NovelToon NovelToon
ARANA

ARANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Romansa-Teen school
Popularitas:79.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aniya Dewi

Gadis lugu yang pandai menyembunyikan luka dihati nya, ceria itulah dia, namun siapa sangka Arana yang dikenal ceria itu sering menyendiri, memendam perasaan nya sendiri.

Ia yang sering memperdulikan orang lain dibanding dirinya sendiri. Kebahagian nya ia anggap belakangan.

Hujan. Ara sangat suka, disaat ia suka menyendiri, rintik rintik nya menemani dirinya, hingga ia berpikir akan mencari sosok pelangi untuk nya.

Mampukah ia mencar pelangi tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aniya Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

"Omdad..." lirih Ara dengan mata membulat kaget. Seseorang yg bersama Omdad nya pun melihat dirinya.

"Loh Ara? Kamu kerja disini?" tanya klien Omdad nya, Ara terdiam, diam takut. Tak berani menjawab.

"Tuan Arkan? Bukan nya ini Ara? Anak sulung kamu?" Arkan diam. Menatap Ara tajam.

"Woahh.. kamu membiarkan anak kamu bekerja sedangkan kehidupan kamu sudah lebih dari pada cukup? Maaf Tuan Arkan, saya membatalkan kerja sama kita" klien itu bangkit dan pergi begitu saja. Meninggalkan Ara dan Arkan.

Kini Ara yg gemetar ketakutan melihat tatapan Omdad nya yg menusuk mata nya. Kepala nya menunduk, tangan nya ia tautkan takut.

Tiba-tiba lengan Ara dipegang kuat oleh Arkan, Ara mendongak menatap mata Omdad nya. Arkan langsung menarik tangan Ara pergi dari cafe itu.

"Omdad.... Sakit...lepasin Ara..." rintih Ara, ia yakini tangan nya sudah memerah.

Pelanggan cafe-cafe tersebut melihat itu, bahkan ada saja yg berdiri ingin menolong, namun niat itu terurung karna itu urusan mereka dan apalagi jika itu pribadi.

"Maaf Pak, anda menyakiti nya" tiba-tiba Sandi datang dan langsung menarik tangan Ara yg satunya, Arkan menoleh, menatap tajam ke arah Sandi.

"Siapa kamu?" ucap Arkan berjalan ke arah Sandi tanpa melepas pegangan nya ditangan Ara.

"Justru saya yg harus nya bertanya, siapa Bapak yg seenak nya menarik tangan Ara?" tanya balik Sandi.

Dirinya yg tadi sibuk dengan urusan nya tiba-tiba mendengar teriakan dan kegaduhan karna penasaran Sandi menghampiri nya, kaget nya ternyata Ara yg sedang ditarik-tarik oleh seseorang, tanpa berpikir Sandi menghampiri dan langsung memegang tangan Ara yg satu nya.

"Saya orang yg mengurus dia" ucap Arkan tajam, Sandi melirik Ara, Ara mengangguk pelan sembari ketakutan.

"Tapi anda tidak lihat? Anda menyakiti nya" ujar Sandi.

"Apa urusan kamu?, Diam lebih baik untuk kamu atau pekerjaan kamu hilang" peringatan Arkan lalu pergi dengan menarik tangan Ara.

Maaf Ra..

***

"Omdad... Lepasin tangan Ara..hiks... Sakit... "

"Omdad...awh!"

Ara dihempaskan dengan kasar oleh Arkan saat sampai dirumah, hingga dahi Ara terbentur sofa, dan mengeluarkan darah.

Ara memegangi kepala nya, ia menyentuh dahi nya dan mendapati darah.

"Kamu!" Arkan menarik kuat rambut Ara, sehingga membuat kepala Ara mendonggak ke atas.

"Kamu itu buat malu saya! Siapa yg ngijinin kamu untuk kerja ha! Udah sok jadi dewasa?! Iya?!" bentak Arkan.

"BIBI!" panggil Arkan, Bi Juwi yg merasa terpanggil, berlari menghampiri Arkan, mata nya membulat saat melihat Arkan yg menjambak rambut Ara.

"Ambilkan saya gunting!" suruh nya.

"Un..untuk apa...tuan?"

"Cepat!"

Pikiran Bi Juwi acak kadut, dirinya dengan cepat mengambil gunting dilaci, dan langsung memberikan nya ke Arkan.

"Ini...Tuan" ucap nya menyodorkan Gunting.

Arkan mengambil nya, langsung memotong rambut Ara yang panjang dengan kasar, Ara melihat rambut nya yg berjatuhan kelantai.

"Omdad...hiks.."

"Jangan... Hiks... Ara min..minta..maa..af..hiks" Ara memegangi rambut nya yg dipotong oleh Arkan. Melihat malang rambut nya yg dipotong berjatuhan itu.

"Dari dulu saya gak suka kamu disini! Kamu itu beban dihidup saya" Ara menangis kejer mendengar orang yg ia anggap Daddy kandung nya mengatakan hal itu.

"Omdad.. Ara min.. minta maaf.. hiks.. Ara kira Omdad bakal bangga kalo Ara cari uang sendiri hiks maaf..." ucap Ara, Arkan berdiri melepas jambakan dari rambut Ara.

"Gak, gak sama sekali, apapun yg kamu lakuin gak ada artinya di saya" ujar Arkan membalikan tubuh nya hendak pergi. Namun Ara dengan cepat memeluk kaki nya.

