NovelToon NovelToon
KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20.1k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Bagi Elvano Diwantara, hidup adalah tentang Return on Investment (ROI).

​Mewarisi ketampanan Kairo dan otak jenius Elena, Elvano tumbuh menjadi "Hiu Muda" yang lebih kejam dari ayahnya. Di usia 27 tahun, dia sudah melipatgandakan aset Diwantara Group. Motonya sederhana: "Kalau tidak menghasilkan uang, buang."

​Satu-satunya makhluk di bumi yang bisa membuat Elvano rugi bandar hanyalah Elora, adik perempuannya yang manja dan boros. Elvano rela membakar satu kota demi melindungi sang adik, tapi dia juga akan menagih utang jajan adiknya dengan bunga majemuk.

​Namun, kalkulasi Elvano mendadak error ketika dia bertemu wanita itu. Seorang wanita yang berani menawar harga dirinya, mengacaukan neraca keuangannya, dan membuat detak jantungnya berfluktuasi seperti saham gorengan.

​"Menikahimu adalah investasi risiko tinggi dengan probabilitas kerugian 90%," kata Elvano dingin.

Wanita itu tersenyum miring, "Kalau begitu, kenapa Tuan Muda tidak berani cut loss dan melepaskan saya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Siraman Air Soda

​​"PRANG!"

​Suara pecahan kaca yang nyaring itu seolah menghentikan detak jantung semua orang di meja VIP. Cairan biru yang bercampur serbuk putih itu muncrat ke segala arah, membasahi meja marmer dan gaun perak Elora.

​Aluna berdiri dengan napas memburu di depan meja, tangannya masih terayun di udara setelah menampar gelas itu sampai terbang.

​"ALUNA?!" Elora memekik kaget. Mata sayunya mengerjap bingung, setengah sadar setengah mabuk. "Lo... lo ngapain mecahin minuman gue?!"

​Dua pria asing di samping Elora langsung berdiri. Wajah mereka merah padam. Rencana busuk mereka gagal total di detik terakhir gara-gara cewek berjaket ojol yang entah muncul dari mana.

​"Heh! Cewek gila!" Pria bertopi itu membentak kasar. Dia mencengkeram pergelangan tangan Elora dengan kencang, mencoba menarik gadis itu menjauh dari Aluna. "Siapa lo?! Jangan ganggu kesenangan kami!"

​"Lepasin tangan lo!" teriak Aluna.

​"Bukan urusan lo! Ini cewek gue!" bohong pria itu. Dia menarik Elora kasar sampai gadis itu meringis kesakitan.

​"Sakit... lepas..." rintih Elora, mulai sadar kalau situasi ini tidak beres. Cengkeraman pria itu terlalu kuat, tatapannya terlalu lapar. Tidak seperti teman party biasanya.

​Melihat Elora disakiti, darah Aluna mendidih sampai ke ubun-ubun. Insting jalanannya mengambil alih. Matanya menyapu meja, mencari senjata.

​Ada sebuah pitcher besar berisi air soda dan es batu tepat di depannya.

​Tanpa babibu, Aluna menyambar pitcher kaca yang berat itu.

​"Gue bilang..."

​BYURRR!!!

​Aluna menyiramkan seluruh isi pitcher—air soda yang lengket beserta bongkahan es batu—tepat ke wajah pria bertopi itu.

​"JAUHKAN TANGAN KOTOR LO DARI ASET BOS GUE!" teriak Aluna menggelegar, mengalahkan suara dentuman musik bass.

​Pria itu meraung kaget. Air soda masuk ke mata dan hidungnya. Dia refleks melepaskan tangan Elora untuk mengusap wajahnya yang perih dan dingin.

​"Aset?!" Pria berkemeja hitam di sebelahnya melotot bingung. "Maksud lo apa?!"

​Aluna tidak menjawab. Dia memanfaatkan momen itu untuk menarik lengan Elora sekuat tenaga, menyentak gadis itu agar berdiri dan berlindung di belakang punggungnya.

​"Mbak! Sembunyi di belakang saya! Sekarang!" perintah Aluna tegas.

