NovelToon NovelToon
The Heart Chooses

The Heart Chooses

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ichageul

Putri harus menjadi yatim piatu saat usianya baru 5 tahun. Sesuai amanat papanya, Putri dititipkan pada sahabatnya yang bernama Fadli. Ini disambut baik oleh Fadli dan Kirana yang memang sangat menginginkan anak perempuan. Mereka sendiri telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki bernama Fahri dan Farhan.

Kasih sayang ayah, bunda serta kedua kakaknya membuat Putri tumbuh menjadi anak yang pintar dan ceria. Seiring berjalannya waktu perasaan lain mulai tumbuh di hati Putri pada salah satu kakaknya.

Banyak pria yang mengejar-ngejar Putri namun hanya ada satu nama di hatinya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan hati Putri? Apakah dia bisa mendapatkan cinta pertamanya?



Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Fahri

Fahri berjalan menyusuri pelataran kampus menuju perpustakaan kampusnya. Banyak bahan referensi yang dibutuhkannya untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Di sana Rendi dan Vano sudah menunggunya. Tak menunggu lama ketiganya langsung tenggelam dengan aktivitasnya masing-masing.

Fahri dan Rendi mempunyai karakter yang sama. Keduanya serius menyelesaikan kuliahnya. Berbeda dengan Vano yang sedikit ogah-ogahan. Satu-satunya hal yang membuatnya semangat menyelesaikan tugas akhirnya adalah perjanjian bodoh dengan kedua sahabatnya.

Barang siapa yang terlambat menyelesaikan tugas akhir, maka akan menjadi kacung untuk dua orang yang lebih dulu lulus selama setahun penuh. Enggan menjadi kacung untuk kedua sahabatnya, Vano pun berusaha menyelesaikan skripsi berbarengan dengan mereka.

Penampilan Rendi seperti pria Indonesia pada umumnya. Kulitnya sawo matang. Tingginya sedikit di bawah Fahri. Sorot mata tajam, hidung mancung dan bibir sedikit tebal. Dia tak setampan Fahri atau Vano, tapi wajahnya terbilang manis. Setiap perempuan yang melihatnya tidak akan pernah jemu memandangnya. Sayang sikapnya tak semanis wajahnya. Dia terkesan dingin dan cuek. Ibarat gong yang tidak akan pernah berbunyi jika tidak dipukul.

Sedangkan Vano memiliki darah blasteran. Ibunya wanita berkebangsaan Mexico. Wajah Vano gabungan antara Indonesia dan Amerika Latin. Kulit putih, rambut coklat, hidung mancung, dagu belah dan mata birunya kerap membuat kaum hawa tergila-gila padanya. Tingginya sedikit di atas Fahri. Dia kerap memproklamirkan dirinya sebagai Shawn Mendesnya Indonesia (ngarep dotcom).

Namun dibalik penampilan bulenya, dia itu fasih sekali berbahasa Sunda lengkap dengan logatnya. Itu dikarenakan sejak lahir dia sudah menjadi warga Jawa Barat.

Vano menghempaskan buku yang dibacanya. Merasa frustasi belum bisa menemukan teori yang tepat untuk mendukung penelitiannya. Dengan kesal dia mengacak-acak rambutnya. Sialnya penampilannya itu malah membuatnya terlihat semakin tampan. Beberapa mahasiswi yang sedang mencari buku justru asik memandangi wajahnya.

“Kenapa sih?” tanya Fahri.

“Asli lieur euy.. eta si bu Dewi ngagawean pisan. Urang geus tilu kali ngaganti teori angger salah keneh, gehel,” sungut Vano.

BYAR

Hancur sudah pesona Vano sang don juan kampus. Jika sedang kesal Vano kerap melampiaskannya menggunakan bahasa Sunda. Semenjak kenal hingga saat ini Fahri dan Rendi tak pernah bisa menahan tawanya ketika melihat sahabatnya menggerutu menggunakan bahasa parahyangan tersebut. Menurut mereka lucu saja melihat bule mencak-mencak dengan logat Sunda yang kental.

“Kalakah seuri monyong! Bantuan atuh!” sewot Vano.

“Kalem bro jangan ngegas gitu. Nanti penggemar lo ilfill denger cara ngomong lo hahaha,” seloroh Rendi.

Fahri membuka sebuah buku, membalik-balikkan halaman sebentar lalu memberikannya pada Vano. Dia menunjuk sebuah teori yang dirasa sesuai dengan penelitian Vano. Mata bule jeprut itu langsung berbinar melihat buku yang disodorkan oleh sahabatnya.

“Tararengkyu kasep.”

Menjelang adzan dzuhur mereka telah selesai dengan aktivitasnya. Ketiganya keluar dan langsung menuju masjid kampus untuk menunaikan ibadah shalat dzuhur. Beruntunglah Vano berteman dekat dengan Fahri dan Rendi, karena keduanya termasuk kategori cowo beriman yang tidak pernah absen menunaikan yang lima waktu. Membuat Vano ikut tertular kebaikan.

Seperti istilah jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan ikut menjadi harum. Itulah sisi baik pertemanan mereka, saling melengkapi dan mengingatkan dalam kebaikan.

Sehabis shalat mereka menuju kantin untuk mengisi perut lapar mereka. Ketiganya menuju meja yang terletak di paling ujung. Beberapa mahasiswa baru hanya dapat memandang kagum pada senior mereka. Berharap mereka akan dijadikan pendamping wisuda oleh salah satu cowo ganteng tersebut.

Datanglah Mirna sang penjaga kantin nan cantik dan seksi untuk mencatat pesanan mereka.

