NovelToon NovelToon
Di Balik Pintu Yang Kukunci

Di Balik Pintu Yang Kukunci

Status: sedang berlangsung
Genre:Rumah Tangga
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Sepuluh tahun Erlyn membangun kehidupan sempurna bersama suami dan anaknya, menyembunyikan masa lalu kelam yang sudah ia kunci rapat-rapat.

Dulu, saat usia 19 tahun, ia terjebak pada Om Hendi — pria kaya yang mengurungnya, menyiksanya, dan menyimpan ratusan foto memalukan yang dipaksa diambil. Erlyn berhasil kabur, berpikir ia sudah aman.

Hingga suatu hari, pesan dan foto lama masuk ke ponselnya. Hendi kembali.

"Datang padaku, atau semua foto dikirim ke suamimu."

Sekarang Erlyn harus memilih:
kembali ke neraka yang dulu ia tinggalkan, atau membiarkan keluarganya hancur oleh kebenaran yang menyakitkan.

Satu rahasia. Dua pilihan. Tak ada yang tidak terluka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

KILAS BALIK — 16 tahun lalu

Erlyn berusia 19 tahun

Mobil mewah itu berhenti di depan sebuah gedung tinggi di pusat kota. Dari luar, bangunan itu tampak megah dan berkilauan di bawah sinar matahari.

Erlyn menatap ke atas, ke jendela-jendela kaca yang memantulkan langit biru dan merasa semakin kecil di tempat yang terasa asing.

Mereka naik ke lantai paling atas, satu lantai penuh hanya untuk Om Hendi. Saat pintu terbuka, Erlyn tertegun. Ruangan itu luas, lantai marmer berkilau, furnitur kayu jati tersusun rapi, pemandangan kota terbentang luas dari jendela kaca yang besar.

Semuanya terlihat sempurna. Namun entah mengapa, udara di dalamnya terasa dingin dan mencekam.

"Ini tempatmu mulai sekarang," ucap Om Hendi di belakangnya. "Silakan pilih kamar mana yang kau suka. Semua keperluanmu ada di sini, pakaian, makanan, apa pun yang kau butuhkan tersedia."

Erlyn melangkah masuk perlahan. Ia meletakkan tas kecilnya di sudut ruangan, terasa begitu tidak sebanding dengan kemewahan di sekelilingnya.

"Terima kasih, Om," ucapnya pelan. "Kalau boleh tahu... bagaimana keadaan Ayah? Siapa yang menjaganya saat aku di sini?"

Om Hendi tersenyum, namun senyum itu terasa lebih dingin dari biasanya.

"Aku sudah mengurus semuanya. Perawat khusus sudah ditempatkan di rumah sakit untuk menemani ayahmu. Biaya obat dan perawatan lunas sepenuhnya. Nanti kalau ayah sudah boleh pulang, aku juga sudah menyiapkan perawat yang akan tinggal dan merawatnya di rumah. Kau nggak perlu khawatir soal itu."

Hati Erlyn terasa lega sekaligus cemas. "Boleh nggak aku menemuinya sesekali?"

Om Hendi berjalan mendekat, menatapnya lurus ke mata.

"Tentu saja boleh. Asal kau tetap tinggal di sini. Dunia luar itu berisik, Erlyn. Di sini kau aman. Di sini kau terlindungi."

Saat itulah perlahan-lahan Erlyn mulai menyadari sesuatu yang aneh. Pintu-pintu keluar selalu dijaga oleh dua orang berbadan tegap.

Jendela-jendela kaca itu tidak bisa dibuka. Ia tidak boleh pergi ke mana pun tanpa ditemani, dan bahkan saat ditemani, tujuannya hanya terbatas, rumah sakit untuk menengok ayahnya, lalu langsung kembali ke penthouse itu.

Telepon genggam yang ia miliki sejak lama pun sudah diminta. "Itu hanya akan mengganggu waktumu bersamaku," kata Om Hendi.

Sebagai gantinya, ia diberi satu telepon yang hanya bisa digunakan untuk menelepon perawat dan nomor Om Hendi. Telepon pun terakses ke nomor Hendi. Erlyn tidak bisa diam-diam akses kemana pun.

Hari-hari berlalu dengan pola yang sama. Bangun pagi, sarapan bersama Om Hendi, lalu menunggu.

Menunggu apa pun yang diminta pria itu. Menemaninya ngobrol, duduk di sampingnya saat ia bekerja, tersenyum saat ia pulang. Kadang ia merasa seperti patung yang dihias rapi.

Om Hendi membelikannya pakaian-pakaian bagus, yang terkadang membuat Erlyn merasa tidak nyaman, merasa seolah ia sedang dipajang.

Suatu sore, Erlyn memberanikan diri bertanya, "Om... boleh nggak aku pulang sebentar ke rumahku? Aku ingin membersihkan rumah Ayah, dan mengambil beberapa barangku."

