Liburan yang harus nya bahagia, harus berakhir duka saat Renata Di jebak oleh sahabat dan calon suami nya. Renata tidak menyangka jika hari itu ia harus menikah dengan seorang pengangguran. Dengan mahar Seribu rupiah yang di miliki oleh pria asing itu, mereka pun akhirnya sah di mata para masyarakat.
Renata tidak pernah semalu itu. Ia di anggap berzina dan akhirnya di paksa menikahi pria asing.
Orang tua nya tidak tahu. Ia sendirian di sana. Mereka semua telah meninggal kan nya di desa terpencil itu.
Akan kah Renata bisa bangkit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Renata terus saja sibuk bereksperimen dengan tanaman yang saat itu tumbuh di dalam rumah kaca milik nya. Ia bahkan tidak tidur demi menyelesaikan eksperimen nya. Karena hanya dengan cara seperti itu ia bisa terkenal dan memancing orang-orang untuk tahu keberadaannya saat ini.
"Rena, makan lah dulu. Sejak kemarin kamu makan sedikit."
"Aku tidak sempat, Fuad. Aku harus memburu waktu sebelum mereka menikah. Jika itu sampai terjadi, maka hal itu tidak akan baik untuk keluarga ku."
"Ya tapi. Nanti kamu bisa sakit. Kalau begitu, biar aku suapin ya? Kamu tinggal buka mulut aja."
Renata pun menurut. Fuad dengan sabar menyuapi Renata yang mata nya masih sibuk dengan tanaman-tanaman yang ada di hadapan nya.
Ada beberapa jenis tanaman yang saat ini pucuk nya sedang di sambung dengan tanaman lainnya. Ada beberapa pohon hasil cangkok juga.
Kali ini, berbekal ilmu yang ia ingat sebelum nya, Renata hampir berhasil menciptakan jenis tanaman baru. Ia berharap, hasil eksperimen nya kali ini bisa berhasil. Jika sebelumnya ia berhasil membuat satu pohon memiliki dua jenis buah yang berbeda, tapi kali ini ia berharap dari buah itu bisa menghasilkan tanaman obat.
Jadi, nanti orang-orang bisa mengkonsumsi dua jenis tanaman sekaligus. Ada buah yang bisa di makan dan juga tanaman obat yang bisa menyembuhkan.
Semua itu terinspirasi dari Fuad dan juga Ibu nya. Saat Renata ke hutan, ia jadi ingat dengan suami dan juga mertua nya yang saat itu sakit-sakitan. Oleh karena itu ia ingin menciptakan tanaman langka jenis baru untuk menyembuhkan semua orang.
"Terima kasih, Fuad. Aku sudah kenyang berkat kamu."
"Tidak perlu berterima kasih. Kita ini kan suami istri. Sebagai pasangan kita harus setia satu sama lain." Ucap Fuad dengan sungguh-sungguh.
Sejak menikah baru kali ini Renata melihat dengan jelas wajah sang suami. Begitu pula dengan Fuad yang sudah sejak beberapa hari yang lalu terpesona dengan istri nya.
Bagaimana tidak. Tangan Renata seperti ajaib. Semua yang di tanam pasti akan membuahkan hasil. Renata bahkan tahu mana tanaman racun dan juga obat.
Apalagi saat tahu jika Renata bisa bereksperimen. Fuad dan juga Ibu nya semakin takjub pada Renata yang serba bisa.
"Kamu bisa aja. Baiklah kalau begitu. Aku mau lanjut dulu. Tinggal sedikit lagi dan kita bisa segera mengeluarkan tanaman ini untuk di ketahui oleh orang banyak."
Fuad menuruti perkataan sang istri. Ia pun langsung keluar dan meletakkan piring bekas makan nya Renata. Setelah itu, ia pergi melihat keadaan kebun nya yang sudah hampir seluruh nya di tanami dengan tanaman yang beranekaragam.
Terkahir kali ia lihat, tanah itu hanya berisi rumput liar. Tapi kini, bermacam sayuran, dan juga buah sudah mulai berbunga. Fuad malah jadi teringat kenangan masa kecil nya saat bersama dengan Bapak nya.
Sesekali omongan Renata hampir sama dengan Bapak nya. Fuad ingat sekali kata-kata Renata yang persis dengan apa yang dikatakan oleh bapak nya.
"Fuad, tanaman itu hidup. Sama seperti manusia. Ia juga memiliki perasaan. Jadi, sayangi lah mereka. Maka mereka akan memberikan hasil yang baik untuk kita manusia."
Kata-kata itu terus saja terngiang-ngiang di telinga Fuad. Dan karena kata-kata itu lah ia mulai jatuh hati pada Renata.
