NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35 Kalah Telak

Mereka kalah.

Bayangan itu pergi begitu saja setelah melukai Zharvion. Seperti menyampaikan pesan bahwa mereka bukan apa-apa di hadapannya.

Di dalam tenda yang remang-remang, bau darah dan hangus terasa begitu pekat. Zharvion dalam versi kecil terbaring tak berdaya di atas tumpukan jerami tebal.

"Kenapa? Bahkan, sihir cahaya dan api pun tidak bisa mengalahkannya? Bukankah itu kelemahan mereka?" lirih Eliya yang duduk di dekat Zharvion terus mengawasi naga itu.

Naga kuno penjaga bintang sihir yang biasanya gagah kini tampak rapuh. Sisik-sisik emasnya yang sekeras baja retak di beberapa tempat, mengeluarkan cairan keemasan yang menetes lambat. Napasnya lemah dan tersendat.

Elio dan Kael menatap Zharvion dari luar tenda. Masih terbayang dalam ingatan saat naga itu tiba-tiba muncul dari tubuh Eliya dan melindungi mereka semua.

"Itu Sang Agung. Zharvion, naga penjaga bintang sihir yang tidak pernah memiliki ikatan kontrak dengan penyihir mana pun," gumam Elio mengenali keberadaan entitas kuno itu.

"Benar. Pantas dia menjadi wadah dari semua elemen sihir, dia dibimbing langsung oleh sang agung. Aku menyesal karena meremehkannya," sahut Darian benar-benar menyesal.

"Kalian benar. Hanya saja, Zharvion butuh wadah yang kuat dan Eliya butuh tujuh elemen sihir untuk menyempurnakan kontrak mereka," sahut Kael seraya menghela napas panjang.

Tak ada lagi yang berbicara di antara mereka. Malam terasa sangat sunyi, nyanyian binatang pun tak terdengar. Hembusan angin seolah-olah menepi, tak ingin mengganggu mereka.

Di dalam tenda, Eliya berlutut di samping tubuh Zharvion yang kecil. Menyentuh salah satu tanduknya yang terasa dingin. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya runtuh. Untuk pertama kalinya setelah bangkit dari jurang, Eliya menangis ketakutan. Takut kehilangan harta yang paling berharga dalam hidupnya.

"Maaf," bisik Eliya dengan kepala tertunduk, suaranya bergetar hebat, menggambarkan kesedihan yang teramat.

"Aku yang terlalu lemah. Jika saja aku bisa lebih kuat lagi meski tanpa tujuh mahkota elemen, kau tidak akan seperti ini," katanya lagi diiringi isak tangis yang menyayat hati.

Zharvion membuka satu matanya yang vertikal. Kilau keemasan di manik matanya meredup, tapi tatapannya masih memancarkan kehangatan yang tulus.

"Bukan salahmu," suara beratnya bergema langsung di dalam kepala Eliya, terdengar begitu lelah.

"Kau baru memiliki enam mahkota elemen, tubuhmu tidak bisa dipaksakan untuk menjadi wadah. Sementara dia sudah hidup seribu tahun. Perbedaan esensi jiwa kita terlalu jauh, Nak. Tubuhmu perlu dilatih agar siap menerima semua kekuatan yang ada," ucap Zharvion lagi menggema di dalam kepala Eliya.

Eliya kembali menunduk, meresapi kata-kata Zharvion. Enam elemen memang terdengar hebat bagi penyihir biasa, tetapi di hadapan makhluk purba itu, ia seperti anak kecil yang baru belajar berjalan.

"Apapun ... apapun akan aku lakukan untuk menjadi kuat," ucap Eliya dengan keyakina. sepenuh hati.

Zharvion kembali menutup matanya. "Aku harus kembali untuk memulihkan diri. Kau tenang saja, aku tetap bersamamu," ucap Zharvion seraya melebur menjadi serpihan cahaya emas dan masuk ke dalam pikiran Eliya.

Kael duduk di sudut tenda. Diam seribu bahasa. Kedua lututnya ditekuk dan tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Untuk pertama kalinya dalam perjalanan mereka, Eliya melihat dia ketakutan.

Kael, sang jenius dari Venthora yang tak kenal takut, yang selalu maju paling depan, kini menatap lantai tanah dengan pandangan kosong dan tubuh yang sedikit gemetar. Kehadiran bayangan tadi benar-benar menghancurkan mental mereka.

Elio berdiri di dekat pintu tenda, menyilangkan tangan di dada. Wajahnya yang biasa tenang kini tegang dan pucat.

"Kita butuh lebih," ucapnya memecah keheningan, suaranya berat dan penuh penekanan.