​Elora yang gemetar ketakutan langsung menurut. Dia mencengkeram bagian belakang jaket ojol Aluna erat-erat. Tubuh mungil Aluna menjadi tameng hidup di antara Elora dan dua predator itu.

​"Luna... mereka kenapa..." bisik Elora, suaranya pecah. Efek alkoholnya mulai hilang digantikan adrenalin ketakutan.

​"Mereka mau ngeracunin Mbak. Diem aja, jangan lepasin jaket saya," desis Aluna tanpa menoleh. Matanya terkunci pada dua pria yang kini terlihat sangat marah.

​"Kurang ajar!" Pria bertopi itu menggeram, wajahnya basah kuyup dan rambutnya lengket. "Lo cari mati ya?! Lo nggak tahu siapa gue?!"

​"Gue nggak peduli lo siapa! Mau lo anak presiden kek, mau lo anak raja minyak kek!" Aluna memasang kuda-kuda, siap kalau harus baku hantam. "Lo nyentuh dia lagi, gue pastiin lo pulang tinggal nama!"

​"Habisi dia, Bro!" Pria berkemeja hitam memberi aba-aba. Dia maju hendak menampar Aluna.

​Aluna menangkis tangan pria itu, lalu dengan gerakan cepat menginjak kaki pria itu menggunakan sandal jepitnya sekuat tenaga.

​"Argh!" Pria itu melompat mundur sambil memegangi kakinya.

​Keributan itu akhirnya menarik perhatian seluruh klub. Musik DJ berhenti mendadak. Lampu sorot diarahkan ke balkon VIP. Orang-orang di lantai bawah mendongak, menonton drama gratis itu.

​"WOY! ADA APA INI?!"

​Tiga orang sekuriti berbadan besar—jauh lebih besar dari bouncer di depan—berlari menaiki tangga. Wajah mereka garang.

​"Bagus! Pak, tangkap cewek gila ini!" Pria bertopi itu langsung memutar fakta. Dia menunjuk Aluna dengan wajah sok terzalimi. "Dia orang gila! Tiba-tiba masuk, nyerang kami, dan mecahin barang-barang klub! Dia mau ngerampok teman cewek kami!"

​Sekuriti itu menatap Aluna yang berpenampilan gembel—jaket ojol kebesaran, celana piyama SpongeBob, dan sandal jepit. Lalu menatap dua pria rapi itu.

​Bias manusiawi bekerja. Sekuriti langsung percaya pada si pria rapi.

​"Mbak! Ikut kami ke pos keamanan sekarang!" bentak kepala sekuriti, hendak mencengkeram bahu Aluna.

​"Jangan sentuh saya!" Aluna menepis tangan sekuriti. "Bapak salah tangkap! Mereka yang mau masukin obat ke minuman teman saya! Cek gelas yang pecah itu kalau nggak percaya!"

​"Halah, alasan! Maling mana ada yang ngaku!" Sekuriti itu makin kasar. Dia menarik paksa lengan Aluna.

​Elora menjerit. "Jangan! Lepasin Aluna! Dia yang nyelamatin gue!"

​"Minggir, Nona. Anda mabuk," sekuriti itu mendorong Elora pelan.

​Aluna meronta. Dia kalah tenaga. Dua orang predator itu tersenyum licik di belakang, merasa menang. Mereka pikir mereka bisa lolos dan mungkin membawa Elora pergi setelah pengacau kecil ini diseret keluar.

​"Lepasin! Bos gue bakal nuntut kalian semua!" teriak Aluna frustrasi.

​"Bos siapa? Bos ojol?" ejek pria bertopi itu sambil tertawa.

​Tepat saat sekuriti hendak menyeret Aluna menuruni tangga...

​BRAKKK!!

​Pintu utama klub di lantai bawah terbanting terbuka dengan sangat keras, seolah ditendang oleh raksasa.

​Suara bantingannya begitu dahsyat hingga membuat semua orang di lantai satu dan dua menoleh ke arah pintu masuk.

​Di ambang pintu, berdiri sesosok pria tinggi tegap.

​Dia hanya mengenakan kaos polos warna abu-abu dan celana training panjang—jelas sekali dia baru bangun tidur dan lari terburu-buru. Rambutnya sedikit berantakan. Dia memegang ponsel di tangan kanannya.

