NovelToon NovelToon
SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

(Tokoh utama Pria+Wanita)

Raka Pradipta adalah seorang suami yang selama menikah hanya menjadi alat penghasil uang bagi keluarga istrinya, ia di paksa membiayai kehidupan seluruh keluarga istrinya. Tapi karena rasa cinta yang sangat besar Raka menjalani kehidupannya dengan sepenuh hati tanpa mengeluh sedikitpun. Namun, ketika sebuah kenyataan pahit menghantamnya, rasa sayang yang selama ini hanya ia simpan untuk istrinya lenyap seketika ketika istrinya lebih memilih berkhianat dengan seorang pria yang lebih segalanya darinya, Raka pun di paksa menceraikan sang istri lalu ia di usir tanpa hormat oleh keluarga istrinya itu.

Namun, tak ada yang menyangka jika Raka adalah seorang anak dari penguasa jaringan bisnis di negaranya, dan apakah identitas aslinya itu akan di ketahui keluarga mantan istrinya?

ayo simak cerita baru author yang satu ini, semoga para reader suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Percakapan singkat yang hangat

Beberapa menit kemudian, setelah dokter kembali memastikan kondisi Jono stabil dan obat pereda nyeri mulai bekerja, suasana ruang rawat perlahan menjadi lebih tenang.

Jono kini tampak jauh lebih rileks meski wajahnya masih pucat, satu lengannya terbalut perban tebal sementara selimut rumah sakit menutupi sebagian tubuhnya.

Raka berdiri di dekat jendela kamar sambil menatap layar ponsel beberapa detik, membaca laporan singkat yang terus masuk dari tim keamanan. Sorot matanya tetap tenang seperti biasa, tetapi tatapannya jauh lebih tajam karena kejadian ini.

Akhirnya ia mematikan layar lalu menoleh pada Jack. “Tempatkan orang di depan kamar ini,” ucapnya tenang. “Dua orang berjaga bergantian sampai besok.”

Jack langsung mengangguk. “Baik, Tuan muda.”

Raka melirik salah satu pengawal yang berdiri tidak jauh dari pintu. “Kau tetap di sini malam ini, jangan biarkan orang asing masuk tanpa izin.”

“Siap, Tuan muda.”

Jono langsung mengangkat alis. “Wah...” gumamnya pelan. “Aku tiba-tiba merasa jadi orang penting.”

“Kau ditembak karena duduk di sampingku,” jawab Raka datar. “Aku tidak ingin kejadian tadi terulang.”

Kalimat itu membuat Jono terdiam sepersekian detik sebelum terkekeh kecil. “Kalau begini aku jadi takut menolak tawaran kerjamu,” gumamnya pelan. “Belum masuk kerja saja sudah mendapat fasilitas VIP dan pengawal.”

Selina yang berdiri di dekat sofa kecil langsung menahan senyum samar. “Anggap saja bonus perekrutan,” balasnya ringan.

Jono menoleh cepat lalu tertawa kecil. “Nah, yang ini jauh lebih ramah daripada bos besar.”

“Jangan terlalu banyak bicara,” sahut Raka singkat.

Suasana kembali dipenuhi keheningan ringan sebelum akhirnya Raka melirik jam tangan.

“Kau istirahat,” katanya pada Jono. “Besok pagi aku kembali.”

Jono mengangguk kecil, ekspresinya mendadak sedikit lebih serius.

“Raka.”

Raka menghentikan langkah. “Hati-hati,” ucap Jono pelan. “Kalau benar ada orang yang sengaja mengincarmu... berarti masalahmu lebih besar daripada yang kupikir.”

Raka menatapnya beberapa detik sebelum mengangguk kecil. “Tidur saja.”

Setelah memastikan semuanya aman, Raka dan Selina akhirnya keluar dari ruang rawat bersama Jack.

Koridor rumah sakit malam itu terasa lebih sunyi, hanya suara roda troli medis dan langkah kaki beberapa petugas yang terdengar samar.

