Di tengah kebimbangan Windi dengan keinginan ayahnya yang memintanya untuk segera menikah sedangkan tidak ada satu pun pria yang dekat dengannya saat ini, seorang pria tampan tiba-tiba datang menawarkan sebuah pernikahan padanya. Walau tawaran pria itu terdengar menarik namun Windi tak mengiyakannya begitu saja karena menurutnya pernikahan bukanlah sebuah permainan.
Berbagai macam cara pun dilakukan pria itu agar Windi menerima tawarannya hingga akhirnya Windi mau menerimanya demi kebahagiaan ayahnya. Seiring berjalannya waktu, kebaikan demi kebaikan pria itu berhasil membuatnya jatuh cinta pada pria tampan bernama Marvel itu.
Dan pada satu ketika pernikahan yang telah mereka bina pun harus diuji kerena kedatangan wanita dari masa lalu Marvel yang membuat perhatian Marvel sedikit teralihkan kembali kepadanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedang apa dia di sana?
Jawaban Marvel berhasil membuat wajah Windi semakin merona. Melihat reaksi istrinya setelah mendengarkan jawaban darinya tak dapat membuat Marvel menahan senyumannya lebih lanjut. Rasanya ia merasa senang mendapatkan mainan baru seperti ini yang dapat membuat hari-harinya lebih bewarna.
"Windi... Windi..." Marvel menggeleng-gelengkan kepalanya.
Windi masih tertunduk dengan wajah merona tak berani menatap wajah Marvel.
"Aku rasa pembicaraan kita kali ini sudah cukup. lebih baik sekarang kita kembali ke rumah sakit." Ajak Marvel karena mereka telah terlalu lama meninggalkan Amri di rumah sakit.
Windi mengangkat kepalanya yang tertunduk lalu mengangguk sebagai jawaban. Terlalu larut dalam kesedihannya karena harus berpisah dengan Marvel membuatnya melupakan ayahnya yang kini hanya sendiri berada di dalam ruangan perawatannya.
Marvel dan Windi pun segera keluar dari dalam kamar setelah memastikan barang-barang yang akan dibawa Marvel besok sudah siap dibereskan semua. Saat baru saja melangkah meninggalkan kamar, langkah Marvel dibuat terhenti saat melihat wanita yang baru saja keluar dari dalam kamar.
"Ada apa?" Tanya Windi merasa bingung melihat Marvel yang kini berhenti melangkah dan menatap sosok wanita yang berada tidak jauh dari mereka berada dengan intens.
"Tak apa. Ayo kembali jalan." Ajak Marvel setelah sosok wanita yang tadi ia perhatikan sudah semakin melangkah jauh dari mereka.
Windi mengangguk lalu kembali melangkah bersama Marvel.
"Kita masuk ke dalam lift yang di sebelah saja." Ajak Marvel saat Windi hendak masuk ke dalam lift yang sama dengan wanita yang tadi ia perhatikan.
"Eh?" Walau merasa aneh dan bingung Windi tetap melakukan apa yang Marvel inginkan. "Ada apa?" Tanya Windi.
"Tak ada. Aku hanya tidak nyaman berada di dalam lift yang terlalu ramai." Kilahnya.
Windi tak percaya begitu saja. Apa lagi ia dapat melihat wanita yang ada di dalam lift tadi tak mengalihkan pandangannya dari Marvel walau Marvel mencoba untuk tidak menatapnya.
"Oh..." Windi memilih tak mempertanyakannya lebih lanjut karena tidak ingin terlibat kesalahpahaman dengan suaminya.
Marvel meraih pinggang Windi agar semakin dekat dengannya. "Aku hanya ingin berada di sini berdua bersama istriku." Ucapnya lembut yang berhasil membuat Windi menghilangkan segala prasangka tidak baik dalam pemikirannya.
*
Keesokan harinya, Marvel telah berangkat kembali ke tanah air seorang diri tanpa ditemani Windi. Selama berada di dalam pesawat menuju tanah air, pemikiran Marvel terus tertuju pada sosok wanita yang beberapa kali ia lihat di hotel tempat ia menginap.
Walau mencoba untuk tidak lagi mengingatnya, namun Marvel tidak bisa sepenuhnya melupakannya karena wanita itu terus saja tiba-tiba terlihat oleh matanya.
"Untuk apa dia sana?" Pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut Marvel. Menyadari kesalahannya karena telah memikirkan wanita lain selain istrinya, Marvel segera mengeluarkan ponselnya dan melihat foto Windi yang sedang terlelap di galery ponselnya agar pemikirannya kembali tertuju pada sosok istrinya.
Setelah melakukan kurang dua jam perjalanan, Marvel telah tiba di tanah air. Dilihatnya ketiga sahabatnya sudah berdiri di depan kursi tunggu bandara menunggu kehadirannya.
"Akhirnya kau pulang juga brother." Dio menepuk pundak Marvel setelah berada dekat dengan mereka.
Marvel hanya menyunggingkan senyuman tipis menjawab ucapan Dio.
"Ada apa denganmu?" Dio yang menyadari ada yang tidak beres pada sahabatnya pun bertanya.
"Aku melihatnya kembali." Jawaban Marvel berhasil membuat Dio, Kevin dan Daniel saling pandang.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.