NovelToon NovelToon
Bayang Koridor Di Utara

Bayang Koridor Di Utara

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Romantis
Popularitas:838
Nilai: 5
Nama Author: nana_2

Saat pindah ke SMA Arkana, sekolah tua yang terkenal karena rumor siswa hilang dan lorong terkutuk, seorang gadis dingin bernama Naresha justru tertarik membongkar rahasia itu. Di tengah penyelidikannya, ia terjebak hubungan rumit dengan Arven — ketua OSIS yang tenang, tampan, namun menyimpan sesuatu yang menyeramkan.

Semakin dekat mereka, semakin banyak kejadian aneh terjadi. Bisikan di kamar mandi kosong, bayangan tanpa wajah, hingga siswa yang menghilang satu per satu.

Dan ternyata… sekolah itu memang menyimpan sesuatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nana_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 — Ruang Arsip

Tok.

Tok.

Tok.

Suara ketukan dari balik pintu besi masih terdengar pelan.

Namun kini terdengar lebih menyeramkan.

Karena suara perempuan di luar tidak lagi menangis.

Ia tertawa.

Pelan.

Tidak normal.

“Hehehe…”

Naresha berdiri mematung sambil menahan napas.

Tangannya terasa dingin.

Sementara Arven masih menggenggam pergelangan tangannya erat.

“Dia tahu kita di sini,” bisik Arven.

“Terus gimana?!”

Arven menatap sekitar cepat sebelum akhirnya menarik Naresha turun melewati tangga darurat.

“Ke bawah.”

“Hah?”

“Cepet.”

Mereka menuruni tangga dengan langkah terburu-buru. Lampu kecil di setiap lantai berkedip redup, menciptakan bayangan aneh di dinding.

Naresha terus menoleh ke belakang.

Takut sesuatu tiba-tiba muncul.

Dan benar saja—

Brakkk!

Pintu besi di lantai atas terdengar terbuka keras.

Naresha refleks berhenti.

“Ven…”

Arven langsung menarik tangannya lagi.

“Jangan berhenti!”

Suara langkah kaki mulai terdengar dari atas tangga.

Tok.

Tok.

Tok.

Pelan.

Namun cukup membuat tubuh Naresha gemetar.

Mereka akhirnya sampai di lantai dasar belakang sekolah.

Arven buru-buru membuka pintu kecil menuju sebuah ruangan sempit.

“Masuk.”

Naresha langsung masuk tanpa banyak tanya.

Ruangan itu gelap dan penuh lemari besi tua. Bau debu memenuhi udara.

Arven menutup pintu cepat lalu menguncinya.

Klik.

Sunyi.

Naresha mengatur napas sambil melihat sekitar.

“Ini tempat apa?”

“Ruang arsip sekolah.”

Lampu kecil di langit-langit menyala redup.

Baru sekarang Naresha bisa melihat isi ruangan itu dengan jelas.

Tumpukan dokumen lama memenuhi rak-rak tinggi.

Beberapa kotak kardus terlihat berdebu dan nyaris hancur dimakan usia.

Suasananya lembap dan menyeramkan.

Namun setidaknya lebih aman dibanding koridor tadi.

“At least setannya ga nongol di sini,” gumam Naresha pelan.

Arven bersandar di pintu sambil memejamkan mata sebentar.

Wajah cowok itu terlihat lelah.

Dan pucat.

Naresha memperhatikannya diam-diam.

“Lo sebenernya udah berapa lama ngalamin beginian?” tanyanya pelan.

Arven membuka mata perlahan.

“Sejak kecil.”

“Hah?”

“Gue bisa lihat mereka dari dulu.”

Sunyi beberapa detik.

Naresha tidak tahu harus merespon apa.

Cara Arven mengatakannya terlalu tenang.

Seolah itu sesuatu yang biasa.

“Capek ga sih hidup lo?” celetuk Naresha spontan.

Arven terkekeh kecil.

“Capek.”

Untuk pertama kalinya Naresha melihat sisi lain dari cowok itu.

Bukan Arven si ketua OSIS dingin yang selalu terlihat tenang.

Melainkan seseorang yang terlihat… kesepian.

Suasana mendadak canggung.

Naresha buru-buru memalingkan wajah lalu berjalan mendekati salah satu rak arsip.

“Jadi Evelyn itu siapa sebenernya?”

Arven ikut mendekat.

“Dia siswi SMA Arkana lima tahun lalu.”

“Cantik?”

Arven melirik Naresha sekilas.

“Ngapain nanya begitu?”

“Ya nanya aja.”

Arven menghela napas kecil.

“Iya.”

Entah kenapa jawaban itu membuat Naresha sedikit kesal.

Ia langsung membuka salah satu kotak arsip asal-asalan.

“Kita cari info sendiri aja.”

Arven mengernyit.

“Lo serius?”

“Kalau gue ga cari tahu, gue bakal dihantuin terus.”

Naresha mulai membongkar isi kotak.

Kertas-kertas lama berjatuhan ke lantai.

Beberapa berisi data siswa.

Foto angkatan lama.

Dan dokumen kegiatan sekolah.

Namun tiba-tiba…

Satu map hitam jatuh dari tumpukan paling bawah.

Debu beterbangan saat map itu menyentuh lantai.

Naresha mengambilnya pelan.

Di bagian depan tertulis nama:

EVELYN ADHISTI

Deg.

“Ven…”

Arven langsung mendekat.

Ekspresinya berubah tegang saat melihat map itu.

“Kenapa file beginian disimpan di ruang arsip?”

Naresha membuka map tersebut perlahan.

Di dalamnya terdapat beberapa lembar laporan sekolah dan foto seorang siswi perempuan.

Cantik.

Kulit pucat.

Rambut panjang hitam.

Dan senyum tipis yang entah kenapa terasa sedih.

“Itu Evelyn?” bisik Naresha.

Arven mengangguk pelan.

Naresha membaca dokumen berikutnya.

Namun semakin dibaca, wajahnya semakin bingung.

“Katanya bunuh diri…”

Arven diam.

“Tapi di sini ga ada laporan polisi.”

“Karena sekolah nutupin semuanya.”

Naresha membalik halaman berikutnya.

Dan matanya langsung membesar.

Ada foto lorong lantai tiga.

Dipenuhi garis polisi.

Serta bercak hitam panjang di lantai.

Seperti bekas darah yang diseret.

Bulu kuduk Naresha langsung meremang.

Namun yang paling membuatnya membeku…

Adalah tulisan tangan merah di bagian bawah foto.

AKU MASIH DI SINI

Napas Naresha tercekat.

“Ini tulisan siapa…”

Arven terlihat pucat.

“Harusnya ga ada tulisan itu.”

Deg.

Perlahan Naresha menoleh ke arah Arven.

“Apa maksud lo?”

“Waktu terakhir gue lihat file ini… ga ada tulisan merah.”

Sunyi.

Ruangan arsip mendadak terasa jauh lebih dingin.

Dan saat itulah…

Lampu di atas mereka mulai berkedip.

Ctek.

Ctek.

Ctek.

Naresha langsung menggenggam map itu erat.

“Jangan bilang dia ada di sini…”

Tiba-tiba terdengar suara bisikan perempuan tepat di belakang telinga Naresha.

“Aku… tidak bunuh diri…”

Tubuh Naresha langsung membeku total.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!