NovelToon NovelToon
Menikahi Presdir Sombong

Menikahi Presdir Sombong

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: RIMSS

🌷 Yenita Rahayu ~ Brian Jeremy Smith 🌷

Yenita merupakan seorang gadis dari keluarga miskin. Sejak kecil dirinya dianggap sebagai pembawa sial oleh ayah dan kakak perempuan kandungnya sendiri.

Hingga suatu hari ayahnya menjual nya pada seorang laki-laki tua kaya raya. Karena tidak bisa menerima hal itu, Yenita memilih kabur dari rumah. Namun dirinya malah menemui kesulitan yang lebih besar, yaitu bertemu dan harus menikah dengan seorang Presdir dari perusahaan Nomer satu yang terkenal sangat Dingin dan Sombong.

Apakah Yenita bisa menghadapi kesombongan sang Presdir Tampan? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIMSS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Brian

Nicko menarik Zevanya menjauhi kerumunan. Pria itu terus memasang senyum lebar kepada semua orang dan berkata bahwa dia memerlukan ruang pribadi untuk berbicara bersama Zevanya. Nicko mengabaikan ucapan selamat dari semua orang yang melihat mereka bagaikan sepasang kekasih yang baru meresmikan hubungan. Setelah merasa mereka telah berada jauh dari tempat acara ulang tahun itu berlangsung, Nicko baru berani menampakkan keterkejutan nya.

"Zevanya, ada apa ini?" Tanya Nicko.

"Maksudnya? Apa kamu ingin aku mengulagi ucapanku sayang? Iya aku mau menikah dengan mu!!" Sahut Zevanya dengan antusias.

"Ze, aku serius!! Apa-apaan ini? Apa kau dan management mu yang menyiapkan ini semua dan mengatasnamakanku?" Tanya Nicko lagi. Pertanyaan Nicko itu membuat senyum di wajah Zevanya lenyap seketika.

"Apa? Apanya yang di siapkan managementku? Apa kau sedang menyiapkam prank untukku??"

"Apa?? Maksudmu prank apa? Aku benar-benar tidak mengerti!! Sebenarnya ada apa ini? Kenapa tiba-tiba ada acara lamaran seperti ini? Apa ini bagian dari upaya untuk mengankat rating sinetron kita? Tapi haruskan sampai seperti ini?"

"Apa?? Jadi ini bukan kau yang menyiapkan?? Aku mohon jangan bercanda Nicko??" Zevanya mulai terlihat panik, dia menatap Nicko lekat seakan mencari kebenaran dalam mata pria itu.

"Apa aku terlihat bercanda?? Aku sungguh tidak tau menau soal lamaran itu?"

...****************...

Yenita tengah membersihkan aula bekas acara ulang tahun selebriti terkenal ibu kota tadi. Bersama dengan para pelayan Hotel yang bertugas malam itu, yang juga tengah mengambil bagian mereka masing-masing. Di tengah kesibukan itu, mereka masih sempat-sempat nya menyelipkan perbincangan tentang apa yang terjadi di pesta tadi.

Mulai dari mereka yang bertemu banyak sekali selebriti yang tengah hits belakangan ini, sampai kepada lamaran Nicko kepada Zevanya. Mereka berdua memang merupakan artis yang popularitas nya tengah sangat meroket belakangan ini, karena sinetron yang mereka bintangi selalu merajai dan berada di rating siar nomer satu setiap malam.

"Nicko romantis banget ya? ngelamar Zevanya kayak gitu!!!" Ujar salah satu pelayan dengan mata berbinar, sambil memeluk sapu yang ada di tangan nya.

"Iya!! Yah emang Zevanya juga cantik banget ihh!! Pantesan Nicko klepek-klepek. Tadi aku sempat ngeliat dia jelas banget loh!! Mukanya itu loh Glowing!!!" Tambah salah seorang diantara mereka dengan menggebu-gebu.

"Muka ku juga Glowing iki loh!! Gak kalah sam artis!!"

