NovelToon NovelToon
Lagu Cinta Untuk Mama

Lagu Cinta Untuk Mama

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:369.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sindya

Novel ini penuh air mata ya say...kalau tidak kuat Melo, tinggalkan saja...!

Penolakan sang suami untuk mengakui keberadaan putranya membuat Adis menyerah. Ia harus membesarkan putra semata wayangnya seorang diri.

Namun penderitaan makin sempurna yang harus ia alami saat putranya di vonis dokter mengalami sakit jantung membuat ia harus berpikir keras untuk mencari uang tambahan.


"Ya Allah. Dari mana aku harus mendapatkan uang 500 juta dalam sebulan?" desis Adis sambil mengelus dadanya yang terasa sangat sesak lagi sakit.


Bagaimana kisah ini selanjutnya antara Adis, suaminya Panji serta putra mereka Rian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Terharu

Penolakan Adis tidak pelak membuat asisten Andre begitu murka. Pria tampan ini tidak tahu lagi harus merayu seperti apa untuk membuat Adis mau menerima tawaran mereka.

"Bagaimana kalau ketahuan tuan Galih, acara pergelaran show musim dingin ini akan menjadi berantakan. Belum lagi beberapa perusahaan produk meminta model untuk iklan produk mereka," lirih asisten Andre yang enggan membalas chating WA dari Adis.

Asisten Andre meneruskan pesan Adis ke Galih. Mungkin Galih lebih bisa melakukan pendekatan secara persuasif pada Adis. Itu yang ada di pikiran Andre saat ini.

Rupanya pesan dari Andre baru dibaca oleh Galih saat memasuki waktu subuh ketika pria tampan ini ingin menunaikan sholat subuh.

"Baiklah. Aku yang akan menemuimu sendiri. Waktuku tidak banyak untuk mencari lagi model pengganti. Aku harap kamu menerima tawaran kami ini jika putramu ingin kamu bawa serta di lokasi pemotretan," lirih Galih lalu masuk ke kamar mandi untuk bersuci.

Pagi tiba, Adis yang sudah bersiap-siap ingin pulang mendapat panggilan dari dokter Meilani.

"Suster Adis. Tolong ke ruanganku sebentar sebelum kamu pulang usai shift kerja," pinta dokter Meilani.

"Siap dokter."

Adis buru-buru mengganti seragam dinasnya dan membersihkan wajahnya tanpa memoles wajahnya dengan make-up. Wajah Adis memang putih bening alami tanpa ada perawatan. Tidak ada luka mau goresan apapun ditubuh jenjang nan mulus itu.

Anugerah terbesar yang diberikan Allah kepadanya yang selalu ia jaga. Paling ia hanya menggunakan handbody untuk menjaga kelembaban kulitnya karena berada diruang pendingin udara dalam waktu yang cukup lama.

Adis sudah berada di ruang kerja dokter Meilani. Dokter Meilani tersenyum padanya seraya menyodorkan tangannya untuk menyalami Adis yang terlihat bingung.

"Sebenarnya ada apa ini dokter?" ikut menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan dokter Meilani.

"Selamat untukmu suster Adis karena ada donatur rumah sakit ini yang bersedia membiayai operasi jantung putramu."

"Sebentar dokter! Siapa malaikat yang berbaik hati sudah menyisihkan rejekinya untuk putra saya? Apakah saya boleh bertemu dengannya?" tanya Adis.

"Sayangnya dia tidak ingin dipublikasikan maupun diketahui namanya oleh keluarga pasien," ucap dokter Meilani mengikuti kode etik aturan dalam rumah sakit itu.

"Ya Allah. Semoga rejekinya dilimpahkan oleh Allah SWT," gumam Adis lirih di sambut dokter Meilani dengan kata aamiin. Adis merasa sangat terharu.

"Besok kamu harus membawa putramu karena kami sudah menyiapkan kamar operasi untuk menetapkan jadwal operasinya pagi hari karena kamu besok libur satu hari kerjakan?" tutur dokter Meilani.

"Iya dokter. Terimakasih banyak. Allah telah menjawab doa-doaku. Aku sangat bahagia sekali. Aku tidak tahu lagi mengucapkan kata apa lagi untuk dokter dan tim dokter nanti.

Yang jelas cukuplah Allah sebagai pemberi balasan setimpal atas kebaikan donatur itu dan juga dokter Melani dan rekan-rekan seprofesi."

Adis menyalami lagi dokter Meilani lalu pamit pulang karena ia terlihat sangat lelah sekali.

Saat berjalan menuju lobi, Adis berpapasan dengan Galih yang juga sedang ingin menemuinya.

"Selamat pagi suster Adis...!" sapa Galih terlihat sangat berkharisma.

Lagi-lagi Adis bingung dengan situasi ini karena dalam beberapa hari ini ada orang asing yang mengenali dirinya. Namun sebagai suster di rumah sakit itu, ia tetap melayani pengunjung rumah sakit dengan ramah tanpa harus tahu apa kepentingan orang yang menyapanya.

"Boleh minta waktunya sebentar, suster?" menatap wajah cantik Adis penuh harap.

"Maaf tuan! Ada yang bisa saya bantu?" tanya Adis.

"Ini mengenai tawaran asisten saya untuk anda kemarin. Mengapa anda keberatan menerima tawaran kami?"

"Oh... Ini bosnya? Baiklah. Kita cari tempat yang cukup nyaman untuk ngobrol. Tapi jangan lama-lama karena putra saya sendirian di rumah karena saya harus gantian dengan temanku yang sekarang sedang berangkat kerja ke sini."

