NovelToon NovelToon
Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Mafia Psycopath Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tsabita

Arabella, dibesarkan oleh orangtua angkatnya yang cukup kaya raya, namun tidak pernah memberikannya kasih sayang. Hingga suatu hari, perusahaan orangtuanya terancam gulung tikar. Dan yang paling mengejutkan, bahwa dirinyalah yang menjadi jaminan atas semua hutang-hutang yang ada.
Elvan Aristides, seorang CEO dari sebuah perusahaan terbesar dan ternama. Status itu hanyalah peralihan dari kedudukannya, sebagai leader dunia bawah yang merupakan seorang psycopath dengan kekejamannya. Darinya tidak ada kata kasihan dan kesempatan kedua, bahkan dalam hidupnya tidak ada makhluk yang bernama wanita.
Dipertemukan oleh takdir, membawa mereka kedalam ikatan percintaan. Dipenuhi dengan berbagai halangan dan rintangan yang cukup berat, membuat ikatan tersebut semakin kokoh.
Sanggupkah Arabella untuk menghadapi dan menerima takdir tersebut?
Akankah seorang psycopath dan kejam mendapatkan cintanya?

Mohon dukungan like dan hadiahnya ya dan jangan lupa untuk tanggapannya, agar outhor menjadi semangat dalam berkarya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tsabita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9.

Kini jam perkuliahan telah selesai, semua mahasiswa yang berada didalam ruang kelas tersebut telah hilang. Hanya tersisa dua orang saja, Ara dan Maia. Dengan perasaan yang tidak menentu, Ara termenung dengan apa yang akan ia dapati dari manusia monster itu.

" Ngelamun lagi ni anak, kamu hari ini aneh banget Ra. Coba ceritain deh, ntar gue kurangin beban lu." Dengan bercanda, Maia menarik perhatian Ara.

Jemari tangan mengetuk meja, dengan kepala yang bersandar pada salah satu lengannya. Ara menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar, menatap sahabatnya yang sudah menunggu penjelasan darinya.

" Hei, kesambet apa sih lu sampe begini?" Maia menoyor kening Ara dengan cukup kuat, membuat wanita itu sedikit terhuyung.

" Main toyor-toyor aja, sabar dong." Ara mengelus keningnya.

Maia pun bersedekap di hadapan Ara, ia menuruti apa yang telah sahabatnya itu katakan. Menanti dan menunggu penjelasan, yang cukup memakan waktu untuk mengheningkan suasana.

" Aku dijadikan jaminan hutang oleh papa, dan orang yang meminjamkan uang itu adalah orang yang baru saja menjadi dosen pengganti pak Leon hari ini."

" Apa?! Mmph mmpp." Teriakan Maia terdengar begitu kuat, hingga dengan cepat Ara harus membekap sumber suara itu.

" Aish kau ini, mau konser apa. Keras banget tu suara, kalau mau teriak. Nanti saja, saat kau pergi kehutan."

Dengan amat terpaksa, Ara harus menceritakan semua yang ia alami kepada sahabatnya itu. Jika tidak, maka wanita itu akan mencari tahu sendiri tentang apa yang sedang dialami oleh sahabatnya ini.

" Gila bener bokap lu, orang tua nggak punya hati. Walaupun lu bukan anak kandung mereka, tapi nggak harus menyakiti lu terus-terusan dong. Enak bener hidup anaknya tu orang, yang berhutang siapa. Yang dijadiin jaminannya juga siapa, enaknya bokap lu itu diapain ya. Biar taubat gitu, bener-bener bukan manusia." Tanggapan Maia atas apa yang sudah di alami oleh Ara, sungguh membuatnya tidak habis pikir.

" Terus, lu disana gimana? Apa tu orang baik sama lu, apa sebaliknya?" Dengam penuh penasaran, Maia terus mengintrogasi Ara dengam begitu banyak pertanyaan.

" Entahlah Mai, doakan saja yang terbaik untuk semuanya."

Ddrrttt...

Ddrrttt..

Ponsel Ara bergetar dan ia segera melihat sebuah panggilan dari nomor yang tidak terdaftar dalam kontaknya, untuk memastikan siapa yang menelfonnya. Ara pun menggeser ikon hijau pada ponselnya.

