NovelToon NovelToon
Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:60.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kiki Amalia

Livia Renata harus menelan pil pahit saat mengetahui dirinya hamil, setelah kejadian naas yang menimpanya beberapa minggu yang lalu.

Salah satu mantan kekasihnya yang masih menaruh hati pada Livia, menyerang dan memperkosa gadis itu.

Livia yang baru berusia 17 tahun di paksa harus meninggalkan sekolah dan kepopulerannya.

Orang tuanya yang merasa malu dan pilu kemudian menerima lamaran Deni, kekasih Livia yang polos. Namun, tidak lama kemudian laki-laki yang menghamili Livia datang dan mengatakan dirinya akan bertanggung jawab.

Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 9 : Sensitif

Episode sebelumnya...

Deni memastikan gadis itu benar-benar sudah masuk ke dalam rumahnya, baru ia akan masuk ke dalam mobilnya dan pulang ke rumahnya sendiri.

###

Happy Reading and Enjoy yah Guys.

"Huueeeeekkkkk." Livia merasakan perutnya tiba-tiba saja mual di pagi hari saat ia baru akan berangkat ke sekolah.

"Huekkkkkk." Livia berlari masuk kembali ke dalam rumahnya menuju ke wastafel dapur untuk memuntahkan isi perutnya.

"Huekkk uhukkkkk. " Livia terbatik-batuk, merasakan sesuatu yang menggelitik di kerongkongan nya.

Mama Livia yang masih berada di meja makan menemani suaminya sarapan langsung pergi melihat anaknya tersebut.

"Liviaaa." Panggil mamanya.

"Mamaaaa.. " Livia terduduk lemas, kepalanya pusing dan lututnya suda tidak kuat menahan bobot tubuhnya. Livia pingsan.

"Papaaaaa."

"Tolong, papa.... Livia pingsan. " Teriak Mama Livia memanggik suaminya untuk segera datang membantunya.

"Ada apa ma, ya Ampun.. " Papa Livia langsung terkejut melihat anak gadisnya sudah terbaring lemas di lantai, ia segera mengangkat Livia dan menggendongnya masuk ke dalam kamar.

"Aduh gimana ini Pa?. " Mama Livia terlihat sangat khawatir, melihat kondisi anaknya yang semakin hari pasti akan sering mengalami morning sickness.

"Kita harus segera menikahkan Livia, Ma. " Ujar Papa Livia, melihat anaknya terbaring lemas seperti itu orang tua mana yang tega.

"Kita hubungin Deni aja Pah, biar dia cepat datang kesini. " Mama Livia berlari keluar dari kamar anaknya untuk menghubungin Deni.

Sebenarnya Pak Zul merasa berat untuk menikahkan anaknya dengan Deni, bukan karena ia tidak menyukai Deni namun ia merasa Deni terlalu baik untuk anak gadisnya.

Pak Zul sudah berusaha menghubungi orang tua Radit untuk segera datang ke Indonesia dan membicarakan masalah kehamilan anaknya namun belum ada balasan juga.

Harapan satu-satunya saat ini untuk menutupi aib anak gadisnya hanyalah Deni.

Tidak lama setelah di hubungi, Deni langsung datang raut wajahnya seperti sangat panik.

"Livia kenapa om? Tanten?. " Tanya Deni setibanya di dalam rumah Livia.

Laki-laki itu mengenakan seragam sekolahnya.

"Ah maafkan tante ya Deni, kamu pasti tadi lagi mau ke sekolah yah, Livia tadi pingsan. " Ujar Mama Livia merasa bersalah karena menghubungi Deni di saat anak laki-laki itu sedang menuju ke sekolahnya.

"Gapapa kok tante, saya udah bilang kalau saya bakalan bertanggung jawab, jadi apapun yang menyangkut Livia saya pasti akan segera datang. " Jelas Deni.

"Livia lagi istirahat di dalam kamarnya, ada yang mau om dan tante obrolin sama kamu Den. " Ujar pak Zul kemudian mengajak Diki untuk duduk di sofa ruang tamu.

Mama dan papa Livia saling berpandangan untuk sejenak.

"Begini nak Deni, karena Livia kayaknya bakalan sekolah dari rumah aja sampai bayinya lahir, gimana kalau dalam masa itu pernikahan kalian segera di laksanakan, maaf yah nak Deni ini bukan om mendesak tapi melihat kondisi Livia, perutnya sebentar lagi akan membesar dan Livia pasti akan mulai malu untuk keluar rumah. " Ujar pak Zul, mengutarakan pikirannya, ia merasa khawatir Deni akan berubah pikiran dan tidak jadi menikahi Livia.

