NovelToon NovelToon
Sistem Absolut: Evolusi Tanpa Batas

Sistem Absolut: Evolusi Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: septian123

Di dunia yang kejam, tempat di mana yang lemah selalu diinjak, dia hanyalah sampah yang diremehkan. Namun, ketika nyawa nyaris terenggut dan pengkhianatan terasa di setiap sudut, sebuah sistem misterius muncul memberinya kesempatan untuk bangkit.

Dari titik terendah, ia memulai perjalanan menaklukkan dunianya, mengasah kekuatan, dan mengungkap rahasia di balik kekuasaan yang tersembunyi. Setiap pertarungan bukan hanya soal kekuatan, tapi strategi, kepercayaan, dan pengorbanan. Dari seorang yang hina, ia perlahan berubah menjadi sosok yang tidak bisa diremehkan, menantang dewa dan musuh yang lebih kuat dari imajinasi.

Apakah ia akan menjadi penakluk dunia atau korban dari permainan yang lebih besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septian123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 - Misi Mustahil

Malam turun perlahan dan menyelimuti kota dengan cahaya lampu yang redup serta bayangan panjang di setiap sudut jalan. Angin yang berhembus terasa lebih dingin dibandingkan sore tadi, menyusup lewat celah pakaian dan menyentuh kulit yang belum sepenuhnya pulih. Di tengah suasana itu, Alverion Dastan tetap berdiri di tempatnya, tidak bergerak, seolah gang sempit yang ia tempati menjadi satu-satunya ruang yang tersisa untuknya saat ini.

Gang itu masih sama seperti sebelumnya, sempit dan nyaris tanpa cahaya, dengan dinding lembap yang menyimpan bau samar air dan debu. Tidak ada suara langkah kaki, tidak ada percakapan, hanya keheningan yang terasa menekan. Namun kini kesunyian itu tidak benar-benar kosong, karena ada sesuatu yang hadir bersamanya, sesuatu yang tidak memiliki bentuk nyata tetapi cukup jelas untuk disadari keberadaannya.

Layar transparan itu muncul kembali di hadapannya tanpa suara atau tanda apa pun, seolah tidak pernah benar-benar pergi. Garis-garis tipis membentuk tampilan yang rapi dan stabil, berbeda dengan ilusi biasa yang mudah goyah. Tulisan yang muncul terasa dingin dan langsung pada tujuan, tanpa usaha untuk menyembunyikan maksudnya.

[ Pembaruan misi tersedia ]

Alverion menatapnya tanpa berkedip, berusaha membaca lebih dari sekadar kata-kata yang ditampilkan. Rasa penasaran yang sempat muncul kini bercampur dengan kewaspadaan yang lebih kuat, karena apa pun ini jelas bukan sesuatu yang bisa dianggap ringan. Ia sudah menghadapi banyak hal aneh beberapa hari terakhir, tetapi keberadaan layar ini terasa lebih terarah, seperti memiliki tujuan yang jelas terhadap dirinya.

“Sistem,” gumamnya pelan, lebih seperti memastikan daripada bertanya.

Tidak ada jawaban yang terdengar, tetapi respons tetap datang dalam bentuk perubahan tampilan. Layar itu berganti tanpa jeda, seolah hanya menunggu perintah sederhana untuk melanjutkan.

“Perlihatkan.”

[ Misi Utama Diperbarui ]

[ Pilihan Misi Tersedia ]

[ 1. Masuk ke Area Terlarang: Zona Hitam Virellion ]

[ 2. Eliminasi Target: Individu Peringkat Tinggi ]

Alverion mengernyit tipis saat membaca dua opsi itu dengan saksama. Tidak ada satu pun yang terasa seperti pilihan aman, bahkan keduanya tampak seperti jalan berbeda menuju bahaya yang sama. Ia tidak langsung bereaksi, melainkan membiarkan pikirannya mencerna setiap kata yang muncul di hadapannya.

Pandangan Alverion tertuju pada pilihan pertama, dan nama yang tertera di sana langsung membangkitkan ingatan lama. Zona Hitam Virellion bukan sekadar tempat berbahaya, tetapi wilayah yang sudah lama ditutup dan dihindari bahkan oleh pemburu berpengalaman. Ia pernah mendengar cerita tentang tim elit yang masuk dengan persiapan penuh, namun tidak pernah terlihat lagi setelahnya.

