NovelToon NovelToon
MY LOVELY, SAHARA

MY LOVELY, SAHARA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Dikelilingi wanita cantik / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:45.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mimah e Gibran

Sahara tak pernah menyangka akan pernyataan cinta Cakra yang tiba-tiba. Berjalan bersama komitmen tanpa pacaran, sanggupkah mereka bertahan di atas gempuran hubungan rumit kedua orang tua Cakra dan Sagara yang ternyata adalah ayah kandung Sahara.

Apakah Cakra dan Sahara akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mimah e Gibran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 - Perkara rindu

Cakra menatap langit-langit kamar kontrakannya lalu beralih ke walpaper ponsel yang masih terhias wajah ayu Sahara, lantas mengapa wajah itu berpindah-pindah? Ada di tembok, di bantal, di atas meja bahkan di hadapannya. Namun, tak berlangsung lama saat Cakra mengusap matanya, berusaha menyadarkan diri wajah itu menghilang seketika.

"Ck!" decaknya kesal. Bayangan Sahara muncul dimana-mana padahal Cakra sudah cukup tersiksa dengan rindu yang menumpuk dan Sahara yang terus berlarian tanpa lelah di pikirannya.

Kembali terduduk, perkara rindu telah berhasil membuat Cakra tersiksa. Memilih memandangi celengan ayam yang beberapa bulan ini Cakra isi dua kali lebih banyak dari biasanya.

Tarr...

Celengan tanah liat itu pecah, membuat isi kertas biru, merah, hijau, bahkan abu-abu berhamburan. Di tengah malam semakin larut, Cakra malah sibuk menghitung lembar demi lembar uang celengannya.

"Seratus, dua ratus, empat ratus, enam ratus, sejuta dua ratus...." Cakra terus menghitung uang itu hingga hampir menyentuh angka dua juta kurang sedikit.

"Lumayan banyak," gumamnya tersenyum senang. Ia memasukkan semua uang itu ke kantong kresek hitam yang diambilnya dari dapur.

"Mama pasti udah tidur," gumamnya pelan. Sempat membuka kamar Kinanti dan benar saja, mamanya sudah pulas tanpa memakai selimut.

Cakra masuk, ia menutup tubuh Kinanti dengan selimut sampai separuh badan lantas berjongkok menatap wajah Mamanya yang tidur di posisi miring.

"Asal mama bahagia aja, Cakra gak akan maksa mama balikan lagi sama Papa," gumamnya pelan sebelum kembali ke kamarnya sendiri.

Cakra keluar dan menutup pintu kamar Kinanti lalu kembali ke kamar. Memasukkan kantong itu ke dalam tas kecil yang ada di atas nakas lantas merebahkan tubuhnya untuk tidur.

Hari minggu seharusnya yang dilakukan anak muda adalah jalan-jalan, entah sekedar healing keluar atau nongkrong. Namun, Cakra harus disibukkan membantu Kinanti membuat pesanan catering mengingat sekarang mamanya bekerja sendiri.

"Ma, yang ini diambil apa dianter?" tanya Cakra pada tumpukan kardus berisi nasi lengkap dengan ayam dan teman-temannya.

"Nanti diambil, terus itu kardus itu kamu bawa ke ekspedisi ya?" pintanya.

"Oke, Ma." Cakra mengangkatnya lantas memasukkan kardus berisi minyak gula dan bumbu dapur siap saji itu ke dalam bagasi mobil. Cakra juga sudah mulai bisa menyetir mobil, hanya saja untuk jarak sekitaran Semarang.

"Hati-hati, jangan ngebut!"

"Iya, Ma. Aku mampir ke tempat Rival," serunya sebelum masuk ke dalam mobil dan pergi.

"Oke."

Cakra memilih ke gerai ponsel lebih dulu, ia mencari-cari ponsel murah yang harganya sekitar satu setengah juta. Bukan ponsel mahal, tapi Cakra berharap Sahara tak menolak pemberian darinya.

