Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Sambil matanya tak berkedip menatap mobil mewah yang membawa pergi kakak iparnya.
Sedangkan Nurul melambaikan tangannya saat mobil meninggalkan parkiran.
" Bang Bram kerja apa de kok bawa mobil mewah?" tanya Nizam yang belum tahu apa pekerjaan kakak iparnya itu.
" Kenapa kak Nizam ngak tanya sendiri tadi. Nurul jarang tanya. Yang Nurul tahu bang Bram sangat memulyakan istrinya, juga sangat royal pada istri dan anaknya. Sehingga hidupnya makmur dan berkecukupan. Bahkan dia selalu berkata lembut dan tak pernah marah selama ini pada keluarga terdekatnya" kata Nurul yang tak mau memberi tahukan indentitas asli sang kakak.
" Hm....kak Nizam hanya bertanya. Ayo makan siang" kata Nizam sembari mengangkat kotak dus kedalam bagasi mobilnya. Karna sekalian nanti ia antar pulang.
" Ya...tapi Nurul ambil tas dulu di toko" kata Nurul yang bergegas kembali masuk toko. Sedangkan Nizam menunggu dengan sabar di dekat mobil.
" Apa aku pikir ulang saja masalah nikah dengan Lara ya. Karna jika ini kejadian pasti bang Bram akan mengambil paksa Nurul dan Aliya jika tahu aku akan menikah lagi" batin Nizam menimbang nimbang rencana pernikahannya
" Tapi gimana jika ibu marah besar" kata Nizam lagi khawatir. Sambil memijat kepalanya yang bingung dengan keputusan finalnya. Padahal minggu besok ia sudah harus kembali ke kota B. Karna orang tua Lara minta kepastian untuk menikahi Lara.
" Huh....kenapa harus aku, bukannya banyak pria lain" guman Nizam lalu masuk mobil dan duduk di belakang kemudi setirnya. Sembari menunggu Nurul kembali
Nurul yang melihat suaminya dari kejauhan itu terlihat gelisah hanya diam. Karna Nurul tak mau ikut campur dengan urusan Nizam
" Jika dia nekat , berarti dia sudah tahu apa akibatnya" kata Nurul tetap bersikap tenang walau ia tahu Nizam akan menikah sirih.
Nurul melangkah gontai kearah mobil. Lalu ia masuk dan duduk disebelah Nizam. Sambil memasang sabuk pengaman. Nurul pun meletakkan tasnya di pangkuannya.
" Apa Lara tahu kak Nizam makan siang diluar?" tanya Nurul
" Tidak, kak Nizam hanya bilang ada keperluan diluar sebentar. Takut ia akan ikut jika kak Nizam bilang akan bertemu ade" kata Nizam tanpa menoleh sambil menghidupkan mesin mobil. Lalu mobil pun meninggalkan parkiran toko
" Satu kebohongan menutupi kebohongan lain. Pada akhirnya akan menjadi dosa besar buat kak Nizam. Kenapa ngak jujur saja, biar dia tahu" kata Nurul.
" Percuma, itu makin membuatnya besar kepala" jawab Nizam
" Lantas perempuan seperti itu yang kak Nizam sukai" kata Nurul
" De....kak Nizam tak mau berdebat, jujur saja tak ada niat untuk berbagi hati dalam hidup kak Nizam. Ini semata mata karna paksaan ibu yang ngotot, ingin kak Nizam membayar hutang budi keluarga kami pada keluarga Lara " jelas Nizam
"Tapi ada seribu jalan lain untuk balas budi dan berbakti tanpa menikah terpaksa kan kak. Tanpa mengorbankan kebahagiaan rumah tangga sendiri. Kecuali kak Nizam memang sudah menyukainya Lara dari sejak lama" sindir Nurul
" Astaga de, bukan begitu maksud kak Nizam. Kak Nizam berusaha memikirkan apa yang terbaik untuk kita. Juga untuk Lara. Jadi kak Nizam harap ade bersabar dulu untuk sementara ini" kata Nizam
" Dengan membiarkan kan Nizam menikah!!" kata Nurul
" Bukan itu, biarkan kak Nizam tenang dulu beberapa hari ini untuk berpikir. Karna sulit bagi kak Nizam mengambil keputusan" jelas Nizam yang tak mau ribut dengan sang istri.
