Kehidupan punya kenyataan, karena hidup terus mengikuti takdir. Seperti kehidupan yang dijalani oleh gadis bernama Jingga. Di saat usianya masih remaja, dia harus kehilangan ibunya.
Namun Jingga tak pernah menyerah untuk menjalani kehidupannya. Walaupun dia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang tidak dia sukai.
Beruntung saat dia berusia dewasa, dia dipertemukan dengan seorang laki-laki yang sangat mencintainya. Hingga tak butuh waktu lama untuk Jingga menyandang status sebagai istri dari seorang manager restoran bernama Ken. Namun lagi-lagi dia harus menelan pil pahit, saat suaminya harus menikahi seorang gadis yang sedang mengandung anak dari suaminya.
Jingga berusaha mempertahankan rumah tangga yang baru dibangun, dia juga rela harus berbagi suami dengan wanita lain. Tetapi, kehidupan Jingga yang sebenarnya baru dimulai saat itu, saat dia harus rela melihat rumah tangganya yang hancur. Sampai dia berada dititik keputusasaan, hadirlah seorang laki-laki tampan bernama Ray Alfendra. Seorang pengusaha muda yang tampan, dengan ketulusannya dia bisa membawa Jingga pada kebahagiaan yang diimpikan Jingga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuriyyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08
Bukan Resti namanya kalau dia tak bisa melakukan sesuatu sesuai dengan rencananya. Malam ini dia sengaja mengikuti kemanapun Ken pergi. Kali ini dia tak boleh gagal pikirnya.
Dia segera pura-pura memeriksa mesin mobil yang rusak setelah dia melihat Ken keluar dari sebuah toko.
"Resti kamu ngapain malam-malam sendiri?" tanya Ken penasaran. Dia awalnya ingin pulang namun setelah melihat Resti yang kebingungan mengotak atik mobilnya, dia jadi menghampirinya.
"Oh ini Pak, mobil saya tiba-tiba mogok," jawab Resti.
"Ya sudah saya telepon bengkel aja ya. Nanti pulangnya saya anterin. Gak baik gadis pulang sendiri tengah malam," ucap Ken.
"Tapi kalo nganterin saya pulang, takutnya merepotkan Pak," ucap Resti dengan wajah yang dibuat-buat sungkan.
"Gak papa Res sekalian saya juga mau pulang. Terus satu lagi, kalo ada diluar kamu jangan panggil saya Bapak, santai aja. Panggil aja Ken! Karyawan yang lain juga sama," ucap Ken sambil menatap Resti.
"Ah iya Kak. Bolehkan saya panggil Kakak, kalo Ken terasa kurang sopan?" tanya Resti.
"Iyah gak papa. Panggil senyaman kamu aja. Ya sudah ayo pulang! Nanti biar mobil kamu bengkel yang urus," ucap Ken yang segera di mengajak Resti masuk kedalam mobilnya.
Didalam mobil keduanya sama-sama diam. Resti sesekali melirik kearah Ken namun rupanya Ken hanya fokus menyetir.
"Kak, boleh kita mampir dulu ke minimarket?" tanya Resti memulai pembicaraan.
"Boleh. Kamu mau beli apa memangnya?" tanya Ken.
"Itu ada sesuatu yang belum sempat saya beli," jawab Resti.
"Oke," ucap Ken cepat.
Mereka pun sampai diminimarket yang tak jauh dari rumah Resti.
"Tunggu sebentar ya Kak!" ucap Resti yang segera keluar dari mobil.
Ken menunggu didalam mobil sambil membalas chat dari kekasihnya. Sampai dia pun melihat Resti yang sudah keluar dari minimarket.
"Loh Res kok cuma sebentar?" tanya Ken heran kala melihat Resti hanya membawa dua botol minuman.
"Oh iya Kak, barang yang mau dibelinya gak ada, jadi beli minum aja buat Kakak," jawab Resti sambil menyodorkan air mineral itu.
"Makasih Res," ucap Ken sambil menerima minuman itu dan segera meneguknya perlahan.
Resti memperhatikan bagaimana Ken meminumnya perlahan, dan itu membuat Resti senang. Rupanya diam-diam Resti telah memasukkan sesuatu kedalam minuman tersebut.
Akhirnya rencananya berhasil dan bisa dipastikan malam ini Ken akan jadi miliknya pikir Resti senang.
"Kenapa tiba-tiba kepala saya jadi pusing ya?" tanya Ken pada dirinya sendiri.
"Kak, Kakak kenapa?" tanya Resti pura-pura panik.
"Saya gak tahu Res. Tiba-tiba kepala saya pusing," ucap Ken yang pandangannya mulai buyar.
"Biar saya yang gantiin Kakak menyetir," ucap Resti dan hanya dibalas anggukan oleh Ken.
Setelah mereka bertukar posisi, Resti langsung melajukan mobilnya ke sebuah Hotel. Sepanjang perjalanan, Resti tersenyum penuh kemenangan karena rencananya berhasil apalagi melihat kearah Ken yang sudah tertidur karena pengaruh obat yang dia campurkan kedalam minuman Ken.
Setelah sampai di Hotel, Resti segera membawa masuk Ken kedalam kamar yang sudah dia pesan sebelumnya. Perlahan Resti membaringkan Ken keatas kasur sambil tersenyum sinis.