"Cukup lima menit," tegas Galih tanpa bertele-tele dengan wajah serius.

Keduanya mencari tempat untuk bisa ngobrol. Setelah menemukan taman kecil di rumah sakit itu, Galih langsung membuka suara.

"Jika putramu menjadi pertimbanganmu, tidak apa kamu bisa membawanya serta dan dia akan bersama dengan baby sitter yang sudah kami siapkan untuk menjaganya. Aku hanya butuh kamu satu atau dua jam dalam pemotretan. Setelah itu kamu bisa menemani putramu lagi," ucap Galih namun Adis terlihat tidak begitu tertarik dengan dunia modeling.

"Saya tidak sekolah model. Saya tidak punya impian untuk menjadi seorang model. Saya tidak ingin terkenal dan saya tidak begitu berambisi memiliki mimpi yang tinggi dengan kemewahan yang ada," ucap Adis dengan kalimat yang sederhana namun tidak membuat Galih menyerah.

"Saya mengerti. Tapi, dengan memiliki uang, kamu punya harga diri tinggi. Memiliki kemewahan, kamu bisa memenuhi kebutuhan hidup putramu dengan segudang cita-cita yang ia punya.

Memiliki uang yang banyak, kamu bisa beramal shaleh dengan membantu orang lain yang hidupnya tidak jauh beda denganmu," tutur Galih panjang lebar membuat Adis merenung.

"Maaf. Saya tidak bisa." Tolak Adis yang memang tidak ingin berurusan dengan dunia yang tidak pernah berada dalam angannya.

Adis berlalu pergi begitu saja menuju parkiran motornya. Galih hanya menatap punggung Adis ketika motor itu sudah lenyap dari pandangannya.

"Di mana-mana wanita langsung terima tawaran model begitu mudahnya dengan honor yang tinggi.

Kenapa dengan gadis ini aku jadi sangat sulit sekali menyentuhnya dengan kemewahan yang menjanjikan masa depannya?" geram Galih yang baru kali ini ditolak oleh wanita yang selama ini begitu mendambakan dirinya selain menjadi modelnya.

Tiba di rumah kontrakannya, Adis mendapati putranya masih tidur. Adis mendekati putranya dan mengecup pipi tirus itu dengan lembut.

"Alhamdulillah dek. Allah telah mengabulkan doa kita dengan mengirim orang baik untuk menolong kita. Besok kamu harus dioperasi. Nanti mama ambil cuti untuk 4 hari dan Tante Dina 3 hari untuk menjagamu," ucap Adis.

Baby Rian menggeliat dan tahu kalau ada mamanya disampingnya. Ia membuka matanya dan menyapa mamanya dengan lembut.

"Assalamualaikum mama... selamat pagi...!" sapanya sambil tersenyum dengan wajah bantal.

"Waalaikumuslam, sayang. Ayo bangun...! Mama akan memandikanmu dan kita akan sarapan bersama," ucap Adis yang tadi sempat mampir membeli bubur ayam untuk mereka berdua.

Rian segera bangkit berdiri dan Adis menanggalkan baju tidur putranya. Dalam beberapa menit Rian sudah terlihat segar dan keduanya menikmati sarapan pagi mereka.

Adis menceritakan berita baik untuk putranya. Rian terlihat begitu gembira karena dia akan segera sembuh dari penyakitnya dan tidak membebani Ibunya lagi.

"Mama. Apakah operasi itu sangat menyakitkan?" tanya Rian sambil menerima suapan dari ibunya.

"Tidak sayang karena kamu akan dibius. Tidak akan terjadi sesuatu padamu selama kamu menuruti apa kata dokter," timpal Adis lalu membersihkan mulut putranya dengan tisu basah.

"Bagaimana kalau saat operasi nanti, Rian tidak lagi bisa bangun dan bertemu mama alias death?" tanya baby Rian membuat tubuh Adis menegang.

Duarrrr....

1
Wati Dombu
awas aj ya thor klw Adis kembali lagi sama panji,,
Wati Dombu
semoga galih dan Adis berjodoh ya thor
Nur Hidayati
emang Rian umur berapa kok udah lancar ngomongnya
Raden
sabahat dunia akhirat kamu ini dina, bisa membawa adis sadar saat terpuruk, apa ada keknya ya di dunia nyata?/Smile/
Norlehaarsad Arsad995
sial punya cerita
Wiwin Wiwin
visulna kerèn sekali
Sweet Girl
Pengecualian
Sweet Girl
Sengaja nie... didekitin tempat tinggal nya...
Sweet Girl
Ganteng kaliiii
Sweet Girl
Alhamdulillah... semoga semakin sehat.
Sweet Girl
Galih ternyata laki laki taat beribadah.
Sweet Girl
Baik banget Galih.
Sweet Girl
Tu sadar....
Sweet Girl
Segera bikin terpuruk si Panji Tor...
Sweet Girl
Ih! kok kejam kali yaaaa, kebanyakan Narkoba nie...
An'ra Pattiwael
panji juga TDK bersalah,,,itu ulah ma2x,,,jadix mereka bersatu thor
Ermi Yenti
adis anak tente ambar...
Katherina Ajawaila
trima kasih outhour, sempat sefih aja, tapi sefih utk sukacita kan lebih baik🥰
Katherina Ajawaila
Thour, pasti jantungbppnya buat Rian ya, sdih amat thour
Katherina Ajawaila
plases Thour semoga Rian di ksh kessmpatan utk sembuh thour
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!