NovelToon NovelToon
The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / CEO
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nana_Jm

"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-

"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-

"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-


Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buket bunga misterius

Sudah 1 Minggu ini Serena dirawat di rumah sakit, dan sudah 3 hari terakhir ada buket bunga misterius di ruangan Serena. Buket bunga itu bukan dari Narendra melainkan ada orang lain yang mengirimnya untuk Serena.

"Siapa pengirimnya?!!"-gumam Naren curiga-

"Aku harus cek CCTV di kamar ini!!"-membuka ponselnya-

"Brengsek!!! Siapa laki-laki ini?!!"-mengepalkan tangannya-

"Mungkin ada crush lainnya yang menyukai gadis itu?!!"-celetuk Viktor dengan santai-

PLAKKKK💢💢💢 (suara tamparan)

"Sakit Boss!! Galak banget sihh!!"-mengelus pipinya yang panas akibat tamparan-

"Salah sendiri berisik!!!!"-menatap tajam Viktor-

Tempat lainnya ada seseorang yang memandangi foto Serena dengan penuh perhatian kasih sayang. Dirinya sangat menyukai Serena sejak lama sampai saat ini. Hanya saja karena adanya gangguan, membuat dirinya tidak bisa mendekati gadis kesayangannya.

Keduanya sudah mengenal sejak lama, bahkan Serena sangat dekat sekali dengannya. Namun setelah kepindahan Serena, keduanya mulai hilang komunikasi.

"Renaaaa.....aku kangen kamu Cantikk"-ucapnya pelan sambil memandangi foto Serena-

"Andai saja aku bisa membawamu pergi dari kota ini"-gumamnya sendiri-

"Renaaa....aku masih mencintaimu"-ucapnya tersenyum tipis-

"Cihhh....berani sekali dia mengirim bunga ke gadisku!!!!"-menyeringai tajam-

"Bossss......Bos beneran suka sama dia?!! Yakin Boss?!!"-celetuk Viktor sambil waspada-

"Kalau iya kenapa?!!! Kamu mau merebutnya dariku!!!"-menatap tajam sambil tersenyum tipis-

"Berani kamu mendekatinya!!! Kedua tangan dan kakimu aku potong!!"-bisiknya pelan-

"Ngeriii banget sih Bosss!! Lagian belum tentu dia mau!!"-ucapnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Narendra-

Setelah ia tahu ada orang lain yang mengirimkan bunga untuk gadis kecilnya itu, Narendra mulai berjaga ketat. Dirinya mengingat jam berkunjung laki-laki misterius itu, supaya bisa melihatnya langsung.

"Pasti sebentar lagi dia akan muncul!!"-gumamnya tersenyum tipis-

"Aku akan menunggu di dalam saja....sambil berjaga!!"-gumamnya pelan-

Benar saja, laki-laki itu datang tepat sesuai dugaan Narendra. Ia membawa buket bunga mawar putih untuk Serena kembali, bahkan laki-laki itu juga menggenggam tangan Serena dan menciumnya.

"Renaaa....aku datang lagi cantik"-mencium kening Serena-

"BRENGSEKKK!!! Beraninya anak itu!!"-menatap tajam-

"Aku bawa bunga kesukaan kamu cantikkk"-menggenggam tangan Serena-

"Cepat sembuh yaaa....aku sangat menyayangimu cantik"-mengelus rambut Serena-

"Sialan!!! Menyayangi?!!!"-gumamnya emosi-

Tak sengaja kaki Narendra menyenggol kursi yang ada di balik pintu, suara gesekan itu terdengar tidak terlalu jelas. Untung saja laki-laki misterius itu tidak peduli dengan suara kursi bergeser, jadi Narendra bisa aman bersembunyi.