​Tapi bukan penampilannya yang membuat satu klub hening.

​Melainkan aura hitam pekat yang menguar dari tubuhnya.

​Wajahnya dingin, kaku, dan menyeramkan. Rahangnya mengeras. Matanya yang tajam menyapu seisi ruangan dengan tatapan membunuh, mencari targetnya. Tatapan itu lebih menakutkan daripada malaikat pencabut nyawa.

​Itu Elvano Diwantara.

​Dan dia sedang dalam mode Rage.

​Ponsel di tangannya masih menyala, menampilkan notifikasi tagihan dari aplikasi taksi online yang masuk ke emailnya: Perjalanan ke Club X - Rp 150.000. Notifikasi itulah yang membangunkannya dari tidur nyenyak jam sembilan malamnya.

​Elvano melangkah masuk. Orang-orang di lantai dansa yang tadi berdesak-desakan, secara otomatis membelah diri memberi jalan. Tak ada yang berani menghalangi langkah lebar pria itu.

​Elvano mendongak ke lantai dua.

​Matanya langsung terkunci pada pemandangan di balkon VIP: Aluna yang sedang dicengkeram dua sekuriti, Elora yang menangis ketakutan di pojokan, dan dua pria asing yang berdiri pongah.

​Rahang Elvano berkedut.

​"Lepaskan tangan kalian dari karyawan saya," suara Elvano tidak berteriak, tapi terdengar jelas dan berat, menggema di seluruh ruangan yang sunyi senyap. "Atau saya patahkan tangan itu sekarang juga."

1
Muft Smoker
baru bangun yx bos ,,
makany baru bisa liat Dunia yg nyata ,,
🤭🤭🤭🤭🤭
kutukan sedang berjalan pak bos ,,
kutukan adik mu🤣🤣🤣🤣🤣
Pa Muhsid
ye baru sadar lo
nanti cinbu dan bucin mas kalkulator
Yeni Puspitasari
🤣🤣 cocok lu bedus
Nana Colen
Allohuakbar keluarga medit keked mengkene cap jahe
Nana Colen
ampuuun deh El 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️.. kalau beneran ada di dunia nyata manusia seperti El 🤣🤣🤣🤣
Nana Colen
naaaah tahu rasa jan lhoooooo... satu kata MAMPUS 👎👎👎👎
Nana Colen
adik kakak sebelas duabelas.. cuman bertolak belakang
Nana Colen
ya jelas lah suka.... karena sesama orang perhitungan ya gitu 🤣🤣🤣🤣


pinter bener nih yang nulis skenario 😍😍😍😍
Nana Colen
🤣🤣🤣🤣🤣 jawaban yang mantap
Hary Nengsih
akhirnya kelar jg nego nya🤣🤣
Murni Binti sulaiman
tuh kan baru sadar ya El... Aluna tuh paket lengkap 😁
Eli Rahma
jgn ditatap lama² nanti ada love merah jambu yg nyangkut..😂
Muft Smoker: udh nyangkut kak tp si pak bos pelit bin medit belum sadar🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Meliandriyani Sumardi
baru sadar dia🤣🤣 kutukan elora jadi kenyataan ternyata🤣🤣 lanjut kak
Mineaa
weeeehhh.....
Tersepona...... akuhh.....tersepona.....
asyik.... asyiiiikk.....joossss......😁
Murni Binti sulaiman
lama" darah tinggi ya luna😁, boss modelan gitu😂
K4RL4
motel onyo-onyo....luarrrr biasa medit pak boss ni. bsk sarapan nasi uduk hrg goceng y... murmer tp bikin kenyang.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyknya klo udah kinerja, ga perlu lg pake kata kerja tor
Pa Muhsid
kelas paud mungkin hotel nya 0kecil
Muft Smoker
pak bos mending nginep di kandang ayam aj gratis pling harus gelut dlu sama ayam ny ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁😁
total 6 replies
Mineaa
800 M. VS. 100 rb.......
😭😭😭😭😭😭😭😭
super duper inti kerak bumi ga sih tuh pengiritan nya......🔥
Savana Liora: wkwkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!