NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Aku jadi pengasuh dari sekretaris ku

Green Restoran, Kemang Jakarta Selatan 

"Alright saya sudah tanda tangan, silahkan giliran anda pak Kenzo di sebelah sini"

Kenzo mengangguk pada pria bule itu yang tadi menggores pena nya di kertas perjanjian kontrak kerjasama mereka, setelah meeting yang cukup alot dan memakan waktu beberapa jam di restoran mewah tadi yang di mulai dengan jamuan makanan ringan.

"Semoga kerjasama kita berjalan lancar thank you soo much, Mr Peter"

"Sama-sama saya senang sekali menjadi investor di perusahaan anda ah, profil dan benefit dari perusahaan anda sangat bagus"

"Terima kasih sekali lagi" Vinda ikut bersalaman dengan dua pria bule tadi, yang satu direktur Haewon corp yang menjadikan Tous Les Jours bakery sebagai ladang investasinya dengan beberapa outlet baru yang akan di buka Kenzo di Bali, Semarang dan tak ketinggalan kota Surabaya.

Dana yang mengalir hampir satu milyar USD itu membuktikan Kenzo mampu berdiri sendiri membangun impiannya menjadi pengusaha dengan keringatnya tanpa bantuan sang ayah.

"Ah semua file penunjang akan di urus sekertaris saya, anda bisa menghubunginya mulai besok" Peter Smith yang memang sejak tadi mencuri pandang ke arah sekertaris cantik tadi mengangguk senang, jujur dia memang tak bisa menyembunyikan ketertarikan nya sejak tadi pada gadis muda itu

"Ah baiklah, hehehe maaf jika nanti sering merepotkan nona" Senyum nya lebar.

Vinda terkejut, pria itu belum melepaskan jabat tangan nya malah mencium tangan lentiknya, hingga Kenzo ikut mendelik tajam dan berdehem keras tanda tak suka.

"Hehe maaf saya pamit duluan ah ngomong ngomong pak Kenzo~" Dia berbisik pelan di dekat telinga Kenzo dengan jahil.

"Sekertaris anda cantik sekali hehehe jika sudah bosan memakainya dengan senang hati saya bersedia menampung nya di Haewon, anda kabarin saja"

"Ah iya, tapi mungkin saya masih membutuhkan sekretaris saya dalam waktu lama" Kenzo mendengus dan terpaksa menyeringai meski orang dari Haewon itu terlihat sebal juga.

'Cih memungut bekas sekertaris ku enak saja!! Menyentuh nya saja aku tak pernah, dasar sialan!'

Batin Kenzo dengan sebal dia duduk lagi di sofa, menghabiskan espresonya memperhatikan  Vinda yang sibuk membereskan kertas file perjanjian tadi.

"Pak maaf sudah malam saya mau pamit pulang"

"Apa aku menyuruhmu pulang duluan eum?"

Aduh pria ini. Bukankah ini sudah jam delapan malam, dan jam kerja Vinda sudah habis sejak jam lima sore tadi.

"Tapi ini sudah malam~"

"Temani aku makan malam dulu, sejak tadi aku lapar, ada uang lembur untuk empat jam ini" Vinda tak membantah lagi begitu mendengar ada upah lembur, dia duduk dengan tenang tak protes lagi.

Kenzo memanggil seorang waiters memesan menu makan malam meskipun Vinda merengut karena mencemaskan ayahnya, yang pasti di rumah sudah menunggunya.

"Tenang saja untuk hari ini, khusus uang lemburmu akan aku tambah, jadi makan dengan baik jangan bawel" Vinda mengangguk dia berusaha menikmati makan malamnya, ah kenapa sulit sekali sih menolak perintah bos nya ini, apa gara gara hutang lima jutanya dia terpaksa patuh terus.

Seorang waiters berseragam merah mengantar minuman mahal ke meja mereka dan Vinda langsung heran.

"Kok ada minuman begini juga pak?"

"Ah anggap saja kita merayakan kesuksesan kerjasama tadi, ini minumlah! Tenang saja aku yang traktir" Kenzo menyodorkan gelas berisi minuman warna merah itu untuk Vinda, namun gadis itu bergidik, seumur-umur dia belum pernah minum seperti ini.

Vinda menggeleng, sampai pria itu heran apa yang salah dengan minuman mahal ini.

"Kenapa?? Aku belikan ini khusus untukmu lho, harga sebotolnya ini sebesar gaji kamu...."

"Ah maaf tapi~ egh saya tak berani minum itu, nanti saya mabuk" Vinda menggeleng cepat, mendengar harganya saja dia sampai melotot.

Vinda meringis dia jadi ingat saat ke club malam kesasar di tempat itu, bertemu pria ini meneguk dua gelas entah bir atau whiskey kepalanya serasa mau pecah, jujur dia kapok minum lagi.

"Maaf pak saya tak bisa minum begitu, apa itu rasanya enak?"

"Heh?!" Rasanya Kenzo ingin terbahak-bahak, oh sudah sebesar ini Vinda masih tak tahu rasa enaknya minuman itu bagaimana, di mana sebenarnya dia hidup? Di Jakarta atau di pedalaman Amazone, Astaga!

