Aku membangun Viila di Ubud Bali ternyata ada sosok penunggunya, Sedayu nama sosok gadis berwajah rusak. Dulu ia tinggal disana sering disiksa kepala desa, diperkosa dan ahirnya dibunuh.
Kemunculan Dayu mengganggu para tamu. Setelah melalui mediumisasi aku berhasil berhubungan secara ghoib dengan Dayu.
Ternyata ia sering mengganggu karena marahnya pada manusia.
Aku katakan bahwa sanggup menetralisir asalkan Dayu berhenti mengganggu.
Dalam komunikasi ia minta bantuan untuk membalas dendam untuk perjalanannya menuju Sang Hyang Widi.
Aku terbawa cerita Dayu dan misteri alam lampau.
Kisah misteri dan aneh ini kualami karena hingga kini sosok Dayu masih sering muncul.
Ayok simak cerita ini yang penuh ketegangan dan kesedihan yang amat dalam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ben Susanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengunjungi pak Ustad
"Aah..kamu memang cantik dan anggun Dayu..itu Gung Acreng sampai tidak berhenti henti melihatmu dari belakang!" kataku memuji.
"Memang..gek Dayu itu cantik sekali!" ucap Rumi.
"Kalian juga jadi cantik ko! liat tuh sekarang kaya bidadari semua!"
"Haha! masa bidadari?" kata Rumi sambil tertawa.
Sedayu datang dan masuk keruang tamu..langkahnya anggun bak seorang puteri keraton.
"Terima kasih baju dan kainnya cocok sekali" Ia mendekat dan menarik satu tanganku.
"Kamu sudah makan?"
"Sudah tadi dipasar, terima kasih Dayu"
"Apa saya boleh bicara secara tertutup dengan Dayu?" tanyaku
"Boleh saja..maafkan teman teman ya"
Dayu memutar tubuhnya dan menarik tanganku.
"Kita bicara dikamarmu ya" bisik Sedayu dikupingku.
Pintu kamar aku tutup dan aku berdiri tegak didepan Dayu. Aku mendekat dan membelai rambutnya yang diikat kebelakang. Kudekatkan wajahku dan dengan perlahan lahan aku menciumnya..ciuman yang lembut aku berikan dibibirnya. satu tanganku melingkar dipinggangnya.
"Kamu sangat cantik sayangku dik Dayu" bisikku ketelinganya. Tubuhnya sedikit bergetar, mungkin ini perasaan pertamanya dikecup seseorang dengan penuh kasih sayang bukan dari nafsu setan.
"kanda Randi..aku merasakan kebahagiaan yang sangat istimewa" ucapnya pelan.
"Adik Dayu sayang..yuk kita duduk aku ingin bicara"
Kuajak ia duduk disisi tempat tidur. Dayu memandang dengan serius kearahku.
"Ada apa bli?"
"Aku ingin mengawini mu sayang..tapi kamu beragama Hindu..maukah kamu masuk keagamaku?"
"Aku ingin masuk ke agamamu kanda..tidak masalah..yang aku bingung, kita adalah 2 sosok yang berbeda..kamu hidup dialammu alam dunia sedangkan aku berada di alam halus..bagaimana bisa kita menikah? itu yang aku bingung"
"Aku tidak peduli dengan dua alam ini..yang paling penting kamu masuk ke agamaku dulu, agar aku bisa meminangmu..aku akan bicara sama pemuka agamaku bagaimana sebaiknya perkawinan ini dilakukan?"
Sedayu meremas tanganku..jari telunjuknya ia angkat dan meraba bibirku.
"Aku mencintaimu Randi..terima kasih sudah hadir..kita akan liat bagaimana jadinya setelah kita kawin"
Sedayu menutup kedua matanya, aku mendekat dan ******* bibirnya yang sedikit terbuka.
...<●○●○●○>...
"Jadi...mas Randi bisa melihat bahkan menyentuh tubuh sosok ini seperti layaknya orang biasa?" ucap pak Ustad ketika aku singgah dirumah ya di Denpasar.
"Bisa Ustad..seperti kita ini sekarang..dia bukan seperti setan..wujudnya asli, meskipun umurnya kalau saya hitung kini sudah 119 tahun. Namun wajah dan tubuhnya masih sama ketika ia dibunuh dulu sekitar 28 tahunan"
"Masya Allah..Dan..menurut keinginan mas Randi..njenengan mau menikahkan dia?"
"Iya pak Ustad..tapi sebelumnya dia juga ingin menjadi Islam"
"Ya Allah..cobaan apa yang kau berikan ini?" ucap pak Ustad.
"Jadi begini mas Randi..sebelum kita bicara boleh atau tidaknya manusia nikah dengan bangsa halus..adanya beberapa unsur dari dua pihak ini, kita ini manusia diciptakan dari tanah sedangkan bangsa halus atau jin diciptakan dari api..dua unsur materi yang berbeda..dan ada ayat yang mengatakan bahwa :" Allah menjadikan kamu istri istri dari kaummu " Ustad mengusap wajahnya.
