NovelToon NovelToon
Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Evelyn Shen ditinggalkan Damian Lu di hari pernikahan mereka tanpa pesan, tanpa penjelasan. Sejak itu hidupnya runtuh, dihina, lalu diusir oleh keluarganya sendiri.

Lima tahun kemudian, Evelyn kembali sebagai detektif tangguh. Takdir mempertemukannya lagi dengan Damian, kini jaksa elit yang cerdas dan ahli bela diri, dalam sebuah kasus besar yang memaksa mereka bekerja sama.

Bagi Evelyn, Damian adalah pria yang menghancurkan hidupnya.

Bagi Damian, Evelyn masih wanita yang paling ia cintai.

Dan di antara luka, rahasia, serta kebenaran yang perlahan terungkap… apakah Evelyn akan memaafkan pria yang pernah meninggalkannya? Atau justru kebenaran di balik kepergian Damian akan menghancurkan mereka untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Di bawah gedung, para petugas penyelamat akhirnya berhasil membuka bantalan udara raksasa tepat beberapa detik sebelum kedua tubuh itu jatuh.

“Cepat tarik ke tengah!”

“Posisinya geser sedikit lagi!”

Beberapa petugas menarik sisi bantalan dengan panik sambil mengarahkan posisi jatuh mereka.

Sementara warga dan wartawan di sekitar hanya bisa menahan napas.

Tubuh Evelyn dan buronan itu jatuh semakin cepat dari ketinggian.

“Aaaahhh!” teriak pria buronan histeris.

Sedangkan Evelyn tetap menggertakkan rahangnya sambil memegang erat tubuh pria itu agar tidak lolos.

Damien yang baru tiba di lokasi hanya bisa menatap dengan mata membesar.

“Evelyn…” gumamnya penuh ketegangan.

Detik berikutnya—

Bruakk!

Kedua tubuh itu akhirnya menghantam bantalan udara dengan keras.

Pantulan besar langsung terjadi.

Tubuh mereka terpental cukup jauh di atas bantalan sebelum akhirnya kembali jatuh di permukaannya.

“Sekarang!” teriak salah satu polisi.

Beberapa petugas langsung berlari mendekat.

Pria buronan itu masih setengah sadar dan mencoba kabur turun dari bantalan.

Namun Evelyn yang napasnya masih tidak stabil langsung menarik kerah bajunya kasar.

“Jangan lari…” ucapnya dingin sambil membanting pria itu kembali ke bantalan.

“Borgol dia!” bentak Kapten Wong yang akhirnya tiba di bawah.

Beberapa polisi langsung menangkap pria itu dan memborgol kedua tangannya.

Sementara di sekitar lokasi, suara tepuk tangan dan sorakan warga tiba-tiba pecah.

Para wartawan benar-benar heboh.

“Luar biasa!”

“Detektif Evelyn selamat!”

“Ini siaran paling heboh tahun ini!”

Flash kamera langsung menyala tanpa henti mengarah pada Evelyn yang masih duduk di atas bantalan udara dengan napas berat.

Sedangkan tak jauh dari sana—

Damien masih berdiri diam.

Tatapannya tidak lepas sedikit pun dari Evelyn.

Jari tangannya bahkan masih sedikit gemetar karena ketegangan barusan.

Wesley langsung berlari cepat menembus kerumunan polisi.

“Evelyn!” teriaknya panik.

Tanpa mempedulikan wartawan yang terus merekam, ia langsung naik ke atas bantalan udara dan berjongkok di depan wanita itu.

Wajahnya benar-benar tegang.

“Apa kau sudah tidak sayang dengan nyawamu?!” bentaknya dengan napas memburu.

“Siapa yang menyuruhmu menjatuhkan diri seperti itu?!”

Evelyn yang masih sedikit sesak napas hanya mengangkat kepala pelan.

“Bukankah penjahatnya tertangkap?” jawabnya santai.

Wesley terlihat semakin kesal.

“Kau hampir mati!"

Saat Evelyn mencoba berdiri, tubuhnya sedikit oleng akibat benturan keras tadi.

Refleks—

Wesley langsung menarik pinggangnya dan menopang tubuh wanita itu erat agar tidak jatuh lagi.

“Hati-hati,” ucapnya pelan dengan wajah masih penuh kekhawatiran.

Tatapannya jelas menunjukkan rasa takut kehilangan.

Sementara tak jauh dari sana...

Damien berdiri diam di kerumunan

Tatapannya tertuju lurus pada Wesley yang masih memegang tubuh Evelyn.

Rahang Damien perlahan mengeras. Tangannya mengepal tanpa sadar.

Ia melihat dengan jelas bagaimana Evelyn tidak menolak sentuhan Wesley. Bahkan tetap berdiri dekat pria itu sambil menenangkan napasnya.

Perasaan sesak aneh langsung muncul di dada Damien.

Lima tahun lalu…

Orang yang selalu berada di sisi Evelyn adalah dirinya.

Namun sekarang..

Posisi itu telah digantikan orang lain.

“Lain kali jangan bertindak sembarangan," ujar Wesley.

Evelyn hanya menjawab santai, “Kalau aku tidak menarik kakinya, aku sendiri pasti akan jatuh."

Wesley menghela napas frustrasi. “Suatu hari nanti kau benar-benar membuatku mati muda.”

