Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.
Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.
Beberapa detik kemudian BOOM
Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.
"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.
Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.
"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.
mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MARKAS BLACK SUN
Beberapa waktu berlalu sangat cepat malam ini perang kedua Akan terjadi, pertempuran ini tidak akan bisa di hindari karena musuh telah mengibarkan bendera perang lebih dulu.
Di markas the dark knight angga dan nayla bersama anak anaknya di posisi masing kedatangan angga dan anak-anaknya selalu membuat mafioso the dark knight sedikit gemetar ketakutan kedatangan mereka seperti kutukan.
"Kayla dan Aura, kalian akan melawan tangan kanan sekaligus anak dari pemimpin Black Sun," perintah Angga.
"Ha ha akhirnya kita bertemu, Vira Vale," tawa Kayla menggema.
raven memandang kayla"Kamu mengenalnya, Kay?" tanya Raven kepada Kayla memastikan apakah ia mengenal anak King Black Sun itu.
"Sangat!" jawab Kayla dan Aura secara bersamaan.
Jawaban mereka yang begitu kompak membuat Raven yang berdiri di samping mereka terkejut
"Ehh, buset! Kok bisa serentak?" ujar Raven sambil menatap Kayla dan Aura dengan heran.
angga geser sedikit kenanan "arka kael Raven menggantikan posisi aura dan kayla minggu lalu untuk membereskan musuh di halaman" angga memberi perintah kepada tiga bersaudara
mereka bertiga menunduk hormat "Baik king perintah diterima" jawab mereka bersama
"lalu posisi lainnya di isi oleh orang yang sama seperti penyerangan pertama" angga berkata kepada semuanya.
"Baik king"semua menjawab serentak
"Berangkat" angga berteriak keras
lalu mereka semua terbang menuju markas pusat black sun yang berada di argentina.
argentina markas black sun saat ini vira telah tiba disana untuk menemui kedua orang tuanya "Papa mama ada anak anak yang menampar pipi ku di Sekolah" vira merengek
"kenapa kamu baru bilang sekarang vir" kesal Bianca vale mama vira!
"mama dan papa tidak pernah pulang ke mansion"ucap Vira
rion melangkah maju menggosok kepala vira "papa dan mama banyak urusan maka dari itu kami belum pulang sayang" rion menenangkan putrinya vira.
"biar nanti papa yang membalas mereka yang menyakitimu nak" rion kembali berkata kepada vira
Vira memeluk rion "terimakasih papa ku sayang" balas vira vale tersenyum.
Satu per satu para petinggi black sun datang memasuki ruangan vale dan rion
"salam hormat kami king dan queen" para petinggi black sun menunduk hormat
vira begitu terkejut melihat kedatangan para petinggi "papa kenapa petinggi black sun seluruh dunia berkumpul?" vira bertanya karena tidak mengetahuinya
rion mengepalkan tangannya kuat "kelompok mafia kita akan di serang" rion membalas pertanyaan vira.
"siapa yang akan menyerang kita?"vira kembali betanya karena dia sangat terkejut.
"the dark knight" balas rion vale!!
senyum psikopat Bianca keluar "menarik" gumamnya
lalu dari arah pintu masuk mafioso berlari kedalam ruangan "maaf king dan queen saya mengganggu"kata dia hormat.
"jelaskan"rion berkata sangat singkat.
"king perusahaan vale group runtuh" lapor mafioso itu kepada vale
keterkejutan menghiasi wajah semua petinggi terutama rion dan Bianca
rion menmengepalkan tangannya begitu kuat "siapa yang melakukannya" teriak rion marah membuat semua petinggi ketakutan
"saya belum tau king" pelapor membalas kepada rion
"kau cari sialan itu dan bawa ke hadapanku akan ku cincang tubuhnya" rion sangat marah mendengar kabar hancurnya perusahaan vale
"baik king" balas mafioso itu berlari ke luar ruangan.
dalam Jets pribadi tempat angga dan anak-anaknya berkumpul mereka tidak ada yang bersuara hanya diam.
namun tangan luna terus bergerak di atas keyboardnya gerakannya sangat cepat seperti orang menari."selesai perusahaan vale group benar-benar hancur total tadi hanya salam perkenalan haha" tawa Luna pecah.
nayla menggosok kepala Luna "kerja bagus luna" nayla memuji luna yang sangat terlatih
luna tersenyum malu di puji nayla "terimakasih queen semua berkat anda" luna menjawab pujian nayla
masih di dalam jet pribadi yang melayang kencang di langit angga berdiri dari kursinya "kita hampir sampai di marka black sun siapkan senjata kalian"angga memberi perintah kepada para mafioso melalui earpiece di telinganya.