"Tenang saja om, tante hari minggu ini mama saya akan datang, saya sudah janji dan tidak mungkin saya ingkari. " Balas Deni bersungguh-sungguh dengan ucapannya, ia mengerti kekhawatiran orang tua Livia.

"Aj terimakasih nak Deni, kami hanya berharap kamu bisa menerima Livia dan menyayangi bayinya seperti l anak kamu sendiri. " Kini mama Livia yang berbicara.

"Saya pastikan, saya akan menganggap bayi Livia seperti anak sayang sendiri, namun masalahnya sekarang, Livia belum mau menerima saya sebagai suaminya, om, tante. " Ucap Deni, ia harus jujur kepada orang tua Livia bahwa hubungannya dengan Livia saat ini sedang tidak baik-baik saja karena gadis itu menolak untuk ia nikahi.

"Livia ada ngomong gak mau nikah sama kamu?. " pak Zul memastikan ucapan Deni.

"Iya om, tante. "

Mama dan Papa Livia saling berpandangan lagi.

"Ya sudah kalau begitu nanti kita bahas lagi masalah itu, biar tante sama om coba bicara sama Livia juga. "

Deni kemudian meminta izin untuk masuk ke dalam kamar Livia dan menunggu gadis itu hingga bangun.

Pak Zul semakin pusing, disisi lain anak gadisnya itu harus segera di nikahkan karena perutnya akan semakin besar, sementara Livia ternyata tidak menginginkan Deni untuk menjadi suaminya.

"Gimana ini ma? Apa gapapa kita paksain Livia menikah sama Deni?. " Tanya Pak Zul kepada istrinya.

"Mama juga bingung Pa, sea dainya kita bisa temuin orang yang udah buat anak kita jadi kayak gini, masalahnya gak bakalan seribet ini. " Mama Livia kembali bersedih mengingat kemalangan anaknya.

" Papa udah berusaha mencari anak kurang ajar itu, informasi yang pala dapatkan anak itu udah mulai kembali ke sekolah juga nanti siang papa akan coba pergi ke sekolah Livia untuk mencarinya. " Ucap Pak Zul, sangat geram memikirkan Radit yang belum juga muncul setelah melakukan tindakan tercela kepada Livia.

Mama dan Papa Livia bukannya tidak ingin melapor ke kepolisian namun, Livia bersikeras tetap tidak ingin membawa kasusnya ke jalur hukum karena merasa akan sangat malu jika banyak orang yang mengetahui jika dirinya hamil karena di perkaos oleh Radit yang merupakan mantan kekasihnya sendiri.

Livia tidak ingin di kasihani, apalagi orang-orang yang tidak menyukainya akan tertawa puas melihat penderitaannya.

Livia merasa harga dirinya jauh lebih berharga di banding apapun.

###

Sore harinya, saat Livia sudah terbangun Deni dengan setia tetap menunggu gadis itu, bahkan apapun keinginannya selalu di turuti, seperti saat ini.

"Aku mau makan sate yang di dekat tikungan ke sekolah itu Deni. " Ucap Livia.

"Iya, yaudah aku tunggu di mobil yah. "

Ujar Deni keluar dari kamar Livia.

Tidak lama kemudian mereka berdua sudah berada di atas mobil Deni menuju penjual sate yang berada di dekat sekolah, mereka.

Saat mereka sudah sampai di depan gerobak penjual sate itu tiba-tiba Livia berubah pikiran.

"Nggak jadi deh, aku mau makan ayam geprek aja kayaknya. " Ujar Livia, setelah Deni masuk kembali ke dalam mobil, setelah memesan 2 porsi sate plus lontong kecap pesanan Livia tadi.

"Hah? Terus ini satenya mau diapain?. " Deni terheran-heran melihat tingkah Livia.

"Kamu makan aja sendiri, cepetan bawa aku beli ayam geprek, aku mau makan ayam aja, itu pasti sate kambing. " Ujar Rania.

"Kok kamu tau?. " Deni semakin heran di buatnya karena biasanya penjual sate itu menjual berbagai jenis daging yang di buat sate, jadi costumer bebas memilih daging apa yang mereka inginkan.

"Dari baunya aja udah kecium Den, udah ah cepetan, aku udah lapar banget nih. " Keluar Livia.

