NovelToon NovelToon
The Destiny Of A Princess

The Destiny Of A Princess

Status: tamat
Genre:Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Acha08

(Proses revisi)

Takdir yang berubah membuat beberapa kejadian tak terduga datang menghampiri.

Kecelakaan Pangeran yang tidak tahu apa penyebab pastinya hingga ia mengalami lupa ingatan, membuat ku tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku hanya bisa berharap bahwa dia akan baik-baik saja. Namun naas, setelah Pangeran mengingat semuanya dia malah membunuh ku yang merupakan cinta pertamanya.

Tak hanya sampai di situ saja. Setelah kematian ku, bangun-bangun aku sudah berada di masa lalu tepatnya saat sebelum kejadian Pangeran di serang.

Akankah kali ini aku bahagia? Terlebih, mengulangi waktu yang pada dasarnya membuat ku muak dan ingin mengakhiri hidup ku sekali lagi.



#Dilarang Mengcopy Cerita#

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acha08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 8

Langkahku mendekati Pangeran Dellion yg turun dari tangga. Saat mata kami bertemu, ada sedikit rasa kasihan melihat Pangeran.

'Tidak bisa seperti ini, aku harus segera menyelesaikan semuanya. Lalu cepat pergi dari sini.'

"Salam Yang Mulia Pangeran." Kataku sambil menunduk dengan sopan. Pangeran Dellion hanya diam dan melewatiku begitu saja menuju pintu samping tempat taman bunga mawar putih.

Perlahan ku ikuti dia dari belakang dalam diam, Dellion berjalan tertatih-tatih karena luka yg ada di pergelangan kakinya.

"Pangeran? Jika anda memaksakan diri. Penyembuhannya akan lambat." Kataku sambil menatap lurus kearah Pangeran. Dia berhenti dan berbalik menatap ku dingin lalu berjalan kembali.

Aku hanya menghembuskan nafas pasrah sambil melihatnya. Walau begitu aku harus mengawasinya untuk memenuhi tanggung jawabku pada Kaisar.

Sesampainya didepan taman, Pangeran menuju tempat duduk yg ada di tengah taman lagi.

Dengan cepat aku mendekat dan mengandengnya agar berjalan lebih cepat.

"Jika langkah anda seperti itu, saya pastikan Pangeran akan sampai bulan depan di sana." Kataku sambil menunjuk dengan dagu kearah tempat duduk.

"Kamu menghina ku?" Ucapnya dengan suara yg sedikit melengking tapi rendah.

"Itu bukan hinaan Pangeran, tapi itu kenyataan."

Mendengar jawaban ku, dia langsung mendorong tubuh ku menjauh darinya dengan wajah yg kesal.

"Pergi! Aku tidak butuh bantuan orang seperti mu!"

Aku terdiam menatapnya, dan teringat kejadian yg dulu. Jika dia membentak ku pasti aku akan menangis dan sedih. Untuk sekarang aku harus kuat, jangan sampai perasaan yg dulu merubah rencana ku kedepannya.

Agnasia lalu melangkah maju mendahului Pangeran Dellion dan duduk di bangku taman sambil memandang Dellion dari Jauh.

Tatapan yg dingin tertuju pada Agnasia tapi wanita itu menghiraukannya dia lalu memanggil pelayan yg sedang menyiram bunga untuk membawakan teh Lippe dan kue.

Pangeran sekarang sudah di depan Agnasia dan duduk berhadapan.

"Siapa yg mengizinkan mu duduk di situ?"

"Bukannya tempat ini tidak memiliki izin Yang Mulia Pangeran? Artinya saya bebas duduk disini." Kataku dengan santai padanya. Dia berdecak kesal kemudian mengambil buku yg sudah tersedia di sana dan membacanya.

"Kamu Agnasia Arista anak dari Duke Alddes kan? Sekaligus Tunangan ku, Aku sudah dengar dari Kaisar tentang mu." Ujarnya sambil membaca buku.

"Itu suatu kehormatan, Yang Mulia Pangeran bisa mengingat nama saya."

Para pelayan sampai dan meletakan teh beserta beberapa cemilan di atas meja dan pergi.

Ku tuangkan teh Lippe kedalam cangkir Pangeran dan kedalam cangkir ku.

"Aku mengingatnya karena namamu jelek." Ucap Pangeran saat aku menegukan teh Lippe kedalam mulutku.

Ku letakan pelan cangkir keatas meja dan diam menatap Pangeran. Aku harus tenang, karena aku juga sudah merasakan ejekan yg lebih para dari pada yg Dellion katakan.