"baik king perintah diterima" balas mereka serentak.
Beberapa saat berlalu the dark knight tiba dimarkas black sun Semua mengambil posisi sesuai perintah angga.
Arka melempar granat ke arah markas ledakan berbunyi keras
Bom
Pertanda perang telah dimulai
Raven berlari menerjang ke arah kerumunan musuh sambil mengayunkan pedang Schmir miliknya.
Di belakang Raven, Kael terus menembaki para musuh.
"Kau lambat, adikku!" ejek Raven.
Namun, Kael tidak memedulikannya. Ia terus menarik pelatuk senjatanya, menghujani seluruh musuh dengan tembakan.
Rayhan dan Zayden juga mulai bergerak. Mereka melancarkan penyerangan dari sisi utara markas Black Sun.
Dor
Dor
Tembakan Rayhan tepat sasaran. Satu per satu musuh tumbang ke tanah.
Zayden tak kalah menggila. Ia terus mengayunkan pedangnya.
Srakk srakk
Suara pedang merobek tubuh para musuh terus terdengar. Zayden membunuh siapa pun yang menghalangi jalan mereka tanpa ampun.
Di atas pepohonan, Nara dan Xeno mengambil posisi. Keduanya seolah berlomba-lomba memperbanyak jumlah musuh yang mereka bunuh.
Dor! Dor!
Suara tembakan mereka terus menggema. Peluru-peluru melesat dengan sangat kencang.
Dor
Satu peluru menghancurkan kepala musuh.
Dor
Peluru lainnya menembus tepat di jantung lawan.
Tembakan mereka telah menghabisi banyak mafioso Black Sun.
Di bagian belakang markas Black Sun, Aura dan Kayla bergerak layaknya sedang menari di tengah medan perang.
Aura, dengan katana di tangannya, memenggal kepala-kepala musuh dan mencincang mereka tanpa ampun.
Sementara itu, Kayla bertarung menggunakan pisau bedah. Ia mengoyak, merobek, bahkan menusuk jantung para musuh seolah semuanya hanyalah sebuah permainan.
Setelah membersihkan jalan, mereka berdua menerobos pintu belakang markas untuk menghadapi Vira Vale.
Di dalam markas Black Sun, Vira Vale berlari menuju ruangan Rion. Banyak petinggi Black Sun telah terbunuh.
"Papa, semua mafioso dan beberapa petinggi kita telah dibunuh musuh," lapor Vira kepada Rion Vale.
"Brengsek!" umpat Rion dengan kesal.
"Apakah musuh begitu kuat, Vira?" tanya Rion kepada putrinya.
"Benar, Pa. Mereka sangat kuat. Bahkan tubuh-tubuh mafioso kita tidak ada yang utuh," jawab Vira.
Rion tidak membalas. Pikirannya terus bekerja, membayangkan seberapa hebat kekuatan The Dark Knight yang hampir membuatnya kalah.
Di sisi ruangan lain dalam markas Black Sun, Bianca mengamuk. Ia membunuh mafioso The Dark Knight yang berhasil memasuki markas.
Dor Dor
Tembakan demi tembakan terus dia lepaskan menewaskan begitu banyak mafioso The Dark Knight.
Namun dari arah pintu masuk, Nayla melompat ke arah Bianca.
Brakk!
Tubuh Bianca menghantam dinding ruangan akibat serangan mendadak itu.
"Bukankah kau terlalu berlebihan, Nyonya Bianca Vale?" ujar Nayla dengan nada menghina.
"Cih! Siapakah kau, sialan?" Bianca berdecih kesal.
Nayla perlahan membuka topeng yang menutupi wajahnya.
"Oh ternyata Nyonya YAS," ucap Bianca sambil berdiri dari jatuhnya.
Tanpa membuang waktu, Nayla langsung menerjang Bianca dengan gerakan yang begitu lincah.
"Kita tidak punya waktu untuk saling menyapa, Queen Black Sun," kata Nayla dengan senyuman psikopatnya.
Pertarungan antara Nayla dan Bianca pun berlangsung sangat sengit.
angga berjalan memasuki ruangan rion dengan santainya dia langsung duduk di sofa ruangan rion seakan rumah sendiri.