"Akhirnya malam ini kamu milikku Ken sayang," ucap Resti sambil perlahan membuka baju yang dikenakan Ken.
"Panas..." racau Ken. Perlahan dia membuka matanya dan melihat sosok wanita sedang membuka bajunya.
Namun karena efek obat perangsang itu Ken mulai dikuasai oleh nafsunya bahkan dia tidak peduli siapa wanita yang kini ada didepannnya.
Dan malam itu Ken melakukan hal yang tidak dia sadari sekaligus melakukan pengkhianatan terhadap Jingga yang bulan depan akan menjadi istrinya.
...****************...
Silau matahari pagi yang cerah mengusik tidur Ken yang sangat lelap. Perlahan dia mulai membuka matanya dan melihat kearah sekeliling kamar tersebut sontak membuat Ken bingung, ini tak seperti kamarnya pikir Ken.
Lalu dia melihat kearah dirinya yang hanya memakai boxer, kemudian dia mengingat-ingat kejadian semalam namun tak ada satu pun yang dia ingat, kecuali saat dia mengantarkan Resti pulang lalu tiba-tiba dia pusing dan setelah itu dia tak sadar apa yang terjadi selanjutnya.
"Sial! Apa yang telah terjadi padaku?" ucap Ken sambil mengusap kasar wajahnya.
Kemudian dia beranjak dari atas kasur dan segera memakai pakaian dia semalam yang berserakan dilantai.
Setelah Ken tahu bahwa dia berada dihotel, dia segera meninggalkan tempat tersebut dan cepat-cepat dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Aku harus tanya Resti apa yang terjadi semalam," monolog Ken.
Ken memutuskan untuk pulang dulu sebelum berangkat ke restoran, walaupun dia ingin segera menanyakan semua ini pada Resti, namun bukan berarti dia datang ke restoran dengan pakaian seperti ini pikirnya.
...----------------...
Seperti biasanya restoran tempat Jingga bekerja selalu ramai dan itu membuat semua karyawan sama-sama sibuk.
"Kak Jingga, selamat ya bulan depan Kakak mau nikah," ucap Resti senang.
"Oh iya, makasih ya. Nanti kamu datang ya ke acara pernikahannya!" balas Jingga.
"Iya Kak pasti aku datang kok," ucap Resti dan setelah itu segera mengerjakan pekerjaannya yang lain. Namun dia kaget setengah mati kala managernya tiba-tiba muncul didepan Resti dengan tatapan tajamnya.
"Saya mau bicara. Saya tunggu diruangan saya!" perintah Ken lalu setelah itu dia langsung pergi keruangannya. Bahkan tanpa mendengar jawaban dari Resti yang masih dengan ekspresi terkejutnya itu.
Dari kejauhan Jingga pun merasa heran dengan Ken, namun dia hanya mengangkat bahunya acuh, mungkin hanya masalah pekerjaan pikirnya.
"Ada apa Bapak memanggil saya?" tanya Resti kala sudah berada diruangan Ken.
"Semalam apa yang terjadi pada saya?" tanya balik Ken.
"Oh semalam Bapak tiba-tiba pingsan, saya bingung harus bawa kemana, sedangkan saya tidak tahu rumah Bapak dimana, jadi saya bawa kehotel saja," ucap Resti tenang karena dia sudah menyiapkan jawaban sebelumnya.
"Lalu setelah itu kamu kemana?" tanya Ken lagi.
"Saya langsung pulang Pak. Karena tidak mungkin saya juga menginap disana," jawab Resti.
"Kamu bohong! Walaupun saya setengah sadar namun sekilas saya melihat siulet wanita didepan saya. Apakah itu kamu? Apa kamu sengaja menjebak saya huh!" teriak Ken marah.
"Bukan saya Pak. Saya gak bohong," ucap Resti yang sedikit ketakutan.
"Ok kalau kamu gak mau ngaku, saya akan minta rekaman cctv hotel itu," ucap Ken setengah mengancam.
"Maafkan saya Pak, tapi benar saya tidak menjebak Bapak. Setelah saya bawa Bapak kehotel karena pingsan, saya ingin langsung pulang tapi Bapak menahan saya, dan.... " ucap Resti yang mulai mengeluarkan air mata kebohongannya.
"Cukup! Saya tidak mau lagi mendengar ucapan kamu. Sekarang kamu pergi!" ucap Ken setengah berteriak.
Setelah Resti meninggalkan ruangannya Ken hanya bisa mengusap wajahnya frustrasi Karena dia bingung harus apa dan apa yang akan terjadi kedepannya.
Sungguh dia menyesali kebodohannya itu. Lantas bagaimana dengan pernikahannya dengan Jingga? Apakah Jingga akan mengetahui semuanya dan membatalkan pernikahannya? Tidak, dia tidak boleh kehilangan Jingga pikir Ken frustrasi.
Namun hal yang dirasakan Resti kebalikannnya. Kalau Ken merasa frustrasi beda lagi dengan Resti. Resti sangat senang dengan rencananya itu, perlahan-lahan dia akan membuat Jingga hancur pikirnya.
mampir ya
lanjutan ceritanya harus dobel lho tho, kalian lama nggak up nya
semoga urusan real nya cpt kelar
dan bisa update lagi 💞