" Aku tunggu di parkiran, sekarang!"

Tut tut tut...

Keningnya pum berkerut, Ara sudah menggenal suara yang menelfonnya tadi. Jantungnya pun berdetak dengan sangat cepat, berharap hukuman yang akan ia terima tidak akan menyulitkannya.

" Siapa ra?"

" Si monster, aku harus cepat menemuinya. Sampai jumpa Mai." Bergegas menuju parkiran yang dikatakan oleh sang penelfon.

" Tunggu Ra, hei tunggu!"

Maia tidak bisa menghalangi langkah sahabatnya itu, namun banyak sekali timbul pertanyaan dari dalam kepalanya tentang apa yang di alami Ara. Banyangan Ara sudah tak terlihat, Maia pun ikut beranjak dari tempat duduknya untuk pergi.

Langkah cepat itu membawa Ara tiba di parkiran, tapi ia tidak menemukan orang yang menelfon dirinya.

Kok tidak ada, apa ini hanya leluconnya saja. Ara.

Nafas yang tidak teratur, membuat Ara mencari tempat duduk untuk sekadar menghilangkan lelahnya. Keringat telah membasahi wajah dan sebagian pakaiannya, teriknya cuaca membuat orang-orang mencari tempat untuk berteduh.

Ddrrttt...

Ddrrttt...

Hah, nomor ini lagi.

" Hallo,..."

" Dalam waktu lima menit, kau tidak sampai. Bersiaplah tikus kecil!"

Tut tut tut.

" Apa-apaan ini, dianya yang tidak ada. Kenapa malah balik marah. Seenaknya saja mengataiku tikus, dasar monster."

Melihat sekelilingnya dengan cermat, akan tetapi keberadaan sang penelfon tidak dapat Ara temukan. Merasa pasrah dengan keadaan yang ia alami saat ini, Ara menyapu keringat diwajahnya dengan menggunakan telapak tangannya.

Ddrrttt...

Ddrrttt...

" Hall..."

" Parkiran mobil!!" Suara teriakan begitu keras, sehingga membuat telingga Ara berdengung hebat.

" Aish, kenapa nggak pakai toa saja sekalian. Ya Tuhan! Ini parkiran motor, pantas saja nggak ketemu. Aduh, mampus aku." Tingkat kecemasan pada diri Ara menjadi begitu besar, secepat mungkin ia langsung berlari menuju parkiran mobil yang berjarak cukup memakan waktu.

Ketika telah sampai pada tempat yang benar, Ara kembali harus mencari keberadaan monster itu berada. Orang-orang yang melihat kondisi Ara saat itu, sudah seperti seorang atlet yang baru saja selesai latihan. Keringat yang membasahi wajah dan pakaiannya, membuat dirinya menjadi perhatian banyak orang.

" Silahkan masuk, nona."

Tiba-tiba saja, suara seseorang menyadarkan Ara. Yang ternyata adalah suara Hugo, berdiri tegap disamping sebuah mobil mewah.

" A a apa?" Ara begitu terkejut saat disuruh memasuki mobil yang sudah terbuka pintunya.

Hugo menganggukkan kepalanya, dengan amat terpaksa Ara mengikuti arahan yang diberikan kepadanya. Keterkejutan itu tidak berhenti begitu saja, saat Ara sudah memasuki mobil tersebut. Tubuh besar itu telah menunggu dan menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam, hal itu semakin membuat tubuh Ara bergetar ketakutan.

" Aakh!!"

Pria itu menarik rambut Ara dengan cukup kuat, namun begitu santainya ia melepaskan tarikan dan menghempaskannya begitu saja. Ara mengusap kepalanya yang berdenyut, sungguh miris sekali.

" Jalan!"

Mendengar ucapan bosnya, Hugo segera menjalankan laju mobil tersebut. Ia tidak berani untuk menatap wajah orang yang baru saja memberikannya perintah, Ara hanya bisa terdiam dengan situasi yang ada.

Selama dalam perjalanan, tidak ada pembicaraan ataupun yang lainnya. Hening, hingga pada akhirnya mobil itu berhenti pada sebuah gedung yang teramat besar, tinggi dan mewah.

" Bawa tikus ini keruanganku." Elvan meninggalkan mereka begitu saja.

