NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Pamanku

Ranjang Panas Pamanku

Status: tamat
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Beda Usia / Tamat
Popularitas:608.5k
Nilai: 5
Nama Author: patrickgansuwu

[Spin-off Tawanan Ceo Liar]

Ciara harus menerima kenyataan bahwa hidupnya kini berada dibawah pengaruh Davin alias pamannya, sejak kejadian di apartemen kala itu Ciara sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti perkataan pamannya.

Davin memang berhasil menjebak Ciara, ia menikmati tubuh gadis itu dan merekam kegiatan panas mereka sehingga dirinya bisa mengancam Ciara.

Awalnya Ciara merasa marah dan emosi pada Davin, tapi lambat laun sentuhan yang diberikan Davin padanya berhasil membuat Ciara luluh. Hingga suatu hari Davin juga berhasil memiliki Ciara seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Pesan

Ciara dan Davin telah berada di dalam mobil, mereka sekarang tengah menuju ke sekolah setelah Davin berhasil mendapat izin dari Galen untuk mengantar gadis itu. Namun, tampak Ciara belum bisa melupakan kecurigaan Galen padanya saat di rumah tadi, hingga kini ia masih terus mengingatnya.

"Dek, kamu kok mau dijemput sama om Davin gak bilang dulu ke kakak? Tau gitu tadi kakak gak bangun buru-buru," ucap Galen ketus.

"Maaf kak, aku juga baru lihat chat dari om Davin barusan. Lagian om Davin chat aku jam satu malam, ya aku udah tidur lah," ujar Ciara.

"Sebenarnya kamu sama om Davin ada hubungan apa sih? Kayaknya om Davin makin kesini makin dekat sama kamu," tanya Galen penasaran.

"Hah? Gak kok kak, gak ada hubungan apa-apa. Kakak jangan mikir yang aneh-aneh deh! Om Davin kan paman aku," elak Ciara.

Ciara terus melamun membayangkan itu, membuat Davin yang duduk di kursi setir beberapa kali menatap ke arahnya dengan bingung. Akhirnya Davin menegur gadis itu, menaruh satu tangannya di pundak Ciara dan sedikit menekannya hingga Ciara terkejut.

"Ciara, kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Davin yang kini sudah mengelus wajah cantik ponakannya.

"Enggak om, aku cuma lagi mikir ulangan harian nanti di sekolah. Semalam aku belajarnya kurang karena keburu ngantuk," bohong Ciara.

"Ohh, ya harusnya kalau mau ada ulangan kamu belajar lebih awal dong Ciara," ucap Davin.

"Gimana bisa? Kemarin aja om main ke rumah aku lama banget gak pulang-pulang, jadi kan aku harus temenin om dulu," ucap Ciara.

"Iya sih, berarti kamu nyalahin om nih?" tanya Davin.

"Ya enggak juga om, cuma kan emang nyatanya kayak gitu. Udah ah aku gak mau bahas itu lagi," jawab Ciara sambil membuang muka.

"Jangan buang muka dong! Om mau lihat wajah kamu yang cantik itu tau!" pinta Davin.

"Gak dulu om, aku lagi malas. Lain kali aja ya kita baru tatap-tatapan lagi?" tolak Ciara.

"Yaudah, tapi sekarang kamu buka kancing baju kamu karena om mau lihat squishy kamu!" suruh Davin.

Ciara membelalakkan matanya, reflek ia menoleh ke arah pamannya dan saat itu juga Davin tersenyum. Lelaki itu berhasil mengerjai Ciara agar mau menoleh ke arahnya, kini ia pun dapat menatap wajah Ciara dengan jelas walau dalam keadaan marah.

"Om apa-apaan sih? Jangan mesum dong jadi orang!" sentak Ciara.

"Mesum ke kamu aja kok sayang, lagian om juga udah pernah mainin kan sebelumnya?" ujar Davin.

"Tapi aku gak mau lagi om, aku juga punya harga diri kali. Om kalau emang sayang sama aku, harusnya om jangan kayak gitu dong! Itu sama aja om ngerendahin aku," ucap Ciara.