Lingkungan di sana dikatakan berubah tanpa pola yang jelas, membuat peta menjadi tidak berguna dalam hitungan jam. Monster yang muncul juga tidak mengikuti klasifikasi umum, seolah berasal dari sesuatu yang berbeda. Bahkan ada rumor tentang keberadaan sesuatu yang bukan sekadar makhluk hidup, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan kekuatan atau insting bertahan.

Ia mengalihkan pandangannya ke opsi kedua dengan ekspresi yang lebih dalam. Misi eliminasi terhadap individu peringkat tinggi bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga konsekuensi yang akan mengikuti setelahnya. Target yang belum ditentukan membuat situasinya semakin tidak pasti, karena itu berarti siapa pun bisa menjadi sasaran.

Jika targetnya seorang pemburu elit, maka perlawanan yang dihadapi akan langsung terasa. Namun jika target itu berada di bawah perlindungan guild atau memiliki koneksi luas, maka dampaknya tidak akan berhenti setelah pertarungan selesai. Masalah yang lebih besar bisa muncul dari arah yang tidak terduga.

Alverion menghela napas pelan dan menyandarkan punggungnya ke dinding, membiarkan dinginnya permukaan itu menahan sebagian berat tubuhnya. Ia tidak merasa perlu terburu-buru, karena keputusan seperti ini tidak bisa diambil hanya dengan insting. Di sisi lain, waktu yang diberikan jelas tidak berpihak padanya.

[ Waktu untuk memilih terbatas ]

[ 00:14:32 ]

Hitungan mundur mulai berjalan dengan ritme yang stabil, seolah tidak terpengaruh oleh keraguan atau pertimbangan manusia. Setiap detik yang berlalu terasa jelas, bukan karena suara, tetapi karena kesadaran bahwa waktu terus berkurang tanpa bisa dihentikan. Alverion tetap diam, matanya tidak lepas dari layar, sementara pikirannya bergerak cepat.

Jika ini jebakan, maka jebakan ini dibuat dengan sangat rapi dan terstruktur. Tidak ada penjelasan tentang asal-usulnya, tidak ada alasan mengapa ia yang dipilih, hanya perintah dan konsekuensi yang disampaikan tanpa emosi. Namun ada sesuatu yang membuatnya sulit untuk menganggap ini sebagai ilusi biasa.

Ia bisa merasakan adanya koneksi yang halus sejak sistem itu muncul, sesuatu yang tidak terlihat tetapi cukup nyata untuk disadari. Seperti benang tipis yang menghubungkan dirinya dengan sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang tidak ia pahami sepenuhnya.

“Kalau aku menolak?” tanyanya pelan, tanpa mengalihkan pandangan.

Layar itu berkedip sebentar sebelum memberikan jawaban.

[ Penolakan dianggap kegagalan ]

[ Hukuman: Eliminasi ]

Jawaban itu datang tanpa ragu, sederhana namun mutlak. Tidak ada ruang untuk negosiasi atau penjelasan tambahan, hanya hasil akhir yang langsung ditetapkan. Alverion tertawa kecil, bukan karena merasa lucu, tetapi karena situasinya menjadi semakin jelas.

Ia mengangkat kepala sedikit, membiarkan pandangannya mengarah ke celah sempit di atas gang, tempat langit malam terlihat dalam potongan kecil. Gelapnya langit tidak memberikan banyak jawaban, tetapi cukup untuk membuatnya menyadari satu hal yang sederhana.

Ia tidak punya jalan mundur.

Layar kembali berubah, menampilkan informasi tambahan yang sebelumnya tidak ada. Tulisan-tulisan baru muncul dengan tempo yang lebih lambat, seolah memberi waktu bagi siapa pun yang melihatnya untuk memahami arti di baliknya.

[ Reward akan disesuaikan dengan tingkat risiko ]

[ Reward: Akses kemampuan eksklusif ]

[ Reward: Peningkatan atribut signifikan ]

[ Reward: Artefak tingkat tinggi ]

Alverion menatap deretan itu dengan lebih fokus, karena ia tahu nilai dari setiap hal yang disebutkan. Kemampuan eksklusif bukan sesuatu yang bisa didapatkan dengan mudah, bahkan oleh mereka yang memiliki sumber daya besar. Peningkatan atribut secara signifikan juga bukan hal yang umum, karena sebagian besar pemburu harus berkembang perlahan melalui pengalaman dan latihan.

