NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN CINTA

BERMAIN API DENGAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Obsesi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Bagi Cinta (24 tahun), moralitas tidak ada harganya jika dibandingkan dengan uang. Menggunakan paras cantik dan tubuh indahnya, penipu ulung ini selalu berhasil meloloskan diri setelah mengeruk harta korbannya.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran senilai 10 Miliar Rupiah datang dari Nyonya Valen, seorang wanita kalangan elit. Misinya terdengar mudah: goda Tuan Maxim, jadilah selingkuhannya, dan buat pria itu setuju untuk bercerai.

Cinta mengira ini hanyalah pekerjaan biasa di mana dia yang memegang kendali penuh sebagai pemburu. Namun, dia keliru. Begitu terjebak di dalam mansion mewah Maxim, Cinta baru menyadari bahwa dia bukan sedang memburu, melainkan sedang masuk ke dalam sangkar emas. Nyonya Valen tidak sedang menyewanya, melainkan menumbalkannya untuk melepaskan diri dari jeratan seorang pria posesif yang sangat berbahaya.

Ketika semua jalan keluar telah tertutup, akankah Cinta berhasil meloloskan diri, atau justru terbakar oleh api permainan yang dia nyalakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

_BERMAIN API DENGAN CINTA_ BAB 8_ JEBAKAN DI PANGKUAN SERIGALA

_BERMAIN API DENGAN CINTA_

BAB 8_ JEBAKAN DI PANGKUAN SERIGALA

Detak jantung Cinta sempat berpacu tidak karuan selama beberapa detik setelah mendengar sindiran Maxim tentang 'serangga yang menuntut'. Namun, sejalan dengan reputasinya sebagai penipu ulung yang selalu mengandalkan logika dingin, Cinta segera menggelengkan kepalanya samar. Dia menarik napas dalam-dalam, mengunci rapat-rapat kecurigaan konyol yang sempat melintas di otaknya.

Mustahil, batin Cinta meyakinkan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin seorang Tuan Maxim, CEO terkaya dengan gurita bisnis properti terbesar di negeri ini, mau meluangkan waktunya yang berharga hanya untuk menyamar menjadi seorang gigolo bertopeng di klub malam? Pria berkuasa seperti dia tidak akan sudi merendahkan harga dirinya menjadi pria penghibur sewaan. Suara mereka mirip mungkin hanya karena mereka sama-sama memiliki warna suara bariton yang berat. Ya, itu pasti hanya kebetulan.

Setelah berhasil menepis keraguannya, jiwa pemburu Cinta kembali membubung tinggi. Sifat materialistisnya menolak untuk menyerah begitu saja sebelum sisa delapan miliar rupiah dari Valen jatuh ke tangannya. Ego Cinta terusik; dia tidak percaya ada pria yang benar-benar kebal terhadap pesonanya. Jika cara halus kemarin tidak berhasil karena Maxim menyembunyikan kekurangan fisiknya, maka hari ini Cinta akan menggunakan taktik yang lebih ekstrem. Dia harus membuktikan sendiri apakah bosnya ini pria normal yang hanya sok jual mahal, ataukah dia memang benar-benar impoten seperti dugaan liarnya tadi.

Cinta memundurkan langkahnya satu tapak dari meja Maxim, berpura-pura hendak berbalik untuk meninggalkan ruangan. Namun, tepat saat dia memutar tubuhnya di atas stiletto Christian Louboutin sebelas sentimeternya, Cinta sengaja menekuk sedikit pergelangan kaki kanannya.

"Ah!" Pekik Cinta terdengar sangat natural, seolah-olah dia benar-benar kehilangan keseimbangan akibat lantai marmer yang licin.

Sesuai dengan skenario yang sudah dia rancang secepat kilat di otaknya, Cinta membiarkan tubuhnya limbung ke arah yang tepat. Bukannya jatuh ke lantai, tubuh rampingnya yang terbalut kemeja putih tipis itu meluncur mulus dan mendarat tepat di atas pangkuan kokoh Tuan Maxim. Map laporan yang dia pegang sengaja dia lepaskan hingga kertas-kertas di dalamnya sedikit berhamburan di atas meja, menciptakan efek kekacauan yang sempurna.

