NovelToon NovelToon
Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai

Status: tamat
Genre:Contest / Suami ideal / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Flora Melinda Putri seorang perempuan yang mendambakan cinta dari seseorang di dalam hidupnya.

Berparas cantik dan baik bukan berarti kisah cintanya berjalan mulus. Hubungan dengan seorang laki-laki kaya bernama Daniel Aditya Ferdinand berakhir tragis dan berujung pada penghinaan dari orang tua kekasihnya. Latar belakang keluarga Flora yang tidak jelas, lahir tanpa seorang ayah dan tidak ada ikatan pernikahan.

Pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Revaldo Giovanni Ferdinand yang ternyata sepupu Daniel membuat kisah baru dalam hidupnya. Namun disaat kisah cinta mereka terjalin sebuah kenyataan pahit membuat Gio sangat membenci Flora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Agreement

Entah apa yang dipikirkan oleh Gio, baginya menggoda wanita bernama Flora itu sangat menyenangkan. Sejujurnya ada rasa ketidakpercayaan pada dirinya sendirii saat ia berani mencium Flora di dalam lift. Seperti ada magnet di dalam diri gadis itu yang menarik dirinya saat itu.

Gio juga harus merasakan akibat dari tubuhnya yang tidak bisa ia kendalikan saat bersama Flora. Bagi Gio, saat ini Flora adalah makhluk yang sangat berbahaya. Jika dirinya tidak pandai untuk mengendalikan dirinya pada Flora maka dirinya bisa jatuh ke dalam jerat perempuan itu.

Gio menyeringai saat Flora meninggalkan dirinya di dalam lift setelah menamparnya ada rasa puas di dalam diri Gio saat itu. Dasar gadis tidak bertanggung jawab. Sekarang Gio terpaksa harus berjalan sendirian menuju ruangan kerja papanya.

Gio berjalan dengan santainya saat melewati lorong-lorong di dalam kantor itu menuju ruangan kerja papanya. Matanya menyipit saat melihat Flora sudah berada di depan komputer di meja kerjanya yang berada tepat di depan ruangan kerja papanya.

Gio berjalan dengan seringai licik yang tergambar di bibirnya, ia melangkah menuju meja kerja Flora. Apalagi yang mau dia perbuat pada gadis malang itu?

Gio ingin mengejutkan Flora. Namun, ternyata dirinya lah yang dibuat terkejut oleh Flora.

“Jangan macam-macam!” Kalimat itu berhasil membuat niat buruk Gio pada Flora terhenti.

Gio heran pada Flora kenapa gadis itu mengetahui kedatangannya? Padahal sedari tadi gadis itu fokus pada setumpuk berkas dan komputer yang ada di hadapannya.

“Apa kamu punya mata ketiganya? Sehingga kamu mengetahui kedatanganku,” tanya Gio.

Tanpa permisi laki-laki duduk di kursi di depan meja kerja Flora

“Setelah apa yang kamu lakukan padaku di lift tadi, aku harus waspada jika kamu tiba-tiba muncul di hadapanku.” Flora langsung memberikan tatapan tajam pada Gio.

“Ruangan kerja bapak Farhan ada di balik pintu ini.” Flora menunjuk ke arah pintu di sampingnya.

“Aku tahu,” sahut Gio.

“Lalu kenapa kamu tidak langsung masuk saja? Malahan kamu duduk di sini. Kamu merusak pemandangan saja,” ketus Flora.

“Aku sedang melihat pemandangan yang indah di sini.” Tatapan mata Gio terus mengarah pada Flora.

Flora menghela nafas berat, “Benar-benar bicaranya sangat pintar dan manis. Pantas banyak perempuan yang mau di bodohi oleh pria ini,” batin Flora.

“Terserah saja apa yang mau kau lakukan, tapi jangan mencoba untuk menggangguku,” ujar Flora.

Gio terus memandang wajah Flora dan mencari sesuatu yang menarik pada diri gadis itu. Susah sekali.

Flora sendiri sadar jika laki-laki yang ada di hadapannya sedang memperhatikan dirinya. Namun Flora lebih memilih untuk fokus pada pekerjaanya saja.

“Apa sebenarnya mau dari pria ini?” Kenapa dia tidak mau pergi juga dari sini,” batin Flora.

