kalian olahraga tadi?" tanya bila
Arif yang melihat kedua cewek itu datang langsung berdiri menghadap kedua cewe tersebut.
"ehh vannesa sama bila, kalian ngapain kesini?, mau ketemu gue yaa?" pede Arif
"dihh najizz, gue tuh kesini di ajakin nih" ucap bila sambil menunjuk vannesa
"loh kok gue si? Kan Lo tadi juga kepo mau liat" jawab vannesa
"alahh Lo ngaku aja deh nes Lo tadi bilang mau liat si bara kan"
melihat perdebatan antara vannesa dan bila, Arif berinisiatif untuk melerainya
"udah gausa berantem gitu dong, dua dua nya juga gue pilih kok, gausa rebutan gue gitu kali"
"ehh gendut gue kesini karna kepo liat mereka berdua push up bukan karna kepengen ketemu Lo" ucap bila
kedatangan vannesa dan bila membuat Arif melupakan tugas nya menghitung push up Zian dan Bara.
"a-arif bangsatt lo ga ngitung push up gue malah nyosor ke cewek!" ucap Zian sambil terus melakukan push
"iyaa nih Arif, ini udah berapa anj*ng push up kita berdua"
Arif yang mendengar itu seketika teringat akan tugas nya untuk menghitung push Zian dan Bara.
"ahh sorry zi bar gue lupa haha" jawab Arif dengan rasa tidak bersalah nya
"habisnya nih dua cewek nih ganggu aja kan pandangan gue jadi teralihkan"
mendengar perkataan Arif, Zian merasa kesal.
"gendut anj*ng, cepetan itung lagi nggak!" umpat zian
vannesa yang masih penasaran kemudian ia kembali bertanya kepada mereka bertiga. "ehh kalian ngapain si push up gitu, lagi tanding push up kah?" tanya vannesa
"ini di Zian sama bara lagi tanding push up 200 kali, sit up 200 kali sama pull up 100 kali"
"ha?! Gue ga salah dengerin nih 200 kali push up, 200 kali sit up, terus 100 pull up, kalo di total udah 500 kali tuh" ucap bila
"bener banget, mereka lagi taruhan" jawab Arif
"WHAT?!, taruhan apa?" tanya vannesa
"tadi kata Zian si kalo si bara menang Zian ga boleh ganggu bara lagi" jawab Arif
"lah kalo yang memang Zian?" kali ini bila yang mengajukan pertanyaan
"kalo Zian menang si bara gabole deket-deket sama Melani" jawab Arif lagi
Mendengar hal itu vannesa kaget ternyata alasan Zian dan Bara tanding adalah karna Melani.
'gila merak berdua rebutan Melani ceritanya' gumam vannesa
dari arah koridor kelas salah satu murid musik yang bernama Ilham melihat beberapa murid berkumpul di tengah lapangan dengan pemandangan dua orang melakukan push up dan 3 lainnya berdiri melihat dua orang melakukan push up. Seketika ia bersorak dan sorakan itu mengundang perhatian para siswa siswi yang berada di dalam kelas
'ehh itu mereka ngapain dah di tengah lapangan?' gumam Ilham
'anjirr itu kan si bara sama Zian, jadi mereka lagi tanding push up'
"woyyy ada pertunjukan seru nih, bara sama Zian lagi tanding kekuatan fisik!!" teriak Ilham
Para siswa siswi berhamburan keluar kelas dan tatapan semua orang tertuju pada beberapa siswa yang berada di tengah lapangan