NovelToon NovelToon
PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

PERJALANAN SANG LEGENDA:PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:56k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.

Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.

Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.

Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?

Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Kebaikan dalam Darah dan Air Mata

​Istana itu megah, dilapisi emas dan dikelilingi taman yang indah, namun di mata Tian Shan, semuanya berbau busuk.

Pintu jati ruang utama hancur berkeping-keping saat kaki Tian Shan menghantamnya.

Di dalam sana, di balik meja kerja yang mewah, sang Gubernur gemetar hebat. Ia tidak sendirian; di sudut ruangan, seorang wanita berpakaian sutra indah mendekap erat seorang anak laki-laki berusia sekitar sepuluh tahun.

​"Berhenti! Berhenti di sana!" teriak Gubernur, suaranya melengking ketakutan. "Aku akan memberimu apa saja! Emas? Jabatan? Kota ini milikmu, ambil saja!"

​Tian Shan terus melangkah, pedang besarnya terseret di lantai, mengeluarkan suara decitan logam yang menyayat nyali. "Aku tidak butuh mainanmu, Gubernur."

​"Kumohon!" Gubernur itu berlutut, air mata dan keringat bercampur di wajahnya yang tambun. "Aku punya istri! Aku punya anak! Apa kau tidak punya hati? Jika kau membunuhku, kau akan menghancurkan keluarga ini!"

​Istri sang gubernur menangis histeris, sementara anaknya menatap Tian Shan dengan mata yang penuh ketakutan dan kebencian yang mendalam.

​Tian Shan berhenti tepat di depan sang Gubernur.

Ia menatap keluarga itu dengan tatapan kelabu yang tak tergoyahkan.

"Hatiku? Hatiku sudah mati di hutan tempat aku dibuang. Istri dan anak?" Tian Shan sedikit memiringkan kepalanya. "Lalu bagaimana dengan istri dari petani yang kau bantai? Bagaimana dengan anak-anak di desa yang mati karena kau memonopoli gandum mereka? Apakah mereka tidak punya keluarga?"

​"Itu hanya urusan negara! Itu hanya pajak!"

​"Urusan negara? Dari matamu saja aku tahu kau hanya seorang manusia serakah dan ingin berkuasanya.Apakah di masa lalu kau pernah di tindas? menyedihkan!Dan ini hanya kebersihan." potong Tian Shan dingin. ia mengangkat pedangnya.

​"JANGAN! DI DEPAN ANAKKU, KUMOHON!" raung sang Gubernur.

​JLEB!

​Tanpa keraguan sedikit pun, Tian Shan menghujamkan pedangnya menembus jantung sang Gubernur.

Darah segar menyemprot ke arah sang istri dan anak, menodai wajah mungil yang tak berdosa itu dengan sisa-sisa kehidupan ayahnya.

Teriakan sang istri memecah kesunyian istana, sebuah jeritan pilu yang sanggup menggetarkan jiwa siapa pun—kecuali jiwa Tian Shan.

​"Aku hanya melakukan kebaikan," bisik Tian Shan sambil menarik pedangnya kembali. "Dunia jauh lebih baik tanpa parasit sepertimu."

​Tian Shan berbalik untuk pergi, namun langkahnya terhenti di ambang pintu.

Ia menoleh sedikit, menatap anak laki-laki yang kini terduduk lemas di samping mayat ayahnya.

Mata anak itu tidak lagi ketakutan; ada api dendam yang mulai menyala di sana.

​"Jika kau merasa dunia ini tidak adil, tumbuhlah besar," ucap Tian Shan datar. "Jika kau ingin balas dendam, datanglah padaku. Tapi ingat satu hal: jadilah penjahat, lakukanlah kejahatan, agar aku memiliki alasan untuk membunuhmu seperti aku membunuh ayahmu."

​Tian Shan tidak pernah kembali ke Lembah Sunyi.

Ia tahu, kehadirannya hanya akan membawa lebih banyak darah ke desa itu.

Ia menghilang ke dalam kabut sejarah, namun namanya terus hidup dan berkembang menjadi legenda yang mengerikan.

​Tahun-tahun berlalu, dan Tian Shan terus melangkah melewati banyak penderitaan. Namanya dikenal di seluruh negeri, bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai anomali.

​"Si Penuai Tanpa Wajah": Begitu para bandit menyebutnya, karena ia selalu muncul tanpa suara dan pergi meninggalkan tumpukan mayat tanpa ekspresi.

​"Pendekar Hampa": Julukan dari para kultivator sekte besar yang merasa ngeri melihat tekniknya yang tidak memiliki keindahan, hanya efisiensi murni untuk mengakhiri nyawa.

​"Hakim Berdarah": Gelar yang diberikan rakyat jelata yang tertindas, karena di mana pun ada tiran yang kejam, bayangan hitam dengan caping itu akan muncul untuk menebas akar penderitaan mereka.

​Rumor mengatakan bahwa ia telah mencapai ranah Pendekar Langit, bahkan mungkin mendekati Pendekar Suci.

Namun bagi Tian Shan, semua gelar itu hanyalah debu. Ia tetap merasa lelah saat duduk, tetap merasa kosong saat berdiri.

​Ia terus berjalan, menjadi sosok legendaris yang memburu kegelapan, bukan karena ia mencintai cahaya, tapi karena hanya di dalam pertumpahan darah ia bisa merasakan sedikit getaran bahwa ia masih ada di dunia ini.

Ia adalah sang pemburu yang menunggu seseorang—mungkin anak gubernur itu, mungkin takdir—untuk akhirnya mengakhiri perjalanannya yang sangat panjang dan melelahkan.

1
Agen One
🔥🔥
Agen One
😴😴
Agen One
Privilege handsome/Facepalm/
Agen One
💪9
Agen One
👍💪
Agen One
👍💪
Agen One
🔥🤣
Agen One
🤣🤣
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤣🤣
Agen One
🔥🔥
Agen One
👍👍
Agen One
😴😴
Agen One
🙏🙏
Agen One
👍.
Agen One
💪.
Agen One
🤣🤣
Agen One
😴😴
Agen One
😴😴
Agen One
🤣🤣👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!