NovelToon NovelToon
LARA

LARA

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Janda / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:240.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gentra

Andara Aprilia kerap sekali mendapatkan perlakuan kasar dari Andika paradipta, bahkan berulang kali dia dikhianati suaminya.Akhirnya dia memutuskan untuk menggugat cerai suaminya, akan kah permintaan nya di kabul kan dan hak asuh anak jatuh ke tanganny?dengan semua bukti yang ada.

Dalam perjalanan hidupnya wanita itu bertemu dengan Alan ,Dia adalah seorang lelaki dewasa yang sedikit arogan tetapi selalu membuat Andara merasa tenang untuk berbagi semua keluh kesahnya
Hingga pada suatu hari terbongkar lah sebuah kebenaran.
Akankah kisah Andara berakhir bahagia atau sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 9

"Ternyata kamu? " sapa orang itu.

Hal itu membuat Dara jadi salah tingkah,dan ingin menghilang jika saja dia punya ajian halimun sudah pasti dia gunakan agar tidak terlihat.

"Pak... ! " sapa Dara sambil menundukkan pandangan nya.

Setelah beberapa saat lift pun sudah berhenti di lantai tujuan, Dara permisi terlebih dahulu untuk segera keluar dari dalam lift. Setelah sampai di luar Dara pun membuang nafas kasar sambil mengelus Dada.

Dara terus berjalan ke arah di mana dia sudah di tunggu oleh kendaraan online yang sudah di pesannya.

Setelah berada di dekat kendaraan itu, Dara segera masuk lalu duduk dan menyandarkan tubuhnya. Setelah seharian bekerja, di tambah lagi beban hidup yang di deritanya.

Kendaraan yang di tumpangi pun melaju dengan kecepatan sedang, tidak terasa Dara pun memenangkan matanya akibat di landa rasa ngantuk yang begitu tinggi.

Lantunan music yang di putar oleh pak sopir pun berhasil membuat Dara sedikit lebih tenang dan tidur dengan nyaman meskipun di dalam kendaraan, bahkan yang di rasakan nya seperti tidur di ayunan.

Perjalanan pun sudah cukup lama, akhirnya kendaraan itu berhenti tepat di depan alamat yang di beri tahu Dara terhadap pak sopir. Tetapi, Dara masih berada di alam mimpi sampai pak sopir terpaksa harus membangun kan nya.

Setelah mendengar suara pak sopir memanggilnya, Dara pun menggeliat dan merenggang kan otot-otot nya dia bahkan belum sadar bahwa dia ada di dalam kendaraan bukan di dalam kamar.

Setelah beberapa saat baru lah dia sadar ternyata dia ketiduran di dalam perjalanan, setelah sadar Dara pun minta maaf lalu bergegas turun dari mobil.

Dia berjalan perlahan untuk segera masuk, dalam batin dia tidak ingin pulang ke rumah ini. Apalagi harus bertemu dengan selingkuhan suaminya yang sekarang tinggal satu rumah dengan nya. Namun, apalah daya dia akan mencoba sedikit lebih sabar agar bisa keluar dari rumah ini dengan membawa farel.

Dengan langkah gontai nya Dara pun masuk ke dalam rumah, baru juga membuka pintu sudah di suguhkan dengan pemandangan yang membuat dada nya terasa sesak, bahkan luas nya ruangan tidak sanggup bagi Dara untuk menghirup oksigen. Sesak...hanya itu yang di rasakan nya pada saat ini, di saat pulang bekerja seharusnya rumah menjadi tempat ternyaman untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian bekerja.

Tetapi rumah yang di tinggali Dara baginya adalah neraka, dia langsung melengos ke arah lain seolah tidak melihat penampakan yang sedang terjadi di hadapan nya.

Tetapi usahanya untuk menghindari justru terlihat oleh Dika, Dia langsung melepaskan tangan Sherly yang sedang bergelatut manja.