"Iya iya, tadi om cuma bercanda kok. Kamu jangan marah-marah berlebihan gitu dong Ciara! Nanti cantiknya ilang loh," ucap Davin.

"Bodo, aku gak perduli!" ketus Ciara.

Davin menelan saliva nya melihat Ciara kembali marah padanya dan memalingkan wajahnya, namun kali ini ia hanya menggeleng dan fokus mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Seketika Ciara kaget lalu protes pada pamannya dengan wajah panik.

"Ih om, jangan kencang kencang! Nanti kalau nabrak gimana? Aku masih mau hidup ya om, om kalo udah mau mati jangan ajak-ajak aku dong!" ucap Ciara.

"Hahaha, segini kamu bilang kencang? Belum Ciara ini masih kurang tau," ucap Davin.

"Ah gak perduli, pokoknya pelanin!" pinta Ciara.

"No." bukannya melambat, Davin justru menambah kecepatan mobilnya hingga Ciara terus berteriak dan berpegangan kuat.

Galen terbangun dan terkejut saat ia menyadari kalau ia bukan berada di kamarnya, ia menatap sekeliling dan hanya gelap yang dapat ia lihat. Galen sontak panik, ia turun dari ranjangnya dan berlari mencari jalan keluar, tetapi ia tidak menemukan apapun untuk bisa keluar dari sana.

Galen sangat-sangat panik, ia bingung harus bagaimana agar bisa keluar dari tempat itu. Ia juga tak mengerti tempat macam apa itu, padahal sebelumnya ia merasa tidak pernah datang kesana. Ia berteriak dan terus berjalan ke sekeliling tempat tersebut untuk meminta bantuan.

"Tolong! Siapapun tolong saya! Ini tempat apa? Kenapa sepi dan gelap sekali? Toloongg!!" begitulah teriakan kepanikan yang dilontarkan Galen, ia benar-benar bingung saat ini.

Tak lama kemudian, cahaya putih muncul di depannya dan membuat Galen sedikit silau sampai harus menggunakan tangannya untuk menutupi kedua matanya dari pancaran sinar itu. Lalu, sosok serba putih berdiri di hadapannya dengan senyuman terpancar.

Galen sontak kaget, "Papa?" ya sosok yang dilihatnya itu mirip sekali dengan papanya yang sudah meninggal beberapa tahun lalu.

"Pa, ini beneran papa kan? Kok papa bisa ada disini? Bukannya papa.." ucapan Galen terhenti saat pria mirip Albert itu melangkah ke arahnya dan mengusap puncak kepalanya.

"Kamu benar anakku, ini papa kamu. Sekarang papa cuma mau ingatkan kamu pada pesan papa sebelumnya Galen," ucap sosok itu.

Galen mengernyit, "Maksud papa?" tanyanya.

"Ciara, kamu harus bisa jaga dia dengan baik Galen! Jangan biarkan siapapun menyakiti dia, dan waspadalah terhadap orang terdekat di sekitar kamu!" jawab sosok itu.

"Hah? Ciara dalam bahaya, pa? Siapa orangnya pa? Kasih tau ke aku sekarang!" kaget Galen.

Albert tersenyum sembari memejamkan mata, tangannya turun dari kepala Galen dan menatap anaknya itu dengan dingin. "Nanti kamu juga tau, intinya kamu harus selalu jaga adik kamu dan jangan sampai lengah!" ucapnya.

"Tapi pa, selama ini aku udah jaga dia kok. Aku selalu pastiin dia aman, papa gak perlu khawatir!" ucap Galen.

"Enggak, kamu kecolongan Galen. Adik kamu gak sama kamu kan kemarin lusa?" ucap Albert.

Seketika Galen teringat kalau malam itu Ciara menginap di apartemen Davin, baru saja ia hendak berbicara pada papanya, namun Albert sudah menghilang lebih dulu.

