Sandra yang merupakan anak ke 2, ia selalu saja merasa iri dengan Kakak sambungnya Naura.
Akankah mereka akan Baikan?
Buku ke 2 dari "Naura Abyasya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tolong percaya
" Tolong dengarkan aku kali ini aja Kak, biarkan aku yang berusaha untuk menemui mereka sendirian nanti."
" Kakak tidak yakin kau akan berani bertemu dengan mereka nantinya, sekarang turuti saja permintaan kakak untuk kau bertemu dan langsung meminta maaf kepada mereka Sandra."
" Aku janji akan menemui mereka dan meminta maaf pada mereka kak, Tapi tolong biarkan aku berpikir dengan jernih untuk saat ini. Dan tolong jangan pernah paksa aku untuk bertemu dengan mereka, Aku sangat takut jika harus bertemu dengan mereka saat ini."
" Lalu mau sampai kapan kau selalu seperti ini Sandra, ayah akan sangat kecewa jika kau tidak segera bertemu dengan mereka berdua."
" Aku tahu dan juga mengerti apa yang sedang Kakak pikirkan pada saat ini, tetapi biarkan aku sendiri yang memikirkan ini semua. Dan tolong Kakak percaya padaku dan jangan ikut campur dengan urusan ini, aku jamin semuanya akan selesai."
" Ya sudah kalau itu memang adalah kemauanmu, kakak hanya bisa menurutimu untuk saat ini. Tetapi Kakak harap kau tidak akan ingkar janji, kau harus bertemu dengan mereka berdua dan meminta maaf."
" Aku tidak akan ingkar janji Kak, aku akan bertemu dengan mereka dan meminta maaf atas semua kejahatan yang telah aku perbuat padanya."
" Ya sudah kalau begitu kita pulang aja untuk saat ini, nanti biar kakak saja yang mengatakan pada mereka berdua kalau kau tidak bisa bertemu dengan mereka saat ini."
" Lebih baik Kakak pulang saja terlebih dahulu, Aku ingin menenangkan diri terlebih dahulu di sini dan nanti jika aku sudah ingin pulang maka aku akan pulang."
" Kau yakin ingin di sini sendirian Sandra, kau sudah lama berada di luar negeri dan tidak pernah kembali ke sini. Dan sekarang kau ingin sendirian di sini, kakak tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu Sandra."
" Kak Leo tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja. Kakak tidak perlu berpikir yang aneh-aneh, lebih baik Kakak pulang dan juga beristirahat ya."
" Ya sudah kalau begitu, tetapi jika terjadi sesuatu padamu maka kau harus segera menghubungi kakak ya!"
" Iya aku pasti akan segera menghubungi, tetapi aku jamin tidak akan terjadi sesuatu padaku di sini."
" Ya sudah kalau begitu Kakak pergi dulu, Dan semoga saja dengan sendirinya kau di sini maka kau akan mendapatkan ketenangan." ucapnya dan Sandra pun mengangguk.
Leo akhirnya pergi meninggalkan Sandra sendiri yang di tempat tersebut, walaupun sebelumnya ia sangat khawatir akan terjadi sesuatu pada adiknya itu. Tetapi ia juga tidak bisa selalu berada di belakang adiknya itu, karena dengan begitu adiknya pasti tidak akan percaya diri. Dan sekarang yang harus dia lakukan hanyalah mempercayai perkataan adiknya, dan berharap semuanya akan segera terjadi.
Setelah kepergian Leo, Sandra pun menghubungi Putra. Sandra pun memberitahu di mana posisinya pada saat ini, dan tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Putra pun sampai di tempat tersebut. Putra langsung memeluk Sandra yang tampaknya sedang bersedih, Iya tahu kalau Sandra memang sangat sedang bersedih.
Putra sudah mengetahui kisah yang dialami oleh Sandra, dan ia tahu kalau sampai saat ini Sandra masih belum berani untuk bertemu dengan gadis bernama Naura dan juga Naira. Putra telah berjanji kepada Sandra akan membantunya untuk meminta maaf, dan yang utama adalah membangkitkan kepercayaan dirinya untuk berani bertemu lagi dengan keduanya. Karena ia tahu kalau saat ini Sandra sudah tidak berani bertemu dengan keduanya, karena di dalam hatinya ada rasa takut yang sangat dalam.
