NovelToon NovelToon
Our Love

Our Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:184.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lee Via

Inilah kisah Livia Wijaya, seorang mahasiswi semester akhir dengan Jimmy Alexander Kurniawan, Seorang CEO muda. Dengan sebuah masa lalu kelam yang membuat mereka berdua sulit untuk saling menyatakan perasaan apalagi untuk bersatu.

Masa lalu kelam Livia Wijaya pun berefek pada pertemanannya. Our Love tidak hanya berfokus pada kasih sayang dari sepasang kekasih saja. Akan tetapi, pada kasih sayang dalam ikatan tali pertemanan dan juga pershabatan.

Masa lalu itu.. telah menghancurkan segalanya..

Mampukah Livia Wijaya mempertahankan kisah cintanya dan juga pertemanannya?

Akankah Livia berubah menjadi jahat setelah mengetahui akan adanya plot twist terkait masa lalunya yang kelam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lee Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 9

"ALEXANDER !!!!" Teriak Livia yang kesabarannya sudah habis membuat semua orang di ruangan itu memandangnya. Jimmy yang ada di depannya tampak terkejut namun, seketika tersenyum. Satu sisi karena berhasil membuat gadis itu akhirnya mengamuk dan...

Alexander adalah panggilan kecil dari Livia dulu. Dan hanya gadis itu yang memanggil nama tengahnya. Seharusnya gadis itu memanggilnya Kak Alexander mengigat ia lebih tua 3 tahun dari gadis itu. Tapi, ia lebih menyukai jika gadis itu memanggil namanya tanpa embel-embel 'kak' di depannya.

Jimmy tertawa puas sambil bangkit berdiri mengangkat kedua tangannya, "Oke. Aku tidak akan menggangu lagi." ia berjalan menghampiri kedua orang tuanya, "Ini sudah jam makan siang. Ayo kita makan di luar."

"Kak Livia makan apa ?" Tanya Tasya.

"Oh tadi aku sudah menyuruh Joko untuk membelikan makanan. Aku akan makan di pantry bersamanya dan Bu Jasmine." Livia mengambil ponselnya lalu ikut keluar bersama yang lain.

Jimmy yang dibelakangnya berbisik, "Akhirnya, kau memanggilku dengan nama itu." ia tertawa kecil sambil mengunci ruangannya.

Dasar menyebalkan....

Jimmy Alexander Kurniawan.

adalah pria paling menyebalkan di dunia ini.*

Livia berpisah dengan Jimmy dan orang tuanya. Ia berjalan ke arah pantry dimana sudah ada Bu Jasmine dan Joko beserta temannya. "Ayo makan.." Teman Joko mengambilkan piring dan segelas air. Livia melirik ke arah name tag. Agus.

"Bagaimana baru kerja setengah hari disini ?" Bu Jasmine memulai pembicaraan.

"Menyenangkan."

Sekaligus menguras emosi gara-gara Atasan gilanya.

"Dimana Alex ?" Seorang wanita berpakaian seksi menghampiri Livia dan yang lainnya yang sedang makan siang.

"Maaf. Kalau boleh tahu anda siapa ya ?" Tanya Bu Jasmine secara baik-baik.

"Aku tanya ada dimana Alex ? Apa susahnya tinggal menjawab ?"

Bu Jasmine menatap bingung, "Alex ?"

"Iya Alex. Jimmy Alexandra Kurniawan. Ada dimana dia ?"

"Pergi makan siang di luar."

"Kau tahu dimana dia makan siang ?"

Bu Jasmine menggeleng, "Maaf, saya kurang tahu."

"Tadi beliau bilang akan makan siang di restaurant sebrang perusahaan ini bersama orang tuanya." Jawab Livia.

"Siapa kau ?"

"Saya karyawan intern baru disini."

"Kenapa kau bisa berada di lantai ini ? Tidak semua orang boleh ada di lantai ini."

"Saya yang mengundangnya untuk makan di lantai sini." Jawab Bu Jasmine.

Wanita berpakaian seksi itu memandang Livia dari atas hingga bawah. "Cupu. Baiklah. Aku maafkan. Oh iya, nanti kedepannya aku akan sering kesini. Tolong diingat. Saya adalah kekasih dari Jimmy Alexander Kurniawan." ia pun pergi.

Ponsel Livia bedering. Ada chat WhatsApp masuk.

Hanna : Liv, bagaimana dengan setengah harimu di kantor baru ?

Mengesalkan.

Livia : Biasa aja 😂

Yeni : CEO itu bagaimana?

Menyebalkan.

Livia : dia tidak mengungkit-ungkit masalah di lift sih.

Ai Chan : Dia galak tidak ?