"jadi kau yang menyerang markas ku?" tanya rion marah.
namun angga tidak menjawab dia hanya membakar rokoknya perlahan meremahkan rion,
rion mengepalkan tangannya "beraninya kau tidak menjawab perkataan ku sialan" rion marah kepada angga
dor dor
Rion menembak angga membabi buta pelurunya menghantam dinding markas.
namun dengan santainya angga menghindar ia belum menyerang hanya melompat-lompat menghindari peluru yang melaju.
ruangan vira Vale setelah dia disuruh rion untuk keluar dari dalam ruangan rion di pergi melangkah menuju ruangan pribadinya
saat ini vira sedang bermadu kasih dengan pengawalnya yang bernama el kapitano
"akhhha sayang" desahan vira terdengar merdu di telinga el kapitano.
el kapitano terus menghujam tubuh vira terus-menerus "tunuhmu selalu membuatku candu sayang" balas el kapitano
aura dan Kayla memasuki ruangan itu betapa terkejutnya mereka "aduh sialan kotor mata suciku" kesal aura yang melihat pergelutan vira yang begitu hangat
Vira mengentikan permainannya "beraninya kau memasuki ruangan pribadi ku" vira marah
Kayla menggelengkan kepalanya"kau benar-benar bodoh kau, telah mengatahui markas mu di serang bukannya kabur kau malah bermadu kasih dasar gadis jalang bodoh" bentak Kayla
el kapitano memainkan barang kecilnya itu ke arah aura dan Kayla "sayang maukah kau bermadu kasih denganku sekali tiga, aku masih mampu" ucap kapitano nakal
aura maju mendekati el kapitano bukan untuk bermadu kasih dia mengayunkan katananya ke barang kecil laki-laki itu.
Srakk srakk
"akhhh barangku hilang" teriak el kapitano kesakitan
namun tidak lama perlahan el kapitano mati kehilangan banyak darah.
Melihat El Kapitano telah mati, Vira diliputi ketakutan "Siapa kalian?" tanya Vira dengan suara gemetar.
Aura dan Kayla kemudian perlahan membuka topeng mereka.
"Kalian The Dark Knight?" Vira terkejut dan tanpa sadar mundur beberapa langkah.
"Benar, itu kami, jalang," bentak Aura.
Kayla melangkah mendekati Vira "Mari kita akhiri pertarungan ini Sudah tidak seru lagi," ucap Kayla dengan nada dingin, membuat Vira semakin ketakutan.
Srakk
Kayla menusuk pisaunya ke leher Vira tepat di bagian arteri karotis (pembuluh darah)
Byurr
Darah segar menyembur deras membasahi lantai dan tembok-tembok markas.
setelah vira benar-benar mati "Ayo kita keluar," ajak Kayla kepada Aura karena tidak ada gunanya di dalam ruangan itu.
tempat nayla berada pertarungan juga hampir berakhir, Nayla bergerak begitu cepat.
Dor!
Sebuah peluru melesat deras dan menghantam tepat di dahi Bianca.
Bianca meneteskan air mata tanpa mampu memberikan perlawanan
Namun nayla belum berhenti Ia mendekati tubuh Bianca yang telah tak bernyawa, menarik rambutnya, dia mengeluarkan pisau badik dari saku celananya.
Srakk! Srakk!
Leher Bianca terputus dan kepalanya telah berpindah ke tangan Nayla.
Nayla mengiringi tubuh Bianca "Seperti ini baru bagus,"ucap Nayla
Setelah memenggal kepala Bianca, Nayla melemparkannya secara acak, lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
pertarungan di setiap sektor telah berakhir the dark knight memenangkan pertempuran.
pertempuran angga dan rion masih belum berakhir mereka masih saling membalas serangan.
Rion terus menembaki Angga tanpa henti
Dor! Dor!
Namun kali ini Angga tidak hanya bertahan. Ia berlari dan melompat ke arah Rion.
Meski begitu pergerakan Rion juga cukup cepat "Siapa kau sebenarnya?" teriak Rion ditengah sengitnya pertempuran.
Perlahan Angga membuka topeng yang menutupi wajahnya dia tersenyum dingin.
"Tuan YAS" ucap Rion dengan penuh keterkejutan.
Ia baru menyadari bahwa King The Dark Knight adalah Angga.
Angga tidak menjawab Ia hanya terus menyerang.
Srakk! Srakk!
Wajah Rion tergores oleh karambit tajam milik Angga.
rion memegang wajahnya "Akhh sialan" teriak Rion sangat kesakitan
Tanpa memberi kesempatan sedikit pun, Angga kembali menyerang.
Srakk.
Srakk
Tubuh Rion terkoyak-koyak oleh tebasan karambit milik Angga.
tubuh Rion terjatuh ke lantai.
Buk
Buk
Ia pun mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
Malam itu The Dark Knight berhasil mengalahkan Black Sun yang menduduki posisi nomor sembilan dunia.
Namun kemenangan tersebut juga harus dibayar mahal The Dark Knight kehilangan beberapa mafioso mereka dalam pertempuran.
sesekali, untuk melawan sampai titik darah penghabisan lebih baik dari pada berdiam diri menunggu kehancuran diri sendiri.
BERSAMBUNG.....