NovelToon NovelToon
MATI RASA

MATI RASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: nazwa talita

Pertama kali kau menyakitiku aku, aku menangis dan memohon padamu agar kau tetap disisiku, kedua kalinya kau menyakitiku, aku kembali memohon kepadamu agar kau tidak meninggalkanku. Ketiga kali dan keempat kalinya kau kembali menyakitiku, aku memaafkanmu dan selalu saja memaafkanmu. Namun, setelah berkali-kali kau terus saja menyakitiku, akankah aku masih bisa bertahan?


"Pergi dari sini sejauh mungkin, karena aku muak melihatmu!"Bian berteriak keras.

"Tapi aku istrimu! aku mencintaimu!" Alea berteriak sama kerasnya

"Tapi aku tidak pernah mencintaimu!"

"Tapi bukan berarti kau bisa seenaknya membawa perempuan itu ke rumah ini Bian, ini rumahku!"


Alea sangat bahagia saat pria yang sangat di cintainya dari masa SMA tiba-tiba melamarnya dan menikahinya seminggu kemudian. Tapi kebahagiaan Alea hanya berjalan sebentar, karena sebulan setelah pernikahannya, suaminya justru membawa perempuan lain ke dalam rumahnya. Sanggupkah Alea terus bertahan dengan kesakitan yang terus ia rasakan?



Mohon siapin tisu yang banyak,karena novel ini bakalan banyak menguras air mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8 Karena Aku Tidak Ingin Melihatmu!

Alea duduk di gazebo di taman belakang rumahnya. Setelah selesai membuat sarapan untuk suami tercinta, Alea langsung bergegas ke taman.

"Suami tercinta .... " Alea mencibir dalam hati.

Sambil menikmati segelas susu dan sepiring nasi gorengnya, jari Alea tak berhenti menari di atas keyboard sambil menatap laptop di depannya. Ia begitu serius merangkai kata demi kata hingga akhirnya ia tersenyum puas.

"Huhh! ternyata cukup menghibur juga,kenapa nggak dari dulu saja aku melakukannya?"Alea menggelengkan kepalanya sambil menghembuskan nafas panjang.

Mulai hari ini Alea meneruskan hobi lamanya yang sudah ia tinggalkan semenjak menikah dengan Bian.

Menulis novel di aplikasi online. Itu adalah hobi Alea sebelum menikah dengan Bian. Alea bisa seharian menghabiskan waktu hanya untuk membaca dan menulis secara online.

Saat menikah dengan Bian,Alea baru saja lulus kuliah. Rencananya, setelah lulus kuliah, Alea akan langsung bekerja di perusahaan ayahnya. Tapi tak di sangka setelah lulus bukannya bekerja,tapi ia malah menikah dengan Bian. Lebih tepatnya di nikahkan dengan Bian.

Selama menikah dengan Bian, Alea memberikan semua dunianya pada pria itu. Karena rasa cintanya yang besar, setiap hari Alea mencoba menarik perhatian Bian, berharap kalau suatu saat Bian juga bisa membalas cintanya yang begitu besar.

Namun sayang, harapan tinggal harapan. Berkali-kali Alea mencoba meluluhkan hati sang suami, namun tak pernah berhasil. Hingga setelah genap sebulan pernikahannya dengan Bian, Bian dengan tega membawa perempuan itu ke dalam rumahnya.

Tapi karena rasa cintanya yang begitu besar selama ini, membuat Alea bertahan dan terus bertahan berharap Bian akan berubah dan mau menerimanya sebagai istrinya.

Tapi sayangnya semua itu hanya dalam mimpi Alea saja. Karena jangankan menerima sebagai istrinya, melihat dirinya saja enggan. Bian bahkan selalu menyalahkan dirinya karena telah hadir di tengah-tengah hubungan percintaan Bian dan Amara.

Alea menyuapkan kembali nasi goreng ke mulutnya, sementara kedua matanya tak beralih dari laptop di depannya.

"Akhirnya ... selesai juga satu episode." Alea tersenyum, senyuman yang sudah lama menghilang dari bibirnya.

Alea menghabiskan sepiring nasi gorengnya juga segelas susu yang ia buat sendiri saat di dapur tadi. Saat ia merenungi nasibnya semalam, ia baru sadar saat melihat keadaannya dirinya.

Badan kurus kering, wajahnya terlihat pucat apalagi ditambah luka lebam yang terlihat begitu kentara semakin membuat dirinya terlihat begitu menyedihkan.

Pantas saja Bian tak meliriknya sama sekali. Di bandingkan dengan perempuan itu, saat ini Alea terlihat tidak ada apa-apanya.

Mbok Sumi benar, mereka berdua terlihat bahagia, sementara dirinya terlihat begitu menggenaskan.

Mulai sekarang, Alea sudah berjanji untuk tidak memikirkan mereka berdua, meski sulit, tapi Alea harus bangkit. Semua nasihat dari Mbok Sumi ia masukkan ke dalam hati dan pikirannya, menjadi sugesti buat dirinya agar kembali bangkit dari kehancurannya.