"Hmm... mungkin karena penyerangan itu, wajah Pangeran juga terlihat jelek sekarang."

Dia menatap ku marah.

"Jika aku sembuh orang pertama yg akan ku hukum adalah kamu, yg menjadi tunangan ku."

Deg!...

Aku sedikit tersentak mendengarnya. Kemudian bayangan tali yg mengantung ku muncul lagi. Sedikit ku pengang kepala ku.

"Apakah anda akan membunuh saya kedua kalinya...ah itu tidak akan terjadi, saya akan pergi menjauh saat Carin datang." Kata ku.

"Apa yg kamu katakan? Aku tidak mengerti." Ucap pangeran, sedikit aku tersenyum pahit padanya.

"Hanya sebuah kehidupan lama Yang Mulia Pangeran. Kalau begitu saya undur diri dulu." Kataku dan memberi salam pada Pangeran lalu pergi.

...💐💐💐💐...

Dellion terdiam menatap kepergian Agnasia, entah kenapa ada rasa aneh saat perempuan itu pergi dari hadapannya. Dia merasa sudah berbuat kesalahan atas perkataannya. Tapi dia tidak mengerti, perasaan apa itu.

"Padahal aku hanya ingat, aku akan kembali dari Medan perang untuk menjadi Kaisar setelah beberapa bulan dimedan perang, Aku tidak ingat jika memiliki tunangan atau pasangan."

Ucap pelan Dellion, lalu dia membaca kembali buku yg ada di tangannya.

...💐💐💐💐...

Dari kejauhan, aku melihat Galen yg di kerumuni oleh beberapa pelayan wanita. Dia terlihat kewalahan berada di tengah-tengah para pelayan Kekaisaran.

Aku mendekat dan menyapanya, lalu pelayan-pelayan itu membuka jalan dan pergi dari hadapan ku dan Galen, dengan cepat.

Lelaki itu bernafas lega sekarang, aku sedikit tertawa melihat wajahnya yg merah itu karena di kerumuni wanita.

"Jadi, apa hadiah yg akan kau berikan padaku setelah menolong mu Galen?" Tanyaku sambil menyilangkan kedua tangan di depan.

"Ah... hadia lagi? Kau tidak adil?! Kemarin aku menolong mu tapi aku tidak meminta hadiah dari mu! Dasar curang." Katanya sambil sedikit berwajah cemberut padaku.

"Sudahlah, tidak jadi. Dan kenapa kau kesini?"

"Aku mau bertemu dengan Pangeran, untuk menanyakan beberapa kejadian saja." Jawab Galen sambil menunjukan berkas yg ada di tangannya.

'Pasti ini soal penyerang yg di lakukan musuh pada Pangeran, dia ingin mengetahui lebih lanjut tentang semua itu'

"Bagaimana dengan Tuan Christoffel? Dia kan bersama dengan pangeran saat pulang kemari."

Wajah Gelen berubah menjadi lesuh saat ku katakan nama Christoffel padanya.

"Jika dia tahu aku sudah tidak butuh menanyakannya pada Pangeran."

"Jadi dia tidak tahu sama sekali?"

"Ia, entah kenapa beberapa prajurit yg disana termasuk kakakku tidak mengingat detail kejadian. Mereka hanya ingat sebuah bom asap dan beberapa bebatuan yg jatuh saat menyebrangi lembah sungai Brnice di barat."

Aku sedikit terdiam dan berfikir.

'Bukannya lembah itu adalah jalan perbatasan antara kekaisaran Aegeus dan kekaisaran Beryl yg sangat aman jika di lewati? Kenapa tiba-tiba disana terjadi penyerangan'

"Apa Kekaisaran Beryl yg melakukannya?" Tanyaku pada Galen.

"Tidak mungkin, itu sangat jauh dari Kekaisaran Berly dan juga Kekaisaran itukan sudah bersahabat dengan kita." Jelas Galen dengan santai serta lengkap padaku.

"Sangat sulit juga ya, apa musuh nya ada di dalam Kekaisaran utara Aegeus? Tapi mana mungkin." Kataku sambil sedikit memegang kepala. Galen terdiam menatap ku.

"Kenapa kau berkata seperti itu? Apa alasan mu?" Aku lalu menatapnya.

"Itu... aku hanya mengira-ngira saja." Kataku dan Galen masih terdiam menatap ku, dia lalu berpamitan untuk melanjutkan perjalanannya yg tertunda.

...💐Kediaman Alddes💐...

