NovelToon NovelToon
Bersyukur Menikahimu

Bersyukur Menikahimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:903
Nilai: 5
Nama Author: introvert girl

Pernikahan impian yang sudah dibangun dengan asa dan cinta akhirnya kandas, tidak pernah terbayangkan oleh Clarissa bahwa hidup nya tak seperti orang diluar sana. Dulu berharap memiliki pernikahan yang abadi sampai maut memisahkan dengan lelaki pilihannya. Perceraian tak terelakkan hingga membuat jiwanya terguncang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon introvert girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Kosong

Ethan telah terlelap setelah melewati petualangan cinta yang panjang, sementara Clarissa masih menatap langit kamar, cukup lama dia berdiam bukan sekedar mengatur deru nafasnya atau mengumpulkan energi.

Ada rasa yang tampak lain samar mencubit hatinya, terjebak dengan tanda tanya besar. Kenapa tidak ada kelegaan dihati yang selama ini berkata tulus, rasa apa yang mencubit hingga memberikan kegelisahan.

Melirik sejenak kearah sosok yang sangat dicintainya, lalu mengalihkan pandangan kearah jarum jam yang masih bergerak seirama dengan semesta.

Rasa gelisah yang tak tertepiskan bagai percikan api yang memantik kobaran emosi yang acak. Sejenak keinginan teriak ingin keluar dari mulut yang masih terkunci rapat, atau sejenak keinginan untuk menggoreskan apapun yang siap mencabik seluruh dagingnya.

Pikirannya hanyut dalam kubangan emosi yang abstrak. Membawanya kian tersesat dan lupa telah sampai dimana pikiran membawanya berkelana.

Rasa sesak menyergap dan tak memberi jeda untuk mencerna semua yang ada. Rasa sesak yang mencekik dan memberikan kegelisahan yang kian menjadi.

Clarissa menggelengkan kepala lagi membuat rambutnya kusut karena beradu dengan bantal. Menghela nafas beberapa kali lalu menyingkap selimut yang sejak tadi memberikan kehangatan bagi raganya.

Melangkahkan kaki tanpa bermaksud memberikan suara, cukup malam ini menjadi tenang bersama angin malam yang asik berkelana mengelilingi bumi yang sesekali menyapa bulan yang setengah redup.

Clarissa bahkan tanpa sadar sudah berdiri depan cermin yang terpampang rapi di kamar mandi, menatap seluruh tubuhnya yang menyisakan keindahan hasil percikan cinta beberapa waktu lalu.

Keringat yang mengering dan aroma tubuh yang tetap menarik meski rambut panjangnya terurai tak karuan. Memandangi bayangan diri kian membuat hati Clarissa berkecamuk, meninggalkan tanda tanya. Apa yang salah?

Selesai dengan kesibukannya dikamar mandi akhirnya mendekat ke ranjang dan masih menatap lelaki yang sangat dicintainya, sangat terlihat tampan dan menarik. Wajahnya yang lembut akan sangat mudah meluluhkan hati kaum hawa.

Clarissa sangat bersyukur dan beruntung memiliki suami yang bertanggung jawab dan peduli padanya.

Dia kembali merebahkan diri, memejamkan mata dan mulai menyiapkan skenario terbaik esok pagi. Mulai menulis rencana yang akan dilakukan ketika matanya terbuka nanti.

Entah dijam keberapa, dia mulai tertidur namun tak satupun yang menanyakan apakah tidurnya nyenyak atau dia mimpi indah.

Kebiasaan yang selalu terulang setiap hari termasuk rasa lelah saat menghadapi mentari baru. Tidur sepanjang malam namun bagai raganya terus membawanya berpetualang ke mimpi yang melelahkan bahkan sampai terbangun tidak mampu mengingat potongan kecil dari mimpi itu.

Cukup membuat raganya lelah dan rasa pusing yang sesekali hinggap bersama suara lengkingan halus di telinganya. Tidak ada tempat baginya untuk menceritakan segala keanehan yang menghampiri hari-harinya. Hanya diri sendiri yang membangun benteng pertahanan agar tak mudah roboh ketika badai lain mengusik.

Clarissa tidur dengan menikmati setiap waktunya, seperti tak ingin malam segera usai. Berharap pagi hari ikut tertidur dan tidak ada terang yang menyilaukan menembus jendela kaca. Berharap tak ada suara penghuni bumi yang mengusik malamnya atau sekedar memberi sapa dipagi hari.

Tak ingin merasa ada ruang hampa yang menjerit meminta di isi, namun tak menemukan ruang mana dan seperti apa wujudnya. Tak ingin melihat Clarissa di pagi hari dengan rasa yang acak dan abstrak, hanya ingin tidur dan menikmati imajinasi yang indah.

Cukup imajinasi yang indah saja yang menemi hari-harinya, kenyataan berat sudah terlalu banyak memukul hatinya meski otak lugunya membohongi dengan dalil hukuman sebab-akibat. Hukuman jika bersalah tanpa sekalipun terbesit untuk menuntut keadilan atas semua lelah dan perih yang tertanam cukup lama dan dalam. Sayangnya, apakah benar sanubarinya tak pernah mengingatkan bahwa dia telah tersiksa selama ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!