Begitu sampai di area parkir VIP, Jack berhenti di dekat Bugatti hitam milik Raka yang kini tampak jauh berbeda, lubang peluru di bagian kaca depan masih terlihat jelas, serpihan kaca kecil masih tersisa di beberapa sudut kendaraan.

Jack mengeluarkan ponsel lalu memotret beberapa bagian kendaraan secara detail, termasuk arah retakan kaca dan titik masuk proyektil.

“Dokumentasi untuk bukti,” ucapnya singkat sambil memperbesar hasil foto. “Kemungkinan juga dibutuhkan untuk laporan internal keamanan.”

Raka mengangguk kecil.

“Mobil ini langsung saya bawa ke bengkel khusus setelah selesai diamankan,” lanjut Jack. “Kami akan memastikan tidak ada alat pelacak atau sesuatu yang ditanam di kendaraan ini, tuan muda.”

Tatapan Raka bergerak singkat ke arah mobil sebelum kembali tenang. “Periksa semuanya.”

“Baik, Tuan muda.”

Selina yang sejak tadi berdiri beberapa langkah di belakang baru sadar sesuatu. “Lalu kamu pulang pakai apa?” tanyanya spontan.

Raka menoleh pelan, beberapa detik ia terdiam sebelum Selina berdeham kecil dan buru-buru membuang muka.

“Maksudku...” katanya cepat. “Mobilku masih di sini.”

Jack menundukkan kepala sedikit, jelas memahami situasi lebih cepat daripada siapa pun.

“Saya bisa membawa mobil Tuan muda ke bengkel,” ujarnya profesional. “Kalau tidak keberatan, Tuan muda bisa pulang bersama Nona Selina.”

Selina langsung membetulkan posisi tas di pundaknya, pura-pura terlihat biasa saja meski ujung telinganya mulai memerah samar.

“Ya... kalau memang terpaksa,” gumamnya pelan.

Raka meliriknya sepersekian detik sebelum mengangguk kecil.

“Kau kan satu rumah denganku, astaga.”

Wajah Selina langsung memerah, ia baru ingat jika dirinya masih tinggak di mansion keluarga Pradipta.

“Hehe, maaf.”

Beberapa menit kemudian, Jack sudah masuk ke kursi pengemudi Bugatti yang rusak, sementara dua pengawal tetap berjaga di area rumah sakit.

Di sisi lain parkiran, Selina berdiri di samping mobilnya sambil memegang kunci dengan ekspresi aneh yang sulit dijelaskan.

Entah kenapa, suasana mendadak terasa sedikit canggung. “Jadi...” gumam Selina pelan sambil membuka pintu mobil. “Aku yang menyetir?”

“Kalau kau tidak keberatan,” jawab Raka tenang.

Selina mendecak kecil. “Menyebalkan sekali, bisakah nada bicaramu tidak seperti itu?”

Raka hanya terkekeh pelan saat melihat ekspresi wanita itu.

Meski begitu, tanpa sadar langkah Selina melambat sedikit, menunggu Raka masuk ke kursi penumpang lebih dulu sebelum akhirnya ia duduk di balik kemudi.

Mesin mobil menyala pelan, dan lampu mobil menerangi area parkir rumah sakit yang mulai lengang. Selina merapikan sabuk pengaman sambil melirik sekilas ke arah Raka yang duduk tenang di kursi penumpang, satu tangan bertumpu santai di dekat pintu, ekspresinya selalu terlihat tenang untuk seseorang yang baru saja nyaris menjadi sasaran penyerangan.

Beberapa detik berlalu tanpa suara, Selina menggenggam kemudi sedikit lebih erat sebelum akhirnya menghela napas kecil.

“Aku masih tidak percaya,” gumamnya pelan.

Raka melirik sekilas. “Apa?”

“Kamu hampir tertembak,” jawab Selina cepat. “Dan sekarang malah duduk seperti orang yang baru saja selesai rapat biasa.”

Raka menatap lurus ke depan beberapa saat. “Aku baik-baik saja.”

“Itu bukan jawaban,” balas Selina spontan.

