Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 8
..."Kau bisa menutup matamu dari hal-hal yang tidak ingin kau lihat. Tapi kau tak bisa menutup hatimu dari hal-hal yang tak ingin kau rasakan."...
...NADIRA QUEENSHA CANDRADINATA...
...****************...
Sudah 1 Minggu sejak kepulangan Varo dan sudah terhitung 5 hari ia masuk sekolah, kepopuleran nya di sekolah semakin menonjol, dan selama itu Rara masih belum mengetahui siapa Varo sebenarnya, Ntah karena Rara yang terlalu cuek dengan orang yang tidak ia kenal, atau karena keadaan yang memang belum mempertemukan mereka kembali.
Sejak hari pertama Varo masuk, Memang Rara tak pernah lagi peduli tentang anak baru yang popularitas nya sedang naik di sekolah itu, Namun Varo diam-diam selalu memperhatikan Rara saat disekolah.
Salama itu juga,Jihan lah yang selalu menjemput Rara kesekolah atas permintaan Varo. Jujur saja dia belum siap untuk bertemu secara langsung dengan Queen nya. Cukup dengan melihatnya dari jauh varo sudah merasa tenang saat ini.
Hari ini, hari saptu dan Jihan bangun kesiangan membuat gadis berusia 16 tahun itu kalang kabut kesana kemari di dalam kamarnya.
" Dek kamu Sudah seperti setrikaan tau gak, Mondar-mandir seperti itu sejak tadi" Ucap Varo yang berdiri didepan pintu kamar Jihan sambil bersandar dan memasukan kedua tangannya kedalam saku.
" CK, bukannya bantuin malah mengejek" Gerutu Jihan sambil memasukan buku-buku pelajarannya kedalam tas.
" Makanya jangan kebanyakan Nonton Drakor, lihat deh awas saja kalau sampai nilai kamu turun " Ancam Varo membuat Jihan kesal.
" Iya,iya bawel ih Abang, Udah sana keluar gih tunggu aja dibawah, Sebentar lagi aku nyusul, Atau....." Usir Jihan mengancam balik Varo, Sudah kesiangan di tambah lagi mendengar ocehan Varo membuatnya semakin kesal sampai melupakan ia sudah harus menjemput Rara sejak tadi.
Baru aja Jihan teringat dan ingin memanggil Varo, karena di jam segini jika ia tidak menjemput Rara lebih dulu pasti gadis itu akan menghampiri kerumahnya.
" Bang, Abang !" Cepat-cepat Jihan memakai sepatunya dan meraih tas sekolah yang ia sampir kan di pundaknya, dengan cepat ia berlari menyusul Varo yang sudah pergi karena ia usir tadi.
" Semoga saja Rara belum kesini " Gumam Jihan sambil sedikit berlari menuruni anak tangga.
Varo berjalan dengan santai kearah meja makan sambil memainkan ponselnya, Ia melangkah menghampiri Jen yang sedang menata Sarapan diatas meja.
" Pagi bunda " Ucap Varo sambil mencium pipi Jen singkat dan Tersenyum manis.
Jen terkejut melihat Varo yang datang dengan santainya tanpa memperhatikan seseorang yang sedang melihat ke arah mereka dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Varo menatap jen penuh tanda tanya, Karena melihat respon Jen yang terkejut dan bahkan tidak membalas sapaannya.
Jen menatap Varo dan kemudian melihat ke arah Gadis yang sedang menunggu Jihan sejak tadi, Varo mengikuti pandangan mata Jen dan betapa terkejutnya dia melihat Rara yang sedang berdiri terpaku melihat Varo dan juga Jen.
' Queen ' Gumam Varo dalam hati, Ia terperanjat melihat gadis itu ada dihadapannya saat ini, bahkan ia tak pernah menyangka akan bertemu Rara dengan cara seperti ini, Ia melupakan jika hari ini Jihan kesiangan tentu saja Rara pasti akan kesini menjemput adiknya itu.
'Bunda ? Bukankah dia siswa baru yang waktu itu? Kenapa dia ada disini ? lalu tadi...' Banyak sekali pertanyaan yang ada dibenak Rara saat ini, namun mulutnya seakan terkunci dan tak sanggup untuk bertanya apapun saat ini
Tubuh Varo dan Rara sama-sama terpaku dengan pandangan yang sulit diartikan.
Sampai Jen memecahkan keheningan dan kecanggungan saat ini.