“Mie ayam 3, orange jus satu, teh botol 2,” pesan Vano.

Mirna mencatat pesanan mereka, lalu kembali ke tempatnya seraya mengedipkan mata pada Vano. Dia hanya berani menggoda Vano, kalau Fahri atau Rendi tidak akan mempan. Tingkah genitnya hanya akan dibalas tatapan dingin oleh keduanya.

“Ri, gimana masalah Putri udah beres?” tanya Rendi.

“Alhamdulillah beres. Sekarang dia udah baik-baik aja.”

“Harusnya pas ke sekolah dia, lo ajak kita-kita dong. Gue penasaran sama yang namanya Chalista. Seenak jidatnya udah bikin adek gue mewek,” timpal Vano.

Rendi dan Vano juga dekat dengan Putri. Mereka sudah menganggap Putri sebegai adiknya sendiri. Bahkan otak gesrek Putri sedikit banyak merupakan sumbangsih dari Vano.

“By the way, itu yang namanya Chalista cantik ngga?” Vano penasaran.

“Cantikkan juga adek gue.”

“Tolong jaga terus Putri buat gue ya Ri. Nanti kalau gue udah beres kuliah dan nerusin usaha bokap. Secepatnya gue bakal ngelamar Putri,” ucapan Vano langsung dibalas tatapan horor dari Fahri.

“Males banget gue punya adik ipar macem elo. Lagian gue ngga bakalan rela Putri nikah sama lo, kaya ngga ada cowo lain aja. Dasar playboy burut”

“Hahaha.”

Rendi tak dapat menahan tawanya mendengar julukan Fahri untuk Vano. Sedang si bule jeprut nampak kesal. Tak rela dirinya dikatakan playboy burut. Bisa jatuh harga dirinya di mata kaum hawa.

Percakapan mereka terhenti saat Mirna membawakan pesanan mereka. Tak lama mereka langsung melahap makanan mereka.

“Ri, kamu tetep bakalan lanjutin master di London?” tanya Vano.

“Hmm..”

“Terus gimana Putri? Pasti bakalan kehilangan banget, secara dia deket banget sama lo and Farhan.”

“Sebenernya gue juga ngga mau, tapi permintaan bokap.”

“Tenang aja, selama lo pergi gue yang bakalan jagain Putri,” Fahri sontak melotot pada Vano. Si bule jeprut hanya terkekeh dengan santainya.

“Ren, lo gimana? Jadi terima tawaran bokap gue?”

Keluarga Rendi bukanlah berasal dari kalangan berada seperti Fahri atau Vano. Ayahnya seorang PNS golongan II/d. Ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa. Dan mereka masih memiliki tanggungan dua adik Rendi. Karena otak encer Rendi, Fadli menawarkan beasiswa dengan bayaran setelah lulus dia akan terikat kontrak bekerja di perusahaannya selama tiga tahun.

“Iyalah gue terima Ri. Dapet beasiswa terus langsung dapet kerjaan pula di perusahaan bokap lo. Siapa juga yang ngga mau.”

“Syukur deh kalau lo mau terima. Berarti gue bakalan punya temen di sana. Lo ngga mau ikutan kuliah bareng kita Van?”

“Sia mah ngaledek. Geus nyaho otak urang pas-pasan model kieu.”

Fahri dan Rendi hanya terkekeh. Tiba-tiba datang Sherly, teman sekelas mereka dan langsung duduk bergabung bersama mereka. Sherly sejak dulu sudah menyukai Fahri. Namun tak pernah mendapat tanggapan darinya. Namun gadis itu tak pernah menyerah. Dia tetap mengejar Fahri sampai sekarang.

“Hai Ri. Kemana aja baru kelihatan lagi. Aku kangen tau sama kamu.”

Melihat kedatangan Sherly, Fahri juga Rendi langsung mengaktifkan mode dingin. Fahri tak menjawab pertanyaan Sherly. Dia buru-buru menghabiskan mie ayamnya, setelah itu segera pergi, disusul oleh Rendi. Vano yang baru selesai makan juga beranjak pergi. Dia menepuk pelan pundak Sherly seraya berkata,

“Berhenti berharap aja Sher,” setelah itu menyusul kedua temannya.

❤️❤️❤️

Trio ganteng idola kampus, mau satu dong😛

1
Elis Sriyani
erik putri
Elis Sriyani
limbad sm putri aja.
duoNaNa
cerita erik dan medina ada kah mak?
♋Ichageul💞: Nggak ada😁
total 1 replies
duoNaNa
putri ngajakin becanda tp aku yg nangis
Bungas Dhin
Bukan boarding pass tapi departure gate otorrrr 😆 boarding pass itu dokumen yang biasanya kita dapetin setelah check in
P_nR
keren👍🏻
Andini Hana Fakhirah
karys yang bagus, walau banyak tokohnys.
Andini Hana Fakhirah
Farhan sama Luna setuju
Andini Hana Fakhirah
Fahri
16/06/1977
Luar biasa
Elsa Devika
bangke emg si puti mah🤣🤣🤣
Elsa Devika
aah pengalaman othor ini yakin lah aing mah🤣✌️
Elsa Devika
Luar biasa
Elsa Devika
knpa pak jae slalu ada dalam daftar sih kak, sebel akutuh🤣🤣🤣
andrana maula
Luar biasa
Nenk Oky oktafia
aku asli garut ti bayongbong thor
Nenk Oky oktafia
definisi kk yg syg sama adik nya
Dina Zuraida
Luar biasa
Babo Saram
bnr thor. ga usah jauh2. wisata yg deket jg bnyk
Ira Umi'a Azzam
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!