Cerelia Park, selebriti terkenal yang kini sedang terlibat skandal dengan pria beristri. Tidak ingin rumor tentangnya makin menyebar luas, Cerelia memutuskan menikah kontrak dengan pria yang bekerja sebagai cleaning service di hotel tempatnya menginap.
Tanpa diduga, pria yang bernama Kang Seok Joon itu adalah putra kedua dari konglomerat terkenal di Korea. Anak buah ayahnya berhasil menemukan Seok Joon yang bernama asli Lee Kang Joon.
Lee Kang Joon akhirnya kembali ke rumah besar keluarganya dengan membawa Cerelia sebagai menantu kedua di keluarga Lee.
Akankah pernikahan Joon dan Cerelia bertahan meski keluarga Lee menentang?
*Kisah ini berlatar di Korea Selatan, anggap saja kalian sedang menonton drakor, hehe
Jangan lupa dukungannya utk karyaku yg satu ini.
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkanmiliar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dipaksa Pulang
"Dokter Lee Jun Ho!"
Sapaan seseorang membuat Jun Ho terkejut. Yang menyapanya adalah Pak Kang, orang kepercayaan pamannya.
"Eh, Pak Kang. Ada apa, Pak? Apa bapak ingin menjenguk kerabat yang sakit?" tanya Jun Ho berbasa-basi sambil menggaruk kepalanya.
"Dokter Lee, apakah Anda bertemu dengan Tuan Muda Lee?" tanya Pak Kang yang tak suka berbasa basi.
"Hahaha, maksudmu Kang Joon? Bukankah dia masih berada di luar negeri?"
Dengan wajah polosnya seolah tak tahu apapun, Jun Ho berhasil mengelabui Pak Kang. Akhirnya Pak Kang berpamitan. Jun Ho bernafas lega.
"Kemana anak itu? Dia selalu saja membuat masalah!" gumam Jun Ho sambil menggeleng pelan.
Sementara itu, Joon yang sudah berhasil kabur dari Pak Kang memutuskan untuk kembali ke apartemen Celia. Kali ini ia berhasil selamat, belum tentu nanti ia bisa kabur lagi.
Saat melewati kedai penjual Tteokbokki, Joon jadi teringat teman masa kecilnya. Gadis kecil yang dulu berusia 10 tahun, kini sudah berubah menjadi gadis yang menawan. Joon ingat jika teman masa kecilnya sangat menyukai jajanan itu.
Joon pulang ke apartemen Celia dan melihat jika gadis itu sudah ada disana. Ia sedang duduk bersandar di sofa sambil memijat kepalanya pelan.
"Pasti dia sangat lelah!" gumam Joon lalu menghampiri Celia.
"Kau sudah pulang?" sapa Joon, hingga membuat Celia membuka matanya.
"Hei, kau baru pulang? Kau bawa apa?" balas Celia.
"Ini!" Joon menunjukkan bungkusan yang ia bawa.
"Apa itu?"
"Ah, ini Tteokbokki. Aku tidak sengaja melihatnya di jalan dan..."
"Hah?! Benarkah? Berikan padaku! Dari mana kau tahu aku sangat menyukai Tteokbokki?" Celia merebut kantong yang dibawa Joon dan langsung membukanya.
Joon hanya tersenyum melihat Celia yang lahap memakan Tteokbokki.
"Pelan-pelan saja makannya. Aku juga mau!" Joon tak mau kalah dan ikut melahap Tteokbokki bersama Celia.
Mereka melahap Tteokbokki bersama. Street food yang satu ini memang jadi primadona disemua kalangan usia.
"Hmm, ini sangat enak. Terima kasih karena sudah membelinya untukku." Celia tersenyum dengan mulut yang penuh makanan.
Joon membalas dengan seulas senyuman pula. Rasanya menenangkan melihat gadis yang sudah dilupakannya kini kembali.
"Umm, Celia. Kenapa kau tidak membawa Mi Ran dan ibumu untuk tinggal di apartemen ini? Tempat ini masih cukup luas untuk menampung ibu dan anakmu."
Celia terdiam. Ia mencoba untuk bersikap setenang mungkin.
"Dan... Kemana sebenarnya ayah Mi Ran? Kenapa kalian..."
BRAK!
Celia menggebrak meja. Celia sudah kehabisan kesabaran.
"Apa kau pikir karena kau sudah pernah kuajak bertemu mereka, kau sekarang jadi ingin tahu tentang semua kehidupanku? Begitu?"
"Bu-bukan begitu..." Joon sangat terkejut dengan kemarahan Celia.
"Kau bukan siapa-siapa! Kuingatkan sekali lagi, jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadiku!" Celia melengos pergi meninggalkan Joon yang tertegun sendirian.
"Celia... Aku tak bermaksud untuk ikut campur urusanmu..." gumam Joon lirih.
Malam ini mereka mengurung diri di kamar masing-masing. Joon merasa sangat bersalah. Tidak seharusnya ia menanyakan hal yang sangat pribadi pada Celia.
"Mulut ini! Kenapa harus bertanya begitu?" Joon memukuli mulutnya yang sudah lancang bicara pada Celia.
...***...
Keesokan harinya, Joon terbangun dan tidak melihat sosok Celia ada dimanapun. Joon menghembuskan nafas kasar.
"Celia pasti masih marah denganku. Sekarang aku harus bagaimana?"
Seharian ini, Joon menghabiskan waktunya berdiam diri di rumah Celia. Meski begitu, Joon memantau kegiatan Celia melalui Jimmy, sang manajer.
