NovelToon NovelToon
PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

"Mantan kabur, adiknya malah melamar? Dunia ini sudah gila!"
Bagi Cantik (26 tahun), hidupnya berakhir tragis saat rencana pernikahannya hancur karena Satria, sang calon suami, ketahuan selingkuh tepat sebulan sebelum hari H. Di tengah rasa sakit hati dan niatnya untuk menutup diri dari laki-laki, sebuah kekacauan muncul di depan pagarnya.
Bukan Satria yang datang meminta maaf, melainkan Juna (18 tahun), adik kandung Satria yang baru saja pamer foto ijazah SMA. Tidak tanggung-tanggung, bocah ugal-ugalan itu datang membawa rombongan motor sport, spanduk lamaran, hingga surat izin menikah dari ibunya sendiri!
Bagi Cantik, Juna hanyalah "bocil" bau matahari yang tidak tahu diri. Namun bagi Juna, Cantik adalah bidadari yang sudah ia incar sejak ia masih memakai seragam putih-abu.
"Lu itu berlian, Kak! Nggak pantes nangisin kerikil kayak Bang Satria. Daripada jadi mantan kakak, mending jadi istri adek. Gaskeun?!"
Sanggupkah Cantik mempertahankan tembok gengsinya mengahadapi pesona Juna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10. Adu Mekanik

Sore itu, lobi gedung perkantoran tempat Cantik bekerja mendadak terasa lebih formal dari biasanya.

Seorang pria bernama Adrian, rekan bisnis sekaligus senior Cantik saat masa kuliah dulu, berdiri dengan gaya yang sangat terjaga.

Ia mengenakan setelan jas slim-fit berwarna abu-abu arang yang potongannya sangat presisi—jenis pakaian yang harganya mungkin setara dengan gaji tiga bulan staf biasa di kantor itu.

Adrian adalah definisi pria "matang" yang selalu ada dalam daftar impian para ibu-ibu: mapan, wangi, berwibawa, dan memiliki tutur kata yang terukur sempurna.

"Cantik, sudah lama sekali ya kita tidak mengobrol santai. Kebetulan saya ada urusan di gedung sebelah, jadi terpikir untuk mampir. Sekalian, mungkin kamu belum ada janji makan malam?" sapa Adrian dengan senyum yang sangat "terkalibrasi".

Cantik tersenyum sopan. Harus diakui, kehadiran Adrian memberikan rasa aman yang berbeda. Pria ini seumuran dengannya, bicaranya nyambung, dan yang paling penting: dia bukan adik dari mantan sialannya.

"Eh, Mas Adrian. Boleh juga, kebetulan laporan saya baru saja selesai dikirim."

Tepat saat mereka melangkah menuju pintu kaca otomatis lobi, suara raungan mesin motor sport yang sangat familiar membelah kesunyian sore. Sebuah Kawasaki Ninja hitam berhenti tepat di depan anak tangga lobi dengan gerakan stoppie tipis yang dramatis.

Juna turun dari motor, melepas helmnya, dan menyisir rambutnya yang sedikit berantakan dengan jari.

Tatapan Juna langsung mengunci pemandangan Cantik yang berdiri bersisian dengan "om-om perlente" tersebut.

Juna melangkah maju, jaket denim belelnya berkibar tertiup angin, memberikan kontras yang luar biasa di antara deretan pria berbaju batik dan jas di lobi itu.

"Ayo balik, Kak. Udah jamnya bidadari istirahat, bukan jamnya cari investor di pinggir jalan," sindir Juna telak, langsung berdiri di samping Cantik dengan posisi protektif, seolah menandai wilayah kekuasaannya.

Adrian mengernyitkan kening, menatap Juna dari ujung rambut hingga ujung sepatu ketsnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Ini... adik kamu, Cantik? Penjemput?"

Cantik baru saja membuka mulut untuk menjawab "Iya", namun Juna memotong dengan kecepatan kilat. Ia mengulurkan tangan dengan mantap, menatap Adrian tepat di manik matanya.

"Juna. Calon suaminya Cantik. Salam kenal, Mas yang bajunya rapi banget kayak mau ikut sidang skripsi."

Hening sesaat menyelimuti lobi. Adrian tiba-tiba meledak dalam tawa yang meremehkan, tawa yang terdengar sangat merendahkan.

"Hahaha! Calon suami? Cantik, kamu sejak kapan hobi asuh anak SMA begini? Lucu banget ya, adiknya ini. Punya selera humor yang tinggi."

Cantik ikut tertawa kecil, meski ada rasa tidak enak yang mulai merayap di hatinya melihat wajah Juna yang mendadak berubah gelap.

"Duh, Juna... jangan ngaco deh. Mas Adrian, jangan didengarkan ya. Dia memang hobi bercanda, biasalah... namanya juga anak muda, energinya berlebih."