"Demi cintaku padamu Sahara," gumamnya pelan. Cakra juga sudah mengaktifkan nomor ponsel, ia bahkan menyimpan nomornya disana dan membungkus kembali ponsel itu dan mengirimnya ke Sahara barengan dengan paket dari mamanya.

Setelah memastikan paketnya aman dan segera sampai. Cakra mampir ke rumah Rival, ia sudah izin pada Kinanti akan main kesana.

"Wehhhh, bawa mobil." Sambut Rival tersenyum lebar.

"Yoi, sambil belajar. Gak apa-apa, biar bisa ajak jalan anak orang," serunya.

"Yok masuk, ke kamar."

Dua pemuda itu lantas naik ke lantai atas dimana kamar Rival berada. Tak ada sungkan, sebab Cakra dan Rival sudah bersahabat sejak SMP hingga kini sudah duduk di kelas tiga SMA.

"Duduk dulu, kebetulan Papa sama Mama lagi keluar kota, kamu nginep lah disini. Gabut aku sendirian," keluh Rival. Ia turun ke bawah, tepatnya ke dapur membuat minum untuk Cakra.

Tak berselang lama, naik lagi dengan napan di tangan. Dua minuman kaleng dan camilan tak lupa air putih untuk teman mereka berdua ma bar.

"Jadi main?" seru Cakra menaikkan alis. Sebab yang terlihat Rival malah sibuk menscroll video reel orang-orang di instastory.

Banyak selebgram dadakan dengan view banyak dari berbagai macam video menarik hasil kreasi mereka. Lalu pandangan Rival melotot saat melihat reel dengan sound adu JJ milik seseorang.

"Woy, Cakra! Ini bukannya Sahara ya?" tanya Rival. Masih tak berubah posisi ia bahkan semakin melotot melihat foto siapa yang ada di video itu.

"Iya mirip Sahara, Sahara bukan ya? Masalahnya aku baru lihat sekali gak begitu hapal," seru Rival sekali lagi.

"Mana?" tagih Cakra.

"Nih, lihat sendiri." Rival menyodorkan ponselnya.

Cakra langsung melotot, jelas ia mengenal siapa gadis itu. Dan Cakra tau persis kalau itu adalah Sahara, terlihat dari kalung yang Cakra berikan terpakai mengiasi lehernya.

"Sahara," gumam Cakra tak percaya. Lebih tak percaya lagi saat mengulik akun yang meng-up foto gadisnya. Rupanya bukan hanya satu, bahkan banyak foto-foto candid Sahara disana.

"Sia lan," geram Cakra kesal sekaligus cemburu, apalagi Sahara tampak cantik di foto-foto itu dan jelas sekali akun itu bukan milik Sahara, akun itu milik laki-laki bernama Devonrace.

"Sabar, orang sabar pan tatnya lebar," seru Rival mengusap bahu Cakra. Berusaha membantu meredam emosi sahabatnya.

"Aku kesel, kemarin aja nggak dijawab perasaanku," gerutunya mirip bocil labil sedang jatuh cinta.

"Yang sabar." Lagi-lagi Rival juga kehabisan kata, tak bisa melakukan apapun selain menyabarkan Cakra.

Cakra semakin tak tenang, jangan-jangan memang Sahara disana sudah memiliki pacar, sampai tak merespon cintanya. Jangan-jangan...

Menjambak rambutnya frustasi, malam ini akhirnya Cakra memilih menginap di rumah Rival.

***

Senin pagi, Sagara menatap alamat panti yang pernah Cakra berikan. Ia bahkan sampai lupa kalau memiliki janji akan membantu dan mengunjungi panti itu.

"Kasih Ibu?" gumam Sagara dengan mata memejam. Daerah Ambarawa kembali mengingatkannya pada almarhum sang istri, Kinara.