"Hualah kalau mukamu itu Glowingnya karena berminyak jum jum!!"

Mereka lalu tertawa bersama. Seakan-akan merekalah yang lebih bahagia dari pasangan yang mereka bicarakan.

"Eh tapi, gak modal banget si Nicko ngelamar nya di acara ulang tahun orang!! Bukan nya kayak artis yang lain gitu, nyiapin kapal pesiar ngelamar di tengah laut. Atau nyiapin acara yang spesial pokoknya di puncak gitu!!" Ujar Octa menanggapi obrolan teman-teman nya.

"Iya juga ya. Tapi mungkin aja Nicko maunya biar sekalian semua teman-teman artis nya ngeliat kalau Zevanya udah jadi milik dia gitu."

Saat mereka tengah asyik berbincang sembari membereskan kekacauan yang tersisa, beberapa orang berjas hitam masuk kedalam ruangan itu, di pimpin oleh seorang pria tampan.

"Bereskan semuanya!!" Ucap pria tampan itu yang tak lain adalah Eiden.

"Baik Tuan!!"

Mata Yenita terbelalak melihat sosok tampan yang tak asing baginya itu muncul disana.

"Pangeran tampanku!!!" Ucap Yenita dengan spontan. Dirinya segera menutup mulut nya dengan telapak tangan, setelah sadar apa yang di ucapkan nya barusan. "Hehehehe" Yenita cengengesan kearah segerombolan wanita pelayan yang memandangi nya dengan terheran-heran.

Yenita tak mau ambil pusing. Matanya terpaku pada sosok Eiden yang tengah berbincang dengan seorang laki-laki lain, dan terlihat sangat serius. Kening Yenita berkerut, menyadari keanehan di wajah pria tampan itu. Terdapat banyak lebam disana.

"Wah dia tampan sekali!! Bahkan dengan muka bonyok begitu saja masih tidak bisa menutupi ketampanan nya." Guman Yenita dalam hati.

Melihat Eiden yang akan segera meninggalkan aula itu, Yenita segera berlari berjalan dengan cepat dan mengikuti langkah kaki pria itu. Mengacuhkan sahabatnya yang memanggil-manggilnya.

Bagai terhipnotis Yenita terus mengikuti Eiden dengan mengendap-ngendap. Saat Eiden menyadari seseorang mengikutinya dan menoleh kebelakang, Yenita berpura-pura tenang dan tersenyum ramah layaknya pelayan di Hotel itu. Hingga Eiden memasuki kamar Sweet President Room di area yang sangat privasi dan tidak boleh di masuki oleh sembarangan orang. Maka Yenita terhenti disana sembari terus memandangi punggung Eiden dan terus mematung disana.

...****************...

Eiden kembali memasuki kamar tempat dimana Brian berada. Dirinya baru saja membereskan sisa-sisa rencananya di aula hotel, dan saat kembali kesisi Brian yang di lihatnya adalah hal yang mengerikan. Terlihat kamar itu baru saja terkena badai tsunami, benda-benda yang berada di dalam kamar itu sudah bergelimpangan dan teronggok tak beraturan. Televisi dan benda-benda berbahan kaca bahkan sudah pecah dan hancur berantakan. Brian berbaring diatas ranjang dengan tangan yang terluka, darah mengucur deras dari kedua telapak tangan nya. Melihat hal itu Eiden segera menghampiri Brian dengan sangat panik.

"Presdir!!! Presdir!!! Anda baik-baik saja?" Pekik Eiden dengan histeris.

"Pergilah!! Jangan ganggu aku!!" Brian mendorong tubuh sekretarisnya itu dengan kuat hingga Eiden hampir terjatuh.

"Presdir saya mohon tenanglah!!" Ucap Eiden.

"Brengsek!!!" Brian berteriak dengan histeris seraya kembali membanting benda-benda di sekitarnya.

Tiba-tiba terdengar suara nada dering ponsel dari saku celana Eiden.

"Ya Tuan Besar?"