Tawa Adrian mereda, namun tatapannya berubah menjadi sangat sinis. Ia menoleh ke arah Juna, melipat tangan di dada dengan gaya yang sangat superior.

"Calon suami, ya? Dek Juna, saya beri tahu kamu satu hal sebagai pria dewasa. Cantik ini wanita karier yang sukses. Seleranya tinggi, kebutuhannya besar. Mau kamu kasih makan apa dia nanti? Cinta? Memangnya cinta bisa dipakai untuk bayar cicilan apartemen di pusat kota atau beli tas luxury setiap musim?"

Wajah Juna yang tadinya tampak santai mendadak berubah sangat serius. Rahangnya mengeras, urat di lehernya menegang. Ia tidak membalas dengan kata-kata kasar atau teriakan ugal-ugalan seperti biasanya.

Ia justru melangkah satu langkah lebih dekat, hingga jarak antara dirinya dan Adrian hanya tersisa sejengkal. Aura Juna mendadak berubah menjadi sangat mengintimidasi—seperti singa muda yang sedang ditantang di wilayahnya sendiri.

"Mas Adrian yang terhormat," suara Juna berubah rendah, berat, dan penuh penekanan yang mematikan.

"Jangan pernah ukur tanggung jawab gue cuma dari apa yang gue pakai sore ini atau dari merek sepatu yang gue injak."

Juna menatap Adrian dengan tatapan yang sangat tajam, membuat pria berjas itu refleks mundur setengah langkah.

"Gue mungkin belum punya jas semahal punya lu hari ini, tapi gue punya harga diri yang nggak bakal ngebiarin wanita gue kelaparan, apalagi sampai ngerasa kesepian di tengah kemewahan. Soal kasih makan apa? Tenang aja."

Juna menyeringai dingin. "Gue punya bisnis start-up bengkel modifikasi dan ekspor spare part yang omzetnya mungkin bisa buat beli koleksi jas lu satu lemari tiap minggu. Tapi yang lebih penting dari itu, gue bisa kasih dia satu hal yang nggak bakal lu temuin di pria-pria 'mapan' tapi pengecut: Kesetiaan murni yang nggak bisa dibeli pake kartu kredit."

Juna menoleh ke arah Cantik, tatapannya melembut namun tetap penuh ketegasan.

"Ayo balik, Kak. Gue nggak mau lu terlalu lama deket sama orang yang cuma bisa nilai laki-laki dari harga dasinya. Gue bisa buktiin kalau tanggung jawab gue jauh lebih besar dari sekadar jas abu-abu yang bahkan belum lunas cicilannya ini."

Adrian hanya bisa melongo, kehilangan kata-kata. Ia benar-benar terbungkam oleh keberanian dan aura maskulin yang keluar dari sosok Juna yang ia remehkan sebagai "bocah".

Sementara itu, Cantik terpaku di tempatnya. Ini pertama kalinya ia melihat Juna seserius ini. Tidak ada Juna yang manja, tidak ada Juna yang tengil. Yang ada hanya seorang pria yang siap pasang badan untuk kehormatan wanita yang ia cintai.

Di parkiran, Juna memasangkan helm ke kepala Cantik dengan sangat telaten, memastikan kunciannya terpasang sempurna di bawah dagu Cantik.

"Masih mau nganggep gue adik, Kak? Setelah gue habisin harga diri si om-om tadi demi lu?" tanya Juna pelan, menatap dalam ke mata Cantik di balik kaca helm.

Cantik terdiam. Jantungnya berdebar tidak karuan, sebuah perasaan yang jauh lebih kuat daripada saat ia pertama kali bertemu Satria dulu.

Strategi brotherzone-nya seolah baru saja dihantam badai kategori lima yang menghancurkan semua logika pertahanannya.

1
Yasa
Ceritanya kocagggg, konfliknya pas, ga bertele-tele, sat set kaya Juna. wkwk
D_wiwied
langsung serangan balik ya Jun, gaskeun Jun tunjukkan ke mereka mumpung ada penonton gratis di depan mata, sirik2 dah mereka biar sekalian kejang2 🤭😆🤣🤣
D_wiwied
ga ada kapok2 nya ya mereka ini, udah dipermalukan koq ya ttp ga sadar
D_wiwied
kan emang bang Sat kakakmu satu itu Jun 🤭🤣🤣
Dian Fitriana
update
Ganis
idih najong. PD banget sampean
Senja_Puan: Juna dong🤣
total 1 replies
Ganis
Kalah itu sama seblak juga
Ganis
Juna bener-bener bikin senyum-senyum 😄
Senja_Puan: iya kan kak🤭
total 1 replies
Ganis
Good Thor, ngakak🤣
Anisa675
Ya tuhan, masih mikirin rendang🤣 Bangke banget
Senja_Puan: Alasan Juna itu kak🤭
total 1 replies
Anisa675
bengek Juna🤣
Anisa675
anjay lngsung live stream🤣
Senja_Puan: Mantap ga tuh😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!