NovelToon NovelToon
Hate You, Love You

Hate You, Love You

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Obsesi / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: MeeGorjes

Amara berencana untuk menyusul tunangannya ke Amerika setelah ia selesai menyelesaikan pendidikan pasca sarjananya. Ia dan Danis akan menikah di sana. Danis yang terikat kontrak kerja, tak bisa pulang ke Indonesia hingga Amara lah yang harus pergi ke sana.

Tapi kenyataan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Amara mengalami malam naas bersama seorang lelaki yang bernama Giovanni Abraham hingga dirinya hamil.

Sebagai anak orang kaya dan dari keluarga terpandang Gio harus menjaga nama baik keluarganya. Ia terpaksa menikah dengan Amara.

"bayi kita menangis Ara, susui dia !!"

"jangan panggil aku, Ara ! dan dia bukan bayi kita, dia anakmu !" balas Amara dengan suara meninggi.

"kecuali... kecuali kamu bisa membayarku dengan harga tinggi, mungkin aku mau untuk melakukannya," lanjut Amara dengan tatapan penuh rasa benci pada lelaki yang saat ini menjadi suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeeGorjes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Acara Kampus

Telah berlalu tiga Minggu lamanya setelah kejadian naas itu. Amara pun sudah kembali ke kampus dan mengikuti kuliah seperti biasa. Walaupun kini dirinya berubah 180 derajat.

Amara lebih suka menyendiri. Ia benar-benar membatasi diri dalam bersosialisasi, terutama dengan laki-laki. Bobot tubuhnya nya pun turun, terlihat pipinya yang tirus dan tulang selangka nya yang kini semakin jelas tercetak.

Walaupun Amara memiliki pergulatan batin yang hebat karena dirinya terus-terusan dirundung rasa bersalah, tapi hubungannya dengan Danis masih berjalan seperti biasanya. Tak ada satu pun yang berubah.

Bukannya Amara jahat karena tak terbuka pada Danis. Tapi setiap kali Amara ingin mencoba bercerita, rasa ketakutan karena akan ditinggalkan Danis membuat gadis itu mengurungkan niatnya.

Amara berpikiran pasti Danis akan merasa jijik padanya, seperti Amara yang masih sering merasa benci dan jijik dengan tubuhnya sendiri.

Tiga Minggu berlalu, tapi bayangan tubuh Gio yang menindih dan menghujam dalam masih sering mampir ke dalam mimpi Amara. Membuat gadis itu benci pada dirinya sendiri yang tak bisa menjaga diri. Begitu juga rasa bencinya pada Gio, semakin bertambah besar seiring mimpi itu datang.

Yang Amara inginkan adalah waktu segera melompat ke dua tahun yang akan datang. Di mana dirinya akan segera menyusul Danis dan menikah di sana. Tanpa diketahui oleh siapapun, Amara tengah sibuk mengumpulkan informasi tentang beasiswa s3 di Boston. Ia lakukan itu untuk mengalihkan pikirannya dari rasa trauma. Dan untuk mempermudah kepergiannya.

Amara berjalan menyusuri trotoar dengan kepalanya yang tertutup hoodie. Ia berjalan seorang diri di tengah teriknya matahari. Membuat orang-orang melihat heran padanya.

Amara berjalan dengan kepala tertunduk. Memasuki gedung perpustakaan kampus untuk menghabiskan waktunya sebelum memasuki jam pelajaran berikutnya. Langkahnya terhenti saat seseorang memberinya sebuah brosur.

Cepat-cepat Amara maraih nya dan berlalu pergi. Ia membaca brosur itu yang ternyata berisikan rencana kegiatan kampus Minggu depan. Akan ada seminar dan tanya jawab dengan seorang pengusaha sukses yang menjadi donatur tetap di kampus itu.

"Ara !"

Amara hentikan langkahnya saat seseorang memanggil namanya. Takut-takut Amara tolehkan kepalanya ke arah suara dan ternyata salah satu dosennya lah yang memanggilnya.

"Tunggu, ada yang harus Bapak bicarakan dengan mu," ucap lelaki yang usianya sekitar setengah abad itu.

"Ya, Pak ?" Tanya Amara pada lelaki yang kini berdiri di hadapannya.

"Kamu tahu kan Minggu depan akan diadakan seminar ?"

"Ya, saya baru saja membaca informasinya di brosur yang diberikan siswa tadi," jawab Amara seraya menengok ke belakang dan menunjuk seorang siswa yang sedang membagi-bagikan brosur itu.

"Nah.. Nanti akan ada sesi tanya jawab,"

"Lalu apa saya harus membuat sebuah pertanyaan ?" Tanya Amara tak paham.

"Tidak, tapi kamu ditugaskan untuk memberikan kata-kata terimakasih pada beliau. Kamu anak beasiswa kan ?"

"Hu'um.. tapi ke- kenapa harus saya, Pak ?" Tanya Amara tergagap. Amarah tak mau jika nantinya ia akan menjadi pusat perhatian banyak orang di acara seminar tersebut.

"Karena hanya kamu yang tahun ini mendapatkan beasiswa full dari beliau, bahkan kamu mendapatkan uang saku juga kan ?"

"I- iya Pak," jawab Amara.

"Tak usah panjang lebar, hanya ucapan kata-kata terimakasih saja dan berikan doa pada beliau agar semakin sukses. Bisa kan ?"

Merasa tak punya pilihan lain, Amara pun menyetujuinya.

"Nanti, pakai baju yang sedikit formal ya ! Jangan menggunakan sweater seperti ini,"

"Ba- baik Pak," sahut Amara dengan senyumnya yang dipaksakan.

