NovelToon NovelToon
Ekspektasi Dalam Cinta

Ekspektasi Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:136
Nilai: 5
Nama Author: Mega Harsa

Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.

Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.

Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

Bayu pergi meninggalkan Kevin dan Acha ke depan toko, untuk memastikan apakah Alina sudah berada di sana bersama Fara. Ternyata, hanya ada Fara saja. Akhirnya, Bayu memutuskan untuk kembali ke ruang kerja, baru beberapa langkah Bayu mendapatkan satu notif pesan dari Alina.

Bu Bos

Maaf, aku nggak jadi ke sana. Ada hal lain yang harus di selesaikan.

Bayu sangat kecewa karena Alina tidak jadi datang. Namun, setidaknya Bayu tahu kalau Alina baik - baik saja.

Sesampainya Bayu di ruang kerja, ia mendapati kedua rekan kerjanya itu sedang mengamatinya.

"Kenapa?" tanya Bayu.

"Kita sih, nggak apa - apa. Lho, yang kenapa." Jawab Kevin.

"Eh, gimana, sudah ada kabar dari Kak Alina?" Tanya Fara.

"Udah."

"terus apa katanya? Jadi ke sini nggak?"

"Nggak jadi, belum sempat untuk datang ke sini. Karena masih ada urusan hal lain seperti nya." Jawab Bayu, sambil meraih tas dan merapikan tempat kerjanya. Bayu melirik jam tangan nya, lalu berkata, "Kevin, gimana udah beres?" tanya Bayu. "Udah sih, Bay. Tapi gue sama Acha mau diskusi mengenai jadwal live baru dan lain lain. Lo Pulang duluan aja, nih kunci mobilnya." Kevin menyodorkan kunci mobil kepada Bayu. Lalu Kevin kembali berkata, "Nanti gue pulang ke rumah Lo, nggak apa - apa naik ojek online aja" Jawab Kevin tersenyum.

"Oke, Gue duluan ya. Kalau ada kendala, kabarin aja." Ucap Bayu sambil tersenyum lalu tos dengan Kevin. Bayu melihat ke arah Acha "Cha, duluan ya!" ujarnya, Acha pun mengangguk dan tersenyum.

Bayu juga menghampiri Fara, "Adek, kakak pamit ya!"

"Oke, hati - hati di jalan ya kak!" ujar Fara.

...----------------...

Alina sedang berada di rumah yang luasnya tidak terlalu besar tapi baginya itu cukup untuk istirahat dan berteduh. Ia sedang membersihkan rumah itu dan di bantu oleh Farhan Setelah selesai membantu Alina, Farhan mengajaknya ke Bandung Cafe.

"Alina, sore ini kita ke Bandung Cafe, Yuk?"

"Yuk, aku juga pengen banget ke sana. Terima kasih ya, kamu udah bantuin aku nyari kontrakan. Aku suka banget sama kontrakan ini, udah gitu warna cat tembok ini abu. Ih, favorit aku banget pokoknya."

"Alhamdulillah, kalau kamu suka. Istirahat dulu sebentar atau kalau mau mandi, mandi dulu aja, setelah itu kita pergi ke sana ya?"

"hmm"

"Aku akan ke kontrakan teman cowok aku dulu, nih di sebelah sini." Tunjuk Farhan, lalu ia berkata, setelah aku pergi jangan lupa kunci pintunya."

"Iya, siap!" Ujar Alina sambil tersenyum, lalu Farhan pergi.

...----------------...

Setelah pulang dari Vin Books, Bayu berencana untuk pergi ke Bandung Cafe. Ia sedang menikmati es Cendol yaitu minuman kesukaan Alina dan juga kurupuk banjur dengan kuah pedas. Suasana sore hari di Bandung Cafe sangat indah dan sejuk, para pengunjung pun bisa memilih mau di dalam ruangan atau di luar ruangan. Bayu lebih memilih di luar ruangan karena sejuknya alami.

Ting

Pandangan Bayu yang semula sedang menikmati pemandangan, kini teralihkan oleh satu notif di handphonenya.

Bunda

Lagi dimana kamu?

Jangan lupakan permintaan Bunda ya!

Bayu memberitahukan bahwa dia sebentar lagi akan pulang dan tidak lupa dengan permintaan Bunda. "Bunda, Bunda, sabar ya, Bun." Gumam Bayu

...----------------...

Tuk... tuk... tuk...

Alina!" Panggil Farhan dari balik pintu, seketika membuat Alina kelabakan buru - buru memakai hijab.

"Aww, aduuh..." setelah memakai hijab dia langsung membuka pintu.

"Aku tadi mendengar suara, kamu kenapa? nggak ada yang berbuat jahat sama kamu kan?"

"Suara apa maksudnya?"

"Ya itu, tadi...."

