Di luar pagar sekolah, Affan dan Monisha adalah sepasang suami istri karena perjodohan wasiat keluarga.
Di dalam kelas, mereka adalah dua kutub yang berpura-pura tidak kenal. Affan si ketua OSIS yang harus menjaga reputasinya, sementara Mona hanya ingin lulus dengan tenang.
Mereka sepakat merahasiakan pernikahan ini rapat-rapat. Namun, menyembunyikan status pernikahan di lingkungan SMA tidaklah mudah. Hanya dalam waktu satu minggu, kecemburuan merusak segalanya. Kecurigaan teman-teman, teror dari siswa yang menyukai Mona, hingga kecerobohan mereka sendiri meledakkan rahasia besar tersebut ke seluruh sekolah.
Kini, mereka harus menghadapi konsekuensi sosial, aturan ketat sekolah, di atas perasaan sayang yang sudah tumbuh di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Monisha Affan 08.
Mona tidak menyangkal pada Affan, secara terang-terangan mengakui kalau yang ia lakukan pada jam istirahat karena adanya percikan api cemburu.
Affan lantas menghela nafas kasar, sebelum ia mengingatkan Mona sesuatu. "Ingat dengan perjanjian pernikahan kita Mona. kita di sekolah harus menjaga jarak agar yang lain tidak curiga, terus tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing, jangan terlalu berlebihan juga"
Sementara Mona langsung tersenyum terluka mendengar itu. Walaupun begitu, Mona akan berusaha menjadi dewasa dengan mematuhi perjanjian pernikahan yang sudah di rancang oleh Affan.
Salah satunya saat di jam pulang sekolah saat ini, Mona yang melihat Affan sedang di hampiri Selly memilih langsung menjauh dari Affan. Karena yang Mona tahu di dekat Affan hanya untuk mencederai hatinya saja.
Sementara Affan langsung menyuruh Mona untuk pulang ke rumah, mengingat kondisi Mona masih sakit.
Apakah Mona menurut? Oh tidak, Mona yang masih trauma dengan kejadian kemarin memilih nunggu Affan selesai rapat bersama anggota OSIS di masjid dekat gerbang.
Lamanya Mona menunggu Affan hanya untuk pulang bersama sekitar dua jam, terhitung dari jam tiga sampai jam lima sore.
Mona yang melihat Affan keluar dari gerbang lantas mendekatinya, namun di lima langkah berikutnya langsung terhenti ketika melihat Selly yang mendekat ke sepeda motor Affan, lalu menaikinya.
Dengan begitu, di depan mata nya sendiri Mona melihat Affan membonceng Selly entah perginya kemana. Dan saat yang bersamaan Affan juga melihat keberadaan Mona di depan masjid saat motor yang dikendarai nya ingin keluar dari gerbang pertama.
Affan membawa Selly ke warnet terdekat, saat Selly sedang sibuk mengurus proposal kegiatan OSIS. Affan memberi tahu Mona lewat WhatsApp kalau ia bakal pulang ke rumah malam.
Sayangnya, pesan WhatsApp itu tanpa ada balasan dari Mona hingga Affan kembali ke rumah di jam delapan malam.
"Mona, saya belikan sate ayam untuk kamu. Ayo makan malam dulu" Teriak Affan seraya melepas sepatu nya.
"..." Mona terdiam.
Perkataan tanpa jawaban itu Affan sangat memaklumi. Toh, yang ia lakukan hanya untuk menjaga rahasia pernikahan mereka agar tidak terbongkar. Sebab Selly sudah curiga pada Affan.
Selepas mempersiapkan makan malam bersama nya. Affan langsung pergi ke kamar Mona, mungkin saja ia sedang beristirahat di dalam kamar nya.
Affan mengetuk pintu kamar Mona dengan pelan. "Mona ayo makan dulu"
"..." Penghuni kamar tidak menyahutinya.
Affan menghela nafas, secara ia langsung membuka pintu rumah itu, lalu tidak menemukan sesosok Mona di kamarnya.
Praktis, Affan langsung panik mencari keberadaan Mona di setiap sudut rumah.
Selepas itu Affan tidak menemukan Mona di rumah nya. pria itu sangat meyakini kalau Mona tidak ada di dalam rumahnya. Sudah panik semakin panik saat Affan menelpon Mona tapi engga diangkat. Terlebih foto profil Mona terlihat abu-abu. Affan tahu kalau itu tanda nomor yang di blokir.
Affan mengambil kunci motor nya lagi untuk pergi mencari Mona dirumah orang tua nya. Mungkin saja istrinya ada di rumah orang tua nya.
Affan sampai mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi menyalip kendaraan yang ada di jalan raya, hingga pria itu sampai di rumah orang tua Mona lebih cepat.
"Ada apa datang kesini Affan?" Tanya mama Anggun.
"Ada Mona engga mah disini?" Tanya balik Affan.
"Coba kamu cek aja sendiri rumah ini ada Mona tidak, barangkali kalau mama jawab kamu gak percaya" Jawab Mama Anggun.
Affan mengangguk kepala paham, lalu ia menelusuri setiap sudut rumah mertua nya dan tidak menemukan Mona ada di rumah nya.
"Enggak ada kan?" Kata Mama Anggun saat Affan kembali ke ruang tamu. Affan lantas mengangguk kepala, ia semakin khawatir saja pada Mona, mengingat gadis itu masih sakit.
"Kalian habis bertengkar ya?"
Affan lantas menggelengkan kepala dusta agar mama mertua tidak melapor kejadian ini ke orang tua Affan itu sendiri. "Enggak mah, soalnya tadi habis kerja kelompok di sekolah Mona langsung pulang. Mungkin lagi main sih sama teman-teman nya" Katanya penuh dengan dusta lagi.
"Yaudah kamu tunggu saja dirumah, sapa tau Mona bentar lagi pulang ke rumah" Saran dari mama mertua.
"Iya mah, maaf kalau Affan ganggu dan buat mama cemas, Affan pulang duluan ya" Pamit Affan yang kemudian dipersilahkan oleh Mama Anggun.
Affan langsung pulang ke rumah nya lagi.
Hingga pria itu sudah kembali ke rumah baru nya yang langsung pergi ke kamar mandi untuk melakukan rutinitas nya setelah pulang sekolah.
Setelah selesai berganti pakaian, Affan akan menunggu Mona pulang biar makan malam bersama-sama.
Hanya saja saat waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Affan memakan sate ayam itu seorang diri. Memandang lima tusuk sate di depan nya, dimana pemilik nya belum pulang ke rumah.
Malam ini entah kenapa ada perasaan asing yang tiba-tiba muncul di hati Affan, ia sadari kalau merasa kesepian dirumah tanpa Mona.
Hingga waktu sudah pagi, rasa kesepian itu menyebar luas menjadi rasa kehilangan saat Affan mendapatkan fakta bahwa Mona tidak pulang ke rumah semalaman ini.
Affan mencoba tidak memikirkan dua rasa yang tiba-tiba datang. Namun, bukannya membaik justru Affan mendapatkan rasa asing lainnya saat memandang tulisan indah dari tangan Mona di jadwal mandi harian nya yang ditulis secara manual.
"Mona, dimana kamu sayang" Gumam Affan.
......................
...****************...
To be continue,
jujur aja mona sm sahabatnya
klo sudah menikah sm afan