Ares Geraldi Darmadji hidup serba mewah, namun sayangnya keluarga baru ternyata terlilit hutang besar kepada renternir, ia pun terpaksa memanfaatkan paras ketampanan untuk memperdaya setiap wanita yang menyukainya dengan menjadi 'Cowok Mokondo' yang ingin serba gratis.
Suatu hari pertemuan dengan Athena Sudarsono di sebuah tempat kebugaran membuat Ares merasa sakit hati karena hinaan Hena, hingga ia berniat untuk membalas dendam dengan cara membuat Hena jatuh hati, namun lambat laun Ares terpikat akan paras cantik Hena. Ia pun mulai jatuh cinta sungguhan dan melupakan balas dendamnya.
Mrs Arrogant penasaran dengan latar belakang Ares, ia pun menyuruh Violin untuk menyelidiki siapa pria yang kini mencoba mendekatinya, namun sayangnya Violin juga jatuh hati pada Ares
Mungkinkah cinta mereka bisa bersama, jika di balik payung emas itu ada peristiwa yang tak terduga.
penasaran dengan kisah cinta mereka?
Beri dukungan ya Thank you
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fanie Liem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Kenangan masa lalu Paulus Smith
Mansion Smith
Pria Paruh baya berkacamata tebal itu membuka sebuah dokumen kematian istri pertamanya yaitu Della Puspitasari yang masih menaruh luka yang mendalam karena peristiwa kelam itu
Paulus Smith, pria asli dari Amerika serikat ini masih tidak bisa terima mendiang istrinya harus meninggal dengan cara tragis oleh payung emas pembawa segala malapetaka yang telah terjadi di keluarga Smith.
Air matanya seketika itu juga luruh mengenang kejadian masa lampau, ketika ia harus menerima kenyataan bahwa anak semata wayangnya, Ares yang telah menyebabkan istri tercintanya meninggal dunia
Paulus Smith pun beralih pada sebuah foto pernikahan bersama Della dan kembali lagi bulir bening putih itu terus saja menetes deras di sebuah foto pernikahan yang saat kali ini ia genggam
Flashback on
Berawal dari Ares yang berada di sebuah taman Alaska bersama dengan sang Mommy yang saat ini sedang bermain sepeda, tiba-tiba saja orang asing dengan tudung hitam itu membekap Ares dari arah belakang
Della yang tak terima anaknya ingin di culik oleh mafia kelas kakap pun segera menghubungi pengawal pribadinya untuk bisa menolong Ares dari para mafia yang ingin menculik anaknya
Para pengawal dengan sigap datang untuk melawan para mafia dan Dinda juga sempat memukul salah satu mafia dari arah belakang,
sehingga Dinda dan Ares bisa dengan mudah melarikan diri dari kejaran mereka.
Di tengah pelarian mereka berdua menggunakan kuda besi yang Della pinjam dari tukang ojol, kini hujan lebat mengguyur jalan yang mereka lalui, hingga tiba mereka di kawasan perkebunan teh yang saat ini mereka sedang telusuri dengan berjalan kaki karena kuda besi itu mesinnya tiba-tiba saja mati.
Mereka pun terpaksa berhenti sejenak untuk mengatur napas yang tersengal-sengal, lalu Della mulai membuka payung emas tersebut karena cuaca sedang hujan lebat
"Nak, kamu harus ingat pesan Mommy kalau kamu akan menjaga payung ini dan juga pemilik baru suatu hati nanti karena firasat Mommy mengatakan pemilik payung ini akan segera berganti," ucap Della.
"Ares janji akan jaga payung emas kesayangan Mommy ini dengan sebaik mungkin, tapi Ares yakin kalau pemilik ini akan selamanya Mommy yang pegang," ucap Ares
"Tidak, nak. Firasat Mommy ini mengatakan pemilik baru payung emas ini akan membuat kamu sangat beruntung, jadi kamu harus menjaganya karena di balik keberuntungan akan selalu ada malapetaka," ucap Della.
"Mommy jangan bilang seperti itu. Ares hanya ingin Mommy bukan pengganti dari Mommy," ucap Ares.
Ares yang masih kurang paham dengan perkataan Mommy Dinda hanya bisa membantah lagi dan lagi
Kejaran para mafia masih berlanjut karena sebagian anak buah Della sudah tumbang di pertempuran di sebuah gudang tua tersebut, kini Della dan Ares semakin ketar-ketir untuk melarikan diri dengan cara bersembunyi di balik sebuah bilik tua di tengah perkebunan teh
"Nak, kamu jangan berbicara dan berisik ya karena ada orang jahat yang sedang mencari kita di sini," ucap Della.
