NovelToon NovelToon
CEO DINGIN PEMIKAT HATI

CEO DINGIN PEMIKAT HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / One Night Stand / Cinta pada Pandangan Pertama / Kaya Raya
Popularitas:117.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: @cece riri

Terjerat akan pesona CEO tampan di kantor nya membuat Amel pusing sendiri menghadapi tingkah laku bos nya yang berubah -rubah

" BOS, sadarrrr kita hanya berdua di siniii, saya tidak mau ada karyawan lain yang melihat dan salah sangka."

" untuk malam ini, saya tidak akan membiarkan mu lepas Amel."

bulu kuduk Amel seketika berdiri dan mulai berjalan mundur, namun dia terhenti karena ada meja yang menghalangi nya.

" ayoo Amel, aku sudah tak sabar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @cece riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab.8

Bintang pun kembali ke hotel, dengan perasaan puas, tentang Kania, bintang tidak peduli, dan akan mengikuti alur permainan nya.

Bintang pun telah, sampai di kamar hotel, Amel terlihat lah mata Amel yang membengkak karna menangis .

" Kenapa kau, mengelap ingus mu, ke baju mu!" ujar, bintang jijik melihat pemandangan di saat dia memasuki kamar.

" Tidak apa-apa, " jawab Amel santai.

" lihat lah banyak tisu, dan kau mengelap ingus mu ke baju mu, dasar wanita jorok." Bintang pun merasakan, bahwa bulu kuduk ny berdiri, karna merasa jijik.

" Gak papa, pak biar apdol aja." jawab Amel, dengan nada santai nya dan menginguskan lagi ke baju.

" CEPAT MANDI." Perintah bintang tegas, Amel yang mendengar itu pun langsung pergi ke kamar, mandi seperti anak kecil, yang sedang di marahi ibu nya.

Amel pun segera mandi, sedangkan bintang tengah sibuk dengan pelayan hotel, yang mengganti semua sprei karna, takut ada ingus Amel yang tersisa.

Amel, pun telah keluar dengan pakaian santai nya, dengan mata yang sedikit bengkak.

" Kau seperti, ondel-ondel, " ujar bintang mengejek.

" Bapak mirip kutil." jawab Amel, sambil menjulurkan lidahnya.

" Kau." bintang pun menyentil, Kening Amel .

" awww." bapak ini, terlalu sirik,"

" Dasar wanita jorok."

" ah sudahlah pak, jorok-jorok gini, demen kan." ucap Amel jahil, sambil tertawa puas.

Sudah lah, bintang tak mau meneruskan berdebat dengan Amel, entah mengapa jika berdekatan dengan Amel, dia jadi sedikit cerewet, mungkin ketularan virus dari amel itu yang ada di pikiran bintang saat ini.

" Hey, apakah kau tidak ingin ke pantai?" tanya bintang kepada Amel.

" Hm masih saya pikirkan." Amel pun, berpura-pura, sedang berpikir.

" ah terserah kau saja, lama-lama berdekatan dengan mu, saya takut menjadi gila." Bintang, pun pergi melangkah ke luar dan Amel pun mengekori nya.

" Hehehe ayo pak, beliin Amel sendal yang ada telinga nya ya." pujuk Amel, bintang pun tak menjawab, dan hanya terus berjalan.

" Berbicara saja pada rumput yang bergoyang." sindir Amel, karna dari tadi dia berbicara bintang tak memperdulikan nya.

Amel dan bintang pun pergi ke pantai di dekat hotel, menggunakan pakaian santai mereka sambil berdampingan layak nya, sepasang kekasih.

Amel dengan jahil, mendorong, bintang yang tengah memandang takjub, langit sore, sehingga dia terjatuh ke air dan baju nya pun basah semua.

" AMEL..........." teriak nya kencang, dengan rahang yang mengeras kesal, dan Amel pun dengan cepat berlari, sebelum dia habis oleh bintang.

Bintang, pun mengejar Amel, terlihat Amel yang tertawa terbahak-bahak, sedangkan bintang tengah marah kesal.

Amel pun kewalahan dan berhenti, bintang pun menangkap nya.

" wahha ampun.... pak ampun wahha." Amel tertawa sambil, menarik napas dalam-dalam.

" maaf pak." Amel memegang telinga nya dengan kedua tangan, dan kaki yang di angkat sebelah.

" maaf ya, pak maafkan niat buruk saya." ucap amel.

Bintang yang tadi nya, sangat kesal, luluh begitu saja, dan merasa geli sendiri melihat tingkah Amel, dia pun memeluk Amel dan menjatuhkan diri nya dan Amel dalam air .

" hahaha impas." Amel pun terkejut, ini merupakan kejadian langka di mana bos nya, tertawa setelah lama berkerja ini merupakan pertama kali nya bintang tertawa lepas.

Amel pun ikut tertawa, melihat pasir di wajah bintang, begitu, bintang pun ikut tertawa melihat wajah Amel yang penuh dengan pasir.

" Bapak sangat jelek haha ." Amel tertawa sambil memegang perutnya.

