NovelToon NovelToon
Seatap Dengan Mantan

Seatap Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Pada masa putih abu-abu. Jeviza menjalin cinta dengan Keandra, tetapi baru 1 tahun pacaran, hubungan keduanya harus berakhir karena sebuah kesalah pahaman. Lalu keduanya dipertemukan lagi setelah 2 tahun berpisah, lebih gilanya, Jevi dan Kean berada di satu rumah. Seatap dengan mantan itu lah yang terjadi setelah perpisahan.



Mantan tapi masih cemburu, cinta tapi gengsi menjadi bumbu kehidupan keduanya setelah berada di satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Lagi

Jeviza memalingkan wajahnya saat melihat Kean dan teman-temannya datang, di sana ada Gio, Januar dan satu lagi cowok yang tidak Jevi kenali, tetapi mereka tidak hanya berempat saja, ada satu gadis yang sudah Jevi kenali dari hari pertama OSPEK kemarin, Vio. Satu-satunya gadis yang kini sedang berjalan bersama dengan Kean dan teman-temannya.

"Semoga nggak liat, please," gumam Jeviza menunduk dan menoleh ke arah lain.

Tapi keinginan Jevi itu harus ditelan bulat-bulat, suara Januar sebagai kakak pembimbingnya tadi tiba-tiba meneriaki namanya. Membuat Jevi mau tidak mau menoleh dan memaksakan senyumnya.

"Je! Jeviza." Januar melambaikan tangan. Tersenyum ramah pada Jeviza yang duduk di halte depan kampus.

"Hai, kak," balasnya ramah, tetapi suara terdengar sedikit bergetar, Jeviza gugup setengah mati hanya karena disapa oleh Januar.

Bukan yang menyapa Jeviza yang membuatnya gugup, tetapi orang yang berjalan di belakang Januar, cowok yang bahkan sempat melirik ke arahnya sebentar tadi, sebelum akhirnya kembali menatap ke lain arah.

Segitu bencinya, lo sama gue, kak?

Batin Jevi merasa jika tatapan mata Kean, tatapan akan kebencian padanya.

Harusnya gue yang benci lo

Januar berlari kecil ke arah Jeviza, menatap ke sekitar gadis itu yang sudah mulai sepi, hanya ada beberapa mahasiswi yang Januar yakin tidak dikenal oleh Jevi.

"Yang lain kemana?" tanya Januar tidak melihat adanya ketiga teman Jeviza.

"O-oh, Sisil sama yang lain udah balik duluan kak," jelas Jevi mendapat anggukan kepala Januar.

"Lo nggak balik juga?" tanya Januar melihat Jeviza seorang diri, masih duduk di halte kampus.

Jevi menggeleng pelan. "Gue lagi nunggu yang mau jemput kak."

"Woy, Nu. Udah akrab aja baru 2 hari," seru Gio melihat interaksi Januar dan Jeviza.

"Nggak lagi modus kan?" lanjutnya lagi.

"Diem, lo nggak dibutuhkan buat ngomong," balas Januar membuat Jeviza tampak terkekeh.

Tanpa sengaja tatapan mata Jeviza san Kean kembali bertemu, namun hanya seperkian detik saja, karena lagi, dan lagi Kean memutuskan tatapan keduanya.

"Gue mau ke kafe depan, lo mau ikut nggak?" tanya Januar mendapat gelengan kepala Jeviza.

Yang benar saja Jevi ditawari gabung bersama mereka, yang ada Jeviza mati berdiri karena tatapan sinis Vio dan adanya Keandra.

"Enggak kak, makasih, duluan aja."

"Oke, gue duluan ya Je, banyak banget yang harus dibahas soalnya."

Jeviza mengangguk diselingi senyum yang manis.

Januar kembali melangkah bersama yang lain, dan begitu berat rasanya untuk Jevi abaikan. Lagi-lagi sorot mata Jevi mengarah pada mereka, lebih tepatnya pada satu cowok yang kini menggunakan kemeja putih digulung sampai siku tanpa almamater seperti biasanya.