Jimmy bilang hari ini Celia akan pulang lebih awal. Tentu saja hal ini tidak akan di sia-siakan oleh Joon. Joon berniat ingin membuat makan malam untuk Celia, sebagai tanda permintaan maafnya.
Joon menyiapkan bahan yang ada. Ia memasak dengan penuh semangat. Kehidupannya yang keras di Las Vegas, membuat Joon kini bisa mandiri dengan hasil usahanya sendiri.
Usai memasak, Joon teringat jika Celia sangat menyukai makanan manis. Joon pun berinisiatif untuk membeli cake. Joon keluar dari apartemen dan menuju ke toko kue dekat rumah Celia.
Joon memilih kue red velvet. "Celia pasti menyukainya," ucap Joon.
Dengan wajah sumringah, Joon berjalan kembali menuju rumah Celia. Namun ketika tiba di depan lobi apartemen Celia, beberapa orang terlihat mengepung Joon.
"Tuan Muda Lee!" sapa seorang pria yang tak lain adalah Pak Kang.
"Pak Kang?" Joon membulatkan matanya.
"Tuan Besar memerintahkan saya untuk membawa Tuan Muda pulang," ucap Pak Kang dengan tenang.
"Tidak! Aku tidak mau pulang!" seru Joon. Ia berusaha menghindar, tapi orang-orang berpakaian serba hitam itu langsung memegangi kedua lengan Joon. Hingga Joon tidak bisa berkutik lagi.
"Lepaskan! Aku tidak mau pulang!" seru Joon lagi.
Tanpa disadari, mobil Celia baru saja memasuki area lobi apartemen. Celia turun dari mobil dan kaget saat melihat Joon di kepung oleh banyak orang.
"Seok Joon!" panggil Celia.
Joon sontak menoleh. "Celia!"
"Seok Joon, ada apa ini?" tanya Celia yang ingin membantu. Namun Pak Kang tentu saja menghalangi.
"Cepat bawa Tuan Muda masuk ke mobil!" perintah Pak Kang.
"Celia! Kau tenang saja. Aku tidak akan kenapa-napa." Joon yang tak bisa melawan lagi akhirnya masuk ke dalam mobil bersama dengan anak buah Pak Kang.
Joon masih meronta karena kedua orang yang duduk disampingnya masih memeganginya dengan kuat.
"Lepaskan aku! Aku tidak akan kabur!" ucap Joon kesal.
Pak Kang memberi perintah untuk melepaskan tuan mudanya. Kedua orang itu mengikuti perintah Pak Kang.
Mobil mulai memasuki halaman rumah keluarga Lee yang megah itu. Joon turun dari mobil dan kembali di pegangi oleh dua orang berbadan besar itu.
Mereka harus memastikan jika Joon tidak akan mencoba kabur kembali.
"Lepaskan aku!" teriak Joon ketika tubuhnya sudah memasuki rumah yang sudah ditinggalkannya selama lima tahun terakhir.
"Kang Joon!" seru Ae Gyo dengan wajah sumringah karena melihat putra bungsunya kembali ke rumah.
"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan putraku!" teriak Ae Gyo. Ia langsung merangkum wajah Joon yang sudah lama tak ia temui.
"Kang Joon, akhirnya kau kembali, Nak. Ibu sangat merindukanmu." Ae Gyo memeluk Joon.
Tanpa paksaan Joon membalas pelukan sang ibu. Sejujurnya Joon juga merindukan sang ibu. Joon merasa bersalah karena harus meninggalkan wanita yang sudah melahirkannya ke dunia.
"Ehem!" Sebuah dehaman berat dari Byung Man membuat Ae Gyo melerai pelukannya dari sang putra.
"Dramanya dilanjut nanti saja. Kang Joon, ikut denganku sekarang!" perintah Byung Man yang tak bisa dibantah oleh siapapun.
Meski Ae Gyo masih ingin memeluk putranya, tapi ia juga harus mengikuti perintah sang suami. Ae Gyo mengangguk pelan menatap Joon. Memberi isyarat jika Joon harus mengikuti langkah sang ayah menuju ke ruang kerjanya.
Tiba di ruang kerja Byung Man, Joon berdiri berhadapan dengan sang ayah.
"Mulai sekarang ikutilah perintah Ayah, dan jangan lagi pergi sesuka hatimu!" Byung Man tidak suka berbasa basi.
"Ayah!" protes Joon. Tentu saja Joon memikirkan Celia.
"Sudah cukup kau bermain main di luar sana. Kau harus kembali ke perusahaan! Kau adalah pewaris Ayah, Kang Joon."
Joon tidak menjawab. Ia hanya memalingkan wajah. Ia juga memikirkan jawaban yang bagus untuk sang ayah.
"Baiklah. Aku akan kembali ke perusahaan. Tapi ... Izinkan aku untuk tetap tinggal di luar!" Joon mencoba bernegosiasi.
Byung Man tersenyum remeh. "Apa karena gadis ini?"
Byung Man melempar beberapa foto tepat di hadapan Joon. Itu adalah foto dirinya dan Celia. Rupanya Byung Man sudah memata-matai Joon sejak pria itu kembali ke Korea.
"Jangan sentuh dia!" seru Joon.
"Kenapa? Apa karena dia, kau tidak ingin kembali ke rumahmu?" tanya Byung Man diiringi sebuah seringai.
Kali ini baca drakor 😂😂😂 alhamdulillah gak perlu bawa tisue 😊😊😊😊
kasian Mi Ran ya harus tau keyataan ini 🥺🥺