"Baru pulang jam segini? ngerjain apa saja? bukan nya jam pulang kantor itu jam empat sore dan jarak dari kantor ke rumah tidak menghabiskan waktu dua jam meskipun dalam keadaan macet! " rentetan pertanyaan itu muncul di saat bersaan.

Justru Dara bingung harus menjawab yang mana dulu, dia lebih mengabaikan pertanyaan suaminya dan berjalan terus tanpa memperdulikan yang bertanya.

Hal itu membuat Dika emosi dia sebagai suami sudah tidak di hargai lagi, Begitu pikirnys.

"Dara.... ! " panggil Suaminya dengan nada suara lebih tinggi, Dara pun menghentikan langkah nya.

"Apalagi sih...! " jawab Dara sambil menghentikan langkah nya.

"Kalau suami nanya ya di jawab, bukan nya pergi begitu saja! kamu sudah tidak ada sopan santun nya terhadap suami ingat! kamu itu istri saya jadi harus hormat jangan jadi istri durhaka! " ucap Dika dengan suara tinggi dan di penuhi emosi.

"Apa yang mesti di jawab, tidak ada yang perlu di jawab! " Dara pun menjawab dengan suara yang sangat pelan, dia sudah lelah bahkan sudah tidak ada tenaga hanya untuk berdebat pun.

"Kamu itu yah, semakin hari semakin ngelunjak" ucap Dika dengan penuh emosi, dia mendekat ke arah Dara lalu menarik tangan Dara.

Di tarik paksa lalu di bawa ke dalam kamar, setelah sampai di dalam Dara pun di hempaskan ke atas tempat tidur.

"Sudah bosan hidup kamu? sekarang sudah berani melawan, dasar istri durhaka" kata Dika sambil mencengkram kuat rahang Dara, sedangkan Dara hanya menggelikan kepala tanpa bisa melawan.

Tenaga Dika lebih kuat di bandingkan dirinya.

"Sakit, Bang....! sudah cukup jika membunuh ku adalah kebahagiaan bagi mu maka, lakukan biar setelah ini tidak ada lagi rasa sakit yang ku rasakan" kata Dara sambil berderai airmata, dia berbicara tidak jelas sebab posisi rahang di cengkram kuat oleh suaminya. Setelah mendengar Dara berbicara seperti itu meskipun tidak jelas Dika bisa memahami nya, lalu di lepaskan lah cengkraman itu.

Setelah melepaskan cengkraman tangan nya di rahang Dara, Dika pun pergi keluar kamar sambil membanting pintu dengan kasar.

Dara yang hampir setiap hari di perlakuan seperti itu, dia langsung meringkuk sambil menggulung tubuhnya dengan selimut tebal. Dia berharap isak tangis nya di bawah selimut tidak akan ada yang mendengar nya, batin nya menjerit merasakan sakit tetapi tidak mampu untuk berteriak.

Setelah cukup lama dan sudah merasakan lelah dia menangis di bawah selimut, akhirnya Dara pun menyibak selimut yang menutup tubuh nya.

Dia mengusap air mata nya sambil berkata dalam batin"Apa aku pergi saja dari sini, dan mengajukan gugatan cerai dengan semua bukti yang sudah terkumpul. Tapi nanti bagai mana dengan hak asuh Farel dan aku belum mampu jika harus jauh darinya"

Dara pun berjalan dengan langkah gontainya, dia akan segera membersihkan tubuhnya lalu berganti pakaian.

Dara berencana akan tidur di kamar Farel mulai saat ini dia akan tidur bersama anak nya itu. Sudah cukup Farel di tinggal pada siang hari dan pada waktu malam Farel harus bersama nya itu pikir Dara.

Jika saja Dara mempunyai uang yang cukup sudah pasti dia telah pergi, toh selama menikah dengan Dika. Dara tidak pernah menerima uang sepeserpun selain uang bulan untuk keperluan dapur, itupun kadang tidak mencukupi untuk semua keperluan dan terpaksa Dara harus menggunakan uang hasil kerjanya.