"Cantikkk....aku rindu saat kita bersama dulu"-ucapnya lirih-

"Bersama?!! Dulu?!! Dia mantan Serena?!!"-gerutunya sendiri-

Tidak terlalu lama, laki-laki misterius itu keluar dari ruangan Serena. Sebelum pergi ia mencium kening Serena terlebih dahulu. Seketika Narendra menjadi naik pitam, ia mengepalkan tangannya kuat dan sorot mata penuh amarah.

"Busettt...kok diem aja sih Boss!"-bisiknya Viktor pelan-

"Sialan kamu Viktor!!"-memukul perut asisten pribadinya-

"Sakit tau Bosss!! Santai kenapa sih!!"-celetuknya sambil menahan sakit-

"Siapa yang suruh kamu bisik-bisik begitu!!!"-menyentil dahi Viktor-

"Kenapa nggak langsung tonjok aja sih Bos orang tadi!!"-menghasut Narendra-

"Lagian yaa Bos...lebih ganteng dan keren si Bos! Di banding tuh laki-laki"-lanjutnya lagi dengan kesal-

"Emang kamu lihat wajah dia?!!"-celetuk Narendra santai-

"Lihat dong Boss!! Lha si Bos nggak lihat wajah dia gimana?!!"-menatap serius Narendra-

Terjadilah keributan diantara mereka berdua, untuk kali ini Viktor tidak mau mengalah dengan Bosnya sendiri. Menurutnya Narendra terlalu santai mengurusi laki-laki misterius itu, padahal secara jelas Bosnya itu menyukai Serena.

"Kalau beneran suka tuh di kejar dan di jagain kali Bosss!!"-jelasnya santai-

"Hehh...paku!! Lo pikir ini nggak jagain!! Dari kemarin jadi cicak kali yaa!!"-balas Narendra penuh emosi-

"Maksudnya tuh...ada tindakan gitu lho Bos!! Masak cewek incaran sendiri di sentuh orang lain malah diem aja!!!"-gerutunya sambil bersandar di sofa-

Narendra terdiam mendengar ucapan dari Viktor, dirinya sendiri berusaha untuk tidak terlalu mengikuti perasaanya. Takut tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan, terlebih Serena juga belum begitu mengenal dirinya.

Ia takut jika sewaktu-waktu Serena tahu siapa ia sebenarnya, sikap Serena jadi berubah dan tak mau lagi dekat dengannya.

"Ini juga bertindak!!! Dasar berisik!!"-ucapnya ketus-

"Wajah aja mafia! Banyak yang takut...lha ini? Perempuan incarannya di sentuh orang lain diem aja!!"-celetuknya pelan sambil bergegas pergi-

Narendra menatap kepergian Viktor dan beralih ke Serena yang masih terbaring lemah, gadis itu mulai bereaksi dengan jari tangannya yang terlihat bergerak pelan.

"Serena?!! Rena?!! Aku disini"-menggenggam tangan Serena-

"Benar kata Viktor...aku harus menjaganya dari laki-laki itu"-gumamnya pelan-

"Aku harus panggil dokter sekarang juga!"-menghubungi Viktor-

Ia tak mau meninggalkan Serena sendirian, khawatir jika laki-laki itu muncul kembali.

"Baru juga mau makan ini....dasar punya Bos random"-celetuknya kesal-

"Yang penting mah ngasih gajinya gede"-ucapnya sambil tertawa kecil-

Viktor memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Serena, dirinya ikut menemani Narendra saat dokter cek kondisi Serena yang mulai menunjukkan perubahan.

Beberapa menit setelah pemeriksaan, Serena mulai membuka matanya perlahan. Ia melihat sekeliling ruangan, pandangannya tertuju pada sosok Narendra yang berdiri tepat di hadapannya dengan senyuman tipis di sudut bibirnya.