"Jauh lebih banyak kekuatan jika kita ingin bertahan hidup di pertempuran berikutnya. Bayangan itu bisa datang lagi kapan saja. Beruntung Zharvion bisa memukulnya mundur saat ini. Jika dia datang dengan lebih banyak pasukan, mungkin kita tidak dapat menahannya," ujar Elio lagi dengan tangan mengepal erat.

Eliya mengangkat tangan, menatap tanda mahkota elemen sihir yang berkedip di pergelangan tangannya. Enam lingkaran cahaya berputar lambat di sana. Merah untuk api, biru perak untuk air, putih untuk angin, biru elektrik untuk petir, coklat zamrud untuk tanah, dan emas bersama ungu hitam untuk cahaya dan kegelapan. Namun, lingkaran itu masih menyisakan ruang kosong. Masih kosong satu tempat.

"Petir, Cahaya, Kegelapan ... tidak cukup," gumamnya pada diri sendiri.

Pikirannya terus berputar seperti lingkaran setan. Kekuatan elemen dasar yang ia punya sekarang tidak akan bisa menembus jubah kegelapan milik makhluk itu.

"Aku butuh yang terakhir. Dan mungki. kontrak lanjutan dengan Zharvion," lanjutnya, kali ini dengan nada suara yang lebih tegas. Tekad baru mulai tumbuh dari rasa putus asa yang mendalam.

Elio menoleh tajam ke arahnya, tatapannya tidak main-main.

"Kontrak level dua dengan Zharvion? Itu terlalu berbahaya untuk tubuhmu yang sekarang. Jiwamu bisa hancur terkoyak oleh energi naga murni," serunya cemas, dia yang pernah menolak Eliya di kuil kuno sekarang mencemaskan gadis itu.

"Lalu apa pilihan kita?" tanya Eliya seraya berdiri, menatap Elio, Darian, Kael, dan Rayn bergantian.

"Menunggu bayangan itu kembali dan menghabisi kita semua saat kita tidur? Aku menolak untuk mati tanpa perlawanan," katanya dengan sorot mata yang tajam.

Rayn akhirnya mendongak. Matanya yang merah menatap Eliya. Pemuda itu selalu menjadi orang pertama yang mendukung keputusannya.

" Lalu, di mana kau akan mencari elemen terakhir? Dan apa kau tahu apa itu elemen terakhir? Seingatku, kau sudah mempunyai semuanya. Aku tidak tahu apa yang terakhir? Tapi aku pernah membacanya di buku kuno, elemen ketujuh itu misterius dan sangat sulit didapatkan," ujar Rayn.

Memang pantas disebut sebagai putra jenius, dia tahu segalanya.

Eliya mengepalkan tangan, menyerap kembali tanda mahkota ke dalam tubuhnya. Rasa hangat menjalar, tapi ada kekosongan yang menuntut untuk segera diisi.

"Ke reruntuhan kuno. Mungkin itu tujuan kita selanjutnya," jawabnya tanpa ragu.

"Aku akan memulai latihan di sana. Zharvion, apakah kau yakin dengan tempat itu? Apa kau bisa bertahan?" tanya Eliya melalui pikiran.

Naga itu bergerak di dalam pikiran Eliya. "Jiwaku terikat denganmu. Selama tekadmu belum padam, aku tidak akan mati. Tempat itu akan menimpamu," ujar suara Zharvion menggema di dalam kepalanya.

Eliya mengangguk mantap. Kekalahan hari itu memang telak, dan luka yang ditinggalkan sangat dalam. Namun, ini bukanlah akhir dari cerita mereka. Ini adalah titik balik.

Mereka akan bangkit, mengumpulkan sisa kekuatan, dan kembali dengan kekuatan penuh yang belum pernah disaksikan oleh dunia ini.

****

Terima kasih sudah berkenan mengikuti kisah Eliya. Salam kenal dari author. Jika ada kesalahan ataupun masukan, jangan sungkan untuk berkomentar. Komentar kalian sangat membantu.

1
beybi T.Halim
kok yaa kasihan,kan ada 4 kerajaan apakah tak ikut bertempur?? atau malah sdh mati semua🙈
Aisy Hilyah: nah itu, udah ngilang semua itu
total 1 replies
beybi T.Halim
ceritanya sungguh bagus,sepanjang episode nahan nafas terus,karakter eliya sang badai benar2 tangguh,kuat dan tentunya ada sisi melow nya ,dikelilingi pangeran tampan dari 4 kerajaan, tak sabar untuk episode berikutnya👍👍👍👍👍semangat
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍
total 1 replies
beybi T.Halim
keren👍
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Pena Quality
nice
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!