Pundak yang terlihat paling tegap, paling tinggi dan sepertinya terasa sanga nyaman untuk bersandar.

Kean terlihat paling tinggi dan paling beda di antara mereka, pantas cowok itu menjadi pusat perhatian teman-temannya, bukan hanya teman-temannya, tetapi mungkin hampir seisi kampus.

Terdengar berlebihan dan lebay, tetapi itu yang membuat Jeviza lebih sadar diri agar semakin menghindar dan tidak bertemu lagi dengan cowok itu.

Suara klakson seketika menyadarkan lamunan Jeviza. Ia menoleh dan mendapati mobil Arlo sudah berada di depannya. Memasang senyum kesalnya, Jeviza mulai mendekat dan masuk ke dalam.

"Lama ya? Sorry Je, mas baru ketemu orang dulu tadi."

Jeviza mengangguk paham. "Nggak papas mas, gue juga baru keluar kok tadi."

Mobil mulai meninggalkan daerah kampus. Menyisakan Jeviza yang sedang memilih-milih lagu untuk didengarkan.

"Mas Arlo suka lagu apa? Jangan dangdut ya mas, gue bukan nggak suka tapi lagi males aja," ujar Jeviza mendapat tawa khas Arlo.

"Terserah kamu aja Je, mas gini-gini juga berjiwa muda."

Jeviza mengangguk dengan kekehan, lalu mulai memutar lagu kesukaannya. Arlo pun tidak protes, apa yang dia katakan tadi memang benar, laki-laki yang sudah berusia hampir 35 tahun itu mendengarkan lagu apa saja, telinga Arlo di desain menerima lagu dengan genre apa saja.

Sementara di lain tempat.

Kean dan teman-temannya baru saja selesai membahas untuk OSPEK besok, ada perubahan mengingat cuaca yang biasanya panas mendadak mendung dan bahkan gerimis, seperti tadi pagi misalnya.

"Nu, lo care juga ya sama maba itu," ujar Vio menutup laptopnya.

Januar menoleh,menatap Vio dengan aneh.

"Gue emang peduli sama siapa aja, apa lagi maba yang butuh bimbingan," jawab Januar membuat Vio tertawa.

Lalu Vio melirik ke arah Kean yang memang lebih banyak diam dan tetap tidak peduli seperti biasanya.

"Bagus sih, asal bukan Ke aja yang care sama mereka."

Kean yang disebutkan namanya mendongak, menatap pada Januar, bukan Vio, dengan ujung bibir sedikit terangkat ke atas.

Januar yang ditatap demikian oleh Kean kebingungan, tatapan itu jelas bukan tatapan biasa, seperti ada maksud lain, tetapi Januar sungkan untuk menanyakan.

"Maba yang mana sih? Yang tadi itu? Dari jakarta?" tanya Gio diangguki Januar. "Yoi."

Gio terdiam sejenak, seperti sedang berpikir yang entah membuat otaknya kebingungan sendiri mencari jawaban atas pikirannya.

"Jujur ya, mukanya kaya nggak asing, tapi gue nggak tahu dia siapa," ungkap Gio berusaha mengingat-ingat.

Tetapi buntu, Gio tetap tidak mengingat apapun tentang gadis yang mereka maksud.

"Kaya lo kenal aja," celetuk Vio menyeruput ice tea thailand miliknya.

"Gue emang nggak kenal, tapi kaya pernah liat, tapi dimana ya gue liatnya?"

"Ck, semua cewek cakep dibilang pernah liat mulu, tobat bro," ujar Bian yang sedari tadi tidak bersuara. Sama seperti Kean yang banyak diamnya.

"Ngapain tobat? Gue nggak mimpi dewasa sama tuh cewek," ujar Gio membela diri.

Kean beranjak dari duduknya. Ia mengambil tasnya dan pamit pada teman-temannya.

"Gue cabut dulu," ujarnya berlalu.

"Ke, tunggu!"

Vio hampir saja mengejar jika saja Gio tidak menahan.

Vio menatap kesal Gio, melepaskan cekalan tangan Gio dari pergelangan tangannya.