" Rara, sayang maafin bunda yang tidak memberi tahu mu sejak awal, jika Varo telah kembali" Jen menghampiri Rara dan menggenggam tangan gadis itu, Benar Jen merasa bersalah, namun mau sampai kapan masalah dihindari, jika seperti ini terus tidak akan pernah ada ujungnya bukan?.
" Va...Varo" Gumam Rara terbata, ia bahkan tak pernah menyangka, Jika Pemuda dihadapannya ini, yang bahkan sudah satu Minggu ini dekat dengannya dan dirinya tidak tau jika pemuda itu adalah pemuda yang sangat ia rindukan.
" Iya, Varo sayang! Maaf, Tapi jika kau tidak ingin bertemu dengannya, Biarkan dia tinggal di apartemen maka kalian tidak akan bertemu , setidaknya biarkan dia tinggal di negara ini. " putus Jen yang sangat khawatir melihat raut wajah Rara yang syok, Ia takut jika Rara akan seperti dulu berbicara kasar pada Varo dan mengusirnya, jika hal itu terjadi maka akan menjadi luka yang kedua untuk putranya.
Sebelum itu terjadi lebih baik Jen mengalah, karena setidaknya dengan begitu walau tak satu rumah, mereka masih dekat.
Rara menutup mulutnya tak percaya, Mata gadis itu berkaca-kaca dan tak tertahan lagi, air matanya mengalir membasahi pipi mulusnya.
" Tidak.. Tidak !" Gumam Rara sambil menggelengkan kepalanya.
Varo sudah tertunduk tak berani menatap Rara, ia bahkan tidak sanggup melihat Rara menangis Seperti itu.
" Queen, Maaf !!" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Varo, Ia memutuskan untuk pergi dari sana, Ia merasa mungkin selamanya Rara tidak ingin bertemu dengannya.
Varo berbalik dan melangkah hendak pergi dari sana, Namun Dekapan seseorang yang terasa hangat dan nyaman menghentikan langkah kakinya.
" Jangan, Jangan pergi !! Tidak, Aku tidak ingin kau pergi lagi, Maaf" Ucap Rara sesegukan sambil mendekap tubuh Varo dari belakang.
Deg
Jantung Varo terpacu lebih cepat, Apa ini? Bahkan rasa yang ia rasakan saat ini tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata, Terkejut? tentu saja karena ini tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan. Bahagia? Tentu saja ia sangat bahagia, Apa lagi yang ia inginkan sekarang ? Queen nya telah kembali dan memaafkannya.
Varo Melepas tangan Rara dan berbalik menatap gadis itu, Rara tertunduk tak berani menatap Varo, ia merutuki kebodohannya karena memeluk Varo tiba-tiba, Bagaimana lagi, ntah mengapa ia Refleks melakukan hal itu, melihat Varo yang hendak melangkah pergi meninggalkan nya lagi, Seperti separuh jiwanya yang hendak menghilang kembali setelah baru saja ia merasakan kesempurnaan untuk jiwanya yang kosong selama ini.
Varo meraih dagu Rara agar gadis itu menatapnya, dilihatnya wajah cantik itu lekat lekat, Wajah yang selama ini hanya ia lihat dari Foto, dan belakangan ini wajah itu sering ia lihat dari jauh, namun saat ini, wajah gadis yang ia rindukan sekarang ada dihadapannya, dan sedekat ini dengannya.
Tanpa berkata apapun Varo merengkuh tubuh Rara dalam dekapannya, Jen yang melihat itu tersenyum lega, apa yang ia khawatirkan tidaklah terjadi, melihat anak-anak berkumpul dengan damai, Itu adalah kebahagiaan yang sempurna untuk Jen saat ini.
" Abang, Abang, Ab... bang" Seruan Jihan terhenti saat melihat 2 orang yang saling berpelukan, Jen meletakan jari telunjuknya pada Jihan dan Derren yang ternyata ada di belakan anak gadisnya itu, menyuruh mereka untuk tidak berbicara apapun.
Vino yang juga baru datang dari kamarnya pun cukup terkejut, namun ia dengan cepat menetralkan keterkejutan nya dan Tersenyum tipis melihat Varo dan Rara sudah berbaikan.
.
.
.
.
.
Bersambung
Ciee yang udah baikan
Hai dukung terus karya author. Dengan cara like, Komen n Vote.
Yang mau ngobrol ngobrol bareng author dan teman-teman lainnya, bisa masuk grub dan menyertakan alasan kalian untuk bergabung Disana.
Disana kalian bisa tanya tentang apapun, Bebas, Tidak ada larangan namun harus sopan dan no tonix. Oke!!!
Happy Reading gays.
See you.
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......