Setelah partai persilatan aliran hitam terkuat Gapura Iblis runtuh, duniapun berubah menjadi lebih tenang dan damai. hampir tidak ada lagi perselisihan besar yang terjadi di antara kaum pendekar. semuanya sama berharap agar suasana tentram juga saling menghargai itu dapat terus bertahan selamanya.
Namun tidak ada yang abadi di dunia ini. karena tanpa mereka sadari, suatu kekuatan jahat yang terlupakan sedang bangkit dan mengancam dari balik kegelapan.
Keadaan menjadi semakin tidak terkendali saat terdengar kabar tentang kemunculan kembali dua senjata pusaka yang telah ratusan tahun lenyap dari rimba persilatan.
(Cerita ini ada sedikit keterkaitan dengan novel Pendekar Tanpa Kawan, 13 Pembunuh dan novel Kisah- Kisah Dunia Persilatan).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesialan.
Dengan satu isyarat Ki Jebat Kalongan lalu memberi perintah pada anak buahnya untuk segera membuka belenggu rantai besi yang mengikat tangan dan kaki si 'Kematian Tanpa Nama'. dua butir obat pemulih tenaga juga luka dalam turut dia berikan. meskipun masih memerlukan waktu agar dapat kembali pada puncak kesaktiannya namun bekas pesilat utama partai 'Gapura Iblis' ini merasa kalau kesempatan itu tetap layak untuk diambilnya.
Demikian juga dengan Nyi Goyang Elok alias si 'Bunga Maut' dan ketiga orang kawannya. mereka cepat menentukan pilihan antara mengambil tumpukan uang emas, perhiasan mahal, senjata pusaka atau kitab petunjuk ilmu silat dan kesaktian dalam peti kayu yang ditawarkan ketua 'Serikat Kalong Hitam' itu.
''Hii., Hi., melihat penawaran tulus dari ketua Serikat Kalong Hitam pada kami berlima, rasanya sungguh tidak sopan kalau sampai menolaknya..'' ujar Nyi Goyang Elok tertawa genit. seperti kebanyakan kaum wanita yang gemar kemewahan, dia lebih memilih uang emas, perhiasan berhias batu permata dan sebuah senjata pusaka berupa pedang pendek yang bersinar redup kemerahan.
''Benar apa yang dikatakan sobat lamaku yang cantik ini. mewakili rekan yang lainnya, aku Ki Agung Suryokolo mengucapkan terima kasih pada para ketua dari Serikat Kalong Hitam..'' sambung si 'Pendekar Pedang Senjakala' itu. sejilid kitab petunjuk ilmu pedang dan lima genggam uang emas menjadi pilihannya.
Harta benda dan pusaka berharga memang gampang memikat hati manusia, bahkan seringkali membuat hilang harga diri. Ki Jebat Kalongan dan rekannya 'Kelelawar Mata Api' sang ketua ketiga Serikat Kalong Hitam cuma terkekeh pelan. sekilas mereka berdua saling melirik dan tersenyum tipis seolah mengejek kelakuan rendah para pesilat yang mereka undang.
Walaupun diluarnya mereka terlihat sangat ingin menjalin persekutuan yang sama saling menguntungkan tapi dalam hati keduanya malah penuh kelicikan. demi membujuk para pesilat itu, mereka mengatakan kalau semua harta dan pusaka yang Serikat Kalong Hitam temukan berasal dari penjarahan di bekas markas rahasia partai Gapura Iblis.
Padahal sebenarnya tumpukan harta pusaka itu berasal dari hasil pekerjaan Serikat Kalong Hitam sendiri selama bertahun- tahun. karena disaat mereka bermaksud datang melakukan penjarahan di bekas rahasia partai persilatan terkuat golongan jahat itu bersama kaum pendekar lainnya atas petunjuk dari beberapa bekas anggota Gapura Iblis, tempat itu sudah rata dengan tanah.
Bahkan saat menggali reruntuhan, hampir seluruh ruangannya kosong- melompong. hanya tertinggal ratusan keping uang emas, perak dan tembaga di dalam sana. meskipun ada juga beberapa perhiasan yang tersisa, tapi pastinya tidak begitu berharga. jelasnya sudah ada pihak lain yang datang lebih dulu mengambil semuanya.
Yang lebih menjengkelkan adalah, pada salah satu dinding ruangan harta terdapat beberapa baris tulisan buruk namun masih bisa dibaca. ''Kalian sudah terlambat datang. semua harta pusaka telah kami ambil. ingatlah., dalam hidup ini berlaku aturan siapa cepat dialah yang dapat. tapi., sebagai manusia berhati mulia kami sengaja meninggalkan beberapa kepingan uang dan harta buat kalian..''
''Setidaknya, semua itu lebih dari cukup untuk membeli bungkusan nasi jagung pengganjal perut lapar juga wedang jahe di pinggir jalan. jangan terlalu kecewa atau putus asa. ingat., rejeki itu sudah ada yang mengatur. teruslah lebih rajin dalam bekerja dan jangan pernah serakah. sebab serakah itu tidaklah berkah.!''