"Pa? Papa kemana pa? Papa!!" Galen terus berteriak memanggil papanya, tapi percuma sebab papanya itu sudah tidak ada sana.

"PAPA!!!"

"Pak, bangun pak!" Galen benar-benar terkejut saat seseorang menyentuh pundaknya dan memanggilnya.

Pria itu kini telah sadar sepenuhnya, ia berada di ruang pribadinya bersama Tiara dan tadi ia tertidur saat sedang mengecek data yang diberikan sekretarisnya. Tentu Galen merasa malu pada Tiara, apalagi kondisinya sangat berantakan dan baru saja ia mengigau tidak jelas.

"Bapak kenapa sih? Kok teriak-teriak manggil papa?" tanya Tiara sambil menahan tawanya.

"Gapapa, saya mimpi tadi. Kamu sendiri kenapa ketawa? Emang ada yang lucu?" ketus Galen.

"Hehe, abisnya bapak tidurnya kayak kebo sih, susah amat dibangunin daritadi. Terus pas bangun teriak-teriak begitu, saya lihatnya jadi lucu gak bisa tahan ketawa," kekeh Tiara.

Galen kesal dan langsung menarik tangan Tiara, gadis itu tak sempat menghindar sehingga ia jatuh pada dekapan bosnya.

"Akh pak! Lepas!" Tiara coba berontak, namun pegangan Galen pada tubuhnya benar-benar kuat.

"Diam kamu! Kamu udah ngetawain saya, jadi kamu harus dihukum!" ucap Galen.

"Mmppphhh pak saya minta maaf.." Tiara menggeliat saat Galen menciuminya, ya ia menyesal sudah menertawakan pria itu.

Akhirnya Tiara pun kembali pasrah di bawah kungkungan Galen, mereka melakukan hal panas dengan sangat bergairah disana.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

1
Haikal motor
biadap tapi sukaaa
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
Iryani levana khrisna Khrisna
mudah mudahan tidak di gantung akhir ceritanya ya thor
Apyoris Imanuel Yopi Keris
slm knl....
agak riweh aku baca.. soalnya bnyk bngt nm tokohnya...
Thor pokus aja ke tokoh utama nya aja...
Nana Niez
ciara nya jg menikmati
Nana Niez
masa kakak jahat banget sm adeknya,, g banget ini
Nana Niez
ciara ciara ngapain bela pamannya juga ruwet banget jdi cewek,, ah terserah
Nana Niez
ciara ruwet
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
he? trus Ciara anak siapa ? Galen dan Ciara gak saudara dong
pat_pat: bacanya dri novel 'dinikahi ceo kejam' ya ka
total 1 replies
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
Albert? bukannya nama papanya Gavin ya?
safna
awas gak bisa balik lagi🙈🙈🙈🙈
Hania
Luar biasa
|•n͜͡k͜͡`
ngulangnya setengah bab sendiri terus lompat² ceritanya... mungkin bab selanjutnya tdk perlu d ulang
pat_pat: klo kecewa ya kecewa aj, gosah ksh bintang kck
total 1 replies
beby uchie
ini mau ceritain ciara ma om apa yg lain ya kebanyakan muter2 dan diulang2
pat_pat: campur2 ini kak
total 1 replies
Asphia fia
udah tau biadab msh aja nurut
pat_pat: namanya anak lugu😅
total 1 replies
Andariya 💖
ya Ciara.. seharusnya kamu jujur saja 🤗
Nana Niez: ciara ruwet banget emang dasar cewek blg enggak tapi menikmati,, hrsnya kan crt sm org rmh, biar dibantu bkn malah takut takut tpi mau
total 1 replies
Andariya 💖
om...om kamu ini ya🤣🤣🤣
Wijayanti Yanti
mana GK ketemu
pat_pat: ada di profilku ya kak, cari sesuai judul
total 1 replies
Andariya 💖
Ciara masih ada rasa dengan pak Terry 🤗🤣
Andariya 💖
Nico..mantanya Tiara..mau apa ya dia😅
Andariya 💖: oh...gitu ..🤗🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!