Kisah ini menceritakan tentang Kayla Andini Putri, seorang gadis berusia 18 tahun yang
hamil diusianya yang masih muda, akibat perbuatan Om nya sendiri yang bernama Aldo Febrian.
Aldo sendiri sudah memiliki anak dan istri dan ia berhubungan intim dengan Kayla saat kondisinya sedang mabuk.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Ikuti terus kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta Sebenarnya
Maaf author telat up ya 😭
Jaringan yang lemot dan kerjaan yang menumpuk, jadinya author baru bisa up sekarang 🙏
Semoga suka ya dengan ceritanya.
Happy Reading 💕
...****************...
Selesai sesi foto, Tasya langsung mengajak suami dan anaknya untuk pulang bersama. Sedangkan Kayla, disuruh pulang naik taksi oleh Tasya.
Awalnya Aldo menolak dan bersikeras tidak ingin meninggalkan Kayla naik taksi sendirian, tetapi karena Tasya terus mengancam untuk membuat keributan, terpaksa ia harus membiarkan Kayla pulang sendirian.
Dari dulu Tasya memang tidak menyukai Kayla, ia menganggap Kayla hanya menyusahkan keluarganya. Walaupun sebenarnya, Kayla selalu memasak untuk mereka dan juga menjaga Revan. Namun, dimata Tasya, perbuatan Kayla itu wajar karena harus balas budi.
Di dalam taksi, Kayla hanya menatap ke arah jendela mobil. Ia menatap kosong ke arah jalan dan tanpa sadar air matanya mengalir. Ia merasa hidupnya sangatlah sulit, tidak ada kebahagian yang dirasakannya semenjak orang tuanya tiada.
Flashback on
Kayla harus kehilangan orang tuanya diumur 16 tahun. Orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil. Keduanya tewas ditempat dalam kecelakaan itu.
Kayla yang merupakan anak tunggal, terpaksa harus tinggal bersama keluarga Om nya yang merupakan adik dari ayahnya. Hanya dia lah satu-satunya keluarga yang Kayla kenal.
"Kayla, mulai sekarang tinggal sama Om dan Tante ya? Om akan biayain semua keperluan sekolah dan kuliah kamu" ucap Aldo.
"Makasih Om" kata Kayla dengan sangat lemah. Ia masih bersedih karena kehilangan kedua orang tuanya.
Tasya yang mendengar hal itu menjadi tidak senang. Ditariknya tangan Aldo agar menjauh, kemudian ia mulai mengomel.
"Kamu kok suruh dia tinggal bareng kita sih, Mas? Bikin nyusahin tahu" kesal Tasya.
"Apa-apaan sih kamu, bagaimana pun dia kan ponakan aku" bela Aldo.
"Tapi dia kan bukan ponakan asli kamu! Kakak kamu itu dan istrinya kan nggak bisa punya anak. Dia itu cuma anak angkat doang, kamu harus ingat itu, Mas".
"Diam Tasya!" bentak Aldo.
"Aku sudah menganggapnya sebagai keponakan kandungku sendiri. Jadi jangan pernah menyebutkan anak angkat lagi, apalagi didepan Kayla. Kalau kamu berani kasih tahu Kayla, kamu akan menanggung akibatnya. Ingat itu" ancam Aldo.
Tasya tidak berani membantah lagi. Dengan sangat terpaksa, ia harus menerima Kayla untuk tinggal bersama keluarganya. Aldo dan Tasya kembali menemui Kayla, setelah pertengkaran singkat mereka.
"Kay, kamu bisa tinggal bareng Tante dan Om ya. Jangan sungkan. Susun semua baju yang mau kamu bawa, kita pergi sekarang" ucap Aldo.
"Iya, kamu bisa tinggal bareng kami. Tapi ingat, kamu harus beres-beres rumah dan masak, hitung-hitung balas budi" timpal Tasya.
Aldo menatap tajam ke arah Tasya, karena tidak setuju dengan perkataan istrinya itu. Namun, Tasya malah terlihat cuek dan tidak peduli dengan tatapan dari Aldo.
"Iya Tante. Kayla akan bersih-bersih kok dan juga masak" kata Kayla.
"Bagus. Gitung dong. Ya sudah ayo kita pergi, nggak usah lama-lama sedihnya. Bikin hilang mood aja".
Setelah mengatakan hal itu, Tasya berjalan duluan ke mobil bersama Revan. Sedangkan Aldo, mencoba menahan emosi dengan sikap semena-mena istrinya itu.