Kedua lengan Cinta secara refleks—namun disengaja— mengalungkan erat di sekeliling leher tegap Maxim untuk menahan bobot tubuhnya. Wajah mereka kini terpisah tidak lebih dari lima sentimeter. Cinta bisa merasakan napas hangat Maxim menerpa permukaan kulit wajahnya. Wangi mint yang segar dari napas pria itu bercampur dengan aroma parfum kantorannya yang bernuansa citrus-wood yang segar dan maskulin.

"Ma-maaf, Tuan Maxim... saya tidak sengaja. Lantainya sangat licin," ucap Cinta dengan nada suara yang dibuat bergetar halus, seolah dia benar-benar terkejut karena kecerobohannya sendiri.

Cinta mempertahankan posisinya, sengaja menekan pinggulnya sedikit lebih rapat ke atas paha kokoh Maxim. Sepasang mata jelinya menatap lurus ke dalam manik mata hitam sang bos, mencari riak kepanikan, gairah, atau bahkan penolakan. Di dalam hatinya, Cinta bersorak menang.

Ayo, Tuan Maxim yang terhormat. Mari kita buktikan teori impotenku. Jika kamu pria normal, tubuhmu tidak akan bisa berbohong dari jarak sedekat ini.

Namun, reaksi Maxim di luar dugaan Cinta. Pria berusia dua puluh enam tahun itu tidak mendorongnya menjauh, tidak pula memaki atas ketidaksopanannya. Maxim justru bersandar santai pada kursi eksekutifnya, membiarkan Cinta duduk dengan nyaman di atas pangkuannya.

Sepasang tangan kekarnya yang besar perlahan bergerak naik, melingkar di pinggang ramping Cinta, mengunci posisi wanita itu agar tidak bisa bergerak mundur.

Cengkeraman tangan Maxim di pinggangnya begitu kuat, dominan, dan posesif. Jantung Cinta mendadak berdesir hebat. Dia merasakan sensasi panas yang langsung menjalar ke seluruh tubuhnya.

Maxim mendongak, menatap langsung ke dalam mata Cinta dengan seringai tipis yang kini terukir jelas di wajah tampannya. Tatapan mata hitam itu tidak lagi dingin seperti es, melainkan memancarkan kilat ketertarikan yang pekat.

Dan saat itulah, Cinta merasakan sesuatu yang aneh di bawah posisinya duduk. Sebuah ketegangan yang keras, panas, dan sangat tegas perlahan mulai bangkit di bawah sana, menekan langsung ke arah tubuhnya.

Mata Cinta melebar samar, dan senyum kemenangan yang tertahan muncul di hatinya. Dia... dia tidak impoten! Pria ini sangat amat normal! batin Cinta bersorak girang. Teori konyolnya tentang alasan Valen minta cerai langsung runtuh seketika. Maxim ternyata adalah pria dewasa yang sehat, utuh, dan memiliki gairah yang sangat besar—dia hanya pandai menyembunyikannya di balik topeng es selama ini.

Menyadari umpannya kali ini berhasil memicu respons fisik dari sang CEO, Cinta tidak buru-buru turun. Dia justru semakin berani. Dengan gerakan yang lambat dan sensual, Cinta sedikit memiringkan kepalanya, membiarkan beberapa helai rambut hitamnya menyentuh rahang tegas Maxim. Jemari lentiknya yang berada di tengkuk Maxim bergerak pelan, mengusap kerah kemeja pria itu dengan lembut.

"Tuan Maxim... tubuh Anda terasa sangat tegang," bisik Cinta dengan nada suara yang sangat manja dan menggoda, menatap langsung pada bibir tipis Maxim. "Apakah saya membuat Anda tidak nyaman?"

Maxim tidak membiarkan Cinta menikmati kemenangan semunya terlalu lama. Detik berikutnya, cengkeraman tangan kekar pria itu di pinggang ramping Cinta mendadak mengetat secara agresif. Maxim menarik tubuh Cinta hingga tidak ada lagi jarak yang tersisa di antara dada mereka.

Sebelum Cinta sempat memproses tindakan secepat kilat itu, tangan kanan Maxim bergerak naik ke belakang kepala Cinta, menenggelamkan jemarinya di sela-sela rambut gelombang wanita itu, mengunci pergerakannya dengan dominasi mutlak. Wajah Maxim merapat, memangkas habis jarak yang tersisa hingga ujung hidung mereka saling bersentuhan.