Livia : sampe sekarang sih belum liat dia marah, Ai. 😂

**Narulita: Guys, jangan lupa cek portal mahasiswa jadwal kita sudah keluar.

Nia : iya baru aja cek. Nanti malam kita ada kelas OJT pertama. Pada datang kan ?

Livia : Datang Ni.

Yeni : Iya.

Hanna : dateng kok.**

Sore harinya...

Livia bersenandung ria membereskan meja kerja. Sebentar lagi ia akan bertemu dengan teman-temannya di kampus. "Kau senang sekali hari ini ? Pekerjaanmu sudah selesai ?"

"Sudah pak. Ini sudah mau jam 5 sore. Saya boleh ijin pulang ?"

"Kamu baru boleh pulang setelah pekerjaan saya selesai."

Penyakit gilanya kambuh lagi.

"Saya kan hanya staff biasa jadi harus mengikuti jam kerja karyawan pada umumnya."

"Kamu atasannya siapa ?"

"Bu Sarah." Livia tersenyum.

"Lalu, saya ini apa ?" Jimmy berjalan mendekatinya.

"CEO-lah. Masih tanya lagi."

"Saya tanya lagi, atasanmu siapa?"

Livia semakin mundur, "Bapak."

"Kamu kerja di ruangan siapa?" Jimmy terus mendekatinya.

"Bapak." Livia sudah tak bisa mundur lagi.

Jimmy mendekatkan wajahnya, "Jadi, kalau kau mau pulang harus mengikuti pekerjaan saya. Kalau saya belum selesai maka kau tak boleh pulang, mengerti ?" Ia terdiam memandang mata gadis yang berada di depannya. Ia baru sadar jika mata gadis itu berwarna cokelat tua jika dilihat dari dekat.

Livia mendorongnya, "Saya ada kuliah malam pak."

"Kamu hanya bilang mau pulang dan tak mengatakan ingin ke kampus."

"Ini kan sudah lewat jam kantor jadi saya tidak perlu menjelaskan secara detail saya mau kemana."

Jimmy menarik tangan Livia, "Karena ini juga sudah lewat jam kantor panggil saya Alexander bukan bapak."

"Saya boleh ijin pulang?" Livia melepaskan tangan pria itu.

"Panggil Alexander dulu baru boleh pulang."

"Tadi aku sudah mengucapkannya."

"Kapan ?"

"Saat ada orang tua bapak."

Jimmy mencubit pipi kiri gadis itu, "Sudah saya bilang jangan panggil bapak jika lewat dari jam kerja." ia melepaskannya.

"Ash. sakit." Livia mengusap pipi kirinya.

"Tinggal panggil Alexander susah sekali sih."

"Saya kan sudah bilang bahwa saya tadi sudah memanggil bap.. maksudku, kakak dengan nama tengah kakak. Susah paham banget sih."

"Alexander." ia mendekatinya.

"Saya harus pulang. Ayolah."

"Alexander."

Livia mengembuskan nafasnya dengan kesal, "Ya sudah sini telinganya saya bisikin." Entah mengapa Jimmy menurutinya. Ia menendang kaki pria itu lalu pergi.

Jimmy mengerang kesakitan, "Livia !!!!"

Di Kampus Sunflower...

Livia melihat jam di ponselnya pukul 17:30. Masih ada waktu 15 menit lagi sebelum kelas dimulai. Lebih baik beli makanan untuk menganjal perut dulu.

Chat WhatsApp berbunyi...

**Nia : pada dimana ?

Livia : Lagi di minimarket dekat pakiran, Ni.

Narulita : lagi di kelas. Sendirian nih.

Hanna : lagi ke kelas Narul.

Nia : tungguin Liv disana.

Livia : Ya.**

"Dorr.." Yeni menepuk bahu Livia yang tengah membuat mie instan dalam kemasan cup. "Kok tidak latah sih ?"

"Memang tidak." Livia terkekeh. "Ai Chan mana?"

"Noh. Lagi sama Nia."

"Uda makan ?"

"Ntar mau beli popcorn untuk makan di kelas."

"Uda pada selesai ?" Nia datang membawa beberapa snack.

"Uda. Ayo bayar." Semua pesanan mereka dijadisatu bon ke Yeni. Nanti mereka tinggal membayar cash ke dia.

"Kalian liat di depan ada pria duduk yang pakai hoodie hitam dan masker lalu bawa 1 tas laptop." Yeni memulai pembicaraan sembari menunggu pesanan popcornnya jadi.

"Tidak lihat pass tadi kesini. Biarin aja. Mungkin mahasiswa sini." Livia memasukan ponselnya ke dalam tas.