Deni tersenyum tipis dan berpikir mungkin itu keinginan dari bayi yang ada di dalam perut Livia.

"Kamu mau ayam geprek yang mana nih Livia??. " Tanya Deni setelah mereka sampai ke alun-alun kota tempat penjual ayam geprek berjejeran.

"Aku mau yang disana. " Livia menunjuk gerobak yang berada paling sudut, namun tempatnya terlihat sangat ramai.

"Wahh rame banget Liv tempatnya. " Ujar Deni.

"Aku gak mau tau, pokoknya aku mau makan ayam geprek dari tempat itu. "

"Tapi kalau ngantri dan nunggu kamu gapapakan Livia?. "

"Yah gak boleh sampai nunggu lah, bayar lebih aja Den, atau pake cara apa kek biar kamu bisa dapat duluan ayam geprek nya, aku gak mau tau pokoknya ayam geprek nya harus ada dalam 15 menit ke depan, kalau gak aku pulang sendirian. " Ancam Livia, mendengar itu Deni tidak bisa melakukan apa-apa selain menurutinya.

Deni turun dari mobilnya dan ikut mengantri bersama orang-orang yang ingin membeli ayam geprek di tempat tersebut, untungnya ada orang yang ingin bertukar posisi dengannya.

Tidak sampai sepuluh menit Deni sudah kembali membawa dua bungkus ayam geprek pesanan Livia.

"Lama banget sih. " Omel Livia.

"Ini ayam geprek nya Livia, namanya juga mesti ngantri yah harus sabar dong kan belum nyampe 15 menit. " Balas Deni.

Livia memutar bola matanya, merasa kesal melihat Deni yang membuatnya menunggu lama.

"Maaf ya Livia. "

"Ya udah, ayo balik. "

Bersambung...

Klik like vote subscribe dan tulis komentar kalian yah guys.. Terima kasih..

1
Qaisaa Nazarudin
Perlakuan peran Livia di sini terlalu sombong dan Kasar menurut ku, Sekarang tambah jadi isteri durhaka lagi,Walau gimana pun Radit udah SAH jadi SUAMI nya..Aku semakin eneg dengan sikap sombong Livia..
Qaisaa Nazarudin
NGEBACTIKIR itu apa thor?? Banyak ayat kata2 mu yg aku gak paham,Padahal cerita mu bagus lho..
Qaisaa Nazarudin
CINTA bisa bikin orang cerdas jadi BODOH, CINTA bisa bikin orang WARAS jadi GILA,Jangan karna CINTA kita rela kayak Jadi PENGEMIS di mata orang yg tak bisa MENGANGGAP dan MENGHARGAIN kita..
Qaisaa Nazarudin
Udah di perkokos kek gini masih aja sombong,Ini jahat kan kalo aku bilang ini KARMA buat Livia..
Qaisaa Nazarudin
Apa Livia gak punya sahabat ya..Biasanya cewek Cantik n tajir pasti punya geng lho..
Qaisaa Nazarudin
GILA si Radit..Ini mah bukan CINTA tapi OBSESI,kalo orang udah gak suka ya udah,maksa banget,Cewek tuh bukan Livia doang,Cewek Matre kek gitu di rebutin...
Qaisaa Nazarudin
Kecil' aja udah matre,Gimana saat udah gede..
Qaisaa Nazarudin
Kasian juga Deni,Tapi harusnyandia tau diri juga kalo gak modal jangan berani2 dekatin nih cewek,udaj tau dia cewek cantik,pasti gayanya selangit,Kalo gak punya modal,lupain aja..Biasanya yg berani deketin cewek cantik yah paling juga cowok2 tajir,Jadi gak masalah hanya beli boneka dgn es krim doang,Tapi di sini terlihat kan kesungguhan Deni..👍👍

Mampir thor...🙋🙋
Aurora
Ceritanya bagus... 👍
Mampir juga ya kak..
Anonim
Lanjutannnnnnn
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
cerita yang sangat menarik, alurnya juga oke
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
aduh kalian ini yaa, gosip and ngomongin orang aka kerjaannya, belajar heh
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
alasannya dong liv, kasian deni
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
pasti enak banget ya Livia
🟡🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪
kak habis tanda tanya tak perlu ada titik. Dan setelah tanda petik itu huruf kecil kalau berupa dialog tag🤗
lanjutkan
masokk
lanjutkan
bgaus
🥑⃟G_ard
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!