Agnasia yg kembali sudah siap dengan pedangnya untuk terus berlatih. Dia fokus pada sasarannya yg ada di depan. Karena terlalu mencolok, banyak prajurit kediaman Alddes mengintip dan Melihat Agnasia.

Mereka kagum melihat setiap pergerakan yg sempurna di lakukan oleh Agnasia tanpa sedikit celah. Sampai tercipta sebuah cerita di antara mereka.

"Bukanya putri tidak tahu berpedang?"

"Ia, tapi kenapa putri jadi lebih hebat dari kita ya?"

"Itu pasti karena darah keturunan Alddes"

"apa putri juga tidak takut soal peraturan yang melarang wanita bangsawan berpedang."

"Kau tidak lihat kemarin, dia melawan Tuan Deondre yg melarang dia berpedang."

Ucap beberapa prajurit yg sedang melihat Agnasia dari jauh, lalu mereka terdiam saat Sosok yg menakutkan datang mendekat kearah mereka. Itu adalah Duke George Ayah dari Agnasia.

"Sedang apa kalian?!" Ucap Duke seketika para prajurit itu berbalik dengan takut.

"Maaf Tuan Duke, kami hanya melihat putri Agnasia yg sedang latihan berpedang." Mendengar hal itu wajah Duke berubah marah, dia menyuruh mereka pergi jauh, lalu Duke George langsung pergi menghampiri Agnasia.

1
Wynne a.m
kak maaf, ini kok ceritanya lama" sudut pandang dari karakter Agnasia saja ya?
padahal di chapter awal, sudut pandang dari penulis yg tau segalanya
ceritanya bagus, tapi bacanya jadi aneh
>AY<
siapa jodohnya agnesia?
>AY<
kaisar ango yg jahat namanya nick,
dia yg membunuh ibunya agnesia.
kucing itu bawahannya yg menyamar.
mengadu domba.
pangeran kena sihir hitam.
kudu bner" di baca teliti klo gak, susah mengerti alurnya
Nurlaila Mahlil
cerita yang sangat menarik
lisya_024
/Grin/
ega lestaluhu
maaf thor, tolong diperbaiki lagi kalimat percakapan karakternya, huruf miring hanya dipakai untuk kata penting atau percakapan dengan nada berbisik dan pemikiran pemeran. untuk percakapan biasa ada baiknya menggunakan huruf biasa saja kak
ega lestaluhu
maaf kak author, awalnya aku kira cuma sepenggalan percakapan aja yang pake 'huruf miring' eh ternyata semua percakapan pake huruf miring. sedikit saran revisi kak, huruf miring baiknya dipakai saat percakapan dalam nada tertentu seperti berbisik atau ucapan pemikiran si pemeran, supaya sesuai dengan tata bahasa dan aturan kalimat percakapan, biar lebih enak dibaca kak. sekian, mohon author jangan tersinggung dengan sedikit banyaknya komen orang tak dikenal ini🙏🙏
Jjlynn Tudin
jangan2 pangaeran di sihir Cirin
Dev..
keren dan seru banget ceritanya thor..berasa ikut terjun dlm ceritanya😍👍
Eda Eda
👍
Sulati Cus
menarik
Murni Murniati
agnesia ini masih bodoh, tak mau cerita sm skli, biar bisa dibantu, tak mau ambil pengalaman dr apa yg pernah terjadi
Murni Murniati
napa doa tak nanya sama snow soal lambang kuno itu
Murni Murniati
pdhl udah dkasih kesempatan masih bodoh dia, tak berpengetahuan luas
Murni Murniati
berarti mereka krn sihir gelap bgtu
Murni Murniati
mknya dulu dia mati mgkn krn sihir gelap,mknya semua org tak menyukai nya,
Murni Murniati
tp jgn sampe mereka jd menikah, krn biar dia mnyesal, kan dia udah bilang dia tak akan mnyesal
Sashimi Bee
skrg ngerti kenapa bbrpa kali baca diprotes soal penulisan percakapan karena percakapan biasa ditulis percakapan dalam hati klo di novel lain/Grievance/
ega lestaluhu: maksud kamu gimana ya kak? setauku penggunaan kalimat, kata dan beberapa tanda khusus dalam novel tuh ada aturan tulisnya. untuk kata miring yang paling banyak dipakai disini, emang gak sesuai ama penulisan novel yang baik. kata miring umumnya hanya dipakai untuk kalimat tertentu saja, jadi gak sesuai kalo dipakai untuk percakapan karakter
total 1 replies
Yennie Susantie
"Pelayan! Bawa Agnasia kembali ke kamarnya. Bawah beda arti. Langkah dan Langka beda arti
sahabat pena
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!