" Baik tuan."

Bisik-bisik mulai terdengar lagi, siapa lagi kalau bukan para karyawaan yang sedang memuji ketampanan bos mereka. Ara yang mengikuti langkah Hugo, menjadi sangat rendah diri melihat kejadian itu.

" Tu tuan, kenapa aku harus mengikuti kalian? Bisakah aku pulang ke ..." Belum saja menyelesaikan kalimatnya, Hugo telah menyela ucapan Ara.

" Ikuti saja perintah dari tuan Elvan, jika kamu masih sayang dengan nyawamu sendiri. Dan ingat, membantah dan menyalahi aturan yang dibuat oleh Tuan. Berarti kamu harus siap menerima hukumannya, jangan membuat tuan marah." Hugo berjalan terlebih dahulu didepan Ara, dengan langkah malasnya. Ara terpaksa mengikuti apa yang Hugo ucapkan, dengan tidak memungkiri jika dirinya juga takut akan hukuman yang akan ia terima.

Memasuki gedung mewah, menaiki lift khusus dan berakhir pada lantai paling atas dan begitu luasnya. Sapaan dari wanita, yang merupakan sekretaris perusahaan. Disambut hangat oleh Ara, namun tidak untuk Hugo.

" Selamat datang."

" E e terima kasih." Ara yang gagap menjawab sapaan wanita itu, segera mendapatkan lirikan mata dari Hugo untuk masuk kedalam ruangan yang berada dihadapannya.

" Masuklah."

" Ba baik tuan, terima kasih."

Pintu tertutup kembali, Ara mengedarkan pandangan matanya keseluruh ruangan. Mencari si pemilik dari ruangan tersebut, berjalan perlahan dan terus melangkah.

" Tikus kecil selalu mengendap-endap kalau berjalan."

Tubuh Ara menjadi kaku, ternyata orang yang sedang ia cari sudah berada dibalik tubuhnya.

💐💐💐

Jangan lupa dukung serta tinggalkan like, komen, vote dan koin kalian pada novel ini ya.😊

1
Anjelli
keren banget cerita nyh thor, the best pokok nyh
Dewi Yanti
klo kt aku karakter ara tdk cocok memiliku keluarga mafia yg setiap hr bkln dlm bhy dn bayak musuh.. terlalu lemah dn tdk bs menempatkan posisi mn yg perlu di kasihani atau tdk,kurag tegas pdhl dia jg keturunan mafia dr ayahnya. baik boleh tp bodoh jangan
Dewi Fajar
benar benar psyco
Dewi Fajar
mampir tor
nunnaJ
hahhaa monster
nunnaJ
baguslah mulai akur semoga anaknya kembar
nunnaJ
mungkinkah ara hamidun thor?
Qaisaa Nazarudin
Di kerjain anaknya 🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣Ezra tau ya kalo daddy nya pura2 😜😜
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Ara bisa mengandung lagi,dr prideksi dokter terdahulu bilang Ara sudah gak bisa hamil lagi,karena keadaan nya yg mengenaskan saat dia melahirkan Ezra dulu..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Namanya AraBella, Bella itu adalah nama ibunya..
Qaisaa Nazarudin
Elvan pasti sudah melihat bekas tamparan di pipi Ezra kan,,
Qaisaa Nazarudin
OMG ini Arion,rasanya bawahan Elvan tdk mengenali Arion,makanya bisa lepas gitu saja 😅
Qaisaa Nazarudin
Udah tau dia manusia berhati iblis madih saja kau tantang dan lawan,Bodoh,,Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Akui saja kekalahan mu Xavier,2 kelompok besar sudah bersatu utk menghancurkan kelompok mu..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 tolong belikan sekalian utk aku satu..😜😜
Qaisaa Nazarudin
#Di tuduh Elvan menculik Ara
Qaisaa Nazarudin
Apa pun kadih tau Jack terlebih dahulu,Kalo gak kalian yg akan dituduh Rlva menculik Ara..🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Qaisaa Nazarudin
OMG😱😱😱Ara…Ara di culik..
Qaisaa Nazarudin
Aduuh Arion tolong amankan baby Ezra tuh,udah deh Ara udah ada tim medis yg menanganinya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!