"Maafin Tante Tasya ya Kayla. Dia memang begitu orangnya" kata Aldo.
"Iya nggak apa-apa kok, Om" ucap Kayla, mencoba tersenyum.
Sebenarnya di dalam hatinya terasa sakit. Bagaimana tidak, disaat ia kehilangan dua orang yang paling ia sayangi, Tasya malah menyuruhnya untuk berhenti bersedih, seakan tidak mengerti rasa
sakit yang dialaminya sekarang.
Namun, demi kelangsungan hidupnya, Kayla mencoba menerima semua kebencian yang diberikan Tasya kepadanya.
Flashback off
Tidak terasa, taksi yang dinaikinya telah berhenti sampai ke tujuan. Kayla langsung tersadar dan akhirnya turun dari taksi setelah selesai membayar.
Dilihatnya mobil Aldo sudah terparkir di garasi, yang menandakan mereka telah sampai lebih dulu di rumah.
Dengan langkah gontai, Kayla masuk ke dalam rumah. Baru saja ia sampai di ruang tamu, ia langsung dicegat oleh Aldo yang telah menunggunya sedari tadi. Ditariknya tangan Kayla, memasuki gudang kecil yang cukup sempit.
Kini keduanya saling berhadapan. Deru napas keduanya terdengar jelas karena jarak yang begitu dekat.
Kayla yang masih syok hanya bisa terdiam menatap ke arah Aldo. Tanpa sadar air matanya kembali menetes. Entah kenapa ia merasa tenang saat menatap wajah Aldo. Entah sejak kapan juga, perasaan suka kepada Om nya mulai tumbuh.
"Jangan menangis, Kay. Maafin Om ya" lirih Aldo.
"Kita tidak bisa melanjutkan semua ini, Om. Sebaiknya aku menggugurkan bayi ini. Aku tidak bisa merusak rumah tangga kalian, aku takut Tante Tasya berbuat macam-macam, Om" ujar Kayla, sambil terus menangis.
Aldo langsung menyeka air mata Kayla dan memegang wajah wanita didepannya itu dengan kedua tangannya. Ditatapnya mata cokelat Kayla, mencoba mengatakan bahwa ia sangat tulus kepadanya.
"Tolong jangan pernah menggugurkan bayinya Kay. Bayi kita".
Aldo terlihat mulai berkaca-kaca. Ia tahu ini hal yang salah, selama ini ia selalu menganggap Kayla keponakan kandungnya dan selalu membuang jauh-jauh fakta bahwa Kayla sebenarnya anak angkat kakaknya. Namun, saat hatinya mulai yakin bahwa wanita yang dicintainya sekarang adalah Kayla dan bukan lagi Tasya, ia ingin mengakui fakta bahwa mereka bisa menikah karena bukanlah keluarga yang sebenarnya.
"Kita sedarah, Om. Om nggak pikir tentang nasib bayi kita? Kalau dia cacat gimana?".
"Tidak akan Kay, percaya sama Om".
"Kenapa tidak akan?" tanya Kayla.
"Karena..."
Aldo menghentikan perkataannya, ia terlihat memikirkan alasan apa yang cocok untuk dikatakan kepada Kayla. Pasalnya, ia tidak ingin Kayla mengetahui fakta yang sebenarnya, karena ia takut Kayla akan kembali bersedih mengingat orang tuanya.
"Karena aku tidak percaya dengan kecacatan anak hanya karena hubungan sedarah" ucap Aldo beralasan.
"Terserah, aku mau keluar. Minggir, Om".
Aldo menahan pintu, agar Kayla tidak bisa keluar.
"Om minggir. Om mau aku teriak biar Tante Kayla dengar?" ancam Kayla.
"Coba saja kalau kamu berani. Kamu pasti tahu kan siapa yang akan dibela Tasya" balas Aldo.
Kayla berhenti mencoba keluar, ia terdiam setelah mendengar perkataan Aldo yang ada benarnya.
"Om mohon sama kamu, jangan pernah mencoba menggugurkan bayi kita. Dia tidak salah Kay, jadi tolong jangan pernah berpikir lagi untuk menggugurkannya, Om mohon" ujar Aldo.
Kayla terdiam cukup lama, kemudian ia mengangguk tanda setuju.
Melihat hal itu, Aldo merasa senang. Dipeluknya tubuh Kayla begitu erat membuat Kayla terkejut.
Mereka bisa mendengarkan detak jantung masing-masing, dan entah siapa yang memulai duluan, bibir mereka telah bertemu.
Terjadilah ciuman hangat di sebuah gudang kecil.