Jika saja Dara mendapatkan hak atau bisa menikmati kekayaan yang di miliki suaminya, mungkin Dara tidak akan bekerja pada saat Farel masih membutuhkan perhatian nya.

Dara pun sudah selesai dengan semua aktivitas nya, dia langsung bergegas keluar kamar untuk segera tertidur di kamar sang anak.

Sebelum ke kamar Farel, Dara pergi ke dapur terlebih dahulu untuk mengambil botol minum. Sebab, Dara selalu merasakan haus pada malam hari.

"Kamu itu gak capek apa di siksa terus setiap hari! " sura perempuan itu terdengar jelas di telinga Dara, dan hal itu sontak membuat dia menoleh ke arah sumber sura.

"mau capek mau nggak itu semua bukan urusan kamu! " jawab Dara dengan suara tidak kalah lantang nya, dia pun mengambil botol minum dengan cepat lalu segera pergi dari dapur. Dara sudah muak melihat wajah pelakor di hadapan nya.

Jika saja dia tidak mengingat bahwa ini negara hukum, sudah pasti itu Sherly sudah di jambak bahkan mungkin sudah masuk septictank.

"Aneh saja ko ada yah perempuan seperti kamu! yang di siksa setiap hari dan tidak pernah di kasih uang tetapi tetap bertahan" ucap Sherly dengan nada mencibir, sambil melihat ke atas dan bawah tubuh Dara.

"Seharusnya kamu nanya untuk dirimu sendiri! " ucap Dara sambil pergi berlaku meninggalkan Sherly yang sudah mengepalkan tangan nya karena kesal.

1
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
perasaan setiap bc sll ada kt setelah setelah
lucky gril
sakit loe buat sendiri,sekarang keadaan makin teepojok loe nyalahin suami🙄

kenapa ngga bertindak dr dulu,terlalu drama loe🤧
Siti Rahayu
kepo si Alan
Endeh Dedeh
Luar biasa
lucky gril
semoga cuma di NT
lucky gril
telat,semangat loe setelah tertindas😔
lucky gril
paling ngga gugat cerai neng🙄

loe diemin kayak gitu juga ngerusak mental anak loe,ngeliat mak dipukuli bpknya terus2an.

udah sih rezeki mah ada aja takut banget sih,trus y'Allah sumpah mak sampe istighfar ae dr bab 1😏
delesia
lebay deh 😂😂
delesia
boros amat PP naik mobil online 😁
Rahayu Setianingsih
keren
Puspa Trimulyani
hahaha hahaha si babang Alan kaciaaaannn...... belum minum kopi.... pantesan marah marah aja🤭
Puspa Trimulyani
hamil nih sepertinya 😅,hamil anaknya dika
Puspa Trimulyani
sakit ya???? halloooo......dimana perasaan mu waktu kamu dengan seenaknya masuk ke rumah itu dan bermesraan dg Dika , padahal Dika adalah suami sah dara,mereka sdh menikah,dan kamu....jalang lucknut tidak tahu malu.....sakit dibuang???? itu ga seberapa dibandingkan dg kejammu pada dara
Puspa Trimulyani
hahaha hahaha 🤣🤣🤣🤣🤣 yg bucin tingkat dewa
Puspa Trimulyani
wah Aep mah utk meli aja deh ....
Puspa Trimulyani
hmmmm .....ada udang di balik rempeyek nih ....🤭🤭
Puspa Trimulyani
jangan jangan aep belum menikah karena suka ke dara🤭🤭
Puspa Trimulyani
ngarep ya😏😏😏😏😏,pelihara tuh gengsi...karena gengsimu ada perasaan lelaki yg tersakiti
Puspa Trimulyani
karena kamu ibu yg egois!!! anakmu jadi sengsara
Puspa Trimulyani
kehilangan dara untuk kedua kalinya??? yg pertama nya kapan??
Puspa Trimulyani: oh iya kak .....maaf lupa ... .🙏🙏🙏🤗🤗🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!