Cinta menahan napasnya, matanya melebar saat menatap langsung sepasang manik mata hitam Maxim yang kini menggelap, dipenuhi oleh gairah yang pekat dan berbahaya. Ini bukan lagi tatapan seorang bos dingin; ini adalah tatapan seekor predator yang siap mengoyak mangsanya. Jantung Cinta berdegup begitu kencang, mengirimkan sensasi desiran aneh yang membakar seluruh saraf di tubuhnya.

Bibir tipis Maxim turun, bergerak mendekati bibir merah menyala milik Cinta. Pria penguasa bisnis properti terbesar itu seolah ingin menunjukkan siapa penguasa permainan yang sesungguhnya. Jarak mereka begitu dekat, hingga Cinta bisa merasakan embusan napas hangat Maxim yang maskulin menerpa permukaan bibirnya.

Cinta secara refleks memejamkan matanya perlahan, mengira ciuman panas itu akan segera menjeratnya, persis seperti yang dilakukan Ethan di hotel tadi pagi.

Kringgg! Kringgg!

Suara dering interkom telepon di atas meja kerja yang berbunyi nyaring mendadak memecah keheningan intim di antara mereka. Suara itu begitu menggelegar, menghancurkan seluruh ketegangan seksual yang baru saja terbangun dalam sekejap mata.

Kesadaran Cinta tersentak kembali ke realitas. Dia membuka matanya dengan panik, wajahnya memerah padam saat menyadari posisi mereka yang terlampau intim untuk koridor kantor.

Maxim menghentikan pergerakannya tepat satu milimeter sebelum bibir mereka bersentuhan. Rahang tegasnya mengeras samar, menyiratkan rasa kesal yang tertahan karena gangguan mendadak tersebut. Sepasang mata hitamnya melirik tajam ke arah gagang telepon yang terus berdering di sudut meja.

Perlahan, Maxim mengendurkan cengkeraman tangan di pinggang Cinta, memberikan ruang bagi sekretarisnya itu untuk bergerak.

"Sepertinya ada urusan darurat yang tidak bisa menunggu, Nona Cinta," suara bariton Maxim terdengar lebih berat, serak, dan dalam dari biasanya, menyembunyikan gairah yang terputus di tengah jalan.

Cinta dengan terburu-buru bangkit berdiri dari pangkuan Maxim, mencoba memulihkan keseimbangan tubuhnya yang mendadak terasa lemas. Dengan tangan yang sedikit gemetar, dia merapikan kembali kemeja putihnya dan memunguti lembaran kertas laporan kuartal yang tadi sempat berhamburan di atas meja marmer dengan gerakan kikuk.

"Ma-maaf, Tuan Maxim. Saya akan segera merapikan ini dan kembali ke meja saya," ucap Cinta dengan suara terbata-bata, mencoba mati-matian menutupi kepanikan dan kegugupan yang kini menguasai dirinya.

Maxim hanya memberikan anggukan dingin, kembali mengenakan topeng esnya seolah-olah kejadian panas beberapa detik lalu tidak pernah terjadi. Dia meraih gagang telepon interkom tersebut dengan gerakan tegas, sementara matanya tetap menatap lekat ke arah tubuh Cinta yang sedang tergesa-gesa melangkah mundur menuju pintu keluar.

Cinta praktis hampir berlari saat membuka pintu ruangan CEO dan menutupnya kembali rapat-rapat. Dia menyandarkan punggungnya di pintu kayu mahoni tersebut, memegangi dadanya yang naik-turun memburu dengan jantung yang berdegup gila-gilaan. Pria itu benar-benar normal, sangat normal, dan pesonanya jauh lebih berbahaya serta mematikan dari apa yang pernah Cinta bayangkan sebelumnya.

1
Lea
bagus GK ngebosenin ceritanya
Lea
lanjut
Lea
bagus..lanjut
Meysha Talitha Putri
bagus
Park ha: makasih 😍🙏🙏
total 1 replies
Fauzianurul 08
cepat² up yaaa
Park ha: 🤭🤭 aku usahain 2 bab sehari kak... gimnaa pendapat ceritanya? kalau berkenan kasih pendapat...
total 1 replies
the virtuso
izin mampir
Park ha: makasih udah mampir🙏🙏😍
total 1 replies
Abid Din
kak CPT update
Park ha: ok siap...tbw jangan lupa like kasih ulasan kritik saran... makasih😍🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim hadiah lanjut banyak thor
falea sezi
lanjutt
Park ha
moga suka wkkwkwk
falea sezi
nyimakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!