"Apa aku kesana aja ya, sekalian?" pikir Sagara.

"Sudah lama juga aku nggak mengunjungi kampung Kinara," batinnya lagi.

Ia lantas meminta Lendra menghadap, baru lima menit ayah dari Cakra itu sudah sampai di ruangannya.

"Ya, Pak?" tanya Lendra.

"Antar aku ke Ambarawa, ke panti asuhan!" perintah Sagara langsung diangguki oleh Lendra.

Sementara pekerjaan kantor Sagara serahkan pada Nadia.

Mobil SUV putih melaju cepat meninggalkan Kota Semarang menuju Ambarawa. Lendra membawa Sagara sesuai alamat yang tertera. Masuk perkampungan, Lendra bahkan harus berulang kali bertanya pada warga setempat. Hingga akhirnya memasuki sebuah pekarangan luas serta rumah sederhana tapi besar. Lebih mirip wisma jika dilihat dari depan.

Mbak Asih mencari Arimbi di kebun, sebab si tamu meminta bertemu pemilik panti langsung. Anak-anak sebagian sedang sekolah, sehingga keadaan panti cukup sepi.

Arimbi mencuci tangan dan kakinya lantas bergegas masuk ke dalam rumah menyambut tamu yang datang.

Deg.

Jantung Arimbi berdetak lebih cepat, ia membeku di tempat melihat siapa tamu yang datang.

"Sagara!"

" Arimbi?" Sagara terkejut, sementara Lendra menatap bingung mereka bergantian.

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
pengantin muda, belajar bertanggungjawab ya bang
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: wehehehe kan aku duplikatnya Cakra mam🤭
total 3 replies
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
innalillahi wainnailaihi rojiuunn
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: ❤❤❤❤❤
total 1 replies
ℋℐᎯτυs
kapan up 🙄
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
Apa Sagara terkena kanker paru paru ya Thor, permintaan Sagara sudah kayak permintaan terakhir
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
duuhh papa sagara sekali nya update malah nyuruh sahara cakra nikah, kaya mo bikin wasiat aja😓
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: 🥲🥲🥲🥲🥲
total 3 replies
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
ini blm ada kelanjutanya lagi ya ka mimah
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha: ilhamnya lagi pulang kampung ya 😂😂
total 2 replies
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
Kenapa dibuat sakitnya barengan sih Thor, nanggung lagi up nya🤣
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
ya allah koq bisa barengan gt sih.pa lendra jgn kasih tau pa sagara dulu klu sahara kecelakaan yang ada nanti kena serangan jantung lagi.
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
papa Sagara atiittt.. jgn dulu di kasih tau sahara juga atiittt oom😓
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
semoga sahara gpp ya ka? jgn sampai di bikin amnesia ya 🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
semoga ada CCTV disitu ya yg merekam saat mereka coba menjahati sahara
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
Semoga Sahara baik baik saja
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: cuma lecet² kok
total 1 replies
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
makanya jangan asal nuduh Val, kamu yang katanya best friend nya aja bisa gak tau kalo Cakra habis kehilangan Oma Opa nya
Pipit D 🤎🧡 TEAM GANJIIL
baru bekal.dah cemburu ya, apalagi dikasih yang lain
Pipitz👻ᴸᴷ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
musibah tidak ada yang tau, sang pemilik mengambil secara bersamaan
Chipitz◌ᷟ⑅⃝ͩ●ᴍɴᴅ2
tangan saling bertaut naik bis, aku cuma liat gitu
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: wkwkwk miluan atuh ka
total 1 replies
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
Kenapa bab yg ini isinya melow Thor 🤧
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
ada yang cemburu Cakra 🤭🤭🤭..jd ga tenang deh Cakra stady tour nya
Han
Alurnya menarik semangat terus kak 💪 mampir di karya aku juga ya kak 😊
Han
Cakra nyari kesempatan aja 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!