NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:803.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: ZiOzil

Cerita ini diangkat dari sudut pandang yang bebeda, dengan alur kehidupan sehari-hari.
Dan menyebabkan kebaperan. Semoga banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini.

Amanda, gadis cantik dan lembut. Harus terikat hubungan terlarang dengan pria beristri yang bernama Satria. Berawal dari pertemuan tak sengaja dan hutang budi, akhirnya mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan yang tak semestinya.

Akankah mereka bersatu? Atau malah berpisah.

IG : nona_vie90
FB : Nevi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa lalu dan alasan

Aku sedang bersiap, kali ini aku tidak boleh lupa dengan janjiku kepada Dimas, aku tak ingin membuatnya kecewa lagi.

Aku sedang duduk di depan meja hias, ku pandangi wajahku dari pantulan cermin, aku sadar wajahku biasa saja bahkan jauh dari kata sempurna. Seketika memori otakku memutar satu kejadian menyakitkan dua tahun silam, dimana aku mendapatkan penghinaan sekaligus melihat seseorang yang aku cintai bersama wanita lain.

Flashback on ...

Aku yang kala itu baru saja bekerja di toko Choco Cake and Bakery mendapat tugas mengantarkan pesanan cake ultah ke sebuah kamar hotel, biasanya ini tugas kurir, tapi karena ini cake dengan banyak cream, jadi aku harus membantu untuk membawanya agar cake itu tidak rusak.

Sepanjang jalan menuju hotel, aku tersenyum sendiri membayangkan betapa romantisnya pasangan yang memesan cake ini. Si wanita memesan cake untuk surprise pasangannya, aku jadi teringat dengan kekasihku yang juga berulang tahun hari ini. Tapi aku tak bisa memberikan cake semahal dan sebagus yang ada di pangkuanku ini kepadanya, paling hanya ucapan dan doa, karena aku tidak memiliki uang untuk membelinya.

Aku tiba di hotel dan segera menuju kamar yang dimaksud, ku ketuk pintu kamar itu dengan pelan, tak lama kemudian seorang wanita cantik yang hanya memakai selimut ditubuhnya membuka pintu.

"Permisi, mbak ... ini cake pesanannya." Aku menyodorkan cake itu dengan sopan.

"Oh ... kalau begitu kamu masuk dan tolong letakkan cake di atas meja itu ya. Jangan lupa letakkan lilinnya, saya mau ambil pakaian dulu." Ucap wanita itu sambil menunjuk salah satu meja tak jauh dari ranjangnya. Wanita itu tengah sibuk memegangi selimut yang melilit tubuh polosnya agar tidak jatuh.

Ragu-ragu aku melangkah masuk, ku edarkan pandangan, netraku menatap ranjang yang berantakan, sepertinya habis terjadi pergulatan panas di sana. Ku letakkan cake itu di atas meja yang dimaksud wanita tadi, kubuka kotaknya agar bisa menancapkan lilin di sana.

Aku sedikit terkejut dengan tulisan di cake itu HAPPY BIRTHDAY VANDI SAYANG. Nama itu sangat tidak asing untukku, mendadak jantungku berdetak cepat, pikiran-pikiran buruk mulai berkeliaran di otakku, tapi segera ku tepis. Berusaha men-sugesti hati dan pikiranku kalau nama itu tidak hanya satu di dunia ini, mungkin kebetulan saja sama.

Tapi ternyata sugesti ku salah saat seorang pria keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di pinggangnya.

"Sayang, kamu kemana sih? Katanya mau mandi bareng aku?" Pria yang tak asing bagiku berteriak memanggil wanita tadi dengan begitu mesra.

"Evan ...?" Hanya itu yang sanggup terucap pelan dari bibirku yang mulai kelu. Mataku mendadak panas dan dengan cepat cairan bening menggenangi nya. Dia kekasihku.

"Kau ...?" Evan pun tak kalah terkejutnya denganku.

"Kau mengenalnya, sayang?" Wanita tadi sudah memakai pakaiannya dan bergelayut manja di lengan kekasih brengsek ku itu.