"Iya Mom," Ucap Ares dengan nada rendah.
Sang anak menuruti permintaan sang ibu karena ia tahu di luar sana banyak yang ingin menjadikan Ares tawanan supaya Daddy Paulus bisa memberikan semua keinginan mafia itu untuk meraih keuntungan dalam mengambil batu bara
Ares yang tidak bisa menahan dirinya untuk membuang gas alami yang mengalir dan pada Akhirnya tercium juga oleh mafia
Tut.
"Bos, kentut?" tanya Diego
"Sialan lu botak, gua ini kalau kentut juga liat sikon, lu kali yang kentut," ucap Marco.
"Lalu siapa yang berani kentut, bau bangke banget," ucap Diego.
"Sepertinya orang yang kita sedang cari berada di sini, cepat cari," titah Marco
"Baik, bos," ucap Diego.
Derap langkah kaki berat mulai berjalan, Ares dan Della pun turut memejamkan kedua bola matanya melukiskan ketakutan melalui kedua tangan bergetar mereka yang saling bertautan sangat erat.
Baaaak!!!!
"Ketemu! kalian mau lari kemana lagi!" Seru Diego dengan mencengkram erat pergelangan tangan Ares dan Della
"Lepaskan kami! saya mohon," ucap Della dengan tubuh bergerak ke kiri dan kanan
"Tidak bisa! sebelum suami kamu menurunkan harga batu bara itu, kami tidak segan-segan untuk membunuh kalian berdua." ancam Marco.
Ares yang tak mengerti pun geram mulai menggigit tangan tangan Diego yang mencengkram erat lehernya.
"Lari, Ares!!! jangan pedulikan mommy!"seru Della
Ares yang tidak tega melihat ibu kandungnya pun mulai memukul kembali Marco dengan payung emas
"Berani sekali kamu bocah ingusan!" ucap Marco dengan memegang kepalanya.
Marco yang merintih kesakitan akibat pukulan payung emas itu pun mulai terbakar api amarah yang sangat besar hingga payung emas itu pun pada akhirnya di rebut dari tangan Ares secara paksa.
Marco mulai memegang payung emas untuk memukul,"Anak bodoh! rasakan ini!!!"
Ciatttt!!
Della melotot sempurna, ia pun segera berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkraman dan berlari menghalangi sang anak dari arah belakang dengan memeluk erat, hingga akhirnya payung emas yang di anggap selama ini bisa melindungi dari sengatan terik mentari maupun hujan ternyata mampu melukai sang pemilik.
Tepat di jantung payung emas itu menempel erat.
Dengan napas tersengal Della pun berkata," nak ingat pesan Mommy dan ce-cepat la- lari dari si-sini."
Della pun ambruk di pangkuan sang anak, Ares segera bangkit berdiri dengan mata yang berkaca-kaca, ia pun mulai menangis tersedu-sedu dan menyeka air matanya.
Ares tak sanggup untuk lari seperti yang Mommy-nya pinta karena ia merasa tak tega, ia pun mulai mencabut payung emas itu dari tubuh sang Mommy yang berlumur darah.
"Kalian manusia jahat! tega sekali membunuh mommy aku!" Geram Ares
"Anak kecil tidak perlu khawatir, kamu pun akan menyusul mommy kamu," ucap Marco
Payung emas itu kini di perebutkan kembali, namun sayangnya sirine dari aparat petugas dan Paulus sang Daddy dari Ares yang datang di tempat kejadian itu menyudahi aksi mereka.
"Daddy, tolong selamatkan Mommy. Ini semua terjadi karena Mommy menolong Ares," ucap Ares.
"Dasar anak pembawa sial, pergi kamu dari sina!" geram Paulus.
Paulus tak menyangka, Della bisa pergi secepat ini padahal hari ini adalah hari ulang tahun sang istri
Paulus sudah menyiapkan pesat yang meriah untuk merayakan hari ulang tahu Della, namun semua hanya sia-sia belaka saja.
Paulus menangis meraung-raung melepaskan istri tercintanya pergi untuk selama-lamanya.
Flashback off
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
dulu dia bersikap sangat arogan itu karena kesalahan ibunya dalam mendidik hena anaknya. 😅😅
semoga di karya berikutnya mendapatkan rating tinggi!