Tidak jelas siapa si penulis pesan yang ada pada dinding ruangan itu. di bawahnya hanya terdapat gambar ukiran dua sosok tubuh manusia yang bertolak belakang ukurannya. satu sosok terlihat tinggi besar dan gemuk serupa raksasa, sedangkan satunya lagi malah terlihat kecil- kurus juga rada bungkuk.
Jika teringat kejadian itu, rasanya dada ketua Serikat Kalong Hitam ingin meledak saking murkanya. namun disebalik semua kesialan yang dialami, tanpa sengaja mereka justru mendapatkan selembar petunjuk tentang sebuah tempat rahasia bernama 'Penjara Jeritan Iblis'. lantas apa yang sesungguhnya ingin mereka dapatkan dari sana.?
.................
(Cerita bab 1- 9 pada novel ini hanyalah awal pembuka dan dasar dari kisah selanjutnya. untuk sementara kami putus dulu sampai disini. nanti pada pertengahan novel, semua akan dapat terhubung kembali. 🙏😊 Trims).
.................
Kira- kira sepuluh tahun kemudian.,
Kicauan burung yang terdengar bersahutan dari dalam hutan itu seakan menyambut datangnya pancaran mentari, pertanda hari telah berganti pagi. cahayanya yang cerah menerobos celah batang- dedaunan rimbun. titik- titik air embun diatas daun hijau terlihat berkilauan tersapu sinarnya sebelum bergulir lalu menetes jatuh ke tanah.
Suara roda kereta kuda yang menyusuri jalan tepian hutan itu terdengar berat dan berderit. hujan lebat tadi malam membuat jalanan menjadi becek berlumpur. kaki- kaki dua ekor kuda coklat penarik kereta mesti melangkah lebih perlahan agar terhindar dari kubangan berlumpur yang kadang ada ditengah jalan.
Keadaan ini membuat sang kusir kereta yang mengendalikan laju kudanya beberapa kali mendengus kesal. sebagai orang yang punya sifat agak berangasan dia jadi tidak sabaran. ''Huhm., sialan.! seingatku sekarang ini masih waktunya musim kemarau. tapi kenapa tadi malam hujan turun begitu deras dan angin berhembus sangat kencang.?''
''Heish., cuaca akhir- akhir ini selain terasa makin aneh juga tidak dapat lagi dipastikan..'' keluhnya bergumam sembari tangannya yang ditumbuhi bulu- bulu kasar juga memiliki cakar tajam dan bercahaya redup kebiruan terus mengendalikan tali- tali kekang kereta kudanya. si kusir kuda adalah seorang lelaki setengah baya dengan memakai jubah hitam dari kain tebal yang sudah lusuh, robek- robek dan agak kebesaran.
Wajah orang ini tidak terlihat jelas karena memakai sebuah caping dari anyaman daun pandan yang sudah geripis pinggirannya. tapi biarpun demikian bagi sebagian orang dunia persilatan tidaklah sukar untuk menduga siapa adanya manusia ini. sebab jubah hitam dan keadaan tangan berbulu dengan cakar- cakar tajam kebiruan adalah sebuah pertanda untuk dapat memastikannya.
Kabar angin mengatakan kalau wajah orang ini mempunyai sebuah bekas luka bacokan senjata tajam mulai dari atas dahi kiri sampai ke bawah dagunya, membelah mata kirinya hingga buta sebelah. dia adalah salah satu tokoh silat dari golongan hitam yang dikenal dengan julukan 'Serigala Picak Terbang.!'
Sesuai dengan gelar yang disandangnya. manusia ini memiliki kepandaian ilmu ringan tubuh yang sangat tinggi. selain itu dengan cakar- cakar birunya yang mengandung racun ganas dia seringkali menyasar jantung atau jeroan para musuhnya saat bertarung. yang agak mengherankan adalah, sudah beberapa tahun belakangan lelaki setengah umur ini dikabarkan tewas setelah dikeroyok belasan pesilat yang menjadi musuhnya.
Sungguh tidak disangka, kali ini dia muncul kembali sebagai seorang kusir kereta kuda. suatu pekerjaan yang dimasa lalu rasanya sangat tidak mungkin dilakukan oleh tokoh silat berkepandaian tinggi dan punya sifat angkuh seperti dirinya. ''Saudara., harap kau pacu kereta kudamu ini sedikit lebih cepat..''
Serigala Picak Terbang tampak tertegun saat mendengar suara seorang pemuda bernada memberi perintah dari dalam kereta kudanya. meskipun demikian dia justru terlihat senang. ''Baik tuan muda.!'' jawabnya menyentak tali kekang kuda lebih kuat. didahului ringkikan kudanya, kereta itupun bergerak lebih cepat.
Sementara dalam hatinya orang ini membatin. ''Lebih seminggu lamanya aku mengikuti dirinya, tapi baru kali inilah dia memberikan perintah padaku..'' jika seorang tokoh silat berilmu tinggi sekelas Serigala Picak Terbang sampai bersedia merendahkan diri menjadi kusir kereta kuda, lantas sehebat apa orang yang mampu memerintahnya.?
...............
Silahkan menuliskan komentar Anda. 🙏😊👍👌☝💪⭐☕🌹☝👏🤝🤲👋😁. Terima kasih.