"Presdir bersama saya saat ini!"

"Ya kami masih di Hotel!"

"Baik!! Baik saya akan segera membawa Presdir kesana! Baik Tuan selamat malam!! Sampai jumpa!!" Eiden mengakhiri percakapan nya dengan seseorang yang di panggilnya Tuan Besar.

"Presdir!! Tuan Besar meminta anda datang!! Beliau sepertinya melihat berita di TV tentang Nona Zevanya!" Ucap Eiden kepada Brian.

"Apa? Bagaimana mungkin kau bisa lupa untuk menjaga kakek agar tidak mengetahui berita ini? Bagaimana jika di jatuh sakit lagi? Apa kau menjadi bodoh sekarang? Ayo pergi kesana!!" Brian seperti melupakan kesedihannya ketika mendengar nama kakek nya disebut. Pria itu sudah melangkahkan kakinya hendak keluar kamar.

"Ah tapi Presdir!!"

"Apa lagi??" Brian menghentikan langkah nya dan memandang Eiden dengan tatapan membunuh.

"Itu, jika anda datang dengan penampilan seperti ini, pasti Tuan Besar akan khawatir!"

"Aahh!! Aku sampai lupa!! Baiklah aku akan menghapus riasan ini dulu!! Kau hubungi Pak Min, jangan biarkan kakek menonton berita lagi dan berita di internet!"

"Baik Presdir!! Saya akan mencari obat untuk tangan anda!"

"Iya pergilah!!" Brian kemudian memasuki kamar mandi.

Melihat Brian yang memasuki kamar mandi, Eiden bergegas keluar dari kamar itu.

"Carilah obat, Presdir teluka!!" Ucap nya pada salah satu staff sekretarisnya yang berasa di luar kamar.

"Baik Tuan!!"

Staff itu pergi hendak mencari obat namun di depan pintu lift dia melihat seorang gadis berpakaian pelayan yang termenung disana.

"Hei Nona!! Kau sedang apa disini?" Ucapnya pada gadis itu.

"Ahh ahh maaf Tuan saya hanya ingin membersihkan kamar, dan dan sa saya menunggu teman saya!" Terang gadis itu yang tak lain adalah Yenita.

"Ohh kau pelayan ya? Bisakah kau membawakan kotak P3K kesini?"

"Ah tentu saja Tuan!! Saya akan mengambilkan nya."

"Baik!! Maaf merepotkan!!"

"Tidak masalah Tuan, ini tugas saya!!"

"Baiklah antarkan kedepan kamar yang itu ya"

"Baik Tuan!!"

.

.

.

.

1
Syarifah Khaled alabweh
😂😂😂 bau bau ada ulet keket
Moms Chitessa
lnjut
Sulaikha Azzahra
suka sama novel nya 🥰
ros
ceritanya menarik 👍
주와
kebalik thor aiden dan Brian
Feni Poenya Abel
mn up nya ini udah 2023
ayu mardini
Thor..bikinin kisah Octa sama leo dong..penasaran bgt sama lanjutanny
Rafanda 2018
jd males bacanya terlalu kejam memisahkan anak dgn bapaknya
Rafanda 2018
neg sama keluarga pratama ga ada yg baik,,
Rafanda 2018
sukurin yenita,,liat cowo ganteng jg murah main ngikutin,,,jgn kaya autorrr
Titik Maryani
Tinggal pergi aja yeni.. Bisa hidupin diri sendiri gak tu mereka😡😡
Rafanda 2018
yenita sehat?????,,,indonesia luas lo ,emang klo pergi jauh tkt ga makan,,,
ifech qhory
ko" lebih keren eiden thor
Siti Aminah
😊
Momy Haikal
ceritanya bagus like nya sedikit
Momy Haikal
paling si kakek udah tau
Momy Haikal
gak gitu juga
Momy Haikal
jangan Sofia lah tor gaka ada yg lain
Momy Haikal
jangan Sofia dong kan barang bekas
Momy Haikal
😂🤣😂🤣😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!