******

Bian dan Amara sedang asyik menikmati sarapan pagi yang di masak Alea. Pandangan mata Bian beralih ke arah Mbok Sumi yang sedang membereskan peralatan masak yang baru selesai dicucinya.

"Siapa yang masak Mbok?"Mbok Sumi menghentikan kegiatannya, menoleh pada sang majikan.

"Non Alea yang masak Den." jawab Mbok Sumi

"Trus sekarang dimana dia? apa dia tidak sarapan?"Bian menatap Mbok Sumi menunggu jawaban.

"Non Alea lagi di taman Den, pengen menghirup udara pagi katanya, sambil menikmati sarapan di sana."Jawab Mbok Sumi membuat Bian mengangguk pelan kemudian melanjutkan kembali menyuapkan nasi goreng buatan Alea kedalam mulutnya.

"Kamu ngapain sih nanyain dia?"Amara yang ada disampingnya berujar dengan nada tak suka.

"Ya elah, aku cuma nanya doang, muka kamu udah cemberut begitu."Bian tersenyum menatap Amara yang terlihat cemberut.

"Aku nggak suka kamu nanyain dia, nggak penting banget tau nggak."

"Iya sayang ... aku nggak akan nanyain dia lagi."ucap Bian membuat Amara tersenyum senang.

Sementara Mbok Sumi yang mendengar ucapan Amara mencibir dalam hati.

"Dasar pelakor nggak tahu diri."

Setelah selesai sarapan, Bian bermaksud menuju ruang kerjanya untuk mengambil tas kerjanya, tapi sebelum melangkah ke ruang kerjanya, Bian mengernyit heran saat melihat tas kerjanya sudah ada di sofa di dekat meja makan.

"Kenapa tas kerjaku ada di sini Mbok?"

"Itu Den, sebelumnya ke taman tadi, Non Alea sudah menyiapkan tas kerja Den Bian."

"Oh ... "hanya itu kata yang keluar dari mulut Bian.

Sebenarnya ia merasa aneh, karena dari kemarin ia tidak melihat Alea. Biasanya Alea selalu mengantarnya sampai ia masuk ke dalam mobil meski Bian mengacuhkannya.Tapi sudah dua hari ini perempuan itu bahkan tak terlihat batang hidungnya.

Bian jadi teringat saat Alea mengigau tentangnya.

"Bian, aku membencimu, aku membencimu, aku membencimu ... " Bian mencibir dalam hati.

"Kau tidak mungkin bisa membenciku Alea, karena aku tahu kalau kamu begitu mencintaiku."gumam Bian kemudian langsung melajukan mobilnya setelah mobil Amara keluar terlebih dahulu dari garasi rumahnya.

Sementara Alea masih asyik dengan laptopnya, pandangannya teralihkan saat mendengar dering ponselnya.

"Mereka berdua sudah pergi Non."

"Iya Mbok, aku masuk ke dalam sekarang." Alea beranjak, merapikan laptopnya juga piring bekas makanannya kemudian beranjak meninggalkan gazebo dan masuk ke dalam rumahnya.

Alea memang sengaja pergi ke taman agar ia tidak bertemu dengan Bian dan perempuan itu. Karena saat melihat mereka berdua semakin menambah sakit di hatinya dan membuat ia tidak bisa mengontrol emosinya.

Jadi lebih baik, mulai saat ini Alea akan mencoba sebisa mungkin agar ia tidak bertemu dengan mereka berdua, meski kemungkinannya sangatlah kecil, karena Alea masih tinggal satu atap bersama mereka. Tapi,Alea akan mencobanya.

Sudah seminggu ini Alea menghindar dari Bian, seperti biasa, dia memasak dan menyiapkan tas kerja Bian, tapi setelah itu ia langsung pergi ke taman agar ia tidak bertemu dengan Bian.

Sementara Bian, meski agak aneh tapi ia tidak terlalu peduli, toh ada ataupun nggak ada Alea tidak ada pengaruhnya buat dirinya. Dia berpikir, mungkin Alea masih marah karena saat itu ia memukulnya dan menyebabkan dia jatuh sakit.

Keadaan Alea sudah sedikit membaik. Ia juga sudah mulai meminum vitamin yang ia dapatkan dari dokter saat dirinya kembali ke rumah sakit dan memeriksa keadaannya.

Mbok Sumi merasa senang dengan perubahan Alea, ia senang, akhirnya Alea perlahan bangkit dari keterpurukannya.

*****

Saat ini Mbok Sumi sedang menemani Alea di sebuah salon kecantikan. Alea ingin memanjakan dirinya setelah sekian lama ia tidak bisa mengurus dirinya sendiri karena terlalu sibuk memikirkan Bian.

Kesedihannya yang berlarut-larut karena perbuatan Bian membuat dirinya terpuruk. Jangankan ingat ke salon dan merawat penampilannya, untuk makan saja, Alea tidak berselera.

Alea melakukan perawatan wajah dan juga memotong rambutnya. Sepulang dari salon Alea dan Mbok Sumi pergi ke pusat perbelanjaan.