Artefak tingkat tinggi bahkan lebih langka, biasanya hanya dimiliki oleh individu tertentu atau disimpan oleh guild besar. Semua itu ditawarkan tanpa syarat selain menyelesaikan misi yang jelas berbahaya.

Ia tersenyum tipis, bukan karena tergoda secara berlebihan, tetapi karena ia mulai memahami arah dari situasi ini. Ini bukan tentang memilih jalan yang aman, melainkan tentang apakah ia berani melangkah ke arah yang penuh risiko.

Hitungan mundur terus berjalan.

[ 00:08:11 ]

Waktu yang tersisa semakin sedikit, dan pilihan yang ada tidak berubah sejak awal. Alverion kembali melihat kedua opsi itu, menimbangnya dengan sudut pandang yang lebih tenang dibanding sebelumnya.

Masuk ke Zona Hitam Virellion berarti menghadapi sesuatu yang tidak pasti, tetapi setidaknya ancaman yang dihadapi bersifat langsung dan tidak melibatkan banyak pihak. Ia hanya perlu bertahan hidup dan menghadapi apa pun yang ada di dalamnya.

Sementara itu, misi eliminasi membawa konsekuensi yang lebih luas, karena melibatkan manusia dan jaringan yang mungkin menyertainya. Masalah yang muncul bisa berlanjut bahkan setelah target disingkirkan.

Alverion menurunkan pandangannya sedikit, membiarkan pikirannya menetap pada satu arah yang mulai terasa lebih masuk akal. Keputusan itu tidak terasa ringan, tetapi cukup jelas untuk diambil.

“Baiklah.”

Ia mengangkat tangannya perlahan, jarinya bergerak mendekati layar tanpa terburu-buru. Gerakan itu stabil, tidak menunjukkan keraguan yang sebelumnya sempat muncul.

“...Aku terima.”

Cahaya tipis menyebar dari titik sentuhnya, membentuk pola yang lebih kompleks sebelum akhirnya menampilkan hasilnya.

[ Pilihan dikonfirmasi ]

[ Misi dimulai ]

[ Zona Hitam Virellion telah dipilih ]

Alverion menatap tulisan itu tanpa ekspresi berlebih, karena ia sudah memahami konsekuensinya sejak awal. Keputusan telah diambil dan tidak ada ruang untuk mengubahnya.

[ Persiapan dimulai ]

[ Waktu menuju misi: 24 jam ]

Layar mulai meredup perlahan, tetapi satu baris terakhir muncul sebelum semuanya menghilang sepenuhnya.

[ Bertahan hidup ]

Gang itu kembali sunyi, seolah tidak pernah ada sesuatu yang muncul sebelumnya. Namun perubahan yang terjadi tidak bisa diabaikan begitu saja, karena kini ia tidak lagi berdiri tanpa arah.

Alverion mendorong tubuhnya menjauh dari dinding dan mulai berjalan keluar dari gang, langkahnya terdengar pelan di permukaan jalan yang kasar. Bukan karena beban yang ia bawa berkurang, tetapi karena ia sudah menerima bahwa beban itu memang harus dibawa.

Dunia di luar masih sama seperti sebelumnya, dengan orang-orang yang mungkin masih akan memandangnya dengan cara yang sama. Namun pikirannya tidak lagi tertahan pada hal-hal itu, karena apa yang menunggunya jauh lebih besar dari sekadar penilaian orang lain.

Alverion Dastan terus melangkah di bawah cahaya lampu yang redup, membawa satu keputusan yang tidak bisa ditarik kembali. Sebuah misi telah dimulai, dan apa pun yang menunggunya di Zona Hitam Virellion, ia akan menghadapinya dengan satu tujuan yang jelas.

Bertahan hidup.

1
Manusia Ikan
bruh bro punya sistem, dan akan menjadi OP
Manusia Ikan
dadah pecundang😏👋
Manusia Ikan
😌👉itu tragis, tapi aku suka. aku akan menambahkan kejadian yang serupa di karya ku juga. karena aku memerlukan karakter baru
Manusia Ikan
bro anda sudah menjelaskan bagian ini :v
Manusia Ikan
baiklah aku mulai tertarik. aku akan mengikutinya perlahan lahan😌👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!