Ketika cinta harus diakhiri karena syarat dari kedua orang tuanya yang mendambakan seorang menantu hafiz Al'quran.
Dan aku terpaksa menikah dengan perempuan lain yang tidak aku cintai karena hutang jasa.
Bagai mana kelanjutannya simak ceritanya di novel. CINTA TERHALANG 30 JUZ AL'QURAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9. Bertemu Arumi
Pagi-pagi sekali, terlihat Deril sudah siap, dia memakai pakaian casual, dia tidak memakai pakaian formal, karena dia tidak berencana kekantor hari ini.
Deril akan ketempat orang yang Re bilang tadi malam, dan Deril berencana akan mencari sampai Ariel ditemukan, jika hari ini dia tidak menemukan Ariel, namun Deril berharap ada secercah informasi lain yang akan membawanya bertemu Ariel Adiknya.
Deril melihat keruang makan, yang nampak masih kosong, lalu dia kekamar Mamanya, dia melihat Mamanya masih tertidur.
Ariel tidak mengusik Nyonya Rita, dia menutup pintu pelan-pelan sepelan mungkin, agar Nyonya Rita Mamanya tidak terbangun.
"Bik, nanti kalau Mama bangun, bilang aku hari ini tidak kekantor ya, aku ingin mencari Ariel sehari penuh."
"Oh ya satu lagi, tolong jaga Mama, dan kalau dia tidak mau makan, tolong bujuk dia." Ujar Deril lagi diangguki oleh Bibi.
"Baik Den." Jawab Bibi, yang juga sangat perhatian pada majikannya itu.
Bik Sumi juga sangat khawatir pada Nyonyanya, karena Nyonya Rita sangat baik padanya, Bik Sumi juga takut kalau Nyonya Rita jatuh sakit karena terlalu berpikiran dan tidak nafsu makan.
Setelah berbicara dengan Bibi, Deril langsung keluar, dia mengemudi mobilnya kerumah Re terlebih dahulu.
***
Disisi lain Ariel sesudah pulang dari musholla bersama Pak Imran, dia tidak masuk kerumah.
Ariel memilih berjalan-jalan, dia ingin menikmati suasana kampung, dia sudah beberapa hari di kampung ini tapi tidak pernah berjalan-jalan karena terbaring saja dikamar.
Ariel berjalan menelusuri jalan utama kampung itu, dia melihat-lihat apa saja yang ada dikampung yang sekarang menjadi tempat tinggalnya.
Aril berjalan pelan karena dia ingin menikmati pandangan sawah dan juga kebun dikampung itu yang terlihat sangat indah baginya.
Dibelakang Ariel ada dua pemuda yang bertato menaiki motor Yamaha King berlaju sedikit kencang.
Sedangkan didepan Ariel ada sebuah motor matic yang dinaiki oleh seorang gadis.
Kedua motor itu melintas disisi Ariel yang sudah menepi, namun motor king yang dinaiki oleh pemuda itu mengambil jalan berat sebelah.
Dan itu membuat motor matic yang dinaiki oleh gadis cantik itu menjadi oleh karena sudah terlalu tepi sehingga membuat motor gadis itu jatuh ke parit.
Gadis itu berteriak terkejut karena motornya jatuh, sedangkan kedua pemuda itu tidak peduli, keduanya tetap melakukan motornya dengan sedikit cepat.
Ariel yang melihat gadis cantik itu jatuh dia langsung menolong gadis itu, dan menarik motor gadis itu kejalan.
Ariel terkesima melihat wajah cantik itu yang memakai hijab abu-abu.
"Terimakasih mas, sudah menolongku." Ucap gadis itu. Namun tidak ada jawaban dari Ariel.
Gadis itu melihat kearah Ariel, yang melongo menatap padanya. "Mas, mas," Panggil gadis itu melambai-lambaikan tangan didepan wajah Ariel.
"Eh," Ariel tersentak, saat tangan gadis itu melambai-lambai didepan matanya.
"Mas, tidak apa-apa 'kan?" tanya gadis itu karena melihat pemuda yang menolongnya melongo tadi.
"ti...tidak, tidak apa-apa Neng." Jawab Ariel sedikit gugup. Ariel tidak pernah melihat gadis secantik ini.
Dikota Ariel tidak hanya melihat satu gadis, tetap Ariel sudah melihat ribuan bahkan jutaan gadis, namun gadis yang berhijab yang dia tolong ini sungguh sangat cantik, dan sangat berbeda dengan gadis-gadis dikota termasuk Maya mantannya Ariel.
"Terimakasih, sudah menolong ku." Ujar gadis cantik itu.
