NovelToon NovelToon
THE TAURUS

THE TAURUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Misteri
Popularitas:267
Nilai: 5
Nama Author: DOLPIN

Arka Khontacron adalah pemilik perkebunan anggur terbesar di Buleleng tepatnya di Bali. Arka memiliki saudara kembar laki-laki yaitu Phat Shrabeus kakak nya. Mereka tinggal di Seririt, Nama desanya, Desa Sagara. Desa mereka dalam beberapa bulan ini selalu banyak kasus orang-orang desa yang hilang, terutama wanita. Banyak masyarakat yang komplen ke polisi, tapi hasilnya juga sama. Tapi kasus itu mulai terbuka kembali pada malam itu akibat Arka menemukan mayat Pak Braun Ghum di dalam perkebunan miliknya. Pak Braun ialah pemilik peternakan domba di sebelah perkebunan anggur milik keluarga Khontacron dan juga Arka sering bermain bersama anaknya Sara Mhiomorin waktu kecil. Arka memanggil polisi untuk menyelediki kejadian tersebut, tapi bukannya mencari bukti. Polisi menyeret Arka sebagai tersangka, apakah bisa arka menemukan pelaku yang sebenarnya?
Ini ialah kisah cinta ringan dari Zodiak Taurus, bisakah dia bersabar menghadapi kejadian tersebut atau malah menjadi keras kepala.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DOLPIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. DI BALIK SENYUM

Arka masih berdiri di depan rumah Sara.

Ia kembali menatap ke arah jalan tempat Phat pergi.

"Sepertinya kakakku memang menyembunyikan sesuatu," gumam Arka.

Sara berdiri di sampingannya.

"Arka."

"Hm?"

"Terima kasih sudah mampir."

"Kenapa tiba-tiba?"

"Karena mau mendengarkan ceritaku."

Sara tersenyum tipis.

"Aku tidak tau harus menceritakan semuanya kepada siapa."

Arka terdiam sejenak.

"Aku... Juga ingin minta maaf dengan mu,dan kalau ada sesuatu yang ingin kau katakan, kau bisa memberitahuku."

Sara menatapnya.

"Tidak perlu minta maaf, lagian pelakunya belum tertangkap, jadi kalau ada yang ingin kuceritakan padamu, aku akan memberitahu mu."Sara tertawa kecil.

Arka mengangguk.

"Hm, tentu saja."

Tatapan mereka bertemu beberapa detik.

Sara kemudian tersenyum kecil.

"Kau ternyata tidak banyak berubah."

Arka mengangkat alisnya.

"Maksudmu?"

"Dulu kau juga seperti itu."

"Seperti apa rupanya aku dulu, bukannya sama saja ya." Arka tertawa kecil.

"Tidak, dulu sebelum kita berteman, aku melihat mu selalu bersikap dingin, tapi sebenarnya suka membantu orang."

Arka tertawa kecil.

"Aku tidak merasa seperti itu."

Sara ikut tersenyum.

"Aku yang melihatnya, tentu saja kau tidak menyadari nya."

Untuk sesaat, suasana di antara mereka terasa lebih ringan.

Namun tiba-tiba-

"TUAN ARKA!"

Suara keras terdengar dari arah jalan.

Arka langsung menoleh.

Seorang pekerja yang bekerja dengan Arka berdiri tidak jauh dari sana.

"Tuan Arka! Tuan Teo meminta anda untuk segera pulang!"

Arka menghela napas.

"Baiklah, tapi kenapa ayah menyuruhku pulang?"

"Katanya ada sesuatu yang harus segera dibicarakan."

Arka mengangguk.

"Baik. Aku akan segera pulang."

Pekerja itu kemudian pergi lebih dulu.

Arka kembali menatap Sara.

"Kalau begitu... Aku akan pulang dulu."

Sara mengangguk.

"Hm, hati-hati."

Arka berjalan beberapa langkah, kemudian berhenti.

Ia menoleh.

"Sara."

"Ya, ada apa?"

"Jangan pergi kemana-mana dulu."

Sara nampak sedikit terkejut.

"Ada apa?"

"Nanti, aku masih ingin membicarakan apa yang kau ceritakan tadi."

Sara menatapnya beberapa saat.

Kemudian tersenyum.

"Tentu, aku akan menunggumu."

Arka membalas senyum tipis.

"Janji?"

Sara mengangguk.

"Janji."

Arka kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan Sara.

Namun baru beberapa langkah, ia kembali menoleh.

Sara masih berdiri di depan pintu sambil memperhatikannya.

Keduanya saling menatap.

Sara mengangkat tangannya sedikit.

"Hati-hati ya, Arka."

Arka tersenyum.

"Kau juga."

Arka akhirnya melanjutkan langkahnya.

Tanpa disadarinya, senyum kecil masih tersisa di wajahnya.

Namun ketika rumah Sara semakin jauh dibelakangnya, ekspresinya perlahan kembali serius.

Ia teringat perkataan Sara.

"Jangan percaya siapapun dari keluarga Khontacron."

Arka mengepalkan tangannya.

Ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada malam kematian Pak Braun.

Tetapi satu hal mulai jelas baginya.

Kematian itu menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang selama ini ia bayangkan.

Ia juga tidak tau apa yang terjadi dengan keluarganya, sampai Sara berbicara seperti itu dengannya.

Arka terus berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumahnya.

Langkahnya tidak terlalu cepat, tetapi pikirannya berlari jauh lebih cepat daripada kakinya.

Ucapan Sara terus terngiang di kepalanya.

Arka mengerutkan kening.

"Apa maksudnya coba?"

Sara jelas mengetahui sesuatu. Sesuatu yang berhubungan dengan kematian ayahnya.

Dan yang lebih mengganggunya, mengapa Sara sampai memperingatkannya untuk tidak mempercayai keluarganya sendiri?

Sesampainya di halaman rumah, Arka melihat beberapa orang sudah berdiri di depan pintu.

Bibi May tampak gelisah.

Begitu melihat Arka, Bibi May segera menghampirinya.

“Tuan Arka, akhirnya Anda pulang.”

“Ada apa?”

“Tuan besar meminta Tuan segera menemuinya.”

“Di mana Ayah?”

“Di ruang makan. Tuan Phat juga ada di sana.”

Arka terdiam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!