" Terserah ....tapi Nurul sudah memberi keputusan terbaik Nurul pada Kak Nizam. Sebab Nurul tak akan sanggup dimadu" tegas Nurul memberi keputusan nya. Yang tak bisa di ganggu gugat.
" Itu akan kak Nizam pertimbangkan. Lagi pula kak Nizam belum punya persiapan untuk menikah lagi. Itu rencana keluarga Lara dan ibu saja. Sedangkan kak Nizam belum memberi keputusan final" jelas Nizam yang juga tak mau gegabah. Walau ia sempat tertekan oleh pihak keluarga Lara dan ibunya. Namun Nizam berusaha bicara jujur pada Nurul pada akhirnya. Supaya istrinya itu tak salah paham.
" Hm...." dehem Nurul yang masih percaya pada suaminya. Karna selama ini Nizam selalu bicara terbuka padanya dalam setiap mengambil keputusan bersama.
Sedangkan Nizam hanya fokus menyetir mobil. Tak lama berkendara. Mereka pun sampai di sebuah restoran sederhana. Dimana tempat itu menjadi favorit tempat makan keluarga kecil mereka sejak lama.
" Ayo turun, kita tak bisa berlama lama. Nanti kak Nizam antar pulang sekalian jemput Aliya pulang sekolah," kata Nizam yang turun lebih dulu yang disusul Nurul.
" Ya...." kata Nurul lalu melangkah mengikuti Nizam sambil mengecek ponselnya yang mendapat notifikasi dari pesan seseorang.
Keduanya pun masuk dan duduk di meja yang kosong. Nizam memesan makanan seperti biasanya begitu juga dengan Nurul. Keduanya terlihat canggung setelah berdebat beberapa hari ini. Yang membuat Nizam serba salah. Berbeda dengan Nurul tetap terlihat santai Namun sedikit lebih cuek. Karna tak ingin suaminya itu seperti di beri angin segar.
" Nurul masih terlihat tenang, padahal jelas jelas ini bukan keputusan mudah bagiku" batin Nizam yang memperhatikan istrinya itu sekilas.
" Ada apa?" tanya Nurul yang menyadari Nizam memperhatikannya sedari tadi.
" Tidak ada, apa ade tak ingin memberi celah pada Lara. Walau itu hanya 3 bulan?" tanya Nizam ingin tahu pendapat Nurul dengan pasti
" Wanita mana yang mau dimadu. Apalagi membiarkan suaminya menikah begitu saja. Itu sama saja menanan bara api di rumah sendiri. Karna sekali kak Nizam diberi hati. Pasti akan meminta lebih" kata Nurul dengan suara pelan.
" Huh ....baiklah. Kak Nizam akan bicara lagi pada ibu nanti" kata Nizam yang merasa Nurul tak akan memberinya kelonggaran sama sekali. Apa lagi memberi peluang untuk menikah lagi. Walau itu secara sirih selama 3 bulan.
" Bisa mati langkah aku, jika aku nekat" batin Nizam yang tahu keputusan Nurul tak berubah dari awal. Dan percuma saja jika ia memohon.
Sedangkan Nurul diam tanpa suara. Matanya sesekali melihat orang orang lewat yang berlalu lalang. Namun dalam hatinya Nurul tetap membatin.
" Apa dia pikir aku gila, membiarkan suamiku tidur dengan wanita lain. Apalagi wanita itu, wanita yang dulu selalu memusuhiku disekolah" batin Nurul sembari bersikap tenang seolah olah tak terjadi apa apa dengannya.
Tak lama makanan datang. Sehingga keduanya bersiap untuk menyantap hidangan. Namun belum dimulai. Sebuah suara mengangetkan Nizam dan Nurul
Kak Nizam kok disini, dengan siapa?" kata Syara itu yang membuat Nurul menoleh kesumber suara.
" Lara ....kamu makan siang disini?" kata Nizam kaget. Namun Lara lebih kaget saat melihat Nurul. Wanita yang duduk di hadapan Nizam
" Nurul !!" kata Lara tak percaya akan bertemu musuh bebuyutannya itu lagi. Bahkan Nurul makan bersama calon suaminya.
" Kak bagaimana bisa kau makan berdua dengannya ?" selidik Lara penuh curiga
" Kenapa memangnya. Dia suamiku" jelas Nurul tanpa basa basi.
" Apa !!" kata Lara terkejut yang datang kerestoran itu, bersama dua teman kantornya.
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