NovelToon NovelToon
Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Sadhana Abhiseva, seorang Jenderal muda yang mendapat misi atau tugas besar Negara yang sangat berbahaya begitu selesai melaksanakan proses pelantikannya. Hampir 4 tahun lamanya, ia menyamar sebagai salah satu anggota klan mafia tersebut. Akan tetapi, ia tidak pernah menggapai inti klan mafia tersebut.

Hingga akhirnya ia terpilih menjadi salah satu orang kepercayaan yang akan selalu berada di sisi Revaldo Arsenalio, sang pemimpin atau ketua klan mafia Black Gold. Namun, rupanya harga kepercayaan itu begitu mahal untuk ia bayar.

"Untuk menjadi salah satu tanganku. Aku ingin kau melaksanakan sebuah tugas khusus untukku."

"Saya siap."

"Aku ingin kau menghamili istriku."

“….”

Ya, ia diperintahkan untuk menghamili istri sah Reval, Jenara Elendria. Saat itulah, untuk pertama kalinya Dhana ragu untuk melanjutkan misinya atau memilih berhenti.

Akankah Dhana melaksanakan perintah Reval dan menyelesaikan misi Negaranya? Atau mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Keputusan Dhana

Malam semakin larut ketika Reval berdiri sendirian di depan jendela kamarnya Jenara. Ya, Reval memutuskan tidur satu ranjang dengan Jenara untuk pertama kalinya selama pernikahan mereka. Padahal Jenara sudah mengusirnya berulang kali, tetapi pria itu tetap bersikeras untuk tidur sekamar dengan alasan ia harus memantau kondisi Jenara.

Di luar, hujan turun tanpa jeda. Titik-titik air membasahi kaca, memecah pantulan wajahnya menjadi bayangan yang tampak asing. Reval seharusnya tidur, seperti Jenara yang memilih tidur daripada terus menatap kesal padanya. Namun pikirannya justru kembali pada satu sosok yang selama bertahun-tahun tidak pernah benar-benar ia lihat. Jenara… istri sahnya, wanita yang kini sedang terlelap dalam dunia mimpinya.

Entah sejak kapan perempuan itu tidak lagi sekadar nama yang tercantum di atas kertas pernikahan atau simbol aliansi keluarga. Entah sejak kapan tatapan matanya yang dulu ia anggap tidak penting mulai muncul di sela-sela pikirannya. Dan yang paling mengganggunya malam ini adalah kenyataan bahwa di dalam tubuh Jenara kini tumbuh seorang anak yang bukan anaknya.

Reval mengepalkan tangan. Dhana… nama itu melintas di kepalanya seperti percikan api. Semua ini adalah perintahnya sendiri. Dialah yang menginginkan Dhana mendekati Jenara. Dialah yang menjadikan hubungan itu sebagai bagian dari rencana yang lebih besar. Seharusnya tidak ada ruang bagi perasaan pribadi. Tidak boleh ada penyesalan.

Namun ketika Reval melihat Jenara beberapa jam sebelumnya, berdiri dengan satu tangan melindungi perutnya yang mulai membesar, sesuatu di dalam dirinya runtuh. Untuk pertama kalinya, ia membayangkan sesuatu yang seharusnya tidak pernah ia bayangkan.

Perut itu seharusnya membesar karena benihnya. Anak itu seharusnya membawa darahnya… anaknya. Pikiran itu membuat dadanya sesak, hingga rasanya ia ingin mengumpat dan melampiaskan dengan membunuh seseorang.

"Brengsek."

Tangannya menghantam kusen jendela. Suara benturan terdengar keras di ruangan yang sunyi. Ia membenci dirinya sendiri karena memikirkan hal itu.

Bukankah selama ini ia yang mengabaikan Jenara? Bukankah ia sendiri yang membuat perempuan itu hidup seperti orang asing di rumahnya? Bukankah ia sendiri yang memerintahkan Dhana menjalankan semua ini? Lalu atas dasar apa sekarang ia merasa berhak cemburu?

Reval mengembuskan napas kasar. Tidak, Ia tidak boleh membiarkan perasaan itu menguasainya. Perasaan adalah kelemahan dan seorang pemimpin Black Gold tidak boleh memiliki kelemahan. Terutama terhadap seorang perempuan, terutama terhadap istrinya sendiri. Tetapi bayangan Jenara kembali muncul di kepalanya.