"Kamu belum pernah minum seperti ini?"

"Belum,~ eh entahlah hehehe kemarin di club itu saya minum apa ya?" Vinda bingung juga dengan jawabannya.

Dia mencicit lugu, dan Kenzo menepuk dahinya tertawa keras tak tahan lagi dengan tingkah polos gadis ini.

"Dengar ya, ini namanya wine merah atau bisa di sebut RED WINE, ini minuman langka dan mahal, harga satu botolnya lebih dari lima juta, jadi kamu harus coba"

Hah apa lima juta, njir beneran pak...~"

Vinda langsung menutup bibirnya karena kelepasan memekik hingga beberapa pengunjung di ruang VIP itu menoleh padanya.

"Ayo cobalah, mumpung aku sedang baik membelikan ini untukmu" Dengan perlahan Vinda meneguk sedikit, lalu tersedak karena kaget dengan rasanya.

"Uhuk, uhuk,  egh~ tak enak ah apa ini rasanya tidak seperti cola?" Kenzo langsung mengambil serbet, dia kesal juga baru kali ini ada yang bilang minuman yang mahal begini di bilang tak enak. Oh ya ampun apa Vinda ini makhluk jaman kerajaan, yang tahunya hanya minum teh dan air putih.

"Ya ampun ini enak lho, lihat cobalah minum pelan saja, caranya begini lihat~"

Kenzo mencontohkan menyesap minuman itu dan akhirnya Vinda ikut menirunya, meskipun awalnya dia masih mengeluh tak enak.

"Mau lagi?" Vinda mengangguk, sekarang lidahnya mulai terbiasa juga, dia mulai meminum hingga habis segelas tadi.

*****

Satu jam kemudian.

"Pak berikan sini, saya mau lagi hahaha mana berikan sini ke saya!"

Kenzo menggaruk gelisah rambut hitamnya, bodohnya dia lupa jika Vinda ini toleransinya pasti payah, minum wine tak pernah malah dia ajak minum bareng, dan sekarang lihat saja dengan wajah merah Vinda merampas botol itu, lalu meneguk langsung dari botolnya.

"Yak, yak berhenti Vinda, aish kamu sudah mabuk! Stop!!" Kenzo memegang botol yang isinya tinggal seperempat, dia panik juga bukan saja kepalanya yang pusing tapi Vinda ini tingkahnya makin aneh.

"Hehe enak, egh egh, mana?! Sini mana punyaku, kembalikan sini pak saya mau minum!!"

"Tidak boleh astaga kita pulang saja kamu sudah cegukan begitu, ya ampun mampus aku!"

"Nggak mau!!" Vinda merebut botol itu, meneguk hingga banyak tumpah ke pakaian kemeja nya, Kenzo yang panik jadi kalang kabut memenangkan dengan gadis itu.

"Saya mau minum lagi egh ...egh"

"Yak, stop nggak boleh!" Kenzo jadi berebutan botol itu dengan Vinda, dia memanggil dengan panik pelayan yang akhirnya tergopoh-gopoh datang.

"Singkirkan botol wine dan gelasnya cepat!!"

"Baik tuan, astaga kekasih anda sudah mabuk begini?"

"Yak mana wine ku pak, kembalikan belum habis!" Dia membuat ruangan VIP itu jadi berisik karena memaki bosnya meminta wine. Saat seorang pelayan menyodorkan bill, Kenzo langsung memberikan kartu kredit blackcard nya di meja, buru-buru dia berdiri setelah Pelayan mengembalikan blackcard nya.

Dia membereskan jaket dan tas milik Vinda yang ternyata sudah tertidur di kursinya.

"Ahk kamu jahat wine ku mana egh aku mau wine?" Vinda mengigau sampai membuat Kenzo gemas dan kesal.

"Aish diam tak ada wine lagi! Ayo pulang!"

Pelayan itu membereskan meja sampai juga tertawa geli, melihat dua orang itu yang ribut seperti pasangan aneh saja.

'Tolong bantu aku membawa barang ini ke mobilku mbak!"

"Baik tuan, ah istri anda mabuk ya astaga kasihan" Seorang waiters akhirnya membawakan tas dan sepatu Vinda yang sudah tertidur karena mabuk, Kenzo terpaksa membopong gadis itu menuju parkiran, yang masih berteriak keras meminta minumannya.

"Kembalikan, aku mau minumku, hiks hiks"

Gumam gadis itu lagi dalam tidurnya.

"Aish kamu merepotkan sekali jika mabuk, tau begitu gak bakalan aku ajak minum!" Kesal Kenzo.

Blam....

Dia menutup keras pintu mobil, setelah meletakkan Vinda di kursi jok depan, astaga kenapa sekarang Kenzo yang jadi repot mengurus Vinda, dia sudah seperti pengasuh sekretarisnya saja.

1
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda Boy
lucu banget buku ini Kenzo yang nakal dan Vina yang lugu
Ananda Boy
maaf kak, aku bengek 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!