Putra memutuskan untuk menenangkan Sandra, dan tentunya hal itu memakan waktu yang cukup panjang. karena sejak tadi Sandra terus saja dipenuhi dengan tangis, dan pikirannya masih saja tertuju pada sorot mata Prima dan juga Kevin yang menatapnya dengan sangat tajam. Tentunya ia merasa takut dengan hal tersebut, dan ia juga telah menceritakan hal itu kepada Putra.
" Aku akan menepati janjiku untuk membantumu meminta maaf kepada Naura dan juga Naira, maaf karena tadi aku tidak berada di sampingmu pada saat kau bertemu dengan mereka berdua."
" Ini semua bukan kesalahanmu Putra, ini adalah kesalahanku yang mengatakan setuju untuk bertemu dengan mereka kepada kakakku. Tapi ternyata ketika mendapatkan tatapan yang sangat tajam dari Prima dan juga Kevin aku langsung takut dan akhirnya memutuskan untuk pergi, dan aku telah mengecewakan Kak Leo."
" Aku sangat yakin kalau kakakmu itu pasti mengerti dengan apa yang sedang kau rasakan, Jadi kau tidak perlu menyalahkan semuanya kepada dirimu sendiri. Tapi yakin dan percayalah dibalik ini semua pasti ada sebuah jawaban, dan itulah tujuan hidup kita untuk mencari jawabannya."
" Aku hanya ingin memperbaiki semuanya, tetapi aku tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki semua ini."
" Aku telah berjanji kepadamu Sandra akan membantumu, jadi aku juga akan memikirkan cara agar kau bisa melewati ini semua."
" Terima kasih ya karena kau telah mau membantuku dan maaf karena aku telah merepotkan mu." ucap Sandra dengan memeluk Putra dan tentunya jantung Putra berdetak dengan sangat kencang.
' Tolong jantung tenangkan dirimu, jangan sampai suaramu terdengar oleh Sandra.' batin Putra.
...🌠🌠🌠...
Naura saat ini tampak bingung dengan kejadian yang baru saja terjadi di hadapannya, Iya sangat terkejut dengan Sandra yang tiba-tiba saja pergi. Padahal sebelumnya Leo mengatakan kalau Sandra ingin meminta maaf kepada mereka, Naura pun menjadi merasa heran dengan hal tersebut dan kemudian menatap ke arah Kevin dan juga Prima.
" Kalian berdua mengetahui apa yang terjadi tadi?" tanya Naura dengan tatapan yang sangat tajam.
" Kami nggak tahu, yang kami tahu hanya Sandra pergi." ucap Prima
" Rasaku hal itu tidak perlu ditanyakan lagi Naura, aku sangat yakin kalau Sandra pasti merasa takut dengan tatapan Prima dan juga Kevin." ucap Naira yang tentunya diiringi dengan tawa.
" Oh iya aku lupa Kak, dua bodyguard pribadi kita ini kan kalau sudah berurusan dengan kita pasti sorot matanya sangat tajam dan hal itu pasti membuat orang-orang merasa takut." ucap Naura dengan menepuk jidatnya dan Kevin pun langsung mengambil tangannya.
" Jangan dipukul gitu kepalanya sayang, nanti kepalanya sakit." ucapnya yang khawatir
" Tolong jangan jadikan kami berdua sebagai obat nyamuk kalian, kalau mau mesra-mesraan berdua tolong jangan dihadapan kami berdua ya." ucap Naira dan keduanya pun tersenyum.
" Tenang saja kami berdua tidak akan menjadikan kalian sebagai obat nyamuk, kalau begitu kami berdua pergi dulu dan silakan kalian menghabiskan waktu berdua bersama." ucap Kevin yang langsung membawa Naura pergi dari hadapan Naira dan juga Prima.
" Sekarang hanya tinggal kita berdua saja sayang, nggak ada niatan buat mesra-mesraan nih?" tanya prima yang langsung to the point dan tentunya hal itu membuat Naira tersipu malu.