"Lo kenapa sih? Cemburu lo sama Kean?"

Gio mendelik, ikut menatap kesal Vio.

"Lo jangan ganggu dulu, Kean butuh waktu sendiri, kemarin gue ke apartnya mamanya telepon," jelas Gio membuat Vio mendengus.

"Ya, terus kenapa? Gue cuma mau pulang bareng aja, bukan mampir ke apartnya."

"Tetep aja nggak bisa, kalau nyokap apa bokapnya udah telepon, pasti menyangkut tentang perusahaan orang tuanya. Dia butuh sendiri untuk tenang dan mendinginkan otak."

"Sepaham, Kean di kampus udah dituntut ini itu sebagai ketua BEM, belum lagi keluarganya, stres si kalau gue jadi dia," ujar Januar membuat Gio dan Bian terkekeh.

"Sayangnya lo bukan dia, jadi lo masih waras buat modusi maba," celetuk Gio membuat Januar menghela napas dalam dengan gelengan kepala.

"Untuk yang tadi, gue nggak modus," gumam Januar mengingat tentang Jeviza.

1
Septi Wulandari
Thor up yg banyak dong💪🤭
Herman Lim
baru tau jevi klo u pake daster buat ange ke tau mana dl dah lihat bahaya u kyk ga pake baju dah lah pasti bikin ke ga tahan
Rini Muharni
Tumben si Gio agak waras.. 🤣🤣
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Nurs_tars
si psikopat lg
dwi alfiah
semangat kak ri double up-nya
Nita Nita
wekwekwek lgsg panas dingin ya je🤭
Herman Lim
nah tumben gio ngomong pas bgt ne BS buat ke sadar jgn sampe org tua juga atur istri masa depan nya bs² nangis anjing ne jevi
Mei TResna Rahmatika
semoga jangan ada drama kean di jodohin
Nurs_tars
benar2 CEO yg menyamar
Ita Putri
semoga keandra & jeviza bahagia selalu kedepannya tanpa ada masalah apapun baik dr papa Kean maupun dari godaan uler Keket 🥰😄
Dian Rahmawati
wah bisikan ternyata bisikan kean
Riria Raffasya Alfharizqi: setan ganteng kaaaa
total 1 replies
deeRa
Kisah mantan yang gagal move-on ini dikemas dengan sangat manis, easy-going, dan jauh dari kesan drama yang berlebihan. Penulis berhasil menangkap dinamika kehidupan mahasiswa dengan sangat akurat 👌
mulai dari obrolan di koridor kampus, kesibukan tugas, hingga kecanggangan yang nyata saat dua orang yang punya masa lalu terpaksa bertemu kembali. 😉
​Alurnya mengalir begitu natural tanpa konflik yang dipaksakan. Kedekatan ceritanya dengan realita bikin kita ikutan gemas, bernostalgia, dan tersenyum sendiri sepanjang membaca. ☺️
Sebuah bacaan ringan yang sangat menghibur 😃
Mei TResna Rahmatika
jepiii tahan amat 🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: kalau kamu pasti uda menyerahkan diri haha
total 1 replies
Lestary Tri
setannya ya kean sendiri 🤣 .
Riria Raffasya Alfharizqi: setannya ganteng kaaa
total 1 replies
Rini Muharni
Bisikan Setan..???
Berati Setan nya Kean tuh.. 🤭😂😂🙏
Riria Raffasya Alfharizqi: setan ganteng ya kaa? haha
total 1 replies
Mirna Hadhnuu
bikin baper aja si kean😍😍
Riria Raffasya Alfharizqi: meleleh ya kaaaa
total 1 replies
Nurs_tars
bisikan setan berbentuk keandra😂
Riria Raffasya Alfharizqi: setan ganteng kaaa 😄
total 1 replies
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
kak ,aku bayangin kean nya itu byeon woo-seok di perfect crown, uwuuu😍
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  : hihi iyah iAn dageun 😍
total 2 replies
Reni Anjarwani
lanjutt makin seru thor
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kakaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!