Mobil mulai bergerak perlahan meninggalkan area rumah sakit, suasana malam tampak lebih sepi dibandingkan biasanya, lampu kota memantul samar di kaca depan.

Selina kembali melirik sekilas ke arahnya.

“Kamu takut?” tanya Raka tiba-tiba.

Pertanyaan itu membuat Selina sedikit tersentak.

“Hah? Siapa yang takut?” bantahnya cepat.

Raka mengangkat alis tipis.

Selina langsung mendecak kecil. “Maksudku...” ia berhenti sejenak sebelum mengembuskan napas pelan. “Ya, sedikit. Waktu kamu bilang rumah sakit, aku pikir...” kalimatnya menggantung begitu saja.

Untuk pertama kalinya sejak keluar dari rumah sakit, Raka benar-benar menoleh padanya. “Kau pikir aku terluka?”

Selina menggigit bibir bawah samar sebelum menjawab pelan, “Aku tidak tahu, kamu bicara seperti biasa, tapi suaramu terdengar aneh.”

Lalu tanpa diduga, sudut bibir Raka bergerak tipis.

“Kau ternyata memperhatikanku.”

Selina langsung menoleh cepat dengan wajah yang perlahan memerah samar. “Jangan salah paham!” balasnya terlalu cepat. “Aku hanya tidak mau Tante Shanum sakit memikirkanmu!”

Raka tersenyum. “Hm, terimakasih sudah perhatian kepadaku.”

“Aku bilang, aku hanya tidak mau tante Shanum sakit karena memikirkan anaknya yang keras kepala,” gerutu Selina pelan.

Raka terkekeh pelan, suara rendah itu terdengar singkat tetapi cukup membuat suasana mobil yang sejak tadi tegang berubah sedikit lebih nyaman.

Namun beberapa saat kemudian, ekspresi Selina kembali berubah lebih serius.

“Raka.”

“Hm?”

“Kamu benar-benar tidak tahu siapa yang melakukan ini?”

Tatapan Raka bergerak keluar jendela, menatap cahaya jalanan yang melintas cepat. “Ada beberapa kemungkinan,” jawabnya tenang. “Tapi aku belum mau menuduh siapa pun sebelum aku menemukan bukti yang cukup.”

Selina mengernyit kecil. “Apa karena perusahaan?”

“Mungkin saja.”

“Atau...” ia berhenti sesaat. “Masa lalumu?”

Raka terdiam sepersekian detik.

Pertanyaan itu membuat pikirannya bergerak cepat pada terlalu banyak kemungkinan, perusahaan, keluarga, orang-orang yang merasa posisinya terancam, atau sesuatu yang bahkan belum terlihat.

“Aku akan mencari tahu,” jawabnya pendek.

Selina menggigit bibir kecil sebelum akhirnya berkata lebih pelan, “Kalau begitu... jangan terlalu keras kepala.”

Raka menoleh tipis.

“Maksudku?”

“Kamu ini nyaris mati,” gumam Selina sambil tetap fokus menyetir. “Jangan terlalu tidak peduli dengan kejadian ini.”

Untuk beberapa saat, Raka hanya diam.

Sudah lama tidak ada seseorang yang mengatakan hal seperti itu padanya tanpa maksud lain, tatapannya bertahan beberapa detik pada sisi wajah Selina yang diterpa cahaya lampu jalan sebelum akhirnya ia berkata rendah.

“Baik.”

Selina langsung berkedip kecil lalu buru-buru membuang muka.

“Apa?”

“Katamu aku jangan terlalu keras kepala,” jawab Raka tenang. “Aku akan mendengarnya.”

Entah kenapa, jawaban sederhana itu justru membuat jantung Selina berdetak sedikit lebih cepat.

Ia buru-buru menyalakan pendingin mobil sedikit lebih tinggi. “Panas sekali,” gumamnya pelan.

Padahal udara malam jelas sedang dingin, hanya saja hatinya perlahan menghangat, setelah penantian bertahun-tahun ia akhirnya bisa leluasa mendekati sosok Raka yang sejak dulu, sulit sekali untuk di sentuh oleh siapapun sebelum akhirnya bertemu dengan Rasti dan membuat Selina marah.