"Oh ... ti ... tidak ...! Aku tidak kenal, sayang!" Evan berbohong. Dia tega mengatakan tidak mengenalku, kekasih yang sudah setahun ini menemaninya.

"Kirain kenal. Mungkin saja dia mantan pacarmu?" Wanita itu melirik sinis kepadaku.

"Ah ... mana mungkin, seleraku tidak serendah dia." Evan menghinaku dengan begitu kejam. Dan aku hanya berusaha menahan sakit dan air mataku.

"Ya, sudah ... happy birthday ya sayang." Wanita itu dengan tidak tahu malunya mencium bibir Evan. Tapi Evan tidak membalasnya, dia terus menatapku dengan penuh arti.

"Ma ... maaf, mbak ... bayarannya." Aku berusaha menahan air mataku yang sudah memaksa untuk jatuh, dadaku sesak rasanya. Sakit dan marah, itu lah yang saat ini aku rasakan melihat kekasih yang aku cintai bermesraan dengan wanita lain.

"Oh ... iya, aku sampai lupa! Ini bayarannya dan ini tip untuk kamu. Terima kasih ya." Wanita itu memberikan beberapa lembar uang seratus ribu. Aku menerimanya dengan tangannya yang gemetar.

"Terima kasih, mbak! Saya permisi." Aku segera berlalu dari pemandangan menjijikkan itu, air mata yang sedari tadi ku tahan akhirnya jatuh juga. Aku terus berjalan dengan deraian air mata yang membasahi pipiku, ku abaikan orang-orang yang memandang aneh kepadaku. Hanya ini caraku meluapkan rasa sakit dan kesedihanku. Aku tak sepenuhnya menyalahkan Evan, aku sadar setiap manusia pasti ingin mendapatkan lebih. Begitu juga dengan Evan, wanita itu lebih cantik dan menarik dariku, badannya bagus dan pastinya dia orang kaya, bukan seperti aku si remahan kerupuk ini. Tentu saja Evan lebih memilihnya daripada aku, tapi apa harus dia menghinaku begitu?

Setelah kejadian itu, Evan pernah beberapa kali menghubungiku, bahkan dia pernah menemui aku untuk minta maaf. Dia bilang hanya mencintaiku, tapi dia berselingkuh dengan wanita lain. Aku sungguh tak bisa memaafkannya. Lalu Evan menghilang, dan aku tak tahu kabarnya lagi.

Flashback off ...

Tanpa terasa air mataku jatuh kala mengingat kejadian menyakitkan itu, walaupun sudah berlalu dua tahun tapi sakitnya masih terasa.

Ku seka air mataku, ku poles lagi bedak agar menutupi jejak air mata di pipiku. Tersenyum ... itulah yang selalu aku lakukan untuk menutupi rasa sakit ku.

"Nak, di luar ada nak Satria. Cepat kamu temui! Ayah mau ke kamar dulu." Tiba-tiba suara ayah mengagetkanku, untung saja aku sudah berhenti menangis, kalau tidak ayah pasti cemas. Tunggu ... kata ayah ada Satria? Mau apa lagi lelaki itu datang?

"Iya, yah!" Dengan perasaan heran aku segera beranjak menemui Satria yang sudah duduk di ruang tamu.

"Kau ...? Ada apa kesini?" Aku langsung mencecarnya dengan pertanyaan.

"Aku ingin makan tongseng daging yang kau buat semalam, aku sudah beli bahan-bahanya." Ucap Satria sambil menyodorkan sebungkus belanjaan. Ya ampun ... apa-apaan sih lelaki ini?

"Apa ...? Tapi aku sudah ada janji pergi dengan Dimas! Kau kan sudah tahu itu?" Aku mencak-mencak, tak habis pikir dengan kelakuan Satria.

"Aku lapar sekali! Aku belum makan dari siang." Satria mengadu seperti anak kecil.

"Kau kan bisa membelinya di restoran, kenapa harus merepotkan aku sih?"