"Nggak apa - apa kak, aku cuma ke tusuk jarum pentul aja."

"ke tusuk! Waduh, mana coba lihat sini?" Alina menjulurkan jari telunjuknya yang tertusuk.

"Banyak juga darahnya, sini kamu duduk dulu." Alina pun duduk di kursi sedangkan Rafan mengambil kotak obat dari dalam tasnya.

"Eh, jangan pake itu deh." Alina menolak saat Farhan akan mengoleskan obat ke jarinya.

"Dikit aja, bentar doang kok."

"No, pake plester aja, nggak mau pake itu." Farhan menatap Alina dengan penuh kecewa, karena tidak mendengarkan permintaannya.

Seketika Alina pun menatap Farhan, saat Alina lengah justru Farhan dengan cepat mengoleskan obat itu ke tangannya. "Farhan!" Teriak Alina karena mulai merasakan perih di jari telunjuknya. "Maaf ya, biar cepat sembuh, sayang." ucap Farhan dengan lirih.

"hah?" Tanya Alina.

"Eh, itu maksud aku... Kita kan mau pergi ke Cafe. Masa tangan kamu nggak di obatin, nanti malah ke ganggu, kan biar cepat sembuh maksud aku gitu. Kamu udah siapkan?" ucap Farhan berbohong.

"Udah kok, aku mau ambil tas dulu ya."

"Oke."

Setelah itu, mereka berdua pun pergi ke Bandung Cafe dengan menggunakan mobil Farhan. Pakaian yang digunakan oleh Alina dan Farhan warnanya sama. Bahkan, saat mereka berdua tiba di Bandung Cafe, sebagian orang yang menyadari hal itu membuat mereka berpikir kalau Alina dan Farhan adalah pasangan.

"Mereka lucu ya, imut lagi"

"Masyaallah, sangat serasi pasangan ini"

"Cocok banget mereka"

Alina dan Farhan yang mendengar hal itu pun saling pandang. Lalu Alina berbisik, "malu banget, berasa pengen ngilang. Terus ganti warna baju ini sekarang juga, tapi sayangnya aku nggak punya kekuatan magic." Alina mengerucutkan bibirnya. Kevin pun tertawa lalu ia berkata, "udah nggak apa - apa, nikmatin aja suasana malam ini, jangan dengarkan apa kata mereka kalau kamu nggak suka." Jawab Kevin.

"Kamu kok bisa ya, kelihatan tenang kayak gitu, emangnya nggak risih denger omongan mereka? Hmm, atau jangan - jangan kamu suka?

Deg

Farhan bingung harus menjawab apa, untungnya ada waiters yang datang menghampiri mereka.

"Halo, permisi kak. Mau pesan apa?" tanya waiters dengan ramah.

"Saya pesan es cendol sama kue pancong" kata Alina dengan ramah.

"Saya juga samain aja ya, Mbak" Kata Farhan.

"Oke, tunggu sebentar ya."

Setelah waiters pergi, Alina kembali bertanya kepada Farhan "Ih, kamu belum jawab pertanyaan aku yang...." belum selesai Alina berbicara ada seseorang yang memanggilnya.

"Bu Alina!" Farhan dan Alina pun menoleh ke arah sumber suara. "Bayu, dulu kok dia ada di sini, sih." Gumam Alina. Farhan menatap Alina, dengan penuh tanda tanya.

"Dia siapa?" Tanya Farhan.

"Dia rekan kerja aku."

"Boleh gabung?" tanya Bayu seraya tersenyum.

"Boleh, silakan." Jawab Farhan dan Alina pun mengangguk sebagai tanda setuju.

"Jangan panggil aku Bu Alina, panggil saja nama aku." Bisik bisik Alina kepada Bayu.

"Permisi, ini pesanannya 2 es cendol dan 2 kue serabi, silakan di nikmati."

"Oke, terima kasih." Jawab Alina, Farhan masih sibuk memperhatikan tingkah Bayu, yang terus saja menatap wajah Alina.

"Kamu masih saja mengulangi kesalahan yang sama." ucap Bayu dengan lirih.

"Eh, kalian baru datang ya!" Ujar Bayu

"Iya, kita baru datang" Jawab Farhan.

"Oke, kalau saya sudah sejak tadi, saya pulang duluan ya. Selamat menikmati suasana yang sangat indah ini."

"Bye, semuanya!" Bayu melambaikan tangan, Alina dan Fara pun meresponnya dengan hal yang sama.

Alina terus saja menatap kepergian Bayu, "Kamu masih saja mengulangi kesalahan yang sama." satu kalimat yang Bayu ucapkan barusan, terus saja terngiang - ngiang dalam pikirannya, Alina masih tidak bisa memahami apa yang Bayu maksud.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!