"Namun demikian..tidak ada satu dalil pun yang mengatakan jelas jelas bahwa manusia tidak boleh menikah dengan bangsa jin atau bangsa halus..ini menjadi satu hal yang tidak wajar..bagaimana kalau kamu bawa yang namanya Sedayu ini ketempatku ini..coba saya akan bicara dengannya"
"Baik pak Ustad..saya akan bawa besok siang setelah duhur"
...<●○●○●○>...
Ketika aku kembali kevilla, langsung aku bicara dengan Sedayu tentang perjumpaan ku dengan pak Ustad.
"Kandaku sayang..aku ingin bicara lagi tentang hal ini.."
"Bagaimana Dayu..coba ceritakan agar kita bisa menyelesaikan masalah ini"
"Mengenai aku masuk keagamamu seperti yang kukatakan tidak ada masalah..namun tentang pernikahan itu yang aku ragu, sebab seperti yang kanda ketahui..aku sudah bukan manusia lagi seperti dulu. Entahlah apa aku ini..dibilang manusia tapi bukan manusia..mohon kanda pikir matang matang sanggupkah kanda mengawini aku yang bukan dari golonganmu?"
"Hmm..akupun saat ini sebetulnya tidak jelas bagaimana..namun, pak Ustad ingin bertemu denganmu..ia ingin berbicara dulu..apakah kamu sanggup datang ketempat pak Ustad?"
"Bagaimana ia bisa melihat aku secara utuh kanda? kanda Randi bisa melihat aku, karena diberikan kekuatan dari pak mangku untuk bisa melihat dan meraba kami..tapi, orang lain tidak bisa melihat aku dan berbuat seperti yang kanda lakukan"
Perkataan Sedayu sangat tepat..aku baru sadar kembali bahwasanya hanya aku yang bisa melihat dan meraba..orang lain tidak.
"Baiklah..begini saja..kamu ikut aku saja kerumah pak Ustad. Yang aku tau beliau juga seorang yang tau mengenai hal hal ghoib..semoga ia bisa komunikasi dengan kamu Dayu"
...<●○●○●○>...
Pada pukul 1 siang hari setelah shalat dan makan siang aku berangkat ke Denpasar. Sedayu Ikut duduk dikursi penumpang..sudah pastinya hanya aku yang bisa tau..apabila orang melihat aku ya terlihat sendirian naik motor.
"Sebetulnya enak juga..keadaan begini, orang tidak liat bahwa aku sedang memelukmu erat bli Randi!" ucap Sedayu sedikit berteriak.
"Kalau begitu..kamu cium pipiku sekarang sayang..'kan tidak ada yang liat"
"Muuaaach..muuaaach! cukup??" teriak Sedayu dibelakangku.
"Alhamdulillah"
"Alhamdulillah" ucap Sedayu mengikuti.
"Bisa dibayangkan..jaman dulu..apabila ada motor seperti ini..aku sudah lama lari dari cengkraman Belanda itu!"
"Kalau menurut aku..lebih baik jaman dulu, semua orang naik kuda..udara bersih dan tidak berisik"
"Hmm..tapi sepi bli!..kalau sekarang ramai..bahkan sampe malam orang masih diluar karena lampu!"
"Ngomong ngomong..kenapa pelukanmu tambah kenceng?! gemes ya?!"
"Hehe..aku gemes pingin peluk kamu selamanya bli"
"Dayu! pulang dari pak Ustad kita beli baju putih tipis, beli korset sama kain batik yang cantik lagi ya"
"Korset apa sayang?!"
"Hehe..nanti kamu liat sendiri..untuk acara diUbud nanti..mau aku belikan bedak biar dan ke 2 temanmu terlihat cantik?"
"Kalo bedak..harus dari pak mangku..kalo bedak biasa kita ga bisa memakainya!"
"Oke! tuh rumah pak Ustad didalam gang sana!"
Ahirnya setelah memasuki sebuah gang yang hanya cukup 2 motor kita sampai disebuah rumah sederhana tapi sejuk dan damai.
"Assalamualaikum!" Pintu juga kuketuk pelan.
Setelah 2 x aku ketuk pintu terbuka, pak Ustad tersenyum.
"Waalaikumsalam maaf saya lagi betulin radio ga denger ada orang diluar..masuk masuk..waah!"
Pa Ustad berdiri tegak sambil memandang kearah Sedayu.
"Hah! pa Ustad bisa liat?" tanyaku.
"Alhamdulillah bisa..ini Sedayu?"
"Maaf saya ga kenalkan dari awal..saya kira pa Ustad ga liat..iya ini yang namanya Sedayu.."
Pa Ustad memberi salam hormat dan dibalas dengan Dayu yang juga memberikan salam tanpa menyentuh satu sama lain.
"Monggo..ayuk kita duduk didalam..saya mau tutup dulu pintu"
Kami mengambil tempat dan aku ajak Sedayu duduk pas disampingku.
setauku QS az-zalzalah 🙂