1
Mio Amore
lanjut bca
kite cuhi2 waktu bace
azizan zizan
maknanya Tim it Tim pengawal yang mc punya masih di lvl amatir lah gitu... Kerna bertindak dalam sesuatu kasus perlu makan waktu yang lama... masih lemah lalu gitu mcnya...
moch fachri: tenang, bukan lemah, Mc sebenarnya dah tau siapa yang jadi dalang, cuman dia tidak bertindak sesuka hati harus cukup bukti😄
total 1 replies
azizan zizan
Thor cuma saran aja kalau boleh jangan di ulang-ulang yang sama berterusan maksud saya perkataan di bab lepas jangan di ulang lagi di bab yang baru... jadi bosan baca Thor jika perkataan yang sama di ulang terus..
moch fachri: oke aman, ntar di perbarui di setiap babnya terimakasih kak udah mampir dan memberi masukan🙏😄
total 1 replies
LANY SUSANA
dasar ibu mertua gak tau diri...
masih sj menyalahkan raka
pdhal! sjk nikah raka jd sapi perah di kel rasti, tp msh tetep diam sj
LANY SUSANA
next Thor ceritanya cukup bagus....
azizan zizan
wahh.. ini bener2 mc yang tidak berguna Nih kerana seorang perempuan jalang ia sanggup membiarkan ibunya menderita sakit memang kurang Hajar ni Nih kurang sopan kesantunan Nih orang..
moch fachri: 🤣🙏 jangan emosi kak
total 1 replies
azizan zizan
perjuangan yang sia2.. udah hidup enak malah di buang untuk jadi orang yang tolol...kasihan bodoh amat..
juwita
kenapa g di talak dm si rasti nya. tar klo tau raka holang ky malah g mau diceraikan lg
juwita
sia" perjuangan km hidup miskin raka. ternyata di selingkuhin. udh enak jd holang kaya malah mau jd org miskin. coba lah tukaran posisi sm aq. biar aq ngerasain jd org ky banyak duit🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Jono kan yang nguli bareng Raka, kan? Bukannya dia udah tahu kalau Raka pewaris Pradipta Group?
moch fachri: ceritanya dia ngelag dan belum sadar kalo sahabatnya itu pewaris, jadi otaknya kan masih mencerna itu😄
total 1 replies
♋Ichageul💞
Curiga itu mantannya pak dokter🤣
moch fachri: 🤣tidak seperti itu
total 1 replies
Erchapram
Ulat bulu datang lagi 🤔
moch fachri: biar gereget😄🤣
total 1 replies
Mio Amore
woow kurien
Dinar Keke
Bacanya langsung marathon dulu, tinggal momentary.
Hati hati Doni mending ditabung saja, kalau perlu deposito kan.
moch fachri: makasih kak udah mau mampir😄🙏
total 1 replies
LANY SUSANA
Dion sini nitip aku sj uangmu yg 10 juta ya
hati 2 lo ilang, lagian raka bukannya kasih ATM sj lbh simpel ya, ni dion pergi2 bw uang banyak lo, takutnya di smbil. nenek. lampir
♋Ichageul💞: Jangan, takutnya investasi bodong🤣🏃🏃🏃
total 2 replies
Mio Amore
apakah rasti mulai galau
moch fachri: rasti nanti galaunya pas liat Raka bawa bugatti🤣
total 1 replies
Mio Amore
lanjut
♋Ichageul💞
Iyalah nikah aja sama Selina, aku dukung
LANY SUSANA: aku juga dukung...
jodoh yg tertunda ni selama
sjk dulu di jodohin raka nolak tp selama udah cinta 😍
total 1 replies
LANY SUSANA
semoga lancar proses nya dan uang yg di beri unt dion ga di kasih ortu
siap2 ya farhan km nanggung hutang jel rasti🤣🤣🤣puyeng puyeng deck km
♋Ichageul💞: Doni, kenapa jadi Dion🤣
total 1 replies
Mio Amore
rehat sejenak bca nya nnti ta lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!