"Mahasiswa berpenampilan begitu." Ai Chan menatap ke Livia. "Yang benar saja."

"Yuk ke kelas. Di lantai berapa, Ni?" Yeni mendorong teman-temannya keluar dari minimarket tersebut.

"Bentar cek hp dulu." Mereka berdiri tak jauh dari pria berhoodie hitam. "Lantai 5 ruang 501." Livia dan teman-temannya pergi ke kelas meninggalkan Pria berhoodie hitam yang terus memperhatikan mereka.

Di Ruang 501...

"Narulita.. Hanna.." Teriak Nia saat masuk dalam kelas menghampiri 2 temannya yang lain. 1 deretan meja hanya terdapat 5 kursi dan mau tak mau Nia memilih duduk di barisan depan teman-temannya.

"Ga nyangka ternyata kelas malam OJT ramai juga." Ujar Nia yang mulai makan. "Bau Popcornnya wangi banget sih. Minta donk."

"Ambil aja."

"Ada banyak anak-anak kelas pagi, Ni."

Pria berhoodie hitam itu masuk ke kelasnya dan duduk tepat di belakang Livia yang kosong. Ia hanya melepaskan penutup di kepala tapi, tidak dengan maskernya. Tanpa merasa terggangu dengan semua pandangan mengarah padanya, kecuali Livia. Gadis itu tak mau begitu perduli. Pria tersebut membuka tas laptopnya dan mengerjakan sesuatu.

"Ga nyangka dia ternyata anak kelas sini juga." Ucap Ai Chan.

"Kalian kenal?" Tanya Narulita.

"Tadi pass kita ke minimarket dia duduk di depan. Cuma ga keliatan mukanya seperti apa. Karena pakai masker." Jelas Nia.

Tak lama dosen pria pun datang. Beliau adalah dosen baru di kampus ini. Semua mahasiswa disuruh untuk pengenalan diri.

" Nia, botol air gue sini donk." Pinta Livia. "Makasih." gadis itu meminumnya.

"Bagaimana dengan mahasiswa yang berhoodie panjang dan memakai masker ? Apakah anda sedang sakit?"

"Tidak." Hanya 1 kata yang keluar dari mulut pria berhoodie membuat Livia yang sedang minum pun tersendak sehingga semua orang memandangnya.

"Tidak apa-apa, Liv ?" Tanya Hanna khawatir.

Suara itu...

Livia mengabaikan pertanyaan Hanna lalu berbalik ke belakang menatap pria berhoodie dengan masker juga memandangnya.

Tidak salah lagi.. walau hanya 1 kata yang terucap ia yakin sangat mengenali suara itu.

"Kenapa kau berada disini ?" Livia tak perduli lagi akan semua orang memandang mereka.

"Kau mengenalnya ?" Narulita menatap tak percaya.

"Memangnya tidak boleh." Balas pria berhoodie dengan masker itu.

"Tentu saja tidak boleh. Kau bukan mahasiswa sini." Livia kembali mengabaikan pertanyaan dari Narulita.

"Aku sudah mendapatkan ijin dari dekan fakultasmu."

"Ash.." Livia berbalik membelakanginya.

Dosen pun berdehem, "Baiklah ayo.kita mulai dari barisan depan dulu. Silakan perkenalkan diri dimulai dari nama, bekerja di perusahaan apa dan posisinya apa."

"Kau kenal dengan dia ?" Narul bertanya sekali lagi pada Livia.

"Ya."

Nia yang duduk di depan pun berbalik memandang Livia, "Siapa dia?"

"Iya siapa dia, Liv ? Cowomu ?" Tanya Yeni yang ikut penasaran.

"Bukanlah."

"Ya uda jelaskan siapa dia." Narul juga tak mau kalah.

Livia mendesah pelan mengambil ponselnya, lebih tepatnya membuka grup chat WhatsApp mereka.

Livia : dia CEO Sapphire Blue.

Setelah itu Livia meletakkan ponselnya diatas meja, "Baca grup." ucapnya. Teman-temannya yang lain membuka grup chat kemudian...

"CEO??" ucap mereka secara kompak menatap pria berhoodie hitam yang tengah tenggelam dengan dunia pekerjaan kantornya.

"Kalian kenapa berteriak seperti itu ?" Tanya Dosen yang membuat teman-teman Livia salah tingkah.

"Ti..tidak ada apa-apa Pak. Maafkan kami." Hanna mewakili teman-temannya yang lain meminta maaf pada dosen karena membuat keributan.

"Kenapa dia bisa datang kemari ?" Narulita berbisik pada Livia.