Wajah perempuan itu yang semakin pucat beberapa hari terakhir. Cara tangannya secara refleks mengusap perut. Senyum kecil yang sesekali muncul ketika ia berbicara dengan anak yang belum lahir itu. Semua hal yang selama ini tidak pernah Reval pedulikan, kini justru terasa seperti pisau yang perlahan mengiris harga dirinya.

Ia menutup mata. "Seharusnya kau tidak membuatku melihatmu seperti ini, Jenara. Apalagi menumbuhkan perasaan sialan ini." Kalimat itu terdengar seperti tuduhan. Padahal sesungguhnya Reval sedang menyalahkan dirinya sendiri.

...****************...

Di sisi lain Mansion, sebuah mobil hitam melaju meninggalkan kompleks utama. Sebab beberapa saat yang lalu, Reval memberinya ijin untuk pulang dan kembali esok harinya. Dhana duduk di kursi kemudi dengan wajah tenang seakan tidak ada lagi keraguan di matanya.

Sudah terlalu lama ia berada di dalam organisasi ini dengan satu identitas palsu. Terlalu lama ia memainkan peran sebagai salah satu anak buah kepercayaan Reval, sementara diam-diam mengumpulkan bukti untuk negaranya. Dan kini waktunya tiba. Misi harus diselesaikan lebih cepat dari rencananya. Setidaknya demi Jenara dan juga calon bayinya.

Dhana membuka sebuah perangkat penyimpanan kecil dari saku dalam jasnya. Di dalamnya terdapat salinan transaksi rahasia, komunikasi pejabat tinggi, jalur pendanaan, serta bukti kerja sama antara sejumlah pejabat negara dan Black Gold. Semua yang ia kumpulkan selama berminggu-minggu ini. Informasi itu cukup untuk mengguncang banyak orang. Bahkan mungkin menjatuhkan beberapa nama besar.

Ponselnya bergetar, dimana satu pesan masuk yang berasal dari Zeno. Kau yakin akan mempercepat rencananya?

Dhana menatap layar beberapa detik sebelum mengetik balasan. Aku sudah mulai bergerak ke lokasi pertemuan sekarang.

Mobil berhenti beberapa menit kemudian di sebuah bangunan tua yang dari luar tampak seperti gudang kosong. Dhana turun, sebelum masuk ia terus memperhatikan sekitar untuk memastikan tidak ada orang yang mengikutinya. Tempat itu adalah salah satu titik pertemuan rahasia yang hanya diketahui oleh orang yang ditunjuk dalam misi rahasia itu.

Pintu besi terbuka setelah ia memberikan kode. Zeno rupanya sudah menunggunya di dalam. Tatapan pria itu langsung tertuju pada Dhana. "Kau datang lebih cepat dari perkiraan."

"Aku tidak punya banyak waktu." Dhana meletakkan sebuah map tebal di atas meja. "Kita harus mempercepat semuanya."

Zeno tidak langsung membukanya. "Kenapa?"

"Karena keadaan di dalam Black Gold mulai berubah. Jenara serta calon anak kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Aku tidak bisa membiarkan mereka terus berada dalam bahaya di sini.

“Dhana, apa kau sudah gila?” sentak Zeno yang mengira bahwa keputusan yang Dhana ambil sekarang hanya untuk tujuan pribadinya saja, bukan untuk misi mereka.

Dhana terdiam sejenak. Bayangan wajah pucat Jenara melintas di pikirannya. Namun, ia segera menyingkirkannya. “Mungkin.”

"Kirimkan ini ke pusat," lanjutnya. "Ada nama-nama pejabat tinggi di dalamnya. Jalur transaksi mereka, pertemuan rahasia, dan beberapa bukti komunikasi. Selain itu Adrian berniat membuka jalur untuk Reval, perintahkan orang kita untuk memblokir semua jalannya."

Zeno membuka map tersebut. Semakin banyak halaman yang dibaca, semakin serius wajahnya. "Ini bisa menghancurkan mereka."

"Itulah tujuan utamanya misi kita selama ini."

"Dan Reval?"

Dhana menatapnya lurus."Reval belum tahu."

"Kalau dia tahu?"

Dhana terdiam. Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresinya berubah. "Kalau dia tahu," katanya pelan, "semuanya akan berubah menjadi perang."

Zeno menutup map tersebut. "Kau siap?"

Dhana menarik napas panjang. "Aku sudah terlalu jauh untuk mundur."

Ia berbalik menuju pintu. Namun sebelum keluar, Zeno memanggilnya. "Dhana."