Dengan tubuh yang masih sedikit lemas, Evelyn berjalan bersama Wesley menghampiri Kapten Wong yang berdiri tak jauh dari mobil polisi.

Beberapa petugas medis masih sibuk di sekitar lokasi, sementara para wartawan terus merekam dari belakang garis polisi.

Wesley masih menopang lengan Evelyn seolah takut wanita itu tiba-tiba jatuh lagi.

Begitu tiba di depan Kapten Wong..

“Paman,” ucap Wesley sambil tersenyum lega.

“Evelyn berhasil.”

Kapten Wong terdiam beberapa saat.

Tatapannya menatap lurus ke arah Evelyn dari atas sampai bawah.

Namun wajahnya masih terlihat kesal dan tegang.

“Apa kau ingin menjadi pahlawan?” tanyanya akhirnya.

Nada suaranya berat.

Evelyn tetap tenang.

“Tidak,” jawabnya datar. “Aku hanya tidak ingin dia kabur.”

Tatapannya kemudian sedikit terangkat.

“Kalau aku jatuh, dia harus menemaniku.”

Evelyn melanjutkan tanpa ekspresi, “Lagipula saat itu aku tidak punya pilihan lain. Dia terus menendangku. Jadi kalau mau jatuh… dia jatuh bersamaku.”

Kapten Wong langsung menghela napas panjang sambil memijat pelipisnya.

Wesley langsung menyela cepat, “Paman, jangan salahkan Evelyn.”

Tatapannya serius membela partnernya.

“Dia hanya melakukan tugasnya. Lagi pula dalam situasi seperti tadi memang tidak ada pilihan lain.”

Kapten Wong langsung melirik tajam ke arah Wesley. “Kau selalu membelanya.”

Ia mendengus kecil.

“Jangan lupa kau adalah kakak seperguruannya.”

Wesley langsung tersenyum lebar tanpa merasa bersalah sedikit pun.

“Aku akan selalu ingat itu,” jawabnya santai.

“Cepat antar Evelyn ke rumah sakit dan pastikan tidak ada luka dalam!” perintah Kapten Wong tegas yang kemudian melangkah pergi.

Tak lama kemudian...

Sebuah mobil hitam berhenti mendadak di dekat garis polisi.

Pintu mobil langsung terbuka.

Lucy turun lebih dulu dengan wajah pucat penuh kepanikan.

Tatapannya langsung mencari sosok Evelyn di tengah keramaian ambulans, polisi, dan wartawan.

Begitu melihat putrinya masih berdiri...

“Evelyn!” serunya cemas.

Lucy buru-buru berlari mendekat.

Matanya langsung memerah saat melihat pakaian Evelyn yang kotor dan wajahnya yang sedikit pucat akibat benturan.

Wesley yang melihat kedua orang tua rekannya datang, ia pun langsung menjauh.

“Kau terluka di mana?” tanya Lucy panik sambil memegang kedua bahu putrinya.

“Apa kau sakit? Kenapa wajahmu pucat begini?”

Namun sebelum Evelyn sempat menjawab—

Ronald berjalan mendekat dari belakang dengan wajah gelap.

Tatapannya tajam menatap Evelyn.

Dan detik berikutnya...

Plak!

Tamparan keras mendarat di wajah Evelyn.

Beberapa wartawan langsung membelalak shock.

Lucy pun ikut terkejut. “Ronald!”

Evelyn sendiri hanya sedikit memalingkan wajah akibat tamparan itu.

Rambutnya berantakan menutupi sebagian pipinya.

“Kau puas sekarang?!” bentak Ronald..“Kau ingin membuat semua orang mati karena khawatir padamu?!”

Wajah Lucy langsung penuh cemas. “Sudahlah, dia baru saja jatuh dari gedung!”

“Justru karena itu aku marah!” balas Ronald tajam.Dadanya naik turun menahan emosi.

"Apakah tidak bisa membuat orang hidup dengan tenang."

Damien yang ingin meninggalkan lokasi melihat aksi pria paruh baya itu yang sedang emosi.

"Ronald Shen... sejak dulu paling mengutamakan nama baik dari pada anaknya sendiri. Lima tahun berlalu, sifatnya tidak berubah sama sekali," batin Damien.

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
wow thor bacanya sambil tahan nafas
Kinara Widya
lanjut kak
Umi Kolifah
apakah Evelyn sebenarnya bukan anak Ronald tapi anak steve
lin sya
koq saling cinta tp saling bnci, tdk saling trbuka dan tdk saling prcya satu sama lain, tp diprtemukan lgi dlm satu krjaan, damien butuh extra keras kalo mau luluhin evelyn, ibaratnya kalo sudah trluka dan membekas akan sulit lgi prcaya
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
penasaran memang thor knp smpe Damien pergi disaat-saat peristiwa penting
Dian Fitriana
update
kitty ❤
lanjut Thor 🔥
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
lanjut
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aq setuju sama Evelyn ngpn bantu eve
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
double update ya thor🫶
Rini Yusnani
rasa rasanya pingin kirim santet ke damian
Rini Yusnani
bertemu gundul mu itu👊
Rini Yusnani
sok peduli lu damian,ganti aja namamu jadi siluman jijik liat kamu dah buat evelyn sampai depresi😠
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
lanjut
Anonim
Harus tunggu 2-3 hari baru up 1 bab dan ternyata pendek😃
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
masih penasaran thor kenapa Lu pergi disaat mau nikah
Kinara Widya
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!