"Ara minta maaf Omdad... Ara gak ada maksud maluin Omdad, Ara mau.. Ara mau buat Omdad bangga sama Ara... hiks.. maaf"

"Lepas!" Arkan menghempaskan Ara, hingga Ara terdorong jauh. Lalu membuang gunting yg ia pegang dengan keras hingga menimbulkan bunyi.

"Omdad..." Ara memanggil pelan, sambil merintih kesakitan.

Arkan berhenti, sekejap memejamkan mata nya, melirik sedikit melihat Ara yg terus terusan menangis. Tanpa memperdulikan Ara, Arkan berjalan pergi.

Sedangkan Ara dengan berurai nya air mata melihat kepergian seseorang yang ia anggap ayah nya dengan ketidak perdulian nya.

Hari ini, terlihat jelas ketidak sukaan Omdad nya.

"Non.. Non gak papa?" tanya Bi Juwi mengahampiri dengan khawatir.

"Ara kira... Hiks Ara kira Omdad bakal bangga sama Ara karna Ara cari uang sendiri.. tapi enggak Bi... Ara salah Ara nyesellll"

"Kenapa Omdad gak suka sama Ara.. Ara gak dianggep ada Bi.. Ara gak pernah dianggep anak sama Omdad.. Ara.. Ara hiks.."

"Ara beban disini, kenapa Ara gak sadar dari dulu" Ara menangis didekapan Bi Juwi.

"Enggak Non, Non Ara bukan beban disini, Non Ara anak dari Nyonya Fika sama Tuan Arkan dan kakak dari Den Gean sama Non Gika" ujar Bi Juwi.

"Kalau gitu.. kenapa Omdad gak suka sama Ara... Ara salah apa Bibi.. apa karna Ara bukan anak kandung nya?.. ucapan Omdad rasanya sakit Bi.. Ara gak kuat.. hiks" Ara melimpahkan rasa sakit nya.

"Non yang sabar ya... Bibi tau Non Ara kuat, ayuk Bibi anter ke kamar Non.." Bi Juwi lalu mengiring Ara untuk pergi kekamar nya. Ara yg sesegukan terus mengingat perkataan Omdad nya.

"Bibi ambil minum dulu ya buat non.." ucap Bi Juwi sesudah membantu Ara menidurkan nya diranjang kamar nya.

Ara memeluk tubuh nya, air dari mata nya terus mengalir, mengingat perkataan Omdad nya yg sangat menusuk hati nya.

"Daddy liat kan.. Omdad gak sayang sama Ara, Ara cape Daddy Ara gak kuat.. Ara sakit Daddy.. Ara butuh Daddy disamping Ara..." Ara membatin menangis.

Sedangkan disisi lain, Arkan terdiam dipintu kamar Ara, mendengar Ara yg menangis sesegukan, ia tak tahu kalau perlakuan dan perkataan nya sangat menyakiti Ara.

Perlahan ia membuka pintu kamar Ara. Tanpa diketahui nya Bi Juwi melihat hal itu, Bi Juwi langsung bersembunyi ketika melihat Arkan yang masuk kedalam kamar Ara.

Arkan memandangi wajah Ara, wajah itu. Wajah yang sangat ia benci. Semirip itu bak pinang dibelah dua.

Arkan melipat tangan nya didada sembari melihat intens wajah itu. Ia terperanjat ketika ia mendengar lenguhan yg keluar dari mulut Ara.

"Om..Omdad gak sayang Ara..... Omdad benci Ara.."

Arkan melepas lipatan tangan nya, berjalan mendekati Ara dan duduk ditepi ranjang. Melihat wajah itu kembali.

"Maaf..." ucap nya pelan lalu bangkit dan pergi.

Bi juwi yang bersembunyi mengetahui hal itu.

1
Ika Kediri
GK up lagi kh Thor???
auliaaa
bgs
♡⃝ 𝕬𝖋🦄rahmalia❁︎⃞⃟ʂ ⨀⃝⃟⃞☯ 🎸
Ini kenapa ga d lanjut lagi sih nel buset dah padahal rame bener
Silvi Rahmadani
next thor
Yessi Widya
next kpn?
×¢∆s∆}w{✓™e®[`e¶{✓t™£]y
kaget aku, selama itu ceritanya nggak dilanjutin.
up ya kak, karyanya bagus🐣
Maulana Yusup: iya wkwk
total 1 replies
Risa
up dong thor
Fitri Yani
ayo update kak
Fitri Yani
ayo kak udah kek banget sma cerita nya
Fitri Yani
kak ayok apdet lagii
Fitri Yani
kok beda sama yg di wp ya kak?
Fauziyatut Tamami
kpn up nya...lamanya..
Shaza
lanjut lagi thor
Tri Retno
ayo Thor up lagi
jangan lama"y😉😉
Fauziyatut Tamami
kpn ini up nya ya...
Dianherlina Siswoyo
di tunggu up nya thor
Dianherlina Siswoyo
jangan² si Ara anak nya mantan nya si Arkan dulu nih yg membuat Arkan trauma makanya dia sebel sama ara
Biancha Da Silva
kapan up lagi Thor ?
Fauziyatut Tamami
ayolah thor...kpn ini up nya..balak balik cek belum ada up...
Piet Mayong
lagi srru serunya kok gak up lagi ya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!