"Kalian kan sudah mendengar tadi apa yang dia jawab saat aku tanya hal yang sama." Jelas Livia yang tanpa sadar girilannya untuk memperkenalkan diri. Gadis itu pun berdiri, "Nama saya Livia Wijaya biasa dipanggil Livia. Sekarang saya bekerja sebagai staff intern Video Editor di perusahaan Sapphire Blue Corp."

Lagi-lagi mahasiswa/i itu kembali dibuat terkejut dengan pernyataan Livia, kecuali teman-temannya sendiri yang memang sudah tahu terlebih dahulu. "Wow..Kapan bekerja disana?" Tanya Dosen.

"Baru hari ini."

"Kau sudah bertemu dengan CEO nya ? dari seminar kemarin dia sangat tampan sekali." Ujar seorang mahasiswi padanya.

"Ya.. sudah."

"Wahh beruntung sekali..Aku iri." mahasiswi lain mulai iri akan keberuntungan yang Livia dapatkan.

Livia dipersilahkan duduk. Ia berbalik berbisik pada Jimmy, "Mau sampai kapan anda akan berada disini ?"

"Tadi menggunakan 'aku kau' dan sekarang 'saya anda' plin plan sekali."

Livia menggerutu kesal dan berbalik membelakanginya. *Kenapa pria itu harus ada disini sekarang ?

Tak bisakah 1 hari saja tak melihat wajahnya yang mengesalkan itu.*

Perkenalan mahasiswa/i pun tertuju pada Pria berhoodie dengan masker yang paling membuat penasaran. Hanya Livia dan teman-teman Livia tak berbalik ke belakang melihatnya.

"Nama saya Alexander."

"Kau bilang dia adalah CEO-mu, Livia." Yeni mulai bersuara yang cukup di dengar oleh sebagian mahasiswa/i.

"Memang dia."

"Tapi, dia bilang namanya Alexander." Yeni tak sadar jika suaranya mulai meninggi membuat kelas itu sunyi.

Livia yang juga tidak menyadari suasana kelas tersebut berubah menjawab, "Dia memang CEO perusahaan tempatku bekerja. Namanya Jimmy Alexander Kurniawan." Seketika itu pula ia sadar kelas begitu hening dan memandangnya.

Damn....

Pria berhoodie hitam itu tersenyum membuka maskernya membuat seisi kelas histeris karena memang kelas itu dominan perempuan dari pada laki-laki. "Sudah terjawab semua oleh bawahan saya." Jimmy tersenyum bahagia yang semakin membuat histeris.

-To be Continue-

1
Yubi
tamat? 😭😭😭
rintaanastasia41
padahal, novel lama. aku mampir, wen. semangat terus untuk berkarya
🌹CleoPaTrA🌹
up
CR⃟7Naikenz *🎯Hs
Semangat wen
Livia: makasih
total 1 replies
🌹CleoPaTrA🌹
lanjuuut...
Ayu Lestari 🌼SSC🌼
akhirnya up ka wen 🥰 semngtt❤️❤️❤️
Ayu Lestari 🌼SSC🌼: sama² ka wenn
total 4 replies
🌹CleoPaTrA🌹
akhirnya up juga thor
🌹CleoPaTrA🌹: semangat up thor
total 2 replies
Ayu Lestari 🌼SSC🌼
up lgi kaa
IKA 🌹SSC🌷💋plf
hhhhhhh kayak penyanyi Saiful J ajah dikit2 nyanyi😂😂😂
IKA 🌹SSC🌷💋plf
nikah dulu yaa Robert Livia, baru punya anak wkwkwkwkkk
Ika Aprianti SSC🌹
para papa yg jahat anak2 nya kena dampak nya
Ika Aprianti SSC🌹
bagus Tiara pertahankan dulu sikap mu itu
Ika Aprianti SSC🌹
wkwkwkwkkk ada bucin baru dsni😁😁😁
Ika Aprianti SSC🌹
uwu uwu aq ikut terhanyut niih Livia.....
Ika Aprianti SSC🌹
siapa yg ada d d hati Livia sebenarnya apakah masih ada Robert dsna???????
Ika Aprianti SSC🌹
aq suka cara Livia menghadapi masalah dia begitu tenang walau sebenarnya dia marah
semangat Livia.....
Ika Aprianti SSC🌹
karma pasti datang Jimmi
Ika Aprianti SSC🌹
akhirnya Livia tau juga
Ky2 SSC💕
udh lama nunggu kelanjutannya nih🤗🤗
BIDADARIQ 1516: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya
"cinta pertama tuan mudaku"
thanks 💕
total 1 replies
Ayu Lestari 🌼SSC🌼
woww akhirnya up😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!