******
Dua orang suruhan Papa nya Renata mulai tiba di desa Alam Indah. Sebelum mereka masuk ke desa, beberapa pria bertato mulai memeriksa identitas mereka dengan teliti.
"Siapa kalian dan mau kemana?" Ucap salah satu pria brewok.
"Kami berasal dari kota B. Usaha ayam lunak kami bangkrut. Jadi, kami memutuskan untuk ke desa ini. Di sini, masih ada kerabat yang mau menolong kami dengan bekerja di lahan milik nya." Ucap seorang pria bernama Riko.
"Itu benar, Bang. Kami ini baru menikah sudah bangkrut. Ternyata mencari kerja di kota sangat susah." Rika yang menjadi pasangan Riko dalam misi kali ini pun ikut menimpali.
Mereka berdua adalah agen khusus yang di bayar oleh Tuan Marles Papa nya Renata. Mereka berperan sebagai suami istri yang akan tinggal di desa Alam Indah.
"Oh begitu. Jadi, siapa yang akan bertanggung jawab dengan kalian?"
"Tuan Baskoro."
"Tuan Baskoro? Kalau begitu, silahkan lewat dan kalian tidak perlu membayar biaya masuk ke desa."
Rika dan Riko lega. Untung saja sebelum dekat dengan pos penjaga, mereka sudah mencari tahu terlebih dahulu tentang siapa yang paling berkuasa di desa itu.
Setelah mereka berdua lolos, dengan cepat mereka berdua langsung mengendarai sepeda motor untuk berkeliling desa.
Menurut perkataan Tuan Marles, putri nya Renata adalah wanita yang menyukai tanaman. Riko dan Rika akan mencari tahu terlebih dahulu bagaimana keadaan desa saat itu.
Sepeda motor itu berjalan dengan santai. Riko sengaja seolah ia sedang kebingungan dengan jalan yang ada di sana. Ia berharap ada warga yang mau membawa nya untuk bertemu dengan putri tuan nya.
"Maaf, kalian anak muda mau kemana? Apa kalian sudah menikah? Di desa ini tidak boleh berdua-duaan kecuali sudah menikah. Pantang."
Seorang pria paruh baya memberhentikan mereka sambil menenteng dua ikat sayur bayam yang masih segar. Daun nya yang kehijauan dan tidak bolong karena di gigit ulat, membuat siapapun tergoda.
"Kami sudah menikah, pak. Baru saja jadi pengantin baru. Bapak tidak perlu khawatir. Oh ya, darimana bapak mendapatkan sayuran yang segar seperti ini?"
Rika tahu dengan jelas jika sayuran itu bukan yang biasa nya di tanam di desa. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menanam sayuran organik seperti itu.
"Oh ini. Dari rumah nya nak Renata. Dia itu dulu nya anak kota."
"Kalau begitu, apa bisa antarkan kami ke sana? Kami mau membeli sayuran nya juga."
"Baik lah. Ayo kita ke sana. Tapi, memang nya kalian dari mana? Ada perlu apa ke desa ini?"
Rika dan Riko pun kembali menceritakan apa maksud mereka ke desa itu. Pria paruh baya itu percaya dan kemudian membawa mereka ke rumah nya Fuad. Tidak ada sedikit pun kecurigaan di dalam hati nya. Karena memang selama ini, tidak ada yang berani macam-macam di desa tersebut.
Setelah beberapa menit kemudian, Rika dan Riko pun tiba di sebuah perkebunan yang membuat mereka begitu takjub.
"Rika, tempat apa ini? Apakah ini supermarket alami? Lihat lah pohon-pohon mungil yang sudah berbunga itu. Dan, segala jenis tanaman ada di sini."
"Kamu benar, Riko. Aku mau mengabadikan nya terlebih dahulu di ponsel ku."
Saat Rika dan Riko sibuk dengan apa yang mereka lihat, mata Renata langsung terpaku pada pasangan itu.
Renata pun langsung menghampiri kedua orang asing yang saat ini berada tidak jauh dari nya.
"Kalian siapa? Apa ada yang bisa saya bantu?"
kasih racun saja tuh 🤣🤣🤣🤣
aduh kan ya gmn masa iya krn uang bnyk trus bnyk istri kan ya kasihan istri sah pertamnya kan
tinggal ngu aja kapan itu datang
weeekkk
ahahaha soookorrrrr
ben kapok
perlu di tiadakan itu
jangan2 fuad anak jenius tp krn kecelakaan jd kek gtu
pasti trauma yg buat dya sprti anak kecil stop di memori di situ juga
ringan dan bisa belajar dari ketulusan berteman it seperti apa