"Ya sudah, hanya itu saja !" Ucap sang dosen, dan Amara pun segera berpamitan untuk pergi ke perpustakaan.

"Hanya bilang terima kasih dan semoga sukses. Hanya itu saja, Ara. Kamu pasti bisa !" Ucap Amara pada dirinya sendiri. Padahal acara itu akan berlangsung Minggu depan, tapi Amara sudah merasakan demam panggung dari sekarang.

***

Sudah tiga Minggu ini Gio bekerja di dalam pengawasan ketat. Membuat ruang geraknya menjadi sempit. Dengan usahanya sendiri Gio mencari keberadaan Amara tapi nyatanya tiga Minggu berlalu, Gio belum berhasil menemukannya.

Kini tak ada lagi orang kepercayaan atau asisten pribadi yang bisa Gio mintai tolong untuk mencari Amara. Gio benar-benar sendirian. Dan kenyataan jika Amara bukanlah pegawai tetap catering membuat Gio semakin kesulitan. Tapi walaupun demikian Gio tak menyerah, ia rela bertanya pada setiap orang yang malam itu bekerja di rumahnya.

"Amara ya Kak ? Bentar saya ingat-ingat dulu. Cewek yang pulang duluan padahal kerjaan belum kelar. Itu bukan sih ?" Saat ini Gio sedang bertanya pada salah satu petugas catering yang bekerja di rumahnya 3 Minggu lalu.

"Kayanya sih iya," jawab Gio.

"Kalau memang itu orangnya, dia bawaan temennya Dian," jelas gadis itu lagi.

"Dian ?" Tanya Gio tak paham.

"Itu orangnya di sana !" Ucap sang gadis sembari menunjuk pada seorang gadis lainnya.

Dengan langkah tergesa, Gio segera menghampiri gadis yang tengah duduk sembari menulis sesuatu di atas meja. tanpa basa-basi, Gio pun langsung bertanya tentang Amara

Setelah cukup lama bertanya jawab dengan gadis itu, akhirnya Gio bisa melacak keberadaan Amara. informasi yang diterima Gio juga cukup detail hingga lelaki itu merasa senang. Kini Gio telah tahu di mana alamat dan juga kampus tempat Amara menuntut ilmu.

"Akhirnya aku menemukanmu," ucap Gio seraya mengusap halus tanda pengenal yang terus dibawanya di dalam saku.

***

"Dari mana Gio ?" Tanya sang ayah yang ternyata sudah menunggunya di kantor.

"Habis istirahat makan siang, Pa," jawab Gio bohong. Padahal ia tak sempat makan sama sekali karena sibuk mencari keberadaan Amara.

"Minggu depan kamu wakili Papa di acara kampus ini !" Ucap sang ayah seraya menyerahkan sebuah brosur pada Gio dan kemudian berlalu pergi tanpa memberikan kesempatan anaknya untuk berbicara.

1
Heny Sri Wahyuti
semangat kk , abaikan org² yg iri akan karyamu .
Fat Imah
ya mungkin juga efek pemerkosaan jdi. darahnya banyak
Meggy Natonis Tuulima
ya elah pada nyalahin Amara helloo dia itu di perkaos tdk gampg menerima org yg sdh melakukan itu
yenny pendang
cerita yg sangat bagus, keren. /Heart/ top markotop/Good//Good//Good//Good/
Anafiya
aku suka cerita nya thor..... ini cerita yg masuk akal dan nyambung baca nya.. ngak bosan bacanya thor
j@s🙄n
Karya luar biasa
Efratha
logika maneh teh timana koneng,ma inya ninggalkeun salaki demi tunangan,aissss rujit maneh mah
Efratha
si batu amara
Efratha
jangan lakukan itu Gio,kamu sama Dea aka
Efratha
tikung aja Dea,jangan kasih ampun 🤣🤣
Efratha
ambil aja Dea,sayang dianggurin
Efratha
menurutku di usia segitu gak setrauma itulah,itu namanya berlebihan,makanya buka hati jangan kepala batu,orang gionya juga karna mabuk kan,tapi kesannya si pemarah ini memposisikan gio seperti penjahat kelamin
Efratha: baiklah jelessss
total 2 replies
Efratha
dah langsung lahiran aja Thor,trus berangkatkan lah si pemarah itu ke Danis,habis tuh Gio nikah sama Dea
Efratha
Thor harusnya ending cerita ini,si Gio Ama si Dea berjodoh
Efratha
dah deh Gio,kamu juga cari cewek lain jugalah,secara kamu kan ganteng dan kaya,biar nyaho eta si betina si tukang selingkuh
Efratha
sampai usia kehamilan 7 bulan,dia belum bisa menyayangi anaknya,padahal usianya sudah dewasa,izin Thor saya tambahin namanya jadi "AMARAH YANG TAK PERNAH PADAM"
Efratha
nitip batu Thor,buat nimpuk kepala si amara,biar waras dikit,itu laki dah baik bertanggung jawab,kaya lagi,eh malah pengen gugurin bayi biar bisa ngasih apem bekas ke Danis
Efratha
baru Nemu wanita dewasa yang tidak sayang sama janinya,padahal bapak si janin bertanggung jawab,

lieurrrrrr aing mah,Cinta Danis,cinta Danis,makan tuh Danis
Komang Diani
amara pikiran kolot,, kata nya mahasiswa berprestasi tp kok pikirannya??
Komang Diani
amara kok gitu sih khasian gio
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!