Flora merasa jengah sekarang saat Gio tidak kunjung beranjak dari kursi yang ada di hadapannya. Flora pun memilih untuk pergi ke toilet. Beharap setelah ia kembali Gio sudah pergi. Namun, siapa sangka Gio justru mengikutinya ke toilet.

Saat Flora akan masuk ke dalam toilet mendadak Flora merasakan seseorang mendorong tubuhnya ke dalam toilet. Flora membalikkan badannya dan betapa terkejutnya saat melihat Gio ikut masuk ke dalam toilet wanita itu dab bahkan Gio juga mengunci pintu itu.

“Apa mau kamu? Kenap —” Ucapan Flora terhenti saat Gio membekap mulutnya.

“Aku yang harusnya bertanya seperti itu.” Gio membuka bekapan mulut Flora.

“Aku gak tahu maksud kamu apa?”

“Jangan pura-pura bodoh.” Gio menghimpit tubuh Flora diantara tubuhnya dan dinding toilet itu.

Flora mencoba mendorong tubuh Gio agar menjauh darinya. Namun, usahanya gagal. Justru Gio menahan kedua tangan Flora dengan kedua tangannya dan menempelkan ke dinding.

“Aku kembali ke negara ini karena aku dengar kabar jika sekeretaris papaku mencoba mendekati papaku,” ujar Gio.

Mata Flora terbuka lebar dan setelah itu senyuman sinis tergambar di bibir Flora. “Informanmu salah memberimu informasi, Tuan Rivaldo Giovani Ferdinand.”

Kini mata Gio yang terbuka. Keduanya kini saling menantang lewat tatapan mata mereka.

“Aku tahu rencanamu. Kamu berusaha menggoda papaku agar beliau bisa jatuh cinta padamu dan membawamu masuk ke dalam keluarga kami agar kamu bisa menguasai harta kami, iya, 'kan?” tuduh Gio.

“Aku tidak tertarik dengan harta keluargamu,” tegas Flora.

Tidak suka dengan tuduhan yang di lontarkan Gio, Flora berusaha melawan. Ia berontak agar bisa lepas dari cengkraman laki-laki itu. Namun, sayang tenaganya tidak sebandingkan dengan Gio.

Kini justru Gio makin merapatkan tubuhnya ke tubuh Flora. Jarak mereka kini hanya dibatasi oleh kain yang menempel di tubuh mereka. Bahkan keduanya bisa saling merasakan hembusan nafas meraka.

Gio segera mengalihkan pandangannya ke arah lain saat pandangnya bertemu dengan Flora di satu titik yang sama.

“Ah sial … perempuan ini,” umpat Gio dalam hatinya.

“Kamu harus mendengar ini! Aku memang menyukai bapak Farhan, karena beliau sangat baik. Tapi aku sama sekali tidak tertarik untuk menjadi ibu tiri dari pria kurang ajar seperti dirimu,” tegas Flora.

Mendengar jawaban Flora perlahan cengkraman tangan Gio mengendur, tetapi bukan berarti Gio melepaskan Flora begitu saja.

Flora menggerutu di dalam hatinya kenapa tidak ada yang masuk ke dalam toilet itu.

“Aku tidak percaya padamu,” ucap Gio.

“Aku tidak butuh kamu percaya padaku atau tidak,”tegas Flora.

Ya Tuhan gadis ini benar-benar menguji kesabarannya.

Gio kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Flora.

“Apa yang kamu mau lakukan?” tanya Flora.

Flora kini dalam mode kewaspadaan tingkat tertinggi.

“Jika kau berani macam-macam aku akan berteriak,” ancam Flora.

“Silahkan saja! Itu jika kau mau aku membungkam mulutmu dengan mulutku,” ancam balik Gio.

Flora langsung terbelalak dan reflek langsung membungkam bibirnya sendiri.

Gio menyeringai tipis melihat tingkah imutnya gadis yang ada di hadapannya sekarang.

Jika biasanya para wanita yang mengejar dirinya selama ini ada di posisi Flora saat ini, maka para wanita itu akan rela menanggalkan pakainya detik itu juga di hadapan Gio.

“Ayo kita buat sebuah permainan,” ajak Gio dengan senyum nakalnya.

