NovelToon NovelToon
Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:224
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Zinnia, putri cantik yang manja dari keluarga kaya cavendish. Yang jadi kesayangan semua orang, selalu mendapat apa yang ia mau. Di kenal tak suka di kekang dan sudah banyak menolak banyak lamaran lelaki muda kaya raya. Suatu ketika dia mengincar perhiasan dari batu langka di sebuah pelelangan, namun dua perhiasan yang ia incar justru jatuh ke tangan dua pengusaha muda yang langsung membuatnya kesal. Ternyata pertemuan singkat mereka kala itu adalah cerita pembuka untuk cinta segitiga di antara mereka di masa depan. Kecantikannya yang luar biasa memikat kedua pengusaha kaya itu, tanpa ia sadari. Dan perlahan kedua cowok tersebut dapat meruntuhkan tembok pertahanan yang selama ini ia buat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Keinginan dalam hati.

Rion turun lebih dulu dari dalam mobil, lalu membukakan pintu untuk Zinnia, kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu turun dengan hati-hati. Begitu Zinnia berdiri tegak di tanah, Rion segera melepaskan jas hitam yang dia kenakan, lalu membukanya dan melilitkannya di bahu serta leher gadis itu, menutupi rapat semua bekas merah keunguan yang masih terlihat jelas, akibat hasil perbuatannya sendiri. Tak mau sampai ada orang lain yang melihat apa yang menjadi milik pandangannya saja.

Jemarinya bergerak lembut, mengusap perlahan pipi halus Zinnia, tatapannya lembut tapi penuh tekad yang tak tergoyahkan.

" Masuklah. Maaf sudah membuatmu bingung hari ini. Lain waktu aku akan datang kemari.. Mungkin melamarmu.. "

DEG!

Sekali lagi jantung Zinnia berhenti berdetak sejenak, lalu berpacu jauh lebih cepat dari sebelumnya sampai rasanya mau keluar dari rongga dada. Melamar? Dia benar-benar bilang akan melamar? Padahal baru beberapa jam yang lalu mereka baru bertemu untuk pertama kalinya, baru beberapa jam yang lalu mereka saling bersaing dan bersikap dingin satu sama lain.

" Kamu pasti bercanda kan soal itu? Jangan terlalu terburu-buru Rion, kamu bahkan belum mengenalku dan keluargaku.. "

Rion tersenyum singkat mendengar ucapan Zinnia barusan, terdengat realistis seakan menamparkan fakta yang tak terbantahkan padanya.

" Kamu benar.. Aku terlalu bodoh di depanmu Zinnia, sampai otakku kosong seperti tak ada isinya. Kamu merampas semua kewarasanku hanya dalam satu kali pertemuan. Dan kamu harus bertanggung jawab Zinnia.. " Balas Rion sambil menarik pinggang ramping Zinnia dan kemudian menatapnya penuh dengan keinginan untuk memiliki.

Zinnia menelan ludah, matanya tak berani menatap lama, pipinya kembali memerah. Dia mengangguk pelan, suaranya keluar kecil tapi jelas.

" Akan aku usahakan agar aku bisa bertanggung jawab atas perbuatanku padamu.. Tapi sebelum itu, sekarang aku masuk dulu ya, sudah malam. "

" Aku jelas tidak mau berpisah denganmu secepat ini. Waktu kita bersama terlalu singkat. " Ungkap Rion dengan suara lebih rendah dari sebelumnya. Membuat Zinnia makin memerah, karna malu.

" Kenapa?? Kenapa bisa seperti ini.. Ini pertama kalinya aku begini.. Apa karna Rion sangat tampan sampai aku tak bisa melawan?? Ini membuatku gila juga. " Batin Zinnia mengamuk dalam hati.

" Rion ini sudah malam, aku bisa kena omel Bi ijah kalau terlalu lama disini..

" Baiklah. " Pada akhirya Rion melepaskan genggamannya pada pinggang gadis itu.

Sedangkan Zinnia langsung berbalik dan berjalan cepat masuk ke dalam rumah, seolah takut kalau dia diam lebih lama lagi, dia akan melakukan hal memalukan atau berkata sesuatu yang tak seharusnya. Sosoknya menghilang di balik pintu besar dalam sekejap.

Rion masih berdiri di tempatnya beberapa saat, menatap pintu yang sudah tertutup rapat, lalu dia menghela napas panjang, membetulkan bajunya yang tinggal kemeja panjang saja, lalu berbalik masuk kembali ke dalam mobil. Kendaraan itu segera melaju pergi, entah kemana tujuan lelaki itu, tak ada yang tahu.