"Aku maunya kau yang memasak! Di restoran tak ada yang seenak buatanmu." Apa dia sedang memuji masakanku? Mendadak aku tak tega melihat wajah penuh harapnya. Aaaahh ... kenapa wajahnya semakin tampan kalau memelas begini?

"Tapi aku akan pergi dengan Dimas, pasti tidak keburu kalau harus memasak lagi. Bagaimana dong ...?" Aku tertunduk frustasi, bingung harus berbuat apa?

"Kau bisa pergi setelah memasak untukku! Aku tidak memintamu menungguku sampai selesai makan. Bagaimana?" Satria mencoba untuk bernegosiasi denganku.

"Tapi kami bisa kemalaman kalau menunggu aku selesai memasak. Kau ada-ada saja!" Aku mencebik kesal.

"Kalau begitu cepatlah mulai memasak, jadi tidak buang-buang waktu. Aku akan membantumu, agar cepat selesai." Satria beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur dengan membawa belanjaan yang dia bawa tadi.

Aku hanya menghela nafas melihat tingkah aneh lelaki ini. Kenapa dia senang sekali membuatku keki?

Kami belum lama saling kenal, tapi dia bisa bersikap seolah-olah sudah mengenalku bertahun-tahun. Akhirnya aku pasrah dan mengikuti permintaannya.

***

Like dulu ya sayang akuh ...💜

1
Eda
mungkin cincin
Christy Ling
bagus 👍👍👍
PUJIWIDODO 18
bagus critanya
milkk_uuuu
hmm
Mita Karolina
Lha biyen di pilih,,,inilah kalau nikah modal cuma cinta,,,tp iman lemah
Kelly Lim
bagus ceritanya
Sulistyawati
wah sama kok saya juga curiga sich sama si Dimas
Kar Genjreng
mampir nanti ku teruskan bacanya ya Thor
Momy Ida 🌹
Hallo kakak autor, salam kenal saya Momy Ida 🙏. Saya akan mendubbing novel kakak ini ☺ semoga kakak suka dengan pembawaan saya ya, mohon dukungannya juga nanti di Audiobooknya 🌹 terima kasih.
Author Gabut.: hai kak, wah senang sekali. tapi apa tidak perlu saya rapikan dulu tulisannya?
total 1 replies
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
Sulati Cus
klu sudut pandang ku sih tetep salah kewajiban suami membimbing istri jk istri salah jgn membenarkan diri sendiri dg nyari kenyamanan pd wanita lain wajar disebut pelakor lah wong dia msh sah suami orang ng jika emang udah g sanggup bertahan y lepaskan ceraikan baru kau cari wanita lain jika udah status duda sah2 aja mau deket sama sp aja warning selingkuh biasanya akibat dr keenakan curhat sm lwn jenis jd selesai kan urusan RT mu dulu jika g mau wanita mu di sebut pelakor.
Sulati Cus
😂😂😂😂😂gitu y?
Mawar berduri
sngkat padat jelas & hapy ending. terima kasih
Riska Wulandari
apapun alasannya berhianat adalah salah,,jika sudah tidak nyaman dgn pasangan bukankah lebih baik d akhiri daripada saling menyakiti??
Sulati Cus: bener nih g mau di sebut pelakor pdhl jelas status si pria msh suami orang apapun alasannya hrsnya tunggu sp dia cerai keliatan jika si cewek g laku sm yg msh bujang😂
total 1 replies
Fransiska Siba
makanya jadi cewek itu harus tahu arti Terima kasih
NUR(V)
aku sedih aku terhanyut dengan ceritamu kak tak terasa aku juga menyumbangkan air mata ku.... 😭😭😭😭
NUR(V)
satria kamu kayak orang yang baru jatuh cinta aja 🤣🤣🤣
NUR(V)
satris knpa gak ceraikan aja sih si renita kelakuanya dah kayak gitu kenapa kamu masih bertahan.... 😣😣😣
NUR(V)
renita jangan kau sampai menyesal kemudian 😔😔😔
NUR(V)
cuma ada di novel orang kaya mau bayar hutang orang yang baru dikenal,, kalau didunia nyata mana ada mas satria kamu baik banget sihhh.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!