“Permainan apa?” tanya Flora dengan segala rasa penasarannya.

“Dalam dua bulan … diantara kita, siapa yang akan lebih dulu jatuh cinta. Kau atau aku.”

“Konyol.”

“Jika aku lebih dulu bisa membuatmu jatuh cinta padaku, kamu kalah. Dan kamu harus mau menikah denganku. Dan jika kamu yang lebih dulu membuatku jatuh cinta padamu, aku yang kalah maka —"

“Pergilah dari kehidupanku dan jangan pernah muncul di hadapanku,” sela Flora.

“Deal,” ucap Gio tanpa mau mempertimbangkan semua.

“Permainan di mulai dari sekarang, Girl,” ucap Gio dengan rasa percaya diri yang besar.

Gio terus menatap Flora dengan senyuman, tetapi justru Flora menatapnya dengan kebencian.

“Bersiaplah untuk kalah dan merasakan sakit hati yang luar biasa, Tuan Rivaldo Giovanni Ferdinand,” ucap Flora penuh penekanan.

Gio tertawa kecil lalu berbisik di telinga Flora, “Gio, panggilan aku 'Gio'.”

Setalah mengatakan itu Gio menjauhkan tubuhnya dari tubuh Flora membuat Flora bernafas lega.

Perlahan Gio melangkah mundur dan berbalik ke arah pintu dengan gaya coolnya. Secara tiba-tiba Gio menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Flora.

Gio menunjukkan gaya menembaknya menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya.

“Push. Akan ku pastikan kau akan menjadi milikku.” Gio pun berbalik dan melangkah menuju pintu keluar toilet itu. Gio membuka pintu itu setelah memutar kuncinya. Saat pintu terbuka sempurna, Flora baru menyadari sesuatu hal.

Pantas saja tidak ada masuk ke dalam toilet itu, karena ada tanda di depan pintu kamar mandi itu untuk memberitahukan jika kamar mandi itu sedang rusak.

“Menyebalkan,” guman Flora.

Flora tidak sadar jika Gio sudah menyeretnya untuk masuk ke dalam permainannya. Dan tanpa keduanya sadari juga, mereka masuk ke dalam kehidupan meraka satu sama lain.

Namun Flora tidak tahu, jika ada masalah besar yang siap menghadang dirinya dan itu berhubungan dengan masa lalunya.

1
bluemoon007
😍😍😍
Dandelion
jgn mau fely ken tipe cowok plin plan nanti kamu cma sakit hati aja...
Siti Rofiatin
lanjut
Rina Fauzie
bagus cerita nya 👍👍👍👍
Merry Merr
Kpn upnya
Memey Naifa
gk sah aneh" deren klu gk pengen malu nantinya
Memey Naifa
novel yg aku baca selalu ada aja suami yg bucin .. aku suka jadi lucu 💪💪💪💪 thor
Memey Naifa
semoga mariana trus baik sama flora
Memey Naifa
semoga mariana trus baik sama flora
Memey Naifa
semoga mariana trus baik sama flora
Memey Naifa
semoga mariana trus baik sama flora
Memey Naifa
aku benci geo bikin mles aja yg tdinya seru krna cndaan geo skrg bikin emosi 😤😤😒😒
Memey Naifa
yeeees akhirnya
Memey Naifa
kenapa jga hati flora gampang luluh bru direstuin sma ardi la nenek lampir kn blom
kenpa thor koq balik sma daniel 😤😤😤😒😒😒
Memey Naifa
flora buang lah daniel dri hidupmu anggap itu masalalu buat pelajaran
biar ardi setuju gin mak lampir gk bkal setuju mending sama geo biar plaboy tapi dia perhatian ayahnya jga baik sma kamu dri awal
thor jauhkan daniel dri flota
Memey Naifa
thor flora anak pk farhan ya jdi geo kakak flora
Aku harap se gitu critanya 💪💪💪💪
Tulip
tante mariana baik krn flora ank farhan cb kl flora bukan ank farhan pasti masih di hina juga
Rus Mini
jodohkan di tangan author toh.....lanjutttt
Ninik Dwi Prihastuti
Memei 01
cerita nya, 💞 semua
dipantengin selalu
aura dan gavindra
Bella dan Keanu 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!