Ketika hidupnya akan berakhir tragis dari pria yang ia cintai.Ia seketika terbangun dan bereinkarnasi ke 10 tahun yang lalu.Dimana ia bisa mengulang kembali ke kehidupannya yang dulu.
Disaat itu,ia memiliki kesempatan yang ingin merubah nasibnya dan membalaskan semua perbuatan busuk dari pria yang selama ini ia cintai.Karena pria itu telah mengkhianati ketulusannya dengan berselingkuh dan merebut seluruh aset kekayaannya.
Apa yang akan dilakukan seorang nona muda bernama Alena,untuk membalaskan dendamnya pada pria itu??Dan juga kedua orangnya tuanya yang hidup menjadi parasit dalam kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
"Lalu apa kalian pikir sikap kalian tidak keterlaluan?Besar sekali nyali kalian berani menyuruh ku.!" sentak Alena mulai terpancing emosi.
Membuat Toni dan yang lain sesaat terdiam.
"Dan kau Toni,ternyata nyali mu lebih besar dari mereka.Apa kau tidak takut jika aku katakan yang sebenarnya siapa diri mu?" ujar Alena yang memberi peringatan pada Toni.
Toni pun perlahan mendekati Alena dan mencoba membisikkan sesuatu pada Alena.
"Jika kau berani mengatakannya,aku tidak akan memaafkan mu Alena.Jangan salahkan aku jika aku mengabaikan mu." ucap Toni dengan nada pelan.
Mendengar ucapan Toni,Alena langsung mendengus sinis.
"Kau terlalu percaya diri dan tidak tahu diri,Toni." jawab Alena yang langsung menyindir Toni dengan sengit.
"Apa kau lupa,jika apa pun yang ku minta kau akan selalu turuti.Termasuk kau selalu mematuhi perintah ku." ucap Toni yang mengungkit semua ucapan Alena yang pernah dia katakan pada Toni.
Alena pun melirik sinis ke arah Toni.
"Tapi sayangnya itu tidak berlaku lagi.Karena sekarang aku sadar aku terlalu dibutakan oleh lelaki sampah seperti mu." ujar Alena membalasnya dan langsung pergi.
Melihat sikap Alena,Toni hanya menatap tajam sambil mengepalkan kedua tangannya.
(Sialan..!!Apa yang sebenarnya terjadi dengan Alena??Kenapa dia jadi tidak patuh lagi pada ku??Apa dia sengaja karena dia cemburu??) batin Toni dalam hatinya.
"Tuan muda Toni,kenapa kau membiarkan Alena si bodoh itu pergi begitu saja??Bukankah dia pelayan mu?" sahut Gea yang seakan tidak terima dengan sikap Alena yang justru tidak menuruti perintah Toni.
"Sudah biarkan saja,nanti aku akan beri dia pelajaran.Ayo,Jena kita saja yang pergi beli." jawab Toni dan mengajak Jena untuk pergi membeli susu kotak.
Sementara Jena sesaat melirik datar ke arah Toni.Seolah ia merasa bingung dengan sikap Toni yang kali ini tidak bisa bersikap tegas pada Alena.Bahkan ia juga melihat sikap Alena yang begitu berani menentang perintah Toni.
...****************...
Jam makan siang..
Ketika saat jam makan siang,seperti biasa Toni mengajak Jena untuk makan siang di sebuah ruangan aula.Yang rupanya telah disiapkan oleh Andi sang ayah.Andi ternyata seperti biasa memerintahkan beberapa pelayan rumah untuk menyiapkan makan siang khusus untuk Toni dan Jena.Makanan yang dipersiapkan oleh koki rumah yang sudah profesional.
"Jena,ayo kita makan siang.Mereka pasti sudah menyiapkan untuk kita.Terlebih makanan kesukaan mu." ucap Toni mengajak Jena sebelum akan keluar kelas.
Mendengar hal itu,Alena langsung tersenyum miring.
(Aku akan buat pertunjukan menarik untuk kalian berdua.)batin Alena sesaat.
Jena pun langsung mengangguk sambil tersenyum dengan semangatnya.
"Wah,Jena sangat beruntung begitu diperhatikan oleh tuan muda Toni.Untuk makan siang saja harus dipersiapkan khusus." puji Gea pada Jena.
"Apanya yang beruntung??Kalian saja tidak tahu kalau makan siang itu bukan dipersiapkan untuk mereka berdua." sahut Alena saat akan beranjak pergi meninggalkan mereka.
"Diam kau,Alena.!! Kau selalu saja iri pada Jena,bukan??Karena kau tidak bisa berpacaran dengan seorang tuan muda kaya raya." pekik Gea yang langsung menegur Alena dengan tidak senang.
"Iri??Heh..Teman mu saja yang bodoh.Berpikir jika orang yang dia pacarin apakah benar-benar seorang tuan muda??Ckck.." jawab Alena dengan santainya dan langsung pergi.
Mendengar ucapan Alena,sesaat Jena memilih diam dan menatap Alena dengan wajah yang tidak suka.
"Dasar gadis murahan..Sudah Jena,jangan dengarkan dia.Dia tidak bisa dibandingkan dengan diri mu." ucap Gea memihak pada Jena.
"Benar,dia hanya gadis kampung.Jangan dengarkan omong kosongnya." ucap Toni mencoba memberikan pengertian.
sampe emosi banget bacanyaaaaaaaa
semangat alena
terus si Toni itu gimana, jangan sampe dia berpesta pora di villa yang bukan miliknya. sadar diri Toni kau itu cuma anak majikan berserta kedua ortumu 😏🔥😈🔥😈