"Sudah bangun?! Nyenyak banget tidurnya!"-celetuk Narendra datar-

"Astagaaa!! Dasar si Bos...kaku banget sih!!"-ucap Viktor pelan-

"Aku dimana?! Ngapain kamu disini?!"-celetuk Serena dengan polosnya-

"Dia siapa?!!"-lanjutnya lagi sambil menatap Viktor-

"Dia orang asing yang suka kepo dengan urusan orang lain!!!"-jelas Narendra ketus-

"Cemburu dia...dasar!!"-gumamnya pelan-

"Awwww!! Kenapa bahuku sakit sekali Om?!"-tanya Serena pelan-

"Jangan banyak gerak!!"-menatap lekat wajah Serena-

"Sakit tau Ommmm!!"-mencubit tangan Narendra-

Viktor menahan tawa saat bosnya yang terkenal menakutkan terlihat tak ada apa-apanya di hadapan Serena. Gadis itu masih saja bisa bersikap ketus dengan seorang Narendra Oliver Pradipta, seorang mafia yang paling di takuti.

"Bunga itu dari Om?!!"-ucapnya santai-

"Hiasan dari rumah sakit!!"-jawabnya dingin-

Narendra langsung mengambil bunga itu dan membuangnya keluar ruangan Serena. Bahkan tulisan yang ada di karangan bunga itu ia buang juga.

"Dibawa kemana bunganya?!"-ucap Serena pelan-

"Paling di buang sama si Om itu"-jelas Viktor dengan santai-

"Kenapa dibuang? Kan dari rumah sakit?"-jelas Serena dengan lembut-

"Bunganya jelek!!! Nggak enak dilihat!!"-celetuk Narendra yang berjalan masuk kembali-

"Jelek!!! Cemburu bilang aja sih Bos!!"-gumam Viktor pelan-

Serena mendengar ucapan Viktor namun tidak terlalu jelas untuknya, Narendra menemani Serena untuk check up kesehatannya sebelum pulang.

"Lain kali nggak usah sok mandiri!! Udah tau lemah begini!!"-celetuk Narendra saat keluar dari rumah sakit-

"Enak aja!! Mana aku tahu kalau ada yang numpuk dari belakang!!"-jelas Serena dengan ketus-

"Namanya itu nggak waspada bocah!! Ngeyel banget dikasih tau!!"-menangkup wajah Serena-

"Kamu punya musuh!! Siapa tahu aja!!"-telisik Narendra-

"Musuh?!! Yang bener aja dong Om!!"-mendorong badan Narendra-

Viktor mengawasi sekeliling, dirinya merasa ada yang mengawasi kedua orang yang sedang ribut kecil itu. Pandangannya tertuju pada sosok seseorang memakai topi dan jaket hitam serta masker.

"Bos...ada yang mengawasi kita!!"-bisiknya pelan-

"Sepertinya dia mengincar perempuan ini!"-lanjutnya lagi-

Narendra menatap tajam ke arah seseorang misterius itu, keduanya saling bertatapan mata. Laki-laki misterius itu langsung kabur dari pandangan sebelum dilumpuhkan oleh Viktor.

"Ada apa sih Om?!!"-ucapnya pelan-

"Kita pulang aja!! Jangan kelamaan disini!"-jelasnya sambil merangkul pinggang Serena-

"Emangnya kamu mau sakit terus?!!"-menatap tajam Serena-

"Ya nggaklah Om... ada-ada aja sih!!"-jelasnya dengan sinis-

Mereka keluar dari area parkiran mobil dan tak jauh dari tempat itu, laki-laki misterius mengikuti mobil Narendra dari belakang.

"Bos kita lewat jalan lain aja"-celetuk Viktor serius-

"Baiklah....yang penting sampai!!"-jelas Narendra yang paham maksud Viktor-

"Emangnya lewat mana?!"-menatap Narendra-

Bukannya menjawab pertanyaan Serena, pria itu justru memeluk tubuh mungil Serena dan mencium keningnya.

~Wihhhhh.... protektif mode on fire ini mahhh! Stay cool Ser....jangan terkecoh~🫣

1
Hasniza Babab
sangat bagus /Good/
Karo Karo
pak tua yg akan membucin
Karo Karo
orangnya dong Thor 😁
Karo Karo
singgah Thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!