Ia membeli beberapa pasang baju,sepatu juga tas. Tak lupa Alea juga membeli beberapa macam kosmetik yang akan menunjang penampilannya nanti. Ia akan kembali menjadi Alea yang dulu, Alea yang cantik, penuh percaya diri dan yang pastinya, Alea yang ceria dan selalu bahagia.

Alea juga membeli beberapa baju buat Mbok Sumi, meski Mbok Sumi menolaknya, tapi Alea tetap memaksa.

"Kita sekalian belanja bulanan Mbok, udah pada habis juga kan."

"Iya Non."

Mereka kemudian beralih ke tempat barang-barang kebutuhan dapur.

Alea dan Mbok Sumi pulang hampir menjelang malam. Mereka berdua tertawa bahagia.

"Kelihatannya, Den Bian sudah pulang Non."

"Iya Mbok, tumben jam segini dia sudah di rumah."

Mereka berdua turun dari mobil. Mbok Sumi turun dan langsung membawa barang belanjaan ke dalam rumah di bantu Mang Ujang, si penjaga pintu gerbang.

"Dari mana kamu?"Alea menghentikan langkahnya saat suara berat Bian terdengar di telinganya.

Bian sedikit terkejut saat Alea berbalik padanya.

"Kau memotong rambutmu?"Bian memindai wajah Alea dengan sorot tajam. Hatinya sedikit bergetar saat melihat Alea yang terlihat berbeda dari biasanya.

Hampir dua Minggu ini Bian tidak melihat Alea, karena Alea tidak pernah muncul di hadapannya. Setiap pagi Alea lebih memilih sarapan di taman, Alea juga tak pernah lagi mengantarnya sampai ke mobil seperti biasanya. Dia hanya menyiapkan tas kerjanya di atas sofa seperti biasanya.

"Kami habis belanja bulanan Den Bian .... " Mbok Sumi yang menjawab akhirnya, karena ia melihat Alea justru menatap Bian datar bukannya menjawab pertanyaannya.

"Aku bertanya sama dia Mbok!"kesal Bian karena merasa Alea malah mengacuhkannya.

"Kau sudah tahu jawabannya bukan? kenapa harus menunggu jawabanku?"Alea bermaksud beranjak dari hadapan Bian.

"Kemana saja kau dua minggu ini, kenapa kau baru kelihatan?"ucap Bian menyelidik

"Memangnya aku pergi kemana?aku hanya duduk di taman belakang." jawab Alea santai masih dengan tatapan datar, tidak seperti biasanya yang selalu menatap Bian dengan tatapan memuja.

"Kenapa kau tidak sarapan di dalam rumah saja, kenapa malah sarapan di taman?"

"Karena aku tidak ingin melihatmu!"ucap Alea tegas kemudian bergegas melangkah menuju kamarnya meninggalkan Bian yang begitu terkesiap mendengar ucapan dari Alea.

.

.

Terima kasih sudah membaca,semoga suka.Jangan lupa like dan koment ya🙏🙏🙏

1
Gintania nia
menarik
Nani heri Upitarini
belibet y,Alea mestix belajar dr masa lalu yg riweh...
Anonim
Bian masih hidup
Wahyu Kasep
saya kecewa dengan penuki

harusnya 😊 bian amarra
Kenzo Alea
biar bisa capel ter the best
Wahyu Kasep
Alea akan jadi fatnher tetap Kenzo
biar bisa jadi ' real capel
Isranjono Jono
orang tua yang kau salah kan padahal kau sendiri yang bodoh
Yokelin Ririhena
duuh,Alea...jangan " kumat" lagi pingsannya
Yokelin Ririhena
harus,kuat non...jngan kasih tempat lagi si "kampret" dihatimu
Yokelin Ririhena
Si "kampret". ..muncul!,sikat Ken,jangan sampe dia rebut Alea,iih gemess
Nina Priyantina
ale kenapa kamu jadi cewek kok lemah naget kamu kaya orang tua mu punya kuasa tinggalin tu bian si cowok mokondo
Nina Priyantina
ale kenapa kamu jadi cewek kok lemah naget kamu kaya orang tua mu punya kuasa tinggalin tu bian si cowok mokondo
Sri surya
gebeg al seret kekamar mandi si kenzo,cuci mandiin dia pake mama lemon yg banyak gantian al,sambil kosre pake kaki,masih sakit ati ketika al di seret le kamar mandi
Sri surya
ya smpun aliya kena belayan dikit udah pasrah,seengganya bikin kenzo nyesel udah mamdiin lo dngan kasar numpajin sabun cair banyak seolah lo najisnya,ih najis!
Sri surya
bego bgt si kenjo,maen seret aja harusnya lk lknya yg di tanya,gedek tinggalin al sama aja bikin terhina setan!
Sri surya
yah kenapa mesti dp dulu
Mamah Ica De
satu kata untuk perempuan yg bernama ALEA T....... L
Husni
iya, menggambarkan Alea perempuan lemah.
Maria Magdalena Indarti
aku cari belum ada penjara hati
Maria Magdalena Indarti
wah.... ada season 2 ya
Maria Magdalena Indarti
pasti Bian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!