Om Hendi berhenti membaca koran, menatapnya dengan tatapan yang membuat bulu kuduk Erlyn berdiri.

"Kau rindu rumah?"

"Iya, Om. Sebentar saja. Nggak lama kok."

"Rumahmu sekarang ada di sini. Ayahmu sedang dirawat dengan baik. Apa lagi yang kurang?" Suaranya tenang, namun ada peringatan yang jelas di sana.

"Jangan menjadi nggak tahu diri, Erlyn. Semua yang kau butuhkan ada di depan matamu."

Erlyn menunduk, menahan air mata. "Maaf, Om. Aku hanya merasa asing di sini."

"Lama-lama juga akan terbiasa. Kau milikku sekarang. Ingat itu."

Kalimat itu diucapkan begitu saja, seolah itu hal yang paling wajar di dunia. Dan perlahan Erlyn menyadari, ia tidak sekadar sebagai teman, tapi ia tinggal di sini sebagai sesuatu yang dimiliki.

Penjaga di luar pintu selalu ada. Saat ia berdiri di dekat pintu keluar, mereka menatapnya lewat kamera yang terpasang di sudut ruangan. Tidak ada sudut yang tersembunyi. Tidak ada privasi.

Minggu-minggu berubah menjadi bulan. Bulan berubah menjadi tahun. Kunjungan ke rumah semakin dibatasi. Awalnya seminggu dua kali, lalu sekali seminggu, lalu dua minggu sekali.

Setiap kali ia memohon untuk menengok ayahnya lebih sering, jawabannya selalu sama: "Kau ingin ayahmu berhenti diobati? Atau kau mau dia sendirian di sana tanpa biaya?"

Ancaman itu tidak pernah berubah. Dan Erlyn tidak pernah punya pilihan lain. Ia belajar menekan rindunya pada ayah, pada rumah sederhananya, pada kebebasan yang dulu ia miliki.

Ia belajar tersenyum saat Om Hendi masuk ke ruangan, meski di dalam hatinya ia menghitung hari kapan semua ini akan berakhir.

Penthouse itu indah, bersih, dan nyaman. Namun baginya, itu hanyalah penjara yang dilapisi emas. Dan kunci penjara itu berada di tangan pria yang setiap malamnya semakin menuntut kehadirannya lebih dekat, lebih patuh, lebih memiliknya.

1
Miu.Nuha
doni cepet juga dpt semua informasi itu, bagus lah. semua tabir akhirnya terbuka juga. Iqbal punya kebesaran hati yg luar biasa ❤
Pencari Cerita
hadee, kenapa gak ngomomg aja sama Iqbal biar, udh gak sopan banget si hendi ngapain cariin mll ngerusak rumah tangga orang aja
Fall.
obsesi Hendi benar² pengen memiliki erlyn semata kah? bukan yang lain?

kalau bener, emang bener² sakit sih hendi
Fall.
om Hendi membrutal erlyn
Fall.
aww ihhh merinding banget
Reno A.H
Erlynnnn, maksud menguasai hidup mu dulu itu apa?? Moga Iqbal menerima yah, soalnya sudah kepalang kadung. Sudah nyaman.
♡⃝ 𝓠𝓾𝓮𝓮𝓷𝓡𝓪 ♕
Dari awal Iqbal setulus ini. Kayaknya kamu jujur aja deh, Erlyn. Lebih baik mengatakannya sendiri daripada Iqbal mengetahuinya dari orang lain
♡⃝ 𝓠𝓾𝓮𝓮𝓷𝓡𝓪 ♕
Tentu saja, luka dan trauma itu tidak semudah itu untuk menghilangkannya, apalagi memendam semuanya sendirian.
aefpe fp
erlyn ini tipe orang yang suka menyiksa batinya ya adik adik, memang berat si tapi baik dia berpikir yang akan terjadi maka terjadilah👀
Mingyu gf😘
akhirnya terungkap juga😭😭
Mingyu gf😘
Aduhb kalian harus hati hati ya
Mingyu gf😘
semuanya udah kebkngkar kan, gak usah kesana lagi gak usah goblok
Mingyu gf😘
Nikmati hasil dari kebodohanmu
naws
duh. semoga kamu gak ngancurin hidupmu sendiri ya bal. gaboleh sampe jadi kriminal. kamu kriminalkan aja tuh si hendi.
naws
wajar marah dan sedih.
tapi semoga gak berlarut larut. rara masih butuh kamu.
naws
iqbal gak akan nelantarin rara.
paling dia gugat kamu lyn 🫠
naws
dari awal emang salah langkah 😖
Pencari Cerita
kalau kata aku mah mending cerita lyn, biar kamu bisa ngadepin nya gak sendirian, kayanya iqbal suami yang baik
Hamzah [Hiatus]
simpan aja itu telpon 😠
Hamzah [Hiatus]
waduh.. apakah akan ancur? please jangan dong 😿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!