***

Di dalam rumah, suasana hening dan sepi. Kedua orang tuanya sedang ada urusan bisnis di luar negri, katanya tidak pulang dalam setahun. jadi hanya ada para pembantu dan staf rumah tangga saja yang bergerak di sudut-sudut ruangan.

Salah satunya adalah Bi ijah, ART senior yang menjadi pengasuhnya sejak kecil. Bi Ijah memiliki sifat yang pemalu dan tak suka berbicara banyak dengan orang yang baru ia kenal, ia juga tak pernah kepo soal urusan pribadi anak majikannya itu, tapi Hari ini dia sedikit penasaran, dia melihat dari balik kaca jendela rumah saat Zinnia di antar seseorang pulang.

" Non, Siapa lelaki yang baru saja mengantar Non pulang itu? " Tanya Bi Ijah penasaran.

" Namanya Riondra, bukan siapa-siapa masih menjadi teman saja kok. Tumben bibi kepo. " Balas Zinnia santai sambil mencomot kue bolu yang ada di piring yang sedang di pegang Bi Ijah.

" Hehe.. Iya. Abis gak biasanya non mau di antar sama cowok pulang ke rumah. " Balas Bi Ijah canggung.

" Hm.. Entahlah. Ngomong-ngomong kue bolunya kok agak asin ya, apa bibi salah masukin garem ya padahalnya harusnya masukin gula. "

" Ah masa.. " Bi ijah tampak sedikit panik dengan ucapan Zinnia barusan, langsung mencicipi kue itu dan...

" Haha.. Bibi lucu deh, muka paniknya itu loh. Percaya aja aku bohongin.. Padahal aku bercanda loh bi. " Balas Zinnia usil dengan sedikit tertawa ngakak.

Zinnia langsung bergegas menaiki tangga, meninggalkan bi ijah yang masih terpaku di tempatnya. Ia melangkah menuju kamar pribadinya yang berada di lantai dua. Kamarnya luas dan mewah, lalu menutup dan mengunci pintu rapat-rapat seolah mau memisahkan dirinya dari seluruh dunia.

Dia melepaskan jas Rion yang masih terbalut di tubuhnya, meletakkannya di atas tempat tidur, lalu duduk terkulai lemas di tepi kasur. Di dalam hatinya, perasaan campur aduk berputar kacau tak karuan.

Ada rasa senang yang meledak-ledak saat mengingat kata-kata dan tindakan Rion, ada rasa bingung yang mendalam karena semuanya berjalan terlalu cepat sampai dia tak sempat mencerna, ada rasa sedih yang tak tahu dari mana datangnya, dan di atas semuanya... ada rasa kesal dan marah pada dirinya sendiri.

" Kenapa? Kenapa aku bisa begini? gerutunya dalam hati. Selama ini aku selalu keras kepala, selalu menolak semua orang, selalu bilang tak mau terikat, tak mau punya pasangan. Tapi baru bertemu dia, baru beberapa jam saja... semuanya hancur lebur. Aku lenyap begitu saja dalam perasaanku padanya. Kenapa? Kenapa aku bisa selemah ini? " Ucap Zinnia frustasi.

Dia mengangkat tangannya memegang dada, merasakan detak jantungnya yang masih tak teratur, wajahnya cemberut kesal pada dirinya sendiri, tapi sudut bibirnya tanpa sadar sedikit terangkat saat mengingat kembali setiap sentuhan dan kata-kata Rion.

Tapi gadis itu sama sekali tak tahu... sama sekali tak sadar. Semua kejadian hari ini, semua pertemuan, persaingan, ciuman, dan pengakuan itu semuanya belum berakhir. Itu baru permulaan saja. Dia tak akan pernah menyangka, tak akan pernah membayangkan, apa yang akan terjadi selanjutnya.

Bahwa sudah ada dua lelaki yang sudah jatuh hati padanya, tak akan membiarkannya pergi begitu saja, bahwa persaingan di antara mereka baru saja dimulai, dan bahwa hidupnya yang selama ini tenang, manja, dan penuh kemudahan akan berubah total menjadi sesuatu yang penuh liku, bahaya, tapi juga perasaan yang jauh lebih dalam dari yang dia bayangkan.

Zinnia masih duduk termenung di kamarnya, tenggelam dalam kekacauan perasaannya, tak tahu kalau badai besar sudah bergerak mendekat, dan dia adalah pusat dari segala pusaran itu.

" Aku harap semuanya berjalan dengan baik. Tak ada lagi hal yang membuatku gelisah.. " Gumamnya sebelum akhirnya menutup kedua matanya untuk tidur.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!