Dhana berhenti, lalu Zeno memperingatkan. "Jangan sampai perasaan pribadi menghancurkan misi utamamu."

Dhana tidak menjawab. Hanya sesaat matanya terpejam. Kemudian ia berkata, "Karena itu aku akan menyelesaikannya secepat mungkin. Aku tunggu hasil keputusannya."

Pintu tertutup. Dhana kembali mengenakan wajah dinginnya. Tanpa Dhana sadari ada sepasang mata tengah mengawasinya dibalik semak-semak. Tepat disaat mobil Dhana perlahan meninggalkan tempat itu, Zeno keluar dan tanpa sengaja melihat orang dibalik semak-semak itu.

“Sialan,” umpat Zeno yang tanpa pikir panjang lagi langsung mengejar orang itu.

Tidak hanya itu, Zeno pun segera menghubungi para agen lainnya untuk membantunya mengejarnya. Zeno sangat yakin bahwa orang itu adalah salah satu anak buah yang Reval tempatkan untuk memata-matai Dhana selama ini. Sehingga apapun yang terjadi Zeno harus berhasil menangkap orang itu. Jika tidak, maka penyamaran Dhana selama ini akan terbongkar.

Bersambung….

1
Sri Yatun
semoga bisa ngomong setelah ada pergerakan penyerangan atau sudah d mulai dan berakhir dia baru sadar bahwa teman teman nya sudah kalah dan Reval terluka parah kalah
Fahmi Ardiansyah
semoga yg lain gak mengetahuinya klu jenara masuk ke ruang kerja.
Fahmi Ardiansyah
jgn sampai reon di bawa ke markas bisa bahaya tu.semiga bian n Reno bisa atasi ni wanit
Sri Yatun
semoga kakek Arga tidak menaruh curiga y,, biar jenara lolos
Sri Yatun
aduh kalo sampai d bawa bakal celaka semuanya, semoga loren jg lengah biar bisa d pukul dri belakang biar pingsan barengan
Fahmi Ardiansyah
bagus jenara semoga kau bisa merahasiakan tentang dhana
Fahmi Ardiansyah
iya katakan iya tpi bilng sama jenara jgn sampai memberitahu reval
Fahmi Ardiansyah
iya karna bawaan bayinya jadi jenara sellu bertanya tentang dhana.coba klu kmu yg jdi ayahnya pasti jenara n bayinya tambah sayang sama kmu.
Fahmi Ardiansyah
Thor buat Dhana seakan 2 masih membela Reval supaya Dhana TDK di curigai n secara langsung bisa selamatin jenara n bayinya.
Fahmi Ardiansyah
Waaah mereka cepat sekali menyerang Reval apakah jenara bisa di selamatkan atau tidak ya semoga dhana bisa berakting untuk membawa jenara pergi.
Fahmi Ardiansyah
semua pasti berjln sesuai rencana.dhana pasti berhasil melindungi jenara n anaknya.
Sri Yatun
jangan sampai gagal kalo gagal kasian Dhana sudah berusaha 4 th g ada hasil syukur syukur Revan meninggal atau cacat lah klan nya berpecah belah
Fahmi Ardiansyah
ya Krn Dhana sangat mengkhawatirkan jenara n bayinya.krn jenara hanya di manfaatin aja
Fahmi Ardiansyah
oooh Dhana benar benar mau mengambil jenara dari tangan Reval Krn jenara pantas bersanding dgn dhana.
Fahmi Ardiansyah
mereka pasti bersiap akan menyerang org itu n aku kira org itu Erlangga yg ingin menangani langsung.
Fahmi Ardiansyah
asal kamu tau klu reon bisa juga tertangkap oleh zion teman Dhana Krn coba2 melaporkan Dhana tentang identitasnya.
Fahmi Ardiansyah
👍👍👍👍 benar benar thenest kak author yg bikin cerita bikin pembacanya dah Dig dug.aku kira mereka di suruh Reval untuk membunuhnya eee trnyata teman pembasmi n pemberantas jual barang elegal 💪💪💪 terus kalian pasti berhasil.
Sri Yatun
wah pasti si siapa y yg menyamar JD tukang kafe,yg sllu dana datangin lupa namanya pasti dia
Fahmi Ardiansyah
empat orang itu berarti org itu empat sekawan pengawal Reval tu pasti
Fahmi Ardiansyah
kira kira kejutan apa ya yg di maksud argan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!