"Iya sama-sama, Neng gak apa-apa 'kan, neng tidak terluka 'kan?" tanya Ariel.
Gadis cantik itu menggeleng, karena memang benar dia tidak apa-apa, tapi hanya kotor saja sedikit, dan itu tidak jadi masalah.
"Oh ya, kenalkan, nama saya Nazriel. Saya tinggal denah keluarga saya Pak Imran dan Buk Siti " Ariel memperkenalkan diri.
"Saya Arumi, saya juga tinggal disebelah rumah Pak Imran, rumahku yang ada pondok pengajian."
"Benarkah, berarti kita tetangga." timpal Ariel lagi sangat senang karena bertetangga dengan gadis cantik seperti Arumi.
Ariel sudah membayangkan kalau dia akan selalu bertemu dengan Arumi nanti.
"Iya mas, kali begitu aku pulang dulu ya, sudah telat, takut Abi marah." Gadis itu tersenyum pada Ariel lalu pergi dari sana.
"Siapa dia, ganteng banget, Anak pak Imran, tidak mungkin, Pak Imran sama Buk Siti hanya punya satu Anak yaitu Fira, tapi pemuda itu siapa?" Arumi bingung karena tidak pernah melihat Ariel, dan juga Arumi tau kalau Pak Imran tidak punya anak selain Safira.
Tidak lama kemudian Arumi sampai dirumahnya. sedangkan Ariel masih menikmati pemandangan sawah dikampung itu.
Ariel juga masih dibayang-bayangi dengan wajah cantik Arumi yang baru hari ini dia lihat sehingga membuat dia terpaku.
***
Deril tidak memberi salam, saat sampai dirumah Re, dia langsung menolong begitu saja.
"Bro, Re, bangun ini sudah telat tau." Deril menarik selimut Re, dia tidak peduli Re tidak berpakaian atu tidak, nasib baik Re berpakaian.
"Apan sih, ganggu orang tidur aja." kesal Re lalu menarik selimut dan kembali memejamkan mata.
"Hei, bangun ini sudah siang, semalam katanya ingin kerumah orang yang melihat Ariel." Deril bersikeras mengacau Re tidur, dan membuat Re berdecih.
Re baru ingat kalau dia harus ketempat orang yang anak buahnya bilang kemaren.
Re langsung bangun dan masuk kekamar mandi, tapi sebelum masuk dia sempat berkata Pada Deril kalau dia meminta Deril menunggu sebentar.
"Kau tunggu sebentar, aku mandi dulu." Ujar Re langsung kekamar mandi.
Sedangkan Deril, menunggu Re, sembari memainkan benda pipinya. Tidak butuh waktu lama Re keluar dari kamar mandi dan segera bersiap.
Selesai bersiap, keduanya pergi ke rumah orang itu berbekal lokasi GPS yang dikirimkan oleh anak buahnya.
Dirumah Ariel, Nyonya Rita baru saja keluar dari kamarnya, sangat nampak kesedihan diraut wajahnya, langkahnya terasa berat, tubuhnya a nampak lesu, menuruni tangga saja sepertinya sudah tidak mampu.
Nyonya Rita melangkah menuruni anak tangga satu persatu dengan langkah yang berat.
Bik Sumi yang melihat majikannya sedang menuruni tangga, dia langsung menghampiri dan membantu Nyonya nya.
Bik Sumi menuntun Nyonya Rita kemeja makan, dia tidak lupa dengan perintah Deril padanya tadi.
"Nyonya mau saya buatkan minum?" tanya Bik Sumi. Nyonya Rita tidak menjawab, dia seperti termenung.
Bik Sumi tidak bertanya lagi, dia segera kedapur membuat minum untuk Nyonya nya seperti yang biasa Nyonyanya minum.
Nyonya Rita sangat terpukul, Ariel adalah satu-satunya yang ditinggal suaminya, walaupun ada Deril tapi Ariel Putra kandungnya.
Bukan Nyonya Rita membeda-bedakan, dia tetap menyayangi Deril walaupun Deril bukan Putra kandungnya.
Namun Nyonya Rita ingin keduanya bersamanya hingga dia pergi dari dunia ini untuk selama-lamanya.
"Bos, ini rumahnya." Tunjuk anak buah Re pada rumah orang yang mengaku pernah melihat Ariel.
Bersambung.
Jdi g' sabar liat si ustad itu bungkam,,
Tpi g' pa" jga sich lo mereka nikah kn mereka bkan saudara kandung
Semoga cepat ktmu y kesel aq ma ustad sombong itu..Apa ariel y pemilik kebun yg baru itu..