" Kau juga makin jelek hahah." ucap bintang, mereka pun masih terbaring di tepi pantai, dengan kepala Amel yang berada di atas dada bidang bintang.

Mereka pun, duduk, dan kali ini bintang yang tengah menjahili Amel menyiraam- nyiram air kepada Amel dan terjadilah perang air sambil tertawa.

Setelah lelah tertawa, mereka pun diam sejenak dan melihat ke indahan langit sore, yang menjadi saksi bisu ke anehan mereka berdua.

" pak, saya berasa jadi pengantin baru." goda Amel menjahili bintang, tak lupa alis nya yang di naikan sebelah.

" Saya rasa memang kamu sudah gila ." ucap bintang ketus ,namun dalam hati nya, sangat ingin tertawa mendengar, ucapan aneh dari Amel itu.

Amel pun mengeluarkan handphone nya, di samping bintang, dia lupa wallpaper layar depan nya adalah Poto bintang, bintang pun kaget sendiri ternyata diam-diam Amel hobi mempoto nya.

Amel yang gelagapan takut handphone nya , basah pun lupa bahwa orang yang di wallpaper handphone nya, tengah berada di samping nya, namun bintang Purak-purak tidak tau saja sambil tersenyum.

" ternyata pans, saya banyak juga." sindir bintang Purak-purak pokus memainkan air.

wallpaper handphone Amel.

" ah tidak mungkin, bapak yang jelek gini punya pens." ujar Amel remeh.

" oh kau tidak percaya, cepat bukak handphone mu dan cari tau siapa pans-pans ku itu." ucap bintang sombong.

Amel pun membuka handphone nya dan " ah gue lupa, " Amel pun menepuk jidatnya sendiri, karna sudah tertangkap basah memoto bintang diam-diam.

Amel pun tersenyum renyah, " hehhe gak jadi pak, handphone saya lowbat." Amel berusaha sebiasa mungkin.

" Hahaha dasar kau bocah nakal, yang hobi memoto ku diam -diam." Bintang pun tertawa terbahak-bahak, melihat reaksi bodoh dari Amel, yang seolah-olah, tidak terjadi apa-apa.

" Ah sudahlah pak, saya hilap." Amel pun segera berlari dan meninggalkan bintang, dia pun malu sendiri " ayolah Amel, kau ini selalu saja bikin malu, bagaimana mungkin pak bintang akan menyukai mu." Amel tak henti-henti nya, merutuki kebodohan nya.

" Kau memang sangat lucu, rasa nya mau ku gigit pipi mu amel." teriak bintang di tepi pantai.

Hari ini merupakan, hari yang sangat menyenangkan bagi bintang karna dia bisa tertawa puas, hanya dengan melihat ke bodohan Amel .

Melihat semua tingkah amel, bintang jadi geram sendiri merasa sangat gemas, " Aku tidak akan, membiarkan siapapun menyakiti mu Amel." ucap bintang dalam hati dan segera menyusul Amel.

...-Ternyata mengiklaskan, yang telah pergi dan menerima semua kenyataan baru itu, jauh lebih menyenangkan di banding kan, mengingat kenyataan pahit, di masa lalu.-...

1
ikhsan
halo kakak, ceritanya menarik aku suka🤗🥰
Elisabeth Ratna Susanti
tiga iklan untuk karya keren ini 😍
Elisabeth Ratna Susanti
wah aku berdebar-debar nih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Elisabeth Ratna Susanti
wah panas nih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
🍃⃝⃟𝟰ˢ✍️⃞⃟𝑹𝑨💫⃝ˢᶦ𝐂ɪᴘяᴜт
mampir satu bab lagi
5/Rose/
biar lama bacanya/Facepalm/
Elisabeth Ratna Susanti
wah bisa ngelucu juga y nih cewek 😀
Elisabeth Ratna Susanti
waduh tegas juga ya
Etty Sumaryanti
untung SM bintang coba klu SM cowok lain ,,Ayuk Bls bintang jgan diem j
Maryani Yani
lanjut kk
Maryani Yani
seru banget
Maryani Afrilia Sari
lanjut tor
🍃⃝⃟𝟰ˢ✍️⃞⃟𝑹𝑨💫⃝ˢᶦ𝐂ɪᴘяᴜт
dua bab dulu ya
hehe.
kembang 2 sama kopi buat sarapan


eh emang kuntu/Facepalm//Facepalm/
🍃⃝⃟𝟰ˢ✍️⃞⃟𝑹𝑨💫⃝ˢᶦ𝐂ɪᴘяᴜт: tetap semangat
total 2 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ✍️⃞⃟𝑹𝑨💫⃝ˢᶦ𝐂ɪᴘяᴜт
Aku mampir
tapi ga bisa komentar banyak banyak ya/Sneer//Sneer/
Elisabeth Ratna Susanti
iya ih dasar bayi besar 😀
Elisabeth Ratna Susanti
keren banget